GoTo Group: Awal Mula Berdiri Hingga IPO

Share this Post

GoTo
Table of Contents
shopee pilih lokal

GoTo Group merupakan perusahaan besar yang lahir dari hasil merger antara Gojek dan Tokopedia. Berikut profil bisnisnya hingga IPO.

Gojek dan Tokopedia sempat membuat heboh warganet lantaran memutuskan untuk merger. Keduanya bergabung dan membentuk induk perusahaan baru yang lebih besar bernama GoTo Group.

Bagaimana tidak, Gojek dan Tokopedia saja merupakan dua perusahaan digital terbesar di Indonesia. Gabungan keduanya tentu akan menghasilkan induk perusahaan baru dengan nilai fantastis.

Ditambah lagi, GoTo Group juga resmi melantai di bursa saham pasca merger. Alhasil ada banyak investor yang tertarik memiliki sahamnya.

GoTo Group adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia, dengan misi untuk “memberdayakan kemajuan” dengan menawarkan infrastruktur dan solusi teknologi yang membantu semua orang untuk mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital. 

Ekosistem GoTo terdiri dari transportasi on-demand, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan pemenuhan, serta layanan keuangan melalui platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Baca Juga: BliBli Resmi IPO, Merger Dengan Tiket.com dan Ranch Market

Awal Berdirinya GoTo Group

goto group
(Foto driver gojek. Sumber: Gotocompany.com)

Bersatunya Gojek dan Tokopedia telah membentuk entitas bisnis baru bernama GoTo. GoTo resmi terbentuk pada 17 Mei 2021.

Nama GoTo diambil dari akronim kedua perusahaan Gojek dan Tokopedia. GoTo juga memiliki kepanjangan lain, yakni gotong-royong sebagai bentuk semangat di balik persatuan keduanya, demikian penjelasan co-fonder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Tujuan dibentuknya GoTo adalah untuk menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan tiga layanan penting dalam satu ekosistem.

GoTo menggabungkan layanan Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial yang dapat mendukung ekosistem bisnis digital di Indonesia.

Baca Juga: Banyak Startup IPO di Tengah Ancaman Resesi, Apa Untungnya?

1. Gojek

Dalam pernyataan di laman resminya, Gojek adalah platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara yang bertujuan untuk memberdayakan pengusaha mikro agar kota-kota jadi lebih mudah diakses.

Inspirasi awal Gojek datang dari pengamatan bahwa pengemudi ojek (ojek) Indonesia yang masif dapat dimaksimalkan untuk mengatasi masalah konsumen untuk berpergian.

Gojek dimulai pada tahun 2010. Saat ini, aplikasi Gojek memiliki berbagai produk dan layanan termasuk mobilitas, pengiriman makanan, logistik, dan lainnya yang membantu konsumen dan meningkatkan pendapatan mitra pengemudi dan merchant.

Platform Gojek terdiri dari lebih dari 2,5 juta mitra pengemudi di seluruh Indonesia, Vietnam, dan Singapura. Teknologi Gojek juga memungkinkan pedagang untuk mengembangkan bisnis mereka dan menghasilkan lebih banyak pemasukan.

2. Tokopedia

Tokopedia didirikan pada tahun 2009, Tokopedia merupakan sebuah perusahaan teknologi yang bertujuan untuk mendemokratisasikan perdagangan melalui teknologi dengan menghubungkan bisnis dengan konsumen di Indonesia.

Dengan lebih dari 270 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau, menciptakan akses yang sama terhadap produk dan layanan di Indonesia merupakan tantangan besar.

Peluang pertumbuhan seringkali hanya tersedia bagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar dengan akses ke teknologi dan infrastruktur yang lebih baik, yang pada akhirnya menciptakan ketidaksetaraan kesejahteraan di Indonesia.

Tokopedia mengatasi ketimpangan tersebut dengan membangun jembatan antara pedagang dan pembeli.

Tokopedia telah menghubungkan jutaan pengguna dengan barang dan jasa dan membantu jutaan pedagang di seluruh Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka secara online.

Baca Juga: Apa Itu IPO? Ini Penjelasan Lengkap dan Tips Investasinya!

3. GoTo Finance

GoTo Finance lebih akrab disebut dengan GoPay, solusi pembayaran digital yang mulai beroperasi sejak 2016.

Pada mulanya, GoPay dirancang untuk memudahkan transaksi antara konsumen Gojek dengan mitra pengemudi. GoPay mendukung transaksi non-tunai yang lebih aman.

Namun, saat ini GoPay juga dapat digunakan untuk bertransaksi di berbagai merchant baik online maupun offline. GoPay membantu konsumen untuk membelanjakan, melacak pengeluaran, mengakses kredit, membeli asuransi, menabung, berinvestasi, mengembangkan bisnis mereka, dan banyak lagi.

Layanan konsumen GoTo Financial meliputi GoPay serta GoPayLater dan layanan keuangan lainnya.

Gopay juga melayani bisnis dari semua ukuran melalui gateway pembayaran terkemuka Midtrans, jaringan Moka dan GoBiz PLUS serta GoBiz, GoStore, dan Selly.

Baca Juga: Ini 2 Startup Decacorn Indonesia yang Membanggakan!

GoTo Melantai di Bursa Saham

GoTo Group: Awal Mula Berdiri Hingga IPO
(Foto GoTo Group IPO. Sumber: Gotocompany.com)

Setelah kurang lebih satu tahun berdiri, GoTo Group memutuskan untuk melantai di bursa saham. Saham perusahaan ini terdiri dari Seri A sebanyak 48 miliar lembar saham dengan kemungkinan ditingkatkan hingga 52 miliar.

Saham perdana GoTo Group ditawarkan dengan harga Rp 316-346 per saham. Adanya jumlah saham yang ditawarkan, bisa membuat perusahaan mengumpulkan dana setidaknya Rp 15,2 triliun dengan tambahan Rp 2,3 triliun dari greenshoe.

Adapun masa penawaran IPO GoTo pada saat itu berlangsung pada tanggal 15-21 Maret 2022. Saat ini, saham GoTo sudah bisa kamu beli melalui berbagai paltform investasi saham.

Pada tanggal 30 Maret 2022, GoTo memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat.

Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 April 2022.

Pihak pengendali dan pemilik manfaat sebenarnya (ultimate beneficial owner) Perseroan adalah Andre Soelistyo, Kevin Bryan Aluwi, William Tanuwijaya dan Melissa Siska Juminto.

Adapun susunan petinggi GoTo Group adalah sebagai berikut:

NamaUsiaSejakJudul
Andre Soelistyo392021President Director, CEO & Co-Founder
Dirk Van den Berghe592021Independent Commissioner
Hans Patuwo462021Head of Payments & Financial Services and Director
Catherine Hindra Sutjahyo392021Head of Food and Indonesia Sales & Operations and Director
Anthony Wijaya382021Head of Marketplace & Director
Garibaldi Thohir572021President Commissioner
Wei-Jye Lo452021CFO & Director
Wishnutama Kusubandio522021Commissioner
Kevin Bryan Aluwi362021Co-Founder & Commissioner
Robert Holmes Swan622021Independent Commissioner
William Tanuwijaya412021Co-Founder & Commissioner
Melissa Siska Juminto342021Chief Human Resources Officer & Director
Sumber: Investing.com

Itulah profil perusahaan GoTo Group hingga resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Apakah kamu tertarik memiliki sahamnya?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X