Profil Bisnis JD.com, Induk Perusahaan JD.ID di Indonesia

Share this Post

jd.com
Table of Contents

Marketplace JD.ID merupakan anak usaha dari JD.com yang berbasis di China. Berikut profil bisnisnya!

Baru-baru ini, beredar rumor bahwa perusahaan e-commerce JD.com akan angkat kaki dari Indonesia. Menurut sebuah informasi, induk perusahaan JD.ID tengah mencari investor untuk mengambil saham bisnisnya di Indonesia.

Perusahaan ini juga dikabarkan akan hengkang dari Thailand. Kehadirannya di Indonesia dan Thailand merupakan hasil patungan dengan Provident Capital Partners untuk Indonesia dan JD Central Thailand.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa perusahaan ini menjual bisnisnya di Indonesia dan Thailand salah satunya adalah untuk mengurangi kerugian. Pasalnya, JD menghadapi tantangan penjualan di Indonesia dan Thailand.

Dikutip dari SCMP, pendiri dan eksekutif Momentum Works, Jianggan Li mengatakan bahwa konsumen Asia Tenggara tengah berhemat karena melemahnya mata uang lokal.

Menurut data iPrice, JD.ID masuk dalam 10 marketplace dengan trafik terbesar di Indonesia selain Tokopedia, Shopee, dan Blibli.

Ingin tahu lebih lanjut tentang profil bisnis JD.com sebagai perusahaan induk JD.ID? Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: GoTo Group: Awal Mula Berdiri Hingga IPO

Hubungan Antara JD.com dan JD.ID

jd.com
(Foto logo JD.ID. Sumber: Bisnisasia.co.id)

JD.ID merupakan salah satu e-commerce besar di Indonesia yang dimiliki oleh PT. Ritel Bersama Nasional. JD.ID lahir dari kongsi antara Jingdong di China dengan Provident Capital di Indonesia.

Perusahaaan ini pada awalnya bernama 360buy yang didirikan oleh Richard Liu pada tahun 1998. Alasan utama pendiriannya adalah untuk fokus di bidang teknologi dan direct selling.

Pada tahun 2008, mendirikan JD Mall yang memperjualbelikan berbagai barang dengan model e-commerce. Perkembangannya yang baik membuat perusahaan ini mendapatkan penghargaan Gross Merchandise Value yang mencapai US$ 20.7 triliun.

Hasil dari kongsi antara JD.com dengan Provident Capital Indonesia, lahirlah JD.ID yang pertama kali beroperasi di Indonesia pada tahun 2015.

JD.ID memiliki beberapa kategori produk yang terdiri dari kategori Mums and baby, Smartphones, Otomotif, Elektronik, kecantikan, fashion. Selain berbelanja produk JD.ID juga menyediakan berbagai metode pembayaran dan pengiriman.

Adapun tagline yang menjadi ciri khas JD.ID yaitu “make joy happen”. Slogan ini juga menjadi salah satu tujuan JD.ID yaitu ingin memuaskan pelanggan, menghadirkan kebahagiaan untuk seluruh konsumen JD.ID di Indonesia, dan memberikan layanan terbaik.

Baca Juga: Sejarah Bluebird, Taksi Listrik Pertama di Indonesia

Profil Bisnis JD.com

Profil Bisnis JD.com, Induk Perusahaan JD.ID di Indonesia
(Foto market JD.com. Sumber: Caixinglobal.com)

Melansir dari laman resminya, JD.com adalah ritel online terbesar di China serta perusahaan internet terbesar di negara itu berdasarkan pendapatan yang dihasilkan.

Perusahaan ini menetapkan standar untuk belanja online melalui komitmennya terhadap kualitas, keaslian, dan penawaran produk yang luas yang mencakup banyak kategori mulai dari makanan dan pakaian segar hingga elektronik dan kosmetik.

Brand ini menjamin kualitas dan keaslian produk yang dijualnya, serta menetapkan standar pengiriman yang sama untuk seluruh China.

Perusahaan ini merupakan mitra bagi merek lokal dan global yang ingin menjangkau konsumen Tiongkok secara online dan menyediakan layanan yang lengkap untuk membantu perusahaan menjangkau konsumen Tiongkok.

Sebagai perusahaan yang digerakkan oleh teknologi, brand ini membangun platform yang andal dan membawa nilai bagi mitra dan pelanggan di berbagai sektor seperti e-commerce, logistik, keuangan internet, cloud computing, dan teknologi pintar.

Baca Juga: Profil Alibaba Group, Kerajaan Bisnis Milik Jack Ma!

Perjalanan Bisnis JD.com

Profil Bisnis JD.com, Induk Perusahaan JD.ID di Indonesia
(Foto logo JD.com. Sumber: Adslzone.net)

JD.com, Inc juga dikenal dengan nama Jingdong. Pada awalnya, didirikan dengan nama 360buy. Perusahaan ini adalah perusahaan perdagangan elektronik asal China yang bermarkas di Beijing.

JD adalah satu dari dua ritel daring B2C terbesar di Tiongkok menurut volume transaksi dan pendapatan, anggota Fortune Global 500, dan pesaing utama Tmall milik Alibaba.

Perusahaan tersebut didirikan oleh Liu Qiangdong pada Juli 1998, sedangkan platform ritel online-nya diluncurkan pada tahun 2004.

Perusahaan ini bermula sebagai toko elektronik yang melakukan diversifikasi, menjual barang elektronik, ponsel, komputer, dan barang-barang serupa.

Menariknya, ini merupakan perusahaan terkemuka di dunia yang menerapkan metode pengiriman barang menggunakan perangkat kecerdasan buatan yang terhubung dengan drone.

JD.com bahkan pernah menguji layanan pengiriman menggunakan drone, mobil otonom, dan kendaraan nirawak terbesar di dunia.

Pada tahun 2014, Tencent mengakuisisi 15% saham JD.com dan menyerahkan bisnis e-commerce Paipai, QQ Wanggou, dan saham Yixun ke JD.com untuk membangun pesaing yang lebih kuat bagi Alibaba Group.

Wal-Mart kemudian menjual bisnis e-commerce ke JD.com serta ikut meningkatkan investasinya di perusahaan tersebut. Pada tahun 2017, JD.com menginvestasikan sejumlah uang ke Farfetch, sebuah pasar khusus barang-barang mewah.

JD.com juga mulai berinvestasi di Perancis dan Inggris pada tahun 2018 sekaligus menandakan langkah awal mereka dalam melakukan ekspansi ke Eropa.

Baca Juga: Profil Bisnis Fabelio, Perusahaan Furniture dan Interior

Itulah penjelasan tentang perusahaan JD.com yang menjadi pemilik dan induk dari JD.ID yang dikabarkan akan angkat kaki dari Indonesia.