Cara Menghitung Cost Per Lead, Berikut Tips Mengoptimalkannya

Share this Post

cost per lead
Table of Contents

Salah satu strategi pemasaran yang efektif bagi bisnis ialah digital marketing. Dalam praktiknya, tentu saja dibutuhkan biaya yang disebut dengan istilah cost per lead.

Dilansir dari laman SendPulse, cost per lead perlu dihitung untuk melihat apakah sebuah campaign atau iklan online menguntungkan bagi bisnis kamu.

Metrik ini menunjukkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk mendatangkan prospek baru. Jadi, kamu bisa menetapkan anggaran iklan dengan lebih bijak.

Kamu dapat menemukan saluran pemasaran yang mendatangkan lebih banyak lead dan fokus untuk memaksimalkannya, serta mengurangi investasi pada saluran yang kurang menguntungkan.

Lantas, bagaimana cara menghitung cost per lead? Simak penjelasannya dalam artikel berikut, ya.

Baca Juga: Apa Itu Lead? Berikut Jenis dan 6 Cara Penerapannya

Cara Menghitung Cost per Lead

rumus cost per lead
(Foto kalkulator dan uang. Sumber: Unsplash.com)

Bagi kamu yang ingin menghitung cost per lead, perlu mengetahui rumusnya. Ini dia rumus perhitungan biaya campaign/iklan online untuk setiap prospek baru:

Cost per Lead (CPL) = Total Cost per Click : Total Leads

Berikut contoh perhitungan CPL:

Kamu menetapkan biaya campaign atau iklan online sebanyak Rp1.000.000 dengan total leads yang ingin dijangkau sebanyak 1.000 orang. Maka cara menghitungnya ialah sebagai berikut:

CPL = Total Cost per Click : Total Leads

CPL = 1.000.000 : 1.000

CPL = 1.000

Jadi, biaya campaign atau iklan online yang kamu butuhkan untuk setiap leads baru ialah Rp1.000.

Baca Juga: Intip Trik Lead Magnet, Bantu Temukan Target Audiensmu

Tips Mengelola Cost per Lead dengan Bijak

tips kelola cost per lead
(Foto tampilan analitik. Sumber: Unsplash.com)

Saat kamu menentukan cost per lead yang tepat untuk sebuah campaign atau iklan online, ada beberapa cara mengelolanya dengan tepat sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Ingin tahu seperti apa caranya? Berikut tipsnya:

1. Tentukan Target Audiens

Kamu perlu mengidentifikasi target audiens yang tepat agar penggunaan CPL memiliki hasil maksimal.

Semakin spesifik target audiens yang kamu tentukan, maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menjangkau calon pelanggan potensial.

Misalnya dengan membagi target audiens berdasarkan demografi, jenis kelamin, usia, dan minat mereka.

Pastikan kamu menyasar audiens yang memang tertarik dengan merek, produk, atau layanan kamu. Jadi, kamu tidak membuang-buang anggaran iklan untuk audiens yang bukan target pasarmu.

2. Buat Konten yang Relevan

Mengutip laman Megaplaza, kamu harus membuat konten yang relevan jika ingin memanfaatkan CPL dengan maksimal sehingga menghasilkan konversi tinggi.

Dalam membuat konten yang relevan, kamu harus benar-benar paham mengenai siapa target audiens bisnismu. Kamu juga perlu menyampaikan pesan yang tepat kepada mereka.

Ketika kamu membuat konten dengan isi pesan yang tepat sesuai target audiens, akan ada banyak audiens yang akan mengekliknya. Jadi, kamu bisa menghasilkan lebih banyak konversi.

3. Gunakan Kata Kunci yang Tepat

Jangan lupa perhatikan key word atau kata kunci yang digunakan saat membuat konten iklan atau campaign. Pastikan kata kunci yang digunakan sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan, ya.

Jangan ragu untuk menghapus kata kunci yang tidak menghasilkan prospek. Hal ini justru akan menghemat anggaran iklan kamu.

Dalam hal ini, kamu juga bisa mencoba long-tail key words untuk meningkatkan prospek. Long-tail key words biasanya memuat kata kunci yang lebih spesifik.

Meskipun mungkin jarang dicari pengguna, tetapi key word tersebut berpotensi menghasilkan lebih banyak konversi.

Kamu harus bisa menemukan kata kunci yanga berpotensi menghasilkan prospek dan konversi tinggi. Jadi, lakukanlah riset dengan sebaik mungkin.

Selain itu, penggunaan kata kunci yang tepat bisa membantu campaign atau iklan online kamu memiliki peringkat tinggi di halaman hasil pencarian Google.

Baca Juga: Performance Marketing, Pemasaran yang Tunjukkan Kinerja Campaign

4. Buat Retargeting Ads

Cara lainnya yang bisa kamu coba untuk memanfaatkan anggaran CPL agar hasilnya lebih maksimal ialah dengan membuat retargeting ads.

Iklan yang ditargetkan ulang merupakan salah satu cara efektif untuk memeroleh prospek sehingga dapat dikonversi.

Hal ini karena terkadang, target audiens yang melihat iklan bisnismu tidak langsung tertarik untuk mengekliknya. Namun dengan retargeting ads, kamu bisa membuat mereka berkonversi menjadi pelanggan di lain waktu.

Tidak semua keputusan pembelian datang pada satu waktu, sehingga retargeting ads bisa menjadi cara yang dapat membantu target audiens untuk tertarik dengan produk atau layananmu.

Iklan yang ditargetkan secara berulang ini biasanya akan muncul di halaman pengguna meski mereka tidak mengunjungi situs web merek kamu.

Namun sebelum membuat retargeting ads, kamu perlu menganalisis perilaku prospek yang telah berkonversi. Perhatikanlah tren atau perilaku tertentu untuk membuat campaign yang lebih relevan bagi target audiens.

Nah, cara seperti ini bisa mendorong audiens untuk tertarik membeli produk atau menggunakan layanan kamu.

Hasilnya yang cukup menjanjikan dengan biaya relatif kecil, membuat retargeting ads banyak digunakan oleh merek untuk memasarkan produk atau layanan.

Dengan begitu, kamu bisa mendatangkan lebih banyak konversi. Anggaran cost per lead yang ditentukan pun bisa memiliki hasil lebih optimal.

5. Coba Gunakan A/B Testing

Ketika kamu membuat campaign atau iklan online, cobalah untuk selalu melakukan pengujian A/B. Jadi, sebaiknya kamu menjalankan setidaknya dua versi iklan agar bisa membandingkan manakah yang bekerja paling baik sesuai tujuanmu.

Tentu saja, setiap versi yang ditayangkan harus memiliki elemen berbeda agar kamu bisa lebih mudah dalam melakukan analisis.

Dengan A/B testing, kamu bisa mengetahui manakah jenis campaign atau iklan online yang memiliki kinerja dan hasil terbaik. Ke depannya, kamu pun bisa menyajikan iklan yang lebih relevan dengan target audiens dan menghasilkan lebih banyak leads.

6. Tinjau dan Analisis Hasil

Lakukanlah peninjauan dana analisis hasil campaign yang kamu buat untuk mengetahui kinerjanya.

Biasanya, cara ini bisa kamu lakukan dengan mudah karena setiap saluran pemasaran sering kali dilengkapi tools analitik.

Analitik ini akan memberitahu kamu tentang dari mana konversi berasal. Kamu juga bisa menggunakan data analitik untuk meningkatkan kualitas campaign serta pengoptimalan agar kinerjanya jauh lebih baik.

Selain itu, analitik juga bisa digunakan untuk mengenali target audiens kamu dengan lebih baik. Sebab, dunia digital bersifat dinamis sehingga ada banyak hal yang mungkin saja mengalami perubahan.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Iklan Online? Ini Jenis dan Keuntungannya

Itu dia penjelasan seputar CPL (cost per lead) yang perlu kamu pahami. Semoga bermanfaat, ya.