Modal Usaha Laundry dan Tips Bisnis agar Tetap Cuan!

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Modal usaha merupakan hal krusial yang seringkali menjadi pertimbangan utama bagi para calon pengusaha, termasuk dalam bisnis laundry

Bagi banyak orang, usaha laundry telah menjadi pilihan yang menarik untuk dijalankan karena potensi pasar yang luas dan terus meningkat. 

Namun, salah satu hal yang sering membuat orang ragu adalah besarnya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha laundry

Dalam memulai bisnis ini, modal usaha menjadi pondasi utama yang akan menentukan keberlangsungan serta perkembangan bisnis laundry tersebut di masa mendatang. 

Oleh karena itu, memahami lebih dalam tentang modal usaha dalam bisnis laundry menjadi langkah penting sebelum terjun ke dalam industri ini. 

Dalam artikel ini, akan dibahas secara rinci mengenai berbagai aspek modal usaha yang diperlukan untuk memulai serta mengembangkan usaha laundry.

Baca Juga: Mau Buka Franchise Mixue Ice Cream? Ini Cara Daftarnya!

Rincian Modal Usaha Laundry

modal usaha laundry
Foto: Ilustrasi Uang (freepik.com)

Sebelum mengetahui berapa uang yang perlu dikeluarkan, Anda perlu tahu lebih rinci mengenai barang-barang yang diperlukan dan rincian modal usaha untuk memulai laundry:

Barang-barang yang dibutuhkan untuk memulai usaha laundry adalah:

  • Timbangan: Penting untuk menimbang cucian agar dapat menghitung biaya dengan tepat berdasarkan berat pakaian.
  • Mesin Cuci: Salah satu peralatan utama dalam usaha laundry. Jumlahnya perlu disesuaikan dengan perkiraan kapasitas cucian harian.
  • Sabun Cuci dan Pewangi Pakaian: Bahan penting dalam proses mencuci untuk memberikan hasil yang bersih dan harum.
  • Hanger dan Jemuran: Digunakan untuk menggantung pakaian setelah dicuci agar cepat kering.
  • Pengering Pakaian: Meskipun tidak selalu diperlukan, penggunaan pengering akan mempercepat proses pengeringan cucian.
  • Setrika dan Papan Setrika: Penting untuk menyetrika pakaian agar rapi sebelum diserahkan kepada pelanggan.
  • Alat Tagging: Digunakan untuk menandai pakaian agar tidak bercampur dengan cucian pelanggan lainnya.
  • Plastik Kemasan: Untuk mengemas cucian yang telah selesai dicuci agar tetap bersih dan rapi saat pengiriman kepada pelanggan.

Dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan tersebut dan hal-hal penting lainnya, berikut ini rincian modal usaha laundry yang perlu Anda siapkan:

  • Mesin Cuci: Dibutuhkan 2 unit dengan biaya sekitar Rp4.000.000.
  • Mesin Pengering: 1 unit dengan biaya sekitar Rp1.500.000.
  • Setrika: 5 unit dengan biaya sekitar Rp500.000.
  • Timbangan Digital: 1 unit dengan biaya sekitar Rp250.000.
  • Renovasi Ruangan: Perlu dilakukan 1 kali dengan biaya sekitar Rp1.000.000 untuk menyesuaikan ruangan dengan kebutuhan operasional laundry.
  • Meja dan Kursi: 1 set dengan biaya sekitar Rp300.000 untuk keperluan administratif dan pelayanan pelanggan.
  • Promosi Awal (Spanduk, dll): Diperlukan biaya sekitar Rp500.000 untuk memperkenalkan usaha laundry kepada calon pelanggan.

Jumlah total modal investasi awal yang diperlukan adalah sekitar Rp8.050.000.

Namun, nilai ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi usaha, merek peralatan, dan kebutuhan tambahan lainnya seperti biaya sewa tempat, gaji karyawan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kisah Sukses Bittersweet By Najla, Ubah Hobi Jadi Bisnis!

Biaya Operasional Bulanan

menghitung modal usaha laundry
Foto: Orang Menghitung (freepik.com)

Selain modal usaha laundry pada awal buka, Anda juga perlu menyiapkan biaya operasional bulanan, sebagai berikut:

1. Listrik 

Perkiraan biaya listrik bulanan sekitar Rp500.000. Ini mencakup pemakaian mesin cuci, pengering, penyetrika, dan pencahayaan ruangan.

2. Deterjen 

Diperlukan sekitar 20 bungkus detergen (1kg) dengan biaya Rp500.000 per bulan untuk mencuci cucian.

3. Pewangi 

Sekitar 15 bungkus pewangi (1kg) dengan biaya sekitar Rp150.000 untuk memberikan aroma harum pada cucian.

4. Gaji Karyawan

Pengeluaran untuk satu orang karyawan bisa mencapai Rp800.000 per bulan, tergantung pada perjanjian gaji dan jam kerja.

5. Air

Estimasi biaya air untuk mencuci, sekitar Rp300.000 per bulan.

6. Bensin (antar-jemput)

Jika ada layanan antar-jemput, biaya bensin dapat mencapai sekitar Rp150.000 per bulan.

7. Biaya Lain-Lain

Biaya tambahan, seperti peralatan kecil, perawatan, atau penggantian bahan-bahan kecil, bisa sekitar Rp200.000.

Estimasi Pendapatan Laundry Per Bulan

Modal Usaha Laundry dan Tips Bisnis agar Tetap Cuan!
Foto: Mencuci Pakaian (unsplash.com)

1. Pendapatan Harian 

Misalnya, setiap hari rata-rata mencapai 40 kg cucian dengan tarif Rp5.000 per kilogram, maka pendapatan harian mencapai sekitar Rp200.000.

2. Pendapatan Bulanan 

Dengan asumsi penghasilan harian, pendapatan bulanan bisa mencapai sekitar Rp6.000.000.

Dengan perhitungan ini, asumsi keuntungan sekitar Rp3.400.000 per bulan dapat didapat. 

Dalam skenario ini, modal usaha diperkirakan akan kembali dalam waktu sekitar tiga bulan operasional, dengan keuntungan lebih dari 50% setiap bulannya. 

Namun, perlu diingat bahwa angka-angka ini dapat bervariasi berdasarkan permintaan pasar, strategi pemasaran, dan biaya operasional yang sebenarnya.

Baca Juga: Inilah 4 Perbedaan Brosur Dan Flyer Yang Perlu Kamu Tahu!

Keuntungan Memiliki Usaha Laundry

usaha laundry
Foto: Usaha Laundry (freepik.com)

Menurut laman Trycents, memiliki usaha laundry membawa keuntungan bisnis yang menggiurkan. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Stabilitas Pendapatan

Kunci keberhasilan bisnis adalah pendapatan yang konsisten. Secara historis, laundry telah terbukti sangat dapat diandalkan dalam hal ini.

Baik dari mesin cuci tradisional dengan pembayaran koin atau sistem digital modern, arus pendapatannya tetap stabil. 

Kebutuhan akan pakaian bersih membuat laundry didatangi oleh beragam pelanggan. Mulai dari pelajar hingga profesional sibuk, memastikan adanya pelanggan secara terus-menerus.

2. Tahan Resesi

Meskipun banyak industri terdampak oleh kemerosotan ekonomi, laundry telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa bahkan dalam kondisi sulit.

Karena pakaian bersih adalah kebutuhan dasar, layanan ini tetap menjadi prioritas bagi masyarakat di masa-masa sulit.

3. Pengawasan Minimal

Salah satu keunggulan usaha laundry adalah operasinya yang dapat dilakukan dengan pengawasan minimal.

Dengan beberapa staf paruh waktu, laundry dapat dijalankan. Fleksibilitas ini memungkinkan pemilik mengelola bisnisnya dari jarak jauh untuk mendapatkan pendapatan pasif.

4. ROI Potensial Tinggi

Di tengah inflasi yang mempengaruhi banyak industri, bisnis laundry masih memiliki tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang menjanjikan. 

Meskipun modal usaha laundry di awal cukup besar, manfaat jangka panjangnya dan keuntungan yang dikumpulkan rata-rata antara 20 hingga 30%. Dengan strategi pertumbuhan, potensi pertumbuhannya semakin besar.

5. Skalabilitas

Usaha laundry yang sukses dapat menjadi pondasi bagi bisnis laundry lainnya. Model bisnis ini cocok untuk diperluas melalui lokasi baru atau peluang waralaba. 

Dengan setiap lokasi tambahan, visibilitas merek meningkat, menarik lebih banyak pelanggan dan pendapatan.

6. Keterampilan Rendah

Berbeda dengan bisnis lain, laundry tidak memerlukan keterampilan khusus yang rumit. Pelatihan dasar dalam operasional dan pelayanan pelanggan sudah cukup bagi pemilik baru.

Ini menjadikannya pilihan baik bagi wirausahawan pemula.

7. Jam Operasional Tetap

Laundry memiliki prediktabilitas yang jarang ada. Dengan jam operasional tetap, pemilik dapat menikmati keseimbangan kerja yang stabil. 

Tidak ada panggilan larut malam atau jadwal yang tak terduga, cukup jam kerja yang diketahui oleh pelanggan.

8. Peluang Bisnis ke Bisnis (B2B)

Selain pelanggan perorangan, ada peluang untuk bisnis ke bisnis (B2B). Mulai dari kemitraan dengan hotel dan salon lokal hingga layanan khusus untuk bisnis lain, potensi pendapatan dari segmen B2B sangat besar. 

Bisnis komersial dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan pendapatan di laundry.

Baca Juga: Mari Kenali Bisnis Eco Racing, Bisnis Penghemat BBM Dengan Sistem MLM

Kendala yang Mungkin Terjadi pada Bisnis Laundry

Modal Usaha Laundry dan Tips Bisnis agar Tetap Cuan!
Foto: Orang Mencuci Baju (freepik.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Seperti bisnis lainnya, usaha laundry juga tentu memiliki kendala. Berikut ini beberapa kendala yang mungkin terjadi:

1. Biaya Investasi Awal

Pengeluaran untuk memulai atau mengakuisisi bisnis laundry bisa sangat besar. Meliputi investasi pada properti, peralatan canggih, renovasi interior, dan sistem manajemen. 

Meski membeli bisnis yang sudah ada bisa terlihat menarik, namun terkadang bisa membawa biaya tambahan yang tidak terduga. Seperti pembaruan sistem atau perbaikan struktural.

2. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin

Mesin-mesin laundry rentan terhadap kerusakan karena penggunaan yang intensif.

Perawatan rutin sangat penting, tetapi terkadang perbaikan yang tidak terduga diperlukan, yang bisa menghabiskan biaya besar. 

Dana cadangan untuk perbaikan mendadak sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional.

3. Persaingan dan Kejenuhan Pasar

Tingginya jumlah usaha laundry dalam satu wilayah dapat mengakibatkan persaingan yang sengit untuk mendapatkan pelanggan. 

Dalam lingkungan yang jenuh, perusahaan harus menemukan cara untuk membedakan diri dan menawarkan layanan yang lebih baik untuk mempertahankan dan menarik pelanggan baru.

4. Ketergantungan pada Lokasi

Sukses bisnis laundry sangat terkait dengan lokasi. Berada di daerah dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi akan mendukung bisnis.

Sementara, lokasi terpencil atau kurang aksesibilitas bisa berdampak negatif pada jumlah pelanggan. 

Perubahan dalam lingkungan sekitar, seperti rencana pembangunan atau perubahan demografis, juga dapat memengaruhi bisnis.

5. Biaya Utilitas (Air dan Listrik) yang Tinggi

Operasional laundry membutuhkan banyak air dan listrik. Biaya listrik dan air bisa menjadi faktor biaya utama. 

Selain itu, dorongan untuk menjadi lebih ramah lingkungan menuntut investasi tambahan pada peralatan yang lebih efisien secara energi dan praktik yang lebih berkelanjutan.

6. Perubahan Teknologi dan Preferensi Konsumen

Konsumen kini lebih cenderung menggunakan layanan on-demand dan aplikasi untuk kemudahan dalam layanan laundry. 

Bisnis harus tetap memperbarui teknologi dan menyelaraskan model bisnis dengan preferensi konsumen untuk tetap bersaing dan mempertahankan basis pelanggan.

7. Fluktuasi Cuaca

Meskipun kebutuhan akan laundry tetap, adanya fluktuasi dalam cuaca atau musim tertentu dapat mempengaruhi volume bisnis secara signifikan. 

Misalnya, pada musim panas, permintaan bisa meningkat atau menurun, memengaruhi pendapatan secara keseluruhan.

8. Manajemen Sumber Daya Manusia

Jika bisnis menyediakan layanan tambahan seperti layanan pengantaran atau penjemputan, manajemen staf menjadi krusial. 

Pemilihan, pelatihan, dan mempertahankan staf yang kompeten dan memiliki keterampilan layanan pelanggan yang baik merupakan hal penting untuk mempertahankan kualitas layanan dan reputasi bisnis.

Baca Juga: 25 Ide Usaha Makanan Serba 1000, Dijamin Laris!

Tips Menjalankan Usaha Laundry

tips bisnis laundry
Foto: Orang Menyetrika Baju (freepik.com)
shopee pilih lokal

Walaupun ada risiko yang signifikan ketika Anda berinvestasi di usaha laundry, ini merupakan hal umum dalam dunia bisnis. 

Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan untuk memaksimalkan kelebihan dalam bisnis laundry sambil menghadapi tantangan. 

Dengan menerapkan strategi yang tepat, Anda dapat mengubah bisnis laundry Anda menjadi kebutuhan pokok dalam komunitas dan berpotensi menjadi usaha yang menguntungkan. 

Berikut ini beberapa tips menjalankan usaha laundry yang mungkin berguna:

1. Melakukan Riset Pasar yang Komprehensif

Langkah awal dalam memulai bisnis laundry adalah memahami lanskap lokal. Mengetahui demografi, kebutuhan, dan preferensi dari pasar target Anda, serta mengukur tingkat persaingan.

Hal-hal ini akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat mengenai lokasi, layanan, dan harga. 

Memanfaatkan alat-alat seperti studi demografi, survei pasar, dan analisis pesaing akan memberikan nilai yang sangat besar. 

2. Lakukan Perawatan Rutin

Kinerja mesin cuci sangat bergantung pada perawatan yang baik.

Secara jangka panjang, lebih ekonomis untuk berinvestasi dalam perawatan rutin daripada menghadapi kerusakan yang sering dan mahal. 

Bangun hubungan dengan layanan perbaikan yang memiliki reputasi baik, dan alokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan peralatan berat. 

Pendekatan proaktif ini akan menghindarkan Anda dari masalah, pengeluaran yang besar, dan juga menjaga kepercayaan dari pelanggan Anda.

3. Tetap Up-to-Date dengan Tren Industri

Industri laundry, meskipun stabil, tetapi perlu inovasi.

Dengan kemunculan layanan laundry berbasis aplikasi, mesin-mesin yang ramah lingkungan, dan inovasi teknologi lainnya, penting untuk tetap mengikuti perkembangan tips bisnis terkini. 

Anda bisa mengikuti webinar, workshop, serta bergabung dengan asosiasi pemilik laundry yang dapat membantu Anda untuk terus memahami perkembangan industri ini. 

Dengan menjadi up-to-date dalam bisnis tren, Anda dapat membuat bisnis laundry Anda tetap kompetitif.

4. Diversifikasi Layanan

Kenyamanan adalah kunci. Dengan menawarkan layanan tambahan seperti dry cleaning, cuci-lipat, atau bahkan penjemputan dan pengantaran laundry, Anda dapat melayani lebih banyak orang dan meningkatkan arus pendapatan. 

Berpikirlah kreatif dan berkolaborasi dengan bisnis lokal.

Promosi atau kesepakatan kerjasama dapat saling menguntungkan, memperkuat hubungan komunitas, serta membawa pelanggan baru.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X