Business to Government, Simak Plus dan Minusnya!

Share this Post

Table of Contents

Apa itu business to government? Untuk lebih memahaminya, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini!

Business to government atau B2G merupakan salah satu model bisnis yang dikategorisasi berdasarkan target pasar.

Model bisnis ini merujuk pada transaksi penjualan barang atau jasa kepada pemerintah atau negara.

Skala bisnis dari model ini bisa sangat sederhana, mulai dari perusahaan kecil yang menawarkan layanan kepada pemerintah kota hingga perusahaan besar yang menawarkan barang besar kepada pemerintah pusat.

Business to government atau B2G tentu saja merupakan model yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Untuk memahaminya lebih lengkap, kita bisa mulai terlebih dahulu dengan memahami pengertiannya di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal B2B dan B2C, Berikut 8 Perbedaannya

Pengertian dan Contoh Business to Government

business to government
Foto: Proses Business to Government (iStockphoto.com)

Dilansir dari Investopedia, B2G merupakan model bisnis yang bertransaksi dengan pemerintah atau lembaga pemerintahan dalam menjual barang, jasa atau informasi.

Model business to government ini memberi kesempatan kepada perusahaan sebagai pihak swasta untuk mengajukan tender terkait pengadaan barang atau jasa tertentu.

Tentu hal ini harus berkaitan dengan proyek dan program pemerintah itu sendiri.

Terkait model business to government atau pengajuan tender telah diatur oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) yang terdapat di masing-masing daerah.

Lembaga tersebut mengatur dan mengembangkan saluraran B2G sebagai wadah untuk edukasi, sosialisasi dan informasi tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pemerintah akan membuka tender melalui proses e-procurement, tujuannya agar pihak swasta atau sektor publik dapat mengajukan tender lebih transparan dan diawasi oleh masyarakat.

Di Indonesia sendiri, sistem e-procurement dikenal dengan dengan sebutan LPSE (Layaan Pengadaan Secara Elektronik).

Lantas seperti apa contoh dari business to government?

Dalam ilmu marketing dan ekonomi, istilah ini masuk dalam pemasaran sektor publik yang mencakup produk-produk dan jasa yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Bisa melalui teknik komunikasi pemasaran seperti branding, marketing communication, iklan dan marketing digital.

Model bisnis ini digunakan oleh perusahaan sebagai tender yang mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh perusahaan.

Contoh dalam business to government bisa dalam setiap industri, mulai dari manufaktur hingga ritel.

Pada dasarnya, transaksi bisnis yang berkaitan dengan pihak pemerintah dan sektor swasta (perusahaan).

Baca Juga: GrabKitchen Segera Tutup Layanan, Seperti Apa Model Bisnisnya?

Perbedaan B2G dengan Model Bisnis Lain

Business to Government, Simak Plus dan Minusnya!
Foto: Perbedaan B2G dengan Model Bisnis Lain (iStockphoto.com)

Business to government atau B2G merupakan salah satu model bisnis saja, terdapat model bisnis lain seperti B2B, B2C, D2C dan C2C.

Beberapa model bisnis yang disebutkan di atas memiliki perbedaan, kendati pun sama-sama model bisnis.

Dalam pembahasan di bawah ini, akan dijelaskan lebih lengkap terkait setiap model bisnis yang disebutkan.

Sehingga kamu bisa dapat melihat perbedaannya dengan jelas. Tanpa berlama-lama, kita bisa simak penjelasannya di bawah ini.

1. Business to Business (B2B)

B2B merupakan model bisnis yang dilakukan antara sesama pelaku bisnis dalam sebuah kegiatan bisnis. Biasanya transaksi jual beli yang dilakukan antar perusahaan.

Bukan kegiatan bisnis dari perusahaan ke customer.

Model bisnis ini biasanya terjadi dalam rantai pasok suatu perusahaan yang akan membeli bahan baku dari perusahaan lain yang kemudian akan diolah perusahaan yang membelinya.

2. Business to Customer (B2C)

Model bisnis kedua yaitu business to customer atau B2C, model bisnis ini menjual barang atau jasa secara langsung dari perusahaan kepada konsumen atau yang dikenal juga dengan istilah end-user.

Model bisnis ini dikaitkan dengan motode dropship, ketika pelaku bisnis menjual barang secara online kepada konsumen, tetapi barang tersebut dibeli dan dikirimkan dengan bisnis lain.

3. Customer to Customer (C2C)

Model bisnis selanjutnya yaitu C2C atau customer to customer, yang merupakan model bisnis yang dilakukan antara konsumen dalam marketplace.

Selain melalui marketplace, model bisnis ini juga dilakukan secara langsung antar individu melalui media sosial, atau dengan metode cash on delivery dan metode lain yang dilakukan secara mandiri.

Ini merupakan model bisnis yang melibatkan konsumen yang bertransaksi dengan konsumen dalam transaksi jual-beli, baik barang atau jasa.

4. Direct to Customer (D2C)

Terakhir yaitu direct to customer (D2C), yang merupakan model bisnis yang melakukan penjualan tanpa bantuan perantara atau D2C berarti penjualan secara langsung kepada konsumen.

Ketika bisnis memproduksi, mengemas dan mengirimkan produk tanpa campur tangan pihak lain. Pihak lain dalam hal ini yaitu reseller, dropshipper hingga toko retail seperti supermarket atau minimarket.

Karena tidak adanya perantara, bisnis D2C memasarkan produknya melalui jaringan yang mereka miliki sendiri. Bisa melalui website, sosial media, hingga toko fisik yang dimilikinya sendiri.

Sehingga bisnis D2C ini merupakan bisnis yang akan terhubung langsung kepada konsumennya tanpa perantara sama sekali.

Dari penjelasan terkait model bisnis di atas, terlihat perbedaannya. Maka dari itu, business to government yaitu bertransaksi dengan pemerintah atau negara.

Baca Juga: Siap Memasuki Era Industri 5.0? Intip Peluang Bisnisnya!

Kelebihan dan Kekurangan Business to Government

business to government
Foto: Proses Pengajuan Tender B2G (iStockphoto.com)

Sebagai sebuah model bisnis, tentu business to government memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kepastian.

Namun, keuntungan dari model bisnis ini tidak bisa dipungkiri juga. Tetapi kekurangannya harus diketahui sebagai pertimbangannya.

Kita mulai pembahasannya dengan kelebihannya terlebih dahulu dalam penjelasan di bawah ini!

1. Kelebihan B2G

Business to government menawarkan keuntungan kepada pebisnis, hal tersebut karena kontrak yang diberikan oleh pemerintah dinilai lebih stabil dengan kontrak dari sektor swasta yang cenderung tidak stabil.

Keuntungan lainnya yaitu dalam hal keamanan dalam transaksi.

Ketika pemerintahan menawarkan sebuah proyek, pemerintah telah memiliki nilai anggaran dan pendanaannya pasti karena telah tersedia.

Ini yang membuat nilai kontrak disebut lebih stabil karena sumber keuangan yang jelas dan pasti. Umumnya berasal dari keuangan pemerintah yaitu anggaran negara itu sendiri.

Hal tersebut disebabkan karena proyek yang dilakukan merupakan proyek pemerintah yang memiliki kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Biasanya pemerintah akan melakukan lelang tender proyek kepada pihak swasta yang ingin bekerja sama dan mengambilnya.

Selain keuntungan yang didapatkan, mengerjakan proyek pemerintah juga turut berperan dalam kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa proyek pemerintah selalu berkaitan dengan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

2. Kekurangan B2G

Terlepas dari kelebihan dan keuntungan business to government, terdapat kekurangan yang perlu kamu ketahui. Kekurangan terdapat dalam proses tender yang memakan waktu lama.

Waktu lama tersebut disebabkan karena pemerintah memiliki birokrasi yang rumit sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu yang cepat.

Proyek pemerintah seringkali melibatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki afiliasi dengan birokrat di dalam pemerintahan.

Maka perusahaan-perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam akses informasi, persyaratan dan proses pengadaan.

Hal ini merupakan kekurangan yang menyebabkan tidak banyak perusahaan yang sering melibatkan diri dalam bisnis B2G.

Baca Juga: Fitur Business Search WhatsApp Akan Diluncurkan di Indonesia

Nah itulah penjelasan terkait business to government, beserta dengan penjelasan kelebihan dan kekurangannya.

Dengan mengetahui model bisnis ini, semoga kamu bisa lebih baik dalam menjalankan bisnis yang tengah kamu rintis, ya!