Konsep Pemasaran, Begini Cara Efektif Membuatnya

Share this Post

konsep pemasaran
Table of Contents

Dalam dunia bisnis, ada istilah yang disebut sebagai konsep pemasaran. Apa itu konsep pemasaran?

Kamu pasti setuju bahwa setiap bisnis yang menawarkan produk atau layanan, membutuhkan konsep pemasaran dalam proses penjualannya.

Dengan menggunakan konsep marketing yang tepat, barang atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis pun bisa diterima oleh para pelanggannya.

Jadi, perusahaan bisa memeroleh keuntungan besar yang diharapkan.

Oleh karena itu, setiap pebisnis perlu memahami konsep pemasaran yang tepat saat menjual produk atau layanannya.

Agar kamu lebih memahaminya, cari tahu informasi seputar konsep marketing dalam artikel berikut ini, yuk.

Baca Juga: 5 Contoh Sistem Pemasaran Ampuh Untuk Meningkatkan Penjualan

Pengertian Konsep Pemasaran

pengertian konsep pemasaran
(Foto proses diskusi konsep pemasaran. Sumber: Freepik.com)

Dalam konsep pemasaran, ditegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

Sederhananya, konsep pemasaran adalah konsep dasar yang digunakan untuk mendorong penjualan bisnis sehingga dapat menghasilkan keuntungan optimal.

Untuk mencapai hal tersebut, konsep marketing kamu harus fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen. Jadi, terciptalah hubungan yang saling menguntungkan antara pebisnis dengan pelanggan.

Dilansir dari Jurnal Universitas Bina Nusantara (Binus), pemasaran bersandar pada konsep inti berikut:

  • Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha.

Sedangkan keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang spesifik akan kebutuhan.

Sementara itu, permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan membeli.

  • Penawaran Pasar

Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan, informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

  • Nilai Pelanggan dan Kepuasan

Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga (quality, service, price) yang dapat mencerminkan manfaat dan biaya berwujud dan tak berwujud bagi konsumen.

Sementara itu, kepuasan merupakan penilaian seseorang dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya terhadap produk tersebut.

  • Pertukaran dan Hubungan

Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.

Pemasaran terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan memelihara hubungan melalui transaksi dengan target pembeli, pemasok, dan penyalur yang melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya.

  • Pasar

Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang sama, yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

Baca Juga: Pengertian Traditional Marketing dan Media Pemasaran yang Digunakan

Konsep Pemasaran

konsep pemasaran
(Foto rapat tim bisnis. Sumber: Pexels.com)

Dalam penerapannya, konsep pemasaran dibagi ke dalam beberapa fokus utama, di antaranya:

1. Konsep Produksi

Dalam konsep produksi, diasumsikan bahwa konsumen ingin produk dengan harga murah dan mudah didapatkan di mana-mana.

Dengan konsep produksi, para pemilik bisnis akan berfokus untuk melakukan proses produksi dan distribusi sebaik mungkin.

Produsen yang menganut konsep ini akan membuat produksi secara massal, menekankan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa ditekan dan harga jual rendah dari saingannya.

Ketika suatu produk yang dihasilkan produsen memiliki harga jual dan mudah didapat, akan ada banyak pelanggan yang tertarik untuk membelinya.

Meskipun begitu, konsep produksi biasanya akan menghasilkan produk yang berkualitas rendah karena produsen cenderung lebih berfokus pada sisi kuantitatif saja.

Contoh penerapan konsep produksi bisa kamu lihat dari banyaknya restoran fast food yang berfokus pada perluasan cabang dan produksi produk secara massal.

Setiap barang yang terjual mungkin hanya menarik margin keuntungan yang rendah, akan tetapi penjualan dengan volume yang tinggi bisa memastikan bisnis tetap memeroleh keuntungan yang tinggi.

2. Konsep Produk

Selanjutnya, ada konsep produk yang mengasumsikan bahwa konsumen akan menyukai produk berkualitas, berguna, dan punya fitur bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan.

Dalam hal ini, produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please oneself, yakni hanya menuruti bagaimana selera produsen sendiri.

Produsen mungkin mendasarkan pemikirannya pada premis-premis berikut:

  • Konsumen akan memperhatikan mutu berbagai barang sebelum mereka membeli.
  • Konsumen mengetahui perbedaan mutu berbagai macam barang.
  • Konsumen selalu mencari barang dengan mutu baik.
  • Produsen harus selalu menjaga mutu untuk mempertahankan langganan.

Dengan begitu, kepuasan pelanggan meningkat berkat kualitas produk yang baik.

Sayangnya, konsep produk bisa saja menyebabkan harga jual produk terlalu tinggi sehingga mungkin tidak dapat dijangkau oleh seluruh kalangan konsumen.

Contoh terbesar dan paling terkenal dari konsep pemasaran ini adalah Apple. Produk yang diproduksi Apple mudah diatur, digunakan, dan diperbarui sehingga pelanggan mendapatkan kepuasan tinggi saat membelinya.

Meskipun Apple membebankan biaya premium untuk semua produk yang dijual, tetapi penggemar berat mereka dengan senang hati membayar dan setia menggunakannya.

Baca Juga: Apa Itu Pemasaran Digital Marketing? Berikut Penjelasannya

3. Konsep Penjualan

Dalam konsep penjualan, produsen akan membuat barang, kemudian harus menjual barang itu dengan berbagai teknik promosi.

Hal yang terpenting dalam konsep penjualan ialah adanya kegiatan promosi yang dilakukan secara maksimal.

Paham dari konsep ini ialah konsumen pasti mau membeli barang, bila mereka dirangsang untuk membeli.

Mengutip Jurnal Universitas Darma Persada, melakukan promosi besar-besaran merupakan ciri khas dari konsep penjualan.

Salah satu dasar yang digunakan dalam konsep penjualan yaitu konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting. Oleh sebab itu, harus didorong untuk membeli.

Selain itu, konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi dan tugas produsen adalah mendorong penjualan dengan melakukan promosi kepada konsumen.

Contoh konsep penjualan yang bisa kamu temui yaitu brand yang secara agresif menggunakan pemasaran email, mengadakan flash sale, atau melakukan telemarketing untuk mempromosikan produk dan layanannya.

Beberapa merek bahkan tidak segan untuk mendorong penjualan tanpa kualifikasi kesesuaian prospek, mengabaikan penolakan pelanggan, hingga menggunakan taktik manipulatif agar barangnya dapat terjual.

4. Konsep Pemasaran

Pada konsep pemasaran, produsen tidak hanya membuat barang, tidak pula asal melancarkan promosi. Namun, produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen.

Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan produsen saja, tetapi juga memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen.

Hal ini karena konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhannya.

Dengan begitu, produsen perlu meneliti, menetapkan segmentasi, dan memilih pasar serta mengembangkan program pemasaran yang efektif untuk dapat menghasilkan keuntungan.

Contoh penerapan konsep pemasaran yaitu yang dilakukan oleh Coca Cola. Merek coke ini menggunakan berbagai media untuk memasarkan produknya sehingga berhasil menjadi brand coke nomor satu di dunia.

Baca Juga: Ketahui Personalized Marketing, Pemasaran yang Bersifat “Customer-centric”

5. Konsep Pemasaran Sosial

Ini merupakan konsep pemasaran yang bertujuan untuk mendatangkan keuntungan sekaligus berkontribusi dalam menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya itu, konsep pemasaran sosial juga mengutamakan keseimbangan alam sekitar.

Melalui produk yang ramah lingkungan, kepuasan pelanggan dapat meningkat. Namun biasanya, segmentasi pasar produk-produk seperti ini cenderung terbatas. Sebab, tidak banyak msayarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial.

Contoh penerapan konsep pemasaran sosial dapat kamu lihat dari berbagai merek kecantikan yang mengklaim produknya bebas animal testing.

Ada juga The Body Shop yang hanya menggunakan produk-produk nabati sebagai bahan baku pembuatan produknya.

Selain itu, The Body Shop berpartisipasi secara aktif dalam aksi kemanusiaan melalui pendirian yayasan amal.

Kamu pun dapat menemukan berbagai merek yang menghasilkan dan memasarkan produk-produk eco-friendly sehingga menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Cara Membuat Konsep Pemasaran yang Tepat

cara membuat konsep pemasaran
(Foto data pemasaran. Sumber: Pexels.com)

Sebagai pebisnis yang menawarkan produk atau layanan, tentunya kamu mengharapkan keberhasilan. Dengan tingkat penjualan tinggi dan keuntungan yang besar.

Untuk mewujudkan target tersebut, kamu perlu membuat konsep pemasaran yang tepat. Berikut beberapa cara membuat konsep pemasaran yang bisa kamu lakukan dalam menjalankan usaha:

1. Tentukan Target Audiens

Salah satu tips untuk membuat konsep pemasaran yang tepat ialah dengan menentukan target audiensnya terlebih dahulu.

Coba cari tahu siapa yang akan menjadi pelanggan produk atau layanan kamu. Hal ini karena calon pelanggan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam membuat produk dan layanan.

Mengetahui target audiens juga dapat memudahkan kamu dalam menyusun strategi pemasaran yang sesuai.

Target audiens ini dapat kamu tentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, lokasi, minat, atau faktor tertentu.

Baca Juga: 9 Strategi Online to Offline Marketing untuk Tingkatkan Penjualan!

2. Buat Perencanaan yang Matang

Dalam menjalankan bisnis, kamu perlu membuat perencanaan yang matang sehingga proses menjalankannya lebih terarah. Tak terkecuali ketika kamu ingin menyusun konsep pemasaran.

Perencanaan ini berisi hal-hal penting yang akan kamu lakukan dalam menjalankan pemasaran bisnis.

Selain itu, perencanaan bisa berisi strategi yang dapat digunakan saat menghadapi kendala dalam berbisnis.

Jadi, kamu mungkin perlu melakukan analisis pasar sekaligus riset kompetitor yang ada di industri sama dengan bisnismu.

3. Tetapkan Tujuan yang Realistis

Pembuatan konsep pemasaran yang efektif bisa membantu kamu dalam mencapai tujuan. Namun, pastikan tujuan yang ditetapkan benar-benar realistis, ya.

Dengan tujuan yang realistis, kamu pun akan lebih mudah dalam mengoordinir sumber daya yang ada. Tujuan yang realistis juga dapat memotivasi tim pemasaran untuk mencapainya.

Dalam membuat tujuan yang realistis, kamu perlu melakukan analisis terhadap potensi peluang maupun risiko pada strategi yang sedang dijalankan.

Baca Juga: 4 Tips Membuat Strategi Content Marketing untuk Optimalkan Toko Online

4. Terima Feedback dari Berbagai Pihak

Selama menyusun konsep pemasaran untuk bisnismu, jadilah sosok yang terbuka terhadap kritik dan saran. Jadi, terimalah feedback dari berbagai pihak baik itu pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Menurut Forbes, perencanaan pemasaran seharusnya tidak hanya terjadi di tingkat eksekutif. Tim pemasaran kamu juga bisa menjadi sumber wawasan dan ide yang bagus.

Dalam hal ini, kamu dapat menampung feedback yang berharga dari tim manajemen produk, penjualan, dan layanan pelanggan untuk membuat rencana pemasaran.

Mereka semua dapat memberikan informasi berharga sehingga pembuatan konsep pemasaran lebih efektif.

5. Inovasi dan Lakukan Perbaikan

Ketika mendapatkan feedback, jangan lupa untuk segera melakukan analisis terhadap situasi saat ini. Lalu, lakukanlah inovasi dan perbaikan secepat mungkin agar hasilnya lebih maksimal.

Jadi, konsep pemasaran bisnis kamu akan berjalan lebih efisien yang pada akhirnya dapat menghasilkan keuntungan optimal.

Ada banyak sekali aspek yang bisa kamu buat lebih inovatif dan lebih baik dari sebelumnya. Janganlah takut untuk menciptakan sesuatu yang baru sehingga bisnis kamu jauh lebih unggul daripada kompetitor.

Inovasi bisa membuat pelanggan lebih puas dan mendatangkan lebih banyak keuntungan.

Itu dia penjelasan mengenai konsep pemasaran dalam bisnis yang perlu kamu ketahui. Kini, kamu sudah lebih memahaminya, bukan?