6 Cara Rumus Safety Stock untuk Manajemen Persediaan

Share this Post

Table of Contents

Penting bagi kamu mengetahui rumus safety stock untuk manajemen persediaan barang sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang rumus safety stock, kamu perlu memahami apa itu safety stock.

Dikutip dari laman Indeed, safety stock (stok pengaman) adalah sejumlah persediaan tambahan yang disimpan toko dan pabrikan jika permintaan pelanggan tiba-tiba meningkat.

Dengan begitu, perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa khawatir kehabisan stok karena ada sejumlah barang yang telah disimpan dari jauh-jauh hari sebagai tindak pencegahan.

Ketika pemintaan pasar terhadap suatu barang mengalami lonjakan, perusahaan kamu pun tak perlu bergantung pada supplier karena telah memiliki stok untuk didistribusikan langsung.

Untuk melakukan hal ini, dibutuhkan penghitungan yang akurat dengan rumus safety stock. Jadi, bisnis kamu tetap bisa memenuhi permintaan tanpa risiko kerugian.

Baca Juga: 8 Cara Manajemen Stok Barang, Kamu Sudah Menerapkannya?

Rumus Safety Stock

rumus safety stock
Foto: Proses Penghitungan Barang dengan Kalkulator (pexels.com)

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung safety stock dengan rumus safety stock, berikut di antaranya:

1. Rumus Safety Stock Dasar

Rumus safety stock dasar ini paling umum digunakan dalam menghitung persediaan barang.

Namun rumus dasar hanya dapat digunakan untuk menghitung skenario rata-rata. Jadi, tidak dapat digunakan untuk menghitung perubahan permintaan musiman yang berfluktuasi selama waktu tertentu.

Berikut rumus safety stock dasar:

Safety stock = (penjualan maksimal harian x lead time maksimum) – (penjualan harian rata-rata x lead time rata-rata)

Beberapa variabel yang dapat dimasukkan dalam rumus safety stock dasar ini, yaitu:

  • Penjualan maksimal harian, yaitu jumlah maksimum unit yang terjual dalam satu hari.
  • Lead time maksimum, yaitu waktu terlama yang dibutuhkan pemasok untuk mengirim persediaan.
  • Penjualan harian rata-rata, yaitu jumlah rata-rata unit yang terjual dalam satu hari.
  • Lead time average, yaitu waktu rata-rata yang dibutuhkan pemasok untuk mengirim persediaan.

2. Rumus Persediaan Cadangan Tetap

Rumus safety stock lainnya yang dapat kamu gunakan, yakni persediaan cadangan tetap.

Perlu kamu ketahui, persediaan cadangan tetap adalah jumlah unit yang telah kamu tentukan sebelumnya sebagai stok cadangan.

Penentuan jumlah unit cadangan tersebut dilakukan dengan cara melihat nilai penjualan dari beberapa bulan terakhir. Jadi, jumlah cadangan yang disimpan akan lebih akurat.

Perhitungan seperti ini akan lebih maksimal jika digunakan untuk toko-toko yang memiliki jumlah penjualan stabil dan konsisten.

Adapun rumus penghitungan persediaan cadangan tetap adalah sebagai berikut:

Persediaan cadangan tetap = jumlah hari x penjualan harian rata-rata ATAU penjualan harian maksimum

3. Rumus Perhitungan Berbasis Waktu

Cara selanjutnya yang bisa kamu gunakan untuk menghitung persediaan stok barang, yaitu dengan rumus perhitungan berbasis waktu.

Kamu dapat menggunakan rumus ini untuk menghitung persediaan pada periode tertentu berdasarkan perkiraan permintaan di masa yang akan datang.

Cara ini akan bekerja maksimal pada toko dengan pelanggan stabil dan jumlah penjualan yang konsisten.

Untuk menghitung cadangan persediaan berbasis waktu, kamu dapat menggunakan dua paremeter, yaitu:

  • Data sebelumnya untuk permintaan dan penjualan produk, termasuk unit yang terjual dan produk yang stoknya sedikit atau habis.
  • Perkiraan permintaan untuk masa mendatang. Dengan menggunakan metode perkiraan permintaan yang berbeda, seperti proyeksi tren, teknik barometrik, dan riset pasar untuk memprediksi permintaan di masa mendatang.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Aplikasi Stok Barang untuk Bisnis Online

4. Rumus Heizer dan Render

Dikutip dari Zoho Inventory, rumus berikutnya yang dapat kamu gunakan dalam menghitung safety stock, yaitu rumus Heizer dan Render.

Cara yang satu ini sangat tepat apabila terdapat variasi signifikan dalam jadwal pemasok barang (supplier).

Jadi, kamu dapat menggunakannya ketika lead time pemasok bervariasi, tetapi tidak memperhitungkan perubahan dalam permintaan pelanggan.

Rumus Heizer dan Render, yaitu:

Persediaan cadangan = skor Z x standar deviasi dalam lead time (σLT)

5. Rumus Safety Stock dengan Metode Greasley

Rumus safety stock lainnya yang bisa kamu gunakan adalah dengan menggunakan metode Greasley.

Rumus ini didasarkan pada waktu tunggu atau lead time pemasok dan fluktuasi permintaan produk.

Metode Greasley dapat digunakan untuk menambahkan faktor permintaan rata-rata ke rumus Heizer dan Render yang telah disebutkan sebelumnya.

Berikut rumus metode Greasley yang bisa kamu gunakan:

Persediaan cadangan = skor Z x standar deviasi dalam lead time (σLT) x permintaan rata-rata (Davg)

6. Rumus EOQ

Terakhir, safety stock dapat dihitung menggunakan rumus EOQ (Economic Order Quantity).

EOQ merupakan persediaan ideal yang harus kamu beli sehingga dapat meminimalisir biaya persediaan.

Adapun rumus EOQ yang dapat kamu gunakan untuk menghitung persediaan barang, yaitu:

EOQ = akar kuadrat dari (2 x biaya pemesanan per pesanan x tingkat permintaan) / biaya penyimpanan

Itu dia beberapa rumus untuk menghitung safety stock yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Sesuaikan saja kondisi di lapangan dengan memilih salah satu rumus di atas. Sebab, setiap safety stock bisa dihitung menggunakan metode apapun, bergantung pada bisnismu.

Baca Juga: Jenis-Jenis Persediaan di Gudang untuk Menunjang Bisnis

Manfaat Menghitung Safety Stock

manfaat safety stock
Foto: Petugas Gudang saat Mengontrol Inventaris (pexels.com)

Setelah mengetahui rumus untuk menghitung safety stock, kamu juga perlu memahami pentingnya perhitungan stok pengaman bagi bisnis.

Berikut manfaat yang dapat dirasakan bisnis kamu jika melakukan perhitungan safety stock dengan tepat:

1. Memenuhi Permintaan Pasar

Dengan mengamankan persediaan barang, kamu bisa tetap memenuhi permintaan pasar di tengah situasi-situasi yang tak terduga.

Misalnya ketika permintaan pelanggan melonjak tajam terhadap suatu barang karena adanya berbagai alasan. Seperti munculnya tren suatu barang yang banyak digunakan oleh influencer.

Ketika memiliki tingkat persediaan yang cukup, kamu pun dapat memenuhi permintaan pelanggan musiman tersebut.

Tanpa safety stock, kamu mungkin dapat melewatkan peluang penjualan yang satu ini.

2. Mempersingkat Waktu Tunggu dari Vendor

Dengan menghitung safety stock dan mengamankan persediaan dalam jumlah yang cukup, kamu bisa mempersingkat waktu tunggu dari vendor.

Melansir laman retalon, waktu merupakan aspek penting bagi bisnis ritel. Oleh karena itu, kamu perlu mengelola inventaris dengan tepat agar tak kehilangan peluang penjualan.

Dengan adanya stok pengaman yang disimpan, kamu bisa mencegah kemungkinan pasokan dari vendor yang mengalami keterlambatan.

Jadi, kamu tetap bisa memenuhi permintaan pelanggan tanpa harus menunggu pihak pemasok mengirimkan barangnya.

Ketika persediaan mulai menipis, barulah kamu bisa menyusun strategi untuk mengisi stok persediaan berikutnya.

3. Menghindari Risiko Fluktuasi Harga

Dalam bisnis, fluktuasi harga merupakan sesuatu yang wajar, bahkan bisa terjadi kapan pun dan disebabkan oleh apa saja.

Misalnya ketika ada kenaikan bahan baku atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan kenaikan biaya dibanding sebelumnya.

Ketika hal ini terjadi, kamu pun akan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memasok barang. Bahkan, bisa saja terjadi kelangkanan akibat melambungnya harga di pasar.

Namun dengan adanya safety stock, kamu bisa menghindari hal tersebut. Kamu akan tetap bisa memenuhi permintaan pasar dengan persediaan barang yang ada.

Baca Juga: Apa itu Stock Opname? Simak Pengertian, Cara, dan Manfaatnya di Sini!

rumus safety stock
Foto: Warehouse Besar (unsplash.com)

4. Meningkatkan Efisiensi Operasi Bisnis

Melansir laman Oracle NetSuite, safety stock dapat membantu kamu dalam meningkatkan efisiensi operasional bisnis.

Sebab, persediaan barang untuk memenuhi permintaan pelanggan terjaga dengan baik. Jadi, tidak akan terpengaruh apabila ada kendala dalam rantai pasokan.

Safety stock tidak akan membuat bisnismu mengejar vendor karena persediaan telah aman. Staf gudang juga bisa bekerja lebih produktif dan teratur.

Pihak yang membantu pengiriman barang pun akan bekerja secara lebih tertata berdasarkan jadwal dan ada nomor inventaris yang stabil dan dapat dipercaya untuk tujuan pelaporan dan perkiraan.

5. Menjaga Loyalitas Pelanggan

Manfaat adanya safety stock lainnya bagi bisnis, yaitu dapat menjaga loyalitas pelanggan kamu.

Sebab, mereka bisa selalu memenuhi kebutuhan dengan berbelanja di toko kamu. Ketersediaan barang yang cukup akan membuat mereka kembali berbelanja sehingga kebutuhannya dapat selalu terpenuhi.

Dikutip dari Shopify, loyalitas pelanggan dapat meningkatkan pendapatan bisnis, meningkatkan reputasi merek, memicu pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth marketing), dan membantumu dalam mengumpulkan feedback yang berharga.

Nah, itulah beberapa rumus safety stock yang bisa membantumu mengelola persediaan bisnis. Sudahkah kamu menerapkannya?