Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya

Share this Post

Table of Contents

Sebagai negara agraris, sektor pertanian menjadi bidang yang cukup mendominasi. Apa saja contoh ekonomi agrikultur di Indonesia?

Selain dikenal sebagai negara maritim, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris. Sektor pertanian dan segala produk olahannya memang menjadi bidang ekonomi yang sangat dibutuhkan dan potensial di indonesia.

Hal ini menjadikan roda ekonomi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh sektor agrikultur. Ditambah lagi, kebutuhan akan produk hasil pertanian sebagai bahan pokok juga sangat tinggi.

Contohnya saja nasi yang menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia. Banyak orang bilang, “belum makan kalau belum pakai nasi”. Hal tersebut membuat permintaan akan beras sangat tinggi.

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

Selain itu, masih banyak hasil pertanian lain yang juga banyak dibutuhkan dan mempengaruhi perekonomian. Contoh agrikultur sendiri memang sangat luas dan beragam.

Ada banyak sekali produk pertanian yang dapat ditemukan di sekitar kita. Sebagai bahan kebutuhan dasar, manusia memang tak dapat lepas dari pertanian dan hasil olahannya. Lantas, apa saja contoh ekonomi agrikultur di Indonesia?

Pengertian Contoh Ekonomi Agrikultur

ekonomi agrikultur
Foto: Menanam Padi (freepik.com)

Menurut Agriculturist Musa, ekonomi agrikultur dapat diartikan sebagai ilmu terapan yang berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan lahan pertanian untuk menghasilkan dan mendistribusikan bahan makanan untuk kebutuhan konsumsi.

Ekonomi agrikultur adalah studi tentang produksi pertanian, pemasaran pertanian, manajemen pertanian, akuntansi pertanian, mobilisasi produk pertanian, hingga kebijakan dalam bidang pertanian dalam mendorong kegiatan ekonomi.

Artinya, dapat disimpulkan bahwa ekonomi agrikultur adalah cara memanfaatkan pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Mengutip dari National Geographic, pertanian adalah seni dan ilmu mengolah tanah, bercocok tanam, dan beternak. Termasuk persiapan produk tanaman dan hewani untuk digunakan manusia dan distribusinya ke pasar.

Pertanian menyediakan sebagian besar makanan dan kain di dunia. Kapas, wol, dan kulit semuanya adalah produk pertanian. Pertanian juga menyediakan kayu untuk produk konstruksi dan pembuatan kertas.

Dengan berdasarkan pada pengertian tersebut, tentu kamu dapat membayangkan bahwa contoh ekonomi agrikultur bukan hanya sebatas produk hasil tani seperti beras saja. Namun, juga termasuk peternakan, furnitur, serat, obat-obatan, dan perikanan.

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Alat Pertanian, Peluang Keuntungannya Besar!

Sektor Pertanian di Indonesia

Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya
Foto: Lahan Pertanian (freepik.com)

Setelah memahami luasnya produk pertanian, tentu sangat menarik untuk membahas kondisi sektor pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, seharusnya contoh ekonomi agrikultur di Indonesia juga sangat beragam.

Menurut data Statista, Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir produk pertanian terbesar di dunia, memasok komoditas penting seperti minyak sawit, karet alam, kakao, kopi, beras, dan rempah-rempah ke seluruh dunia. 

Dalam beberapa dekade terakhir, industri pertanian juga merupakan sektor pekerjaan terbesar di Indonesia. Namun, pangsa PDB sektor pertanian Indonesia telah menurun seiring dengan pergeseran negara menuju industrialisasi.

Pada tahun 2021, sekitar 55,27 juta ton padi diproduksi di Indonesia. Indonesia adalah salah satu produsen beras terkemuka di dunia dan beras adalah makanan pokok bagi sebagian besar orang Indonesia.

Namun, di beberapa provinsi makanan bertepung lainnya seperti jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar adalah makanan pokoknya.

Sementara itu, konsumsi domestik beras per kapita di Indonesia rata-rata sebanyak 123,5 kg. konsumsi ikan sebanyak 38,84 kg, dan gandum sebanuak 26,43 kg.

Contoh ekonomi agrikultur tak hanya datang dari lahan pertanian, namun juga dari perikanan. Menurut data nature.org, ada lebih dari 3.000 spesies ikan yang ditemukan hidup di perairan Indonesia.

Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah dengan hasil perikanan terbesar di Indonesia. Pada tahun 2020, ada sekitar 290 ribu ton ikan yang mendarat di dermaga tradisional di NTB. Ikan tuna kecil menjadi spesies dengan nilai ekonomi tertinggi.

Baca Juga: Urban Farming adalah Kegiatan Pertanian Perkotaan, Ini 5 Cara Memulainya!

Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya

Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya
Foto: Produk Pertanian (freepik.com)

Setelah memahami tentang pertanian dan potensinya yang ada di Indonesia, tentu kamu semakin penasaran dengan contoh ekonomi agrikultur.

Gambaran berikut sangat bisa kamu optimalkan untuk menjadi peluang bisnis, apa saja contohnya?

1. Produk Agrikultur

Contoh ekonomi agrikultur yang pertama tentu saja produk agrikultur itu sendiri. Produk di sini merupakan hasil mentah pertanian atau perikanan, seperti padi, buah-buahan, sayuran, kayu, dan kulit.

Produk pertanian mentah tersebut ada yang dapat dikonsumsi langsung, namun ada juga yang dapat diolah lagi untuk menigkatkan nilai jualnya. Sebagai contoh, kulit dapat diolah menjadi tas atau sepatu.

2. Industri Kimia

Contoh ekonomi agrikultur selanjutnya adalah industri kimia. Ada beberapa produk pertanian yang dapat dijadikan bahan produk kimia, seperti kanji, damar, gula, dan alkohol.

Kanji berasal dari singkong, sedangkan gula dari tebu. Sementara itu, damar dan alkohol dapat dihasilkan dengan pengolah lebih lanjut. Melalui berbagai proses di pabrik, hasil pertanian bisa diolah menjadi campuran bahan kimia lain.

3. Produksi Serat

Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya
Foto: Serat Kapas (freepik.com)

Berikutnya, contoh ekonomi agrikultur adalah produk olahan serat seperti kain wol, sutra, dan rami. Produk tersebut berasal dari pertanian, dengan mengolah serat tumbuhan dan kempompong ulat sutra menjadi kain bernilai jual tinggi.

Selanjutnya, serat kain ini dapat diproduksi menjadi aneka pakaian, selimut, suvenir, dan perlengkapan lain berbahan dasar kain.

Baca Juga: Bisnis Keripik Pisang dengan Keuntungan Menggiurkan, Ini 10 Tipsnya

4. Tanaman Hias

Selain sebagai bahan siap konsumsi, contoh ekonomi agrikultur yang beberapa waktu lalu naik daun adalah tanaman hias. Tanaman hias biasanya dihasilkan dari proses pembibitan secara khusus.

Budidaya tanaman hias dimaksudkan untuk mengembangbiakkan aneka jenis tanaman hias untuk kebutuhan rumah. Menariknya, tanaman hias semakin dicari dan harganya semakin meningkat.

5. Perikanan

Contoh ekonomi agrikultur dari sektor perikanan dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu mencari ikan di perairan atau melakukan budidaya dengan tambak.

Perikanan sendiri dapat berasal dari perairan laut dan perairan darat seperti waduk, empang, dan sejenisnya. Tambak ikan biasa dibuat di daerah lepas pantai maupun di dekat area persawahan.

Hasil perikanan dapat dijual di pasar atau didistribusikan langsung ke restoran dan rumah makan.

6. Peternakan

Contoh Ekonomi Agrikultur dan Cara Mengoptimalkannya
Foto: Peternakan Sapi (freepik.com)

Selain ikan, hasil peternakan juga merupakan contoh ekonomi agrikultur. Peternakan ayam, bebek, sapi, dan kambing merupakan yang populer di Indonesia. Meskipun masih ada peternakan lain, seperti budidaya jangkrik dan maggot.

Hasil perternakan dapat berupa daging hewan, susu, maupun kulit. Hasil peternakan ini dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi produk lain bernilai jual lebih tinggi. Misalnya, yoghurt, kornet, sosis, dan susu steril.

Nah, itulah penjelasan tentang contoh ekonomi agrikultur di Indonesia dan cara mengoptimalkannya.