7 Cara Membuat Portofolio untuk Keperluan Bisnis

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Yuk, simak cara membuat portofolio yang baik.

Selama ini mungkin kamu berpikir bahwa portofolio hanya digunakan secara personal, padahal penting juga untuk keperluan bisnis.

Portofolio yang dibuat untuk keperluan bisnis biasanya berisi informasi produk, layanan, hingga unit bisnis strategis sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya melalui misi yang telah ditentukan.

Selain berguna untuk keperluan manajemen, portofolio bisnis juga dapat membantu kamu dalam membangun dan memperkuat kepercayaan mitra serta pelanggan.

Portofolio yang menonjolkan berbagai kelebihan usaha kamu juga bisa meningkatkan keunggulan dibanding dengan kompetitor.

Dalam membuat portofolio untuk bisnis, kamu bisa menggunakan cara manual dengan kertas atau bisa digital melalui website.

Kamu bisa menyesuaikan media portofolio sesuai dengan kebutuhan karena keduanya memiliki kelebihan maupun kekurangannya masing-masing.

Baca Juga: 7 Manfaat Linktree Bagi Bisnis dan Cara Membuatnya

Cara Membuat Portofolio Bisnis

cara membuat portofolio
Foto: Portofolio Bisnis (pexels.com)

Lantas, bagaimana cara membuat portofolio untuk keperluan bisnis? Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Mengumpulkan Informasi Bisnis

Cara membuat portofolio untuk brand yang pertama adalah kamu perlu mengumpulkan seluruh informasi seputar bisnis.

Misalnya, dengan mencantumkan profil bisnis, informasi kontak, sejarah, struktur organisasi, dan hal-hal lain yang terkait.

Dengan begitu, perusahaan kamu memiliki informasi yang jelas sehingga pembaca atau orang lain yang melihat portofolio lebih mudah dalam mengenali perusahaanmu.

2. Fokus pada Kelebihan

Cara membuat portofolio selanjutnya yang bisa kamu terapkan untuk keperluan bisnis, yakni cobalah untuk fokus pada kelebihan.

Jadi, cantumkan apa saja kekuatan perusahaan kamu.

Misalnya, dengan menyertakan daftar proyek yang berhasil atau melampirkan daftar produk atau layanan yang laris terjual di pasaran.

Dengan begitu, perusahaan kamu akan terlihat lebih unggul dari kompetitor sehingga mitra atau calon pelanggan bisa lebih percaya.

Selain itu, menonjolkan kelebihan perusahaan juga sangat berguna karena sebagian besar orang memiliki rentang perhatian terbatas.

Menunjukkan hal-hal yang menjadi kekuatan usaha kamu akan sangat membantu mereka dalam menyerap informasi secara lebih efektif.

Baca Juga: Bukan Cuma Jobseeker, Ini 7 Manfaat LinkedIn untuk Kembangkan Bisnismu

3. Cantumkan Keterampilan Tenaga Kerja

Selain menampilkan informasi seputar brand, produk, atau layanan, kamu juga perlu mencantumkan tim atau tenaga kerja yang terlibat dalam perusahaan.

Pada cara membuat portofolio ini, kamu bisa menjelaskannya melalui struktur organisasi dan lengkapi juga dengan berbagai sertifikasi atau pengalaman mereka.

Dengan begitu, perusahaan kamu dinilai lebih kompeten yang pada akhirnya akan meningkatkan kredibilitas usaha di mata mitra bisnis maupun calon pelanggan.

Melampirkan daftar prestasi yang telah dicapai oleh setiap tenaga kerja selama mereka bekerja di perusahaan kamu juga bisa menjadi nilai tambah.

4. Tulis Tujuan, Visi, dan Misi

Hal penting lainnya yang tak boleh dilewatkan dalam portofolio adalah menulis tujuan, visi, dan misi perusahaan.

Jadi, jelaskan lah apa yang menjadi tujuan bisnis kamu. Beri tahu juga visi apa yang hendak dicapai dan apa saja misi yang tepat untuk mewujudkannya.

Penjabaran mengenai tujuan, visi, dan misi perusahaan tersebut bisa memberikan nilai yang bagus di mata mitra bisnis maupun pelanggan.

Mereka juga dapat mengukur seberapa tinggi target dan sekuat apa usaha yang telah dikerahkan oleh perusahaan.

5. Menjelaskan Produk atau Layanan yang Ditawarkan

Cara membuat portofolio bisnis selanjutnya, yakni jelaskan produk atau layanan yang perusahaan kamu tawarkan.

Setiap produk atau layanan dari perusahaan kamu tawarkan sebaiknya dijelaskan secara rinci. Mulai dari fungsi, ukuran, warna, kemasan, keunggulan, hingga bahan-bahan yang digunakan.

Jadikan portofolio ini sebagai sarana edukasi bagi para pelanggan sehingga mereka merasa lebih yakin dalam membuat keputusan pembelian.

Selain bagi pelanggan, informasi produk atau layanan ini juga bisa membantu para mitra bisnis yang akan bekerja sama dengan perusahaan kamu.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Newsletter untuk Keperluan Bisnis

6. Lengkapi dengan Visualisasi

Akan sangat membosankan jika portofolio bisnis yang kamu buat hanya berisi tulisan. Oleh sebab itu, lengkapi juga dengan visualisasi yang menarik, ya.

Misalnya, melampirkan foto perusahaan, foto tim yang bekerja, foto produk, serta video demonstrasi penggunaan produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Dengan begitu, pembaca yang melihat portofolio bisnis kamu akan memeroleh gambaran yang jelas mengenai perusahaan hingga barang yang ditawarkan.

Selain itu, visualisasi juga dinilai lebih baik dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Hal ini karena mayoritas orang lebih suka melihat gambar dibandingkan tulisan.

7. Menambahkan Testimoni Pelanggan

Cara membuat portofolio untuk bisnis lainnya, yakni dengan menambahkan testimoni pelanggan yang telah mencoba produk atau layanan kamu.

Ulasan atau pengalaman pelanggan yang jujur dapat membuat calon pelanggan lainnya lebih tertarik untuk melakukan pembelian.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk meminta feedback dari setiap customer yang menggunakan produk atau layananmu, ya.

Kamu hanya perlu menyertakan tulisan dan foto pelanggan dengan produk atau layanan. Dengan begitu, kepercayaan terhadap merek kamu pelanggan akan meningkat.

Perlu kamu ketahui juga bahwa, mayoritas orang lebih percaya dengan ulasan pelanggan dibandingkan iklan dari perusahaan sebelum membeli sesuatu.

Baca Juga: 7 Manfaat Product Knowledge Bagi Bisnis

Tujuan Portofolio Bisnis

tujuan pembuatan portofolio
Foto: Karyawan Perusahaan (pexels.com)

Setelah memahami bagaimana cara membuat portofolio bisnis yang tepat, kamu juga perlu mengetahui sebenarnya, apa saja manfaat dari pembuatan portofolio bisnis ini.

Secara umum, tujuan dibuatnya portofolio bisnis, yakni:

1. Menarik Pelanggan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu tujuan pembuatan portofolio bisnis adalah untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Jadi, mereka akan semakin percaya dengan produk atau layanan yang telah perusahaan kamu tawarkan.

Melalui portofolio, calon pelanggan akan mendapatkan informasi terkait perusahaan, barang yang dijual, informasi kontak, dan keunggulan lainnya.

Bagi perusahaan, portofolio juga bisa menjadi media yang efektif untuk mengenali pelanggan lebih jauh.

Misalnya, portofolio yang dibuat dengan website, kamu pun bisa mengidentifikasi siapa saja pelanggan potensial yang tertarik dengan produk atau layananmu.

2. Membangun Mitra

Tidak hanya berguna untuk menarik lebih banyak pelanggan sehingga meningkatkan penjualan, portofolio bisnis juga dapat menjadi cara yang efektif dalam membangun mitra bisnis.

Seluruh informasi yang disajikan dalam portofolio bisnis dapat mendorong bisnis serupa untuk melakukan kerja sama dengan usaha kamu.

Ini bisa menjadi solusi yang bagus untuk membantu pengembangan usaha kamu. Karena kolaborasi yang dilakukan dengan baik bersama mitra bisa meningkatkan peluang keberhasilan perusahaan.

Dengan portofolio, mitra bisnis bisa mengenali perusahaan kamu lebih jauh sebelum memutuskan untuk bekerja sama.

Baca Juga: 7 Strategi Scale Up yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis

3. Lebih Unggul dari Kompetitor

Karena portofolio bisnis menampilkan berbagai kelebihan atau kekuatan perusahaan kamu, maka hal tersebut bisa meningkatkan keunggulan usahamu dibandingkan kompetitor.

Oleh karena itu, pastikan untuk memaksimalkan penggunaan portofolio bisnis. Ikutilah cara membuat portofolio bisnis yang telah dijelaskan di atas agar hasilnya baik.

Itu dia langkah-langkah atau cara membuat portofolio untuk keperluan bisnis yang bisa kamu terapkan. Sudahkah kamu memiliki portofolio untuk keperluan usaha?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X