Social Media Analytics, Ini Metrik yang Diukur dan Kegunaannya

Share this Post

social media analytics
Table of Contents

Dalam promosi bisnis, kamu tentu menggunakan media sosial sebagai salah satu saluran pemasarannya. Kamu pun memerlukan social media analytics untuk melacak kinerja campaign yang dilakukan melalui media sosial.

Hal ini penting untuk dilakukan agar kamu mengetahui seberapa baik performa konten pemasaran yang diunggah melalui media sosial. Analitik juga dapat memberikan kamu wawasan tentang target audiens yang menjadi sasaran bisnismu.

Dengan social media analytics, kamu pun dapat mencari tahu manakah konten pemasaran yang memiliki hasil maksimal dan unggahan apa saja yang membutuhkan perbaikan agar hasil kerjanya lebih optimal.

Baca Juga: 8 Tips Membuat Social Media Plan, Perhatikan Ya!

Metrik yang Diukur dengan Social Media Analytics

social media analytics
(Foto tools analytics. Sumber: Pexels.com)

Ada banyak metrik penting bagi bisnis yang dapat diukur dengan menggunakan social media analytics, di antaranya:

1. Impression and Reach

Melacak impression (tayangan) dan reach (jangkauan) dapat membantu bisnis kamu untuk meningkatkan kesadaran merek serta meningkatkan persepsi di mata target audiens.

Mengutip laman Indeed, impression mengukur berapa kali postingan kamu muncul di layar atau timeline pengguna media sosial.

Sementara reach atau jangkauan menggambarkan potensi jumlah pemirsa unik yang dapat dijangkau oleh postingan media sosial bisnis kamu.

2. Engagement

Engagement merupakan tingkat keterlibatan target audiens dengan konten yang kamu unggah di media sosial. Contoh keterlibatan yang dimaksud dapat meliputi komentar, save, share, dan likes dari pengguna media sosial.

Informasi keterlibatan ini dapat membantu kamu untuk memahami seberapa efektif campaign media sosial yang dibuat dan seberapa sering audiens menganggap kontenmu cukup berharga untuk dibagikan, ditanggapi, atau disimpan.

Tingkat keterlibatan yang tinggi dapat menunjukkan bahwa sebagian besar followers akun bisnismu melihat dan berinteraksi dengan postingan. Itu artinya, strategi pemasaran kamu di media sosial sudah cukup efektif untuk menjangkau target audiens.

Beberapa jenis keterlibatan juga dapat menunjukkan tingkat kesadaran merek yang tinggi.

Misalnya, ketika target audiens memberi tag/mention atau menyebut perusahaan di salah satu unggahan mereka yang tidak disponsori tanpa kesepakatan atau kontrak merek. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki asosiasi positif dengan merek.

3. Response Rate and Time

Response rate and time merupakan metrik yang mengukur seberapa efisien karyawan atau admin media sosial kamu dalam membalas pesan dan menjawab pertanyaan dari target audiens.

Pengukuran ini dapat memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi apakah strategi pemasaran dan komunikasinya berhasil.

Meninjau metrik ini juga bisa membantu perusahaan kamu untuk meningkatkan tingkat kepuasan dan retensi pelanggan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas sekaligus persepsi merek.

4. Refferals and Conversions

Perusahaan dapat menggunakan refferals and conversions untuk melacak seberapa efektif konten media sosial dalam mengarahkan followers ke situs web. Ini juga bisa mengukur apakah tingkat keterlibatan media sosial dapat mengarah audiens pada pembelian.

Refferals and conversions merupakan metrik penting untuk memahami apakah campaign pemasaran di media sosial dapat membantu membangun basis klien yang lebih besar dan meningkatkan pendapatan bisnis.

Refferal juga menjelaskan bagaimana calon klien tiba di situs web dan memungkinkan merek menilai apakah konten media sosial memengaruhi individu untuk melakukan pembelian online.

Sedangkan conversions bisa mengevaluasi jumlah pembelian yang dilakukan pelanggan dari situs web bisnis.

Metrik ini bahkan dapat menunjukkan apakah klien melihat produk atau layanan di platform media sosial dan kemudian memutuskan untuk membeli item tersebut.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Social Media Engagement

Jenis-Jenis Social Media Analytics

jenis social media analytics
(Foto tampilan analitik media sosial. Sumber: Pexels.com)

Bisnis kamu bisa menggunakan berbagai social media analytics untuk meningkatkan beberapa aspek konten di media sosial. Ini dia beberapa jenis social media analytics yang bisa kamu gunakan:

1. Performance Metrics

Dilansir dari laman Notesmatic, performance metrics digunakan untuk menilai kinerja konten media sosial. Dengan begitu, kamu akan mengetahui seberapa baik kinerja konten bisnismu di media sosial.

Alat analisis media sosial yang satu ini bisa mengukur CTR, interaksi pengguna, dan lainnya. Kamu pun bisa mengetahui apakah angkanya meningkat atau tidak.

2. Audience Analytics

Audience analytics merupakan alat analisis media sosial yang berfokus pada target audiens. Hal ini dapat membantu kamu untuk mengetahui demografi, perilaku, dan minat target audiens.

Jadi, kamu dapat membuat jenis konten yang paling disukai target audiens dan mendorong keterlibatan audiens lebih tinggi.

3. Competitor Analytics

Sesuai dengan namanya, social media analytics yang satu ini berguna untuk menganalisis kompetitor. Alat ini bisa membantu kamu dalam menganalisis akun media sosial pesaing dan kinerja posting media sosial mereka serta keterlibatan audiensnya.

Dengan begitu, kamu dapat belajar dari pesaing dan mengetahui metode mana yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kinerja media sosial.

Baca Juga: Google Analytics 4 Vs Universal Analytics, Apa Perbedaannya?

4. Paid Social Analytics

Paid social analytics berfokus pada analisis konten bersponsor. Jadi, kamu dapat mengetahui jenis konten media sosial mana yang layak untuk dipertahankan sebagai investasi pemasaran berdasarkan interaksi target audiens dengan postingan di media sosial.

Jenis analitik ini bisa membantu kamu untuk mengetahui jumlah iklan, biayanya, berapa kali iklan diklik, dan berapa banyak setiap klik menambah pendapatan atau keuntungan bagi perusahaan.

5. Influencer Analytics

Ini bisa menjadi alat analisis media sosial yang tepat jika bisnis kamu mengandalkan influencer untuk keperluan pemasaran.

Dengan influencer analytics, kamu bisa mengetahui apakah konten media sosial yang dibuat dan dipromosikan influencer memiliki kinerja optimal.

Kamu pun bisa menganalisis berapa banyak posting yang dibuat oleh influencer, jumlah interaksi pengguna per 1.000 pengikut, beserta tagar yang menghasilkan jumlah likes terbanyak.

6. Sentiment Analytics 

Jenis analitik ini digunakan untuk melacak sentimen audiens terhadap postingan di media sosial.

Misalnya, perusahaan dapat melacak apakah target audiens kamu menyukai jenis konten pemasaran media sosial tertentu atau tidak.

Alat ini juga dapat mengukur apakah ada banyak pelanggan yang melakukan pembelian setelah melihat campaign produk atau layanan di media sosial.

Sederhananya, sentiment analytics merupakan alat yang digunakan untuk membantu mengukur bagaimana konten media sosial memengaruhi sentimen pelanggan.

Baca Juga: Mau Jadi Social Media Specialist? Ini Skill yang Dibutuhkan!

Manfaat Social Media Analytics

manfaat social media analytics
(Foto chart analisis media sosial. Sumber: Pexels.com)

Kamu yang menggunakan media sosial sebagai saluran komunikasi dan promosi bisnis, perlu memanfaatkan social media analytics. Sebab, ada berbagai manfaat yang menyertainya, seperti:

1. Lebih Memahami Target Audiens Bisnis

Dengan alat analisis media sosial, kamu bisa memahami target audiens bisnis secara lebih baik.

Misalnya, kamu bisa mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengunggah konten penawaran di media sosial, waktu yang paling banyak digunakan pengguna untuk online, dan jenis konten yang paling disukai target audiens.

2. Membantu dalam Pembuatan Konten yang Lebih Baik

Menggunakan social media analytics bisa membantu kamu untuk menciptakan konten penawaran yang lebih efektif di media sosial.

Sebab, alat analisis media sosial bisa menunjukkan manakah jenis konten yang paling disukai dan memiliki hasil yang optimal.

Jadi ke depannya, kamu dapat membuat konten media sosial yang lebih sesuai dengan kebutuhan target audiens. Hasilnya pun akan lebih maksimal.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Kalender Konten Untuk Media Sosial dan Blog

3. Menciptakan Strategi Pemasaran yang Efektif

Secara tidak langsung, kamu bisa menyusun strategi pemasaran online yang lebih efektif dengan adanya alat analisis media sosial.

Hal ini karena kamu bisa mengetahui manakah jenis konten yang memiliki kinerja baik dan mana yang perlu diperbaiki.

Kamu juga dapat melakukan analisis pesaing untuk mencari tahu jenis pemasaran yang efisien dalam menghasilkan pendapatan bisnis.

Itu dia jenis-jenis dan kegunaan social media analytics, sudahkah kamu memanfaatkannya dalam pemasaran bisnis di media sosial?