Dampak Inflasi Akibat Harga BBM Naik, Begini Penjelasannya

Share this Post

Inflasi akibat harga BBM naik
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kenaikan harga BBM hanya satu dari banyak masalah orang Indonesia. Inflasi akibat harga BBM naik merupakan buntut dari permasalahan tersebut.

Pemerintah akhirnya resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, hinggan Pertamax. Bagi masyarakat, kenaikan harga BBM jelas menjadi persoalan baru.

Sederet masalah baru siap berdatangan sebagai buntut kenaikan harga BBM. Pasalnya, kenaikan harga BBM bisa memicu naiknya harga barang-barang lain. Dampaknya, muncul inflasi akibat harga BBM naik baru-baru ini.

Kenaikan harga BBM sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Harga BBM cukup sering mengalami perubahan sejak era Presiden Soeharto. Pada saat itu, harga BBM tiga kali mengalami kenaikan hingga menyentuh angka Rp1.200/liter.

Pada era Presiden Habibie, harga BBM berhasil diturunkan menjadi Rp1.000/liter. Pada masa kepemimpinan Gus Dur, harga BBM sempat turun jadi Rp600/liter, namun kembali naik hingga Rp1.450/liter.

Mulai dari era Megawati hingga Jokowi, harga BBM terus merangkak naik. Secara umum, kenaikan harga bahan bakar ini dipengaruhi oleh perubahan harga minyak dunia.

Sialnya, kenaikan harga BBM sejalan dengan meningkatnya inflasi. Ingin tahu penyebabnya? Simak sampai akhir ya!

Baca Juga: Dampak Inflasi Global, Apakah Indonesia Aman?

Inflasi Akibat Harga BBM Naik, Satu Dari Sederet Masalah Baru

inflasi akibat harga bbm
(Foto naiknya inflasi. Sumber: Freepik.com)

Menurut International Monetary Fund, inflasi adalah kenaikan harga selama periode waktu tertentu. Kenaikan harga ini terjadi secara keseluruhan di suatu negara.

Inflasi mewakili seberapa jauh kenaikan harga barang dalam periode tertentu, biasanya dalam setahun.

Inflasi dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti turunnya nilai mata uang, kenaikan harga barang dan jasa, meningkatnya pengangguran, menurunnya kesejahteraan masyarakat, hilangnya investasi, dan masih banyak lagi.

Seperti yang kamu ketahui, kenaikan harga BBM belum lama ini menimbulkan efek domino bagi perekonomian. Naiknya tarif ojol, tarif sewa kendaraan, tiket bus AKAP, hingga naiknya harga-harga bahan pokok merupakan masalah lain yang akhirnya muncul.

Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia menilai bahwa kenaikan harga BBM beberapa tahun terakhir meningkatkan inflasi hingga lebih dari 8%. Pasalnya, kenaikan harga BBM mempengaruhi harga-harga lain.

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kenaikan harga BBM pada 2005 mendorong inflasi hingga 17 persen.

Lalu, kenaikan harga BBM pada 2013 mendorong inflasi ke 8,38 persen dan pada 2014 inflasi menjadi 8,36 persen.

“Kondisi ini yang membuat kita juga harus memiliki strategi, termasuk dalam persoalan fiskal. Dalam kondisi pemulihan dan ancaman resesi global, ruang fiskal kita butuh keleluasaan untuk bergerak lincah menjaga keseimbangan keuangan negara dan dorongan agar ekonomi tetap tumbuh,” ujar Arsjad, dikutip dari Bisnis.com, Minggu (11/9).

Baca Juga: Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu

Inflasi Bergerak Naik Pasca Naiknya Harga BBM

Dampak Inflasi Akibat Harga BBM Naik, Begini Penjelasannya
(Foto harga telur naik. Sumber: Freepik.com)

Pasca kenaikan harga BBM, Bank Indonesia memperkirakan bahwa inflasi akibat harga BBM pada pekan kedua bulan September melonjak 0,77%.

“Berdasarkan survei harga pada pekan kedua September 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu kedua September 2022 diperkirakan naik sebesar 0,77% secara bulanan,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/9).

Erwin menjelaskan, komoditas utama yang mempengaruhi inflasi sampai saat ini adalah harga BBM.

Kementerian Keuangan sebelumnya menghitung kenaikan harga tiga jenis BBM bisa menyumbang 1,8 poin persentase terhadap inflasi tahun ini. Outlook inflasi pada akhir tahun ini dinaikkan menjadi 6,6%-6,8%.

Selain pengaruh harga BBM, inflasi juga dipicu oleh kenaikan harga telur ayam, beras, tarif angkutan dalam kota, tarif angkutan luar kota, dan harga rokok. Permasalah tersebut tentu saja belum usai.

Pasalnya, masih ada kemungkinan terjadi kenaikan tarif atau harga-harga lain pasca inflasi akibat harga BBM. Kenaikan harga BBM sendiri dipengaruhi oleh perubahan harga minyak dunia dan penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Mengatasi Inflasi agar Bisnis Tetap Lancar

Dampak Inflasi Akibat Harga BBM Naik

Dampak Inflasi Akibat Harga BBM Naik, Begini Penjelasannya
(Foto tiket bus AKAP naik. Sumber: Unsplash.com)

Inflasi akibat harga BBM naik ini masih termasuk dalam kategori inflasi ringan. Sebab, angka inflasi pada akhir tahun diperkirakan tidak lebih dari 10%. Meski begitu, inflasi ringan ini juga cukup dirasakan oleh masyarakt.

Dampak paling nyata dari inflasi akibat harga BBM naik adalah naiknya harga-harga lainnya. Terutama bisnis yang bergerak dalam bidang transportasi dan perjalanan, seperti bus AKAP, sewa truk, logistik, hingga perikanan.

Alhasil, naiknya biaya angkutan juga berdampak pada naiknya harga bahan pokok. Sebab, mobilisasi bahan pokok seperti telur, daging, sayur, dan cabai juga mengandalkan transportasi darat.

Sebaliknya, bagi pasar saham inflasi justru memberikan dampak positif. Selama inflasi masih masuk akal, perusahaan bisa menaikkan margin keuntungan. Pasalnya, sebagian produk domestik bruto Indonesia bersumber dari sektor yang lebih kebal inflasi.

Inflasi juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sebab permintaan konsumen juga akan meningkat. Artinya, industri akan berusaha meningkatkan kapasitas produksinya dan berdampak positif bagi perekonomian, selama kekuatan finansial masyarakat juga kuat.

Meski begitu, inflasi akibat harga BBM naik memang lebih banyak merugikan masyarakat. Berikut ini beberapa cara yang bisa diakali untuk mengatasi inflasi akibat harga BBM:

  1. Efisiensi biaya internal, misalnya dengan menghemat pengeluaran perusahaan hanya untuk hal-hal yang mendesak dan sangat dibutuhkan saja.
  2. Menekan biaya produksi, biaya operasional dan biaya pemasaran. Alokasi biaya yang tidak perlu dapat dikurangi.
  3. Melakukan inovasi produk. Dengan melakukan inovasi, perusahaan diharapkan dapat menjaga pemasukan dan penjualan.
  4. Minimalisir biaya penyimpanan atau biaya overhead.
  5. Naikkan harga. Strategi menaikan harga merupakan langkah akhir yang dapat dilakukan jika keadaan sudah sangat mendesak.

Baca Juga: Faktor Penyebab Deflasi dan Dampaknya Bagi Bisnis

Itulah penjelasan tentang dampak inflasi akibat harga BBM naik. Cepat atau lambat, setiap rumah tangga tentu akan melakukan penyesuaian ulang terhadap kebutuhan belanja mereka.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X