Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis

Share this Post

Mengenal-Pentingnya-User-Persona-dalam-Strategi-Bisnis
Table of Contents

Dalam dunia bisnis, user persona adalah istilah yang sudah tak asing lagi untuk mencapai tujuan perusahaan. Sebenarnya apa itu?

Dalam kegiatan pemasaran, pembuatan konten visual, hingga pengembangan produk, user persona memiliki kedudukan yang amat penting. Sebagai pebisnis, mengetahui penggunaan dan cara membuatnya menjadi penting untuk diketahui.

User persona menjadi representasi dari kebutuhan suatu kelompok terhadap produkmu. Artinya, user persona bisa membantumu dalam menyimulasikan kebutuhan target pasar, dan prospek produkmu di masa depan.

Dalam bisnis, mulai dari pengembangan produk, desain, hingga pemasaran harus dilakukan dengan tepat sasaran. Sebab, seluruh rangkaian kegiatan ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kesalahan strategi pengembangan bisnis bisa mengurangi efektivitas produkmu.

Untuk itu, keberadaan user persona dalam bisnis diklaim sangat penting dalam proses pengembangan hingga pemasaran produk. Kamu bisa menyampaikan informasi produk dan pemasaran dengan tepat sasaran.

Sederhananya, user persona bekerja dengan membayangkan posisi produkmu di pasaran. Bagaimana kebutuhan dan reaksi pasar terhadap produkmu? Oleh sebab itu, user persona menentukan fitur dan kelebihan produk yang disesuaikan dengan karakteristik pengguna.

Baca Juga: 7 Strategi Scale Up Yang Bisa Diterapkan Dalam Bisnis

Apa Itu User Persona?

user persona
Foto User Persona (Freepik.com)

Dilansir dari Career Foundry, user persona adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dan menemukan solusi atas pemecahan masalah dalam penciptaan produk.

Tools ini adalah representasi fiksi dari pelanggan ideal bisnismu. Dalam pengembangan produk, pembuatan desain, hingga pemasaran kamu perlu melakukan riset pengguna. Riset ini dimaksudkan untuk mengetahui dengan tepat yang dibutuhkan pelanggan.

User persona ditulis dan dibuat dengan mewakili profil individu. Profil individu ini bisa berisi tujuan, kebutuhan, hingga pola konsumsi yang diambil dari pernyataan pelanggan asli.

Jadi, dibuat seolah-olah nyata. Padahal, ini merupakan individu fiksi yang ditulis dengan gabungan beberapa fakta dari pelanggan.

Sebagai contoh, beberapa bisnis memiliki kolom ulasan, saran, dan masukan. Bisnis juga biasanya memiliki data pelanggan seperti nama, usia, dan jenis kelamin.

Data-data tersebut akan dirangkai hingga menghasilkan sebuah karakter fiksi yang menjadi entitas asli pelanggannya.

Karakter fiksi ini diharapkan menjadi refleksi yang realistis tentang bagaimana bisnis dapat dibutuhkan oleh kelompok pelanggan tertentu. Oleh karena itu, meskipun fiktif, data di dalamnya berasal dari pelanggan nyata.

Baca Juga: 5 Contoh Sistem Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan

Data Apa yang Dibutuhkan Dalam User Persona?

Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis
Foto Ilustrasi Konsumen (Freepik.com)

Seperti dijelaskan sebelumnya, user persona adalah karakter fiksi yang mewakili individu nyata. Artinya, dibuat layaknya biodata yang mewakili sekelompok pelanggan. Informasi yang harus ada dalamnya, yaitu:

1. Nama Persona

Kamu bebas memberikan nama untuk karakter fiksi yang dibuat. Pemberian nama bisa memudahkanmu dalam membedakan tiap karakter ini. Namun, sebaiknya gunakan nama yang general untuk semua gender. Misalnya gunakan nama “Ade”.

2. Tambahkan Foto

User persona dibuat layaknya profil pelanggan, maka tambahkanlah foto untuk membuatnya semakin hidup. Jika kamu membayangkan karakter fiktif tersebut adalah seorang mahasiswa, maka tambahkan foto profil yang mewakili mahasiswa. Kamu bisa mengunduh foto gratis di berbagai situs web.

3. Ringkasan

Bagian ini berisi rangkuman tentang hal-hal yang dibutuhkan persona itu sendiri terhadap produkmu. Data ini bisa didapat dengan menganalisis saran dan ulasan asli dari pelangganmu.

4. Profil Demografi

Ini merupakan data aktual yang berasal dari pelanggan. Bagaimana data ini didapatkan? Kamu bisa mendapatkannya melalui biodata pelangganmu di situs belanja online, maupun mengumpulkannya melalui isian formulir buku tamu.

5. Latar Belakang

Data ini berisi informasi umum, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, dan lainnya.

6. Latar Belakang Profesional

Data ini menjelaskan tentang pekerjaan, jabatan, gaji, dan informasi profesional lainnya.

7. Lingkungan atau Kebiasaan Persona

Bagian ini berisi informasi tentang lingkungan persona atau kebiasaan yang sering dijalani. Misalnya, persona A bekerja dari rumah yang dimulai pukul 8 pagi dan berakhir pukul 6 sore.

8. Psikografis

Bagian ini berisi data tentang motivasi, sikap, dan minat persona terhadap produkmu.

Baca Juga: Contoh Positioning Produk Agar Mampu Bersaing di Pasaran

Jenis-Jenis User Persona

Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis
Foto Data Konsumen (Freepik.com)

Menurut Voxco, user persona dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

1. Goal-based User Persona

Persona ini dibuat untuk mencari tahu yang diinginkan oleh pengguna dari produkmu. Tujuannya adalah agar kamu bisa mengetahui alur kerja dan proses yang disukai pengguna untuk berinteraksi dengan produkmu.

2. Role-based User Persona

Jenis persona ini mewakili peran yang dimainkan pengguna dalam kelompok tertentu. Tujuannya adalah mengetahui bagaimana peran atau status sosial pelanggan dan lingkungannya dapat memengaruhi keinginan terhadap produk.

3. Engaged People:

Jenis persona ini dibuat lebih interaktif. Sebab, persona ini dibuat seolah memiliki emosi dan dibuat dalam bentuk 3D.

4. Fictional Persona

Persona ini tidak dibuat dari riset pengguna, namun dibuat berdasarkan pengelaman tim bisnismu dengan membuat asumsi tentang pengguna.

Baca Juga: 7 Manfaat Buyer Persona Bagi Bisnis, Catat! 

Cara Membuat User Persona

Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis
Foto Jaringan Pelanggan (Freepik.com)

Dalam membuat karakter fiktif, ada beberapa cara dan tips yang perlu kamu perhatikan. Bagaimana cara membuat user persona yang tepat?

1. Riset Pelanggan

Cara pertama dalam membuat karakter fiktif adalah melakukan riset. Data-data pelanggan dimaksudkan untuk mengumpulkan semua informasi dari pelanggan aktual bisnismu. Informasi ini bisa kamu dapatkan dari berbagai sumber.

Misalnya, kamu bisa melihat catatan atau buku tamu dari pelanggan yang datang ke bisnismu. Kamu juga bisa memperoleh datanya dari kotak saran yang kamu sediakan. Selain itu, kumpulkan juga data dari kolom ulasan dan umpan balik pelanggan yang ada di e-commerce.

2. Buat Hipotesis

Setelah semua data terkumpul, cobalah buat hipotesis dari data tersebut. Coba hasilkan gagasan umum tentang yang dibutuhkan pelangga, cara pelanggan melihat produkmu, fitur yang paling berguna, dan harapan pelanggan dari produkmu.

Baca Juga: Brand Activation, Cara Keren Promosi Bisnis

3. Bagi Beberapa User Persona

Hipotesis yang kamu buat bisa kamu bagi untuk beberapa karakter fiktif. Hal ini bisa dilakukan jika kamu ingin melihat perspektif dari beberapa pelanggan dengan karakteristik yang berbeda.

Namun, pastikan kamu menggunakan user persona yang paling mendekati kondisi nyata pelangganmu ya!

4. Perjelas Persona

Setelah membagi data menjadi beberapa user persona, kamu bisa melengkapi datanya. Data yang kamu lengkapi sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, mulai dari nama, foto, latar belakang, hingga aspek psikologis.

5. Lakukan Pembaharuan Berkala

User persona dibuat dari data pelanggan nyata di periode waktu tertentu. Artinya, seiring berjalannya waktu kamu harus memperbarui data persona. Gunakan data terbaru dari pelanggan nyata dalam periode tertentu. Misalnya, buatlah user persona setiap 6 bulan sekali.

6. Ciptakan Skenario Untuk Persona

Pentingnya menciptakan skenario dalam konteks user persona terletak pada fokus utama, yaitu memberikan solusi konkret atas masalah yang dihadapi oleh konsumen.

Dengan memahami permasalahan yang mungkin dihadapi oleh pengguna melalui user persona, langkah berikutnya adalah merancang skenario solusi yang memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana konsumen dapat mengatasi tantangan tersebut.

Dengan mengembangkan skenario ini, tujuan utamanya adalah memberikan panduan praktis kepada konsumen agar mereka dapat mengantisipasi dan mengelola permasalahan di masa depan dengan lebih efektif.

Inilah cara di mana user persona tidak hanya berfungsi sebagai representasi pengguna, tetapi juga sebagai alat strategis yang memungkinkan perusahaan untuk menghadirkan solusi yang lebih baik dan lebih relevan dalam konteks kebutuhan nyata konsumen.

7. Libatkan Anggota Tim

Pembuatan user persona yang efektif melibatkan partisipasi dari seluruh anggota tim yang terlibat dalam pengelolaan merek atau bisnis.

Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan dari pembuatan persona tidak hanya memiliki validitas dan ketepatan, tetapi juga dapat diterima secara luas oleh semua pihak yang berkepentingan.

Dengan mengajak berbagai departemen, seperti desain, pemasaran, dan pengembangan produk, dalam proses pembuatan persona, setiap anggota tim dapat memberikan perspektif unik mereka.

Hal ini tidak hanya memperkaya informasi yang terkandung dalam persona, tetapi juga memastikan bahwa semua pihak merasa terlibat dan memiliki pemahaman yang sama mengenai karakteristik dan kebutuhan target audiens.

Sehingga, user persona tidak hanya menjadi alat panduan bagi satu tim atau departemen, tetapi juga menjadi sumber daya yang diakui secara universal dalam pengambilan keputusan yang melibatkan pengalaman pengguna dan strategi bisnis.

Baca Juga: Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup

Apa Manfaat User Persona?

Mengenal Pentingnya User Persona dalam Strategi Bisnis

Foto Beberapa Orang Sedang Bermain Hp (Pexels.com)

1. Mencoba Memahami User

Dengan menggambarkan karakter fiksi yang merepresentasikan pengguna potensial, seorang desainer produk dapat lebih efektif memahami kebutuhan, harapan, dan ekspektasi yang mungkin dimiliki oleh pengguna sebenarnya.

Melalui pendekatan ini, desainer dapat menjelajahi secara mendalam aspek-aspek psikologis dan emosional yang mungkin mempengaruhi preferensi pengguna dalam penggunaan produk.

Dengan demikian, desainer dapat mengidentifikasi potensi masalah atau hambatan yang mungkin dihadapi oleh pengguna, dan menciptakan solusi yang lebih baik sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan nyata pengguna.

Hasilnya, penciptaan produk yang memperhatikan karakter dan keinginan pengguna dapat memastikan pengalaman pengguna yang optimal dan memuaskan, meningkatkan kualitas keseluruhan produk yang dirancang.

2. Sarana Informasi untuk User

Penentuan urutan pembuatan fitur dalam pengembangan produk melibatkan koordinasi antara berbagai pihak, seperti pimpinan perusahaan dan desainer produk.

Meskipun pimpinan perusahaan dapat memberikan arahan strategis terkait tujuan bisnis, desainer produk memiliki peran penting dalam mengevaluasi kebutuhan pengguna dan menentukan prioritas fitur.

Jika tujuan utama adalah memenuhi kebutuhan pengguna, perusahaan dapat mengandalkan teknik seperti pembuatan user persona.

User persona membantu merinci karakteristik, preferensi, dan kebutuhan pengguna potensial, sehingga perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dalam pengembangan produk.

Dengan memahami secara mendalam siapa pengguna potensial dan apa yang mereka butuhkan, perusahaan dapat merancang fitur yang lebih sesuai dan relevan, meningkatkan kemungkinan produk menjadi sukses dan memenuhi ekspektasi pengguna.

3. Memberi Gambaran Hasil Riset

Pemahaman terhadap persona pengguna tidak hanya bermanfaat bagi desainer produk, tetapi juga memiliki dampak positif bagi berbagai pihak dalam perusahaan, termasuk pimpinan perusahaan, tim pemasaran, dan lainnya, yang mungkin memiliki latar belakang dan fokus kerja yang berbeda-beda.

Riset pengguna dalam bidang desain seringkali menghasilkan informasi yang lebih teknis dan spesifik, yang mungkin sulit dipahami oleh mereka yang tidak berkecimpung secara langsung dalam proses desain.

Dengan menerjemahkan hasil riset ini ke dalam persona pengguna, informasi tersebut dapat disajikan secara lebih jelas dan mudah dicerna oleh berbagai pihak di perusahaan.

Persona pengguna menjadi alat komunikasi yang efektif karena menyajikan karakter dan preferensi pengguna dalam format yang lebih terstruktur dan dapat diakses oleh semua departemen.

Hal ini membantu menciptakan pemahaman bersama mengenai siapa target audiens produk, apa kebutuhan mereka, dan bagaimana produk dapat memberikan solusi yang tepat.

Sehingga, tidak hanya desainer, tetapi seluruh tim di perusahaan dapat berkolaborasi secara lebih efektif untuk mencapai tujuan bersama dalam pengembangan produk.

4. Kolaborasi dengan Departemen Lain

Bukti akan keberagaman dan kedalaman informasi dalam user persona membuatnya menjadi sumber daya berharga bagi berbagai departemen di perusahaan.

Salah satu contohnya adalah departemen pemasaran, yang dapat menggunakan user persona sebagai alat untuk mendapatkan wawasan tentang posisi produk di pasar.

Dengan memahami karakteristik, preferensi, dan kebutuhan pengguna yang terwakili dalam persona, tim pemasaran dapat mengidentifikasi peluang pasar, menyesuaikan strategi pemasaran, dan mengembangkan pesan yang lebih relevan dan menarik bagi target audiens.

Dengan demikian, user persona bukan hanya menjadi panduan untuk desainer produk, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang mendukung keputusan bisnis di berbagai tingkatan dalam perusahaan.

Baca Juga: Mengenal User Generated Content Sebagai Strategi Marketing yang Efektif

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang user persona yang bisa kamu buat untuk membangun strategi bisnismu.