Ingin Bisnis Ikan Cupang? Perhatikan 7 Hal ini

Share this Post

bisnis ikan cupang
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bisnis ikan cupang menjadi salah satu ide usaha yang populer sejak pandemi COVID-19.

Hingga kini, bisnis ikan cupang dinilai cukup menguntungkan karena masih banyak orang yang menjadikannya sebagai hobi.

Dahulu, ikan cupang banyak dibeli sebagai ikan aduan.

Namun saat ini, para penggemar ikan cupang menjadikannya sebagai ikan hias yang memiliki nilai tinggi dari segi bentuk, warna, dan keindahannya.

Beberapa spesies ikan cupang pun memiliki harga yang bersaing karena pesonanya sebagai ikan hias. Bahkan, ada sebuah kontes untuk menilai keindahan ikan cupang.

Melihat fenomena tersebut, kamu mungkin bisa menjadikan ikan cupang sebagai peluang bisnis.

Kamu pun bisa meraup keuntungan dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, lho.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ikan Hias dari Rumah, Cepat Untung!

Tips Bisnis Ikan Cupang

tips bisnis ikan cupang
(Foto ikan cupang. Sumber: Pexels.com)

Meski bisnis ikan cupang bisa dimulai dari rumah karena perawatan dan cara budidayanya tak terlalu sulit, tetapi ada berbagai hal yang perlu kamu perhatikan sebelum merintis usaha ikan hias yang satu ini.

Berikut beberapa tips bisnis ikan cupang yang bisa kamu terapkan agar dapat meraih keuntungan yang maksimal:

1. Memilih Induk Ikan untuk Dikembangbiakkan

Sebelum memulai bisnis ikan cupang, kamu perlu budidaya terlebih dahulu.

Langkah pertama yang harus dilakukan, yakni memilih induk ikan cupang untuk dikembangbiakkan.

Agar hasil perkembangbiakkannya baik dan layak jual, kamu perlu memilih induk ikan yang berkualitas. Pastikan kondisinya sehat dan merupakan spesies ikan yang memiliki harga pasaran tinggi.

Dengan begitu, hasil ikan yang dibudidaya memiliki bentuk, ukuran, dan warna indah serta tidak cacat atau memiliki penyakit bawaan sehingga akan semakin mahal jika dipasarkan.

Dalam memilih induk ikan cupang untuk dikembangbiakkan, kamu bisa meminta bantuan dari distributor. Bisa juga mengidentifikasikan secara mandiri melalui ciri-ciri dan jenis kelaminnya.

2. Menyediakan Tempat untuk Budidaya

Langkah selanjutnya dalam menyiapkan bisnis ikan cupang, yaitu menyediakan tempat untuk budidaya. Dalam hal ini, kamu perlu menyiapkan wadah untuk pemijahan ikan cupang.

Umumnya, pemijahan ikan cupang dapat dilakukan di dalam wadah, gelas atau baskom plastik, bisa juga akuarium berukuran 20 x 20 x 20 cm.

Sediakan juga tumbuhan air di dalam wadah pemijahan.

Dikutip dari jurnal FDokumen, ikan cupang dapat menghasilkan 1000 butir telur dalam satu kali perkawinan. Telur ikan dapat menetas setelah 24 jam pembuahan.

Namun, tidak semua telur yang dihasilkan oleh ikan cupang dapat menetas sempurna karena tingkat kematiannya cukup tinggi.

Hanya ada sekitar 30-50 keturunan ikan cupang yang berhasil hidup.

Perlu kamu ketahui juga bahwa, induk ikan cupang jantan dapat dikawinkan sebanyak 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu.

Sementara induk betina hanya bisa kawin sekali karena bila dipaksakan dapat menurunkan peluang keragaman jenis kelamin pada keturunannya.

Baca Juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

3. Mulai Budidaya Ikan Cupang

bisnis ikan hias
(Foto wadah budidaya ikan. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Apabila peralatan dan tempat sudah tersedia, kini kamu sudah bisa memulai budidaya ikan cupang.

Dalam proses pengembangbiakkannya, ada berbagai langkah yang perlu kamu perhatikan, yakni:

  • Isi wadah pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Air bersih yang dipakai bisa berupa air tanah atau air sungai. Jangan gunakan air PAM atau air kemasan karena bisa saja berbau kaporit.
  • Tambahkan tanaman air pada wadah pemijahan agar ikan cupang bisa berlindung dan berkembangbiak dengan nyaman.
  • Masukkan induk ikan cupang jantan dalam wadah tersebut. Sementara ikan cupang betina dipisahkan dahulu di wadah lain dan benamkan di dalam wadah jantan. Nantinya, cupang jantan akan membuat gelembung air sebagai wadah betina untuk bertelur.
  • Setelah ada gelembung, ikan cupang jantan dan betina bisa dimasukkan dalam wadah yang sama dan siap untuk berkembangbiak. Biasanya, ikan cupang akan melakukan pemijahan pada pagi atau sore hari.
  • Karena ikan cupang cukup sensitif saat berkembangbiak, maka kamu perlu meletakkan kertas atau tutup wadah untuk mengurangi cahaya atau suara yang masuk dalam tempat pemijahan.
  • Setelah bertelur, pisahkan lagi ikan cupang betina. Ikan cupang jantanlah yang akan merawat telur hingga menetas.
  • Usai dipisahkan, ikan cupang jantan dan telurnya tidak perlu diberi pakan. Namun setelah 3 hari, kamu bisa memberikan tambahan nutrisi.
  • Setelah 2 minggu, induk jantan sudah bisa dipisahkan dari telur. Kamu dapat memindahkan telur ikan cupang tadi ke wadah lain yang lebih besar dan berikan pakan yang cukup.
  • Pada usia 1,5 bulan, ikan cupang sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya dan pisahkan di wadah lain untuk dibesarkan.

4. Memberi Pakan Ikan Cupang

Jika pemijahan ikan cupang berhasil, kini kamu perlu membesarkannya dengan memberikan pakan yang berkualitas sebagai tambahan nutrisi.

Pakan yang biasa digunakan untuk membesarkan ikan cupang, yakni kutu air, cacing sutera, atau larva nyamuk.

Agar ikan cupang yang kamu budidaya dapat tumbuh dengan baik, pastikan untuk memberi pakan yang berkualitas dan sesering mungkin.

Misalnya, sebanyak 3-4 kali sehari. Namun, cukup berikan pakan sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

5. Memastikan Tempat Hidup Selalu Bersih

Selain memerhatikan makanan, kamu juga perlu memastikan kondisi tempat ikan cupang hidup. Ikan cupang termasuk dalam ikan hias yang tahan banting.

Ikan cupang dapat hidup di dalam wadah atau akuarium tanpa bantuan alat atau mesin aerator. Meski begitu, kamu tetap perlu memantau kebersihan tempat hidup ikan cupang.

Jadi, sebaiknya gunakan filter air agar kebersihan akuarium ikan cupang tetap terjaga.

Selain itu, ikan cupang sebaiknya tidak dibiarkan hidup dalam satu wadah. Maka, pisahkan setiap ikan cupang dalam wadah berbeda.

Jika ikan cupang berada dalam wadah yang sama, mereka cenderung bertarung sehingga akan mengakibatkan cacat fisik, seperti luka pada ekor atau sirip, warna tubuhnya juga akan meredup.

Hal tersebut bisa bermasalah jika ikan cupang yang kamu budidaya merupakan ikan hias kontes.

Jika ikan cupang tidak terawat dengan baik, harga jualnya akan semakin rendah sehingga kamu berpotensi merugi.

6. Memasarkan Ikan Cupang

Ketika kamu berhasil membudidayakan ikan cupang, kini saatnya untuk mulai memasarkannya.

Kamu dapat mempromosikan bisnis ikan cupang dari mulut ke mulut. Mulai dari keluarga hingga kerabat dekat.

Nah, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, coba promosikan usaha ikan cupang kamu melalui media sosial.

Jadi, kamu bisa memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan penghasilan dari bisnis ikan hias yang satu ini.

Kamu bisa memasarkan dan membagikan katalog bisnis ikan cupangmu melalui WhatsApp Business API dengan menggunakan layanan Chat Commerce dari SIRCLO Store.

Dengan menggunakan layanan SIRCLO Store, kamu bisa menggunakan fitur dasbor untuk memudahkan penjualan melalui WhatsApp. Selain itu, kamu bisa langsung memproses pesanan, merekomendasikan produk dari katalog, tersedia fitur chatbot, notifikasi pengiriman, hingga Multiple Admin.

Penasaran dengan layanan Chat Commercre SIRCLO Store? Cek di sini untuk informasi lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur, Banyak Untungnya!

7. Memantau Budidaya dan Coba Mempeluas Usaha

Agar bisnis ikan cupang yang kamu tekuni semakin sukses, kamu bisa memperluas budidaya.

Dengan cara menyediakan wadah ikan yang lebih banyak serta rutin melakukan pemijahan untuk menghasilkan anakan ikan cupang yang beragam.

Kamu juga bisa meningkatkan skala usaha dengan mengembangbiakkan spesies ikan cupang lainnya.

Itu dia tips bisnis ikan cupang yang bisa kamu coba. Apakah kamu tertarik untuk berbisnis ikan cupang?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X