Ini 7 Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern

Share this Post

perbedaan pasar tradisional dan pasar modern
Table of Contents

Apa perbedaan pasar tradisional dan pasar modern?

Keduanya sama-sama tempat bertransaksi, tetapi tentu ada distingsi yang membedakan keduanya.

Seperti yang kita tahu, pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.

Ketika mendengar kata pasar, yang langsung terlintas di otak orang pada umumnya, yaitu deretan lapak jualan yang menjual sayuran.

Kata pasar lebih berkonotasi pada pasar tradisional di mana komoditas yang dijual adalah bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya, arti pasar itu luas.

Pasar bisa mengacu pada tempat fisik terjadinya jual beli.

Selain itu, pasar juga bisa berupa ruang virtual yang memungkinkan terjadinya transaksi, seperti online shop, e-commerce, marketplace, hingga pasar saham.

Pasar yang dibahas dalam artikel ini, yakni mengacu pada pasar fisik. Terutama dalam membahas perbedaan pasar tradisional dan pasar modern.

Baca Juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern

perbedaan pasar tradisional dan pasar modern
Foto: Unsplash.com

Masing-masing jenis pasar memiliki tipikalnya tersendiri. Pasar tradisional identik dengan deretan lapak yang menawarkan bahan makanan segar yang baru dipasok.

Adapun pasar modern cenderung menawarkan segala produk yang bisa disimpan cukup lama. Selain itu, tampilannya lebih komersial.

Berikut ini sejumlah perbedaan pasar tradisional dan pasar modern yang dinilai dari sejumlah aspek.

1. Profil Penjual

Jika dibedakan berdasarkan profil penjual, para pemilik lapak pada pasar tradisional dapat digolongkan sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adapun penjual di pasar modern semacam department store, merupakan representatif dari merek-merek ternama.

2. Fasilitas

Pada pasar tradisional, fasilitasnya biasanya cukup terbatas, kecuali pasar tersebut direvitalisasi. Namun pada umumnya, fasilitas pada pasar tradisional lebih mengarah ke aspek fungsional.

Yang diutamakan, yakni adanya tempat displai produk, meski aspek penataannya tidak begitu penting.

Adapun pasar modern lebih mengutamakan kenyamanan pengunjung.

Di pasar modern, disediakan bangku untuk pengunjung duduk sejenak, penyejuk ruangan, dan displai produk yang lebih tertata rapi.

3. Kondisi Produk

Dengan fasilitas yang terbatas, para penjual di pasar tradisional lebih mengutamakan pasokan produk yang masih baru.

Selain itu, tidak menyimpan stok dalam jumlah besar. Apalagi sebagian besar produk yang dijual di pasar tergolong bahan makanan mentah, seperti sayur, buah-buahan, ikan, daging, telur, dan sebagainya.

Pada pasar modern, karena memiliki tempat pendingin atau tempat penyimpanan yang lebih baik, berbagai produk fresh dapat disimpan lebih lama.

Selain itu, pasar modern lebih banyak menjual produk berkemasan dan produk non-makanan.

4. Harga Jual

Tingkat fasilitas juga memengaruhi harga sewa tempat kepada penjual, selain faktor lokasi yang strategis. Hal ini memengaruhi pula harga jual yang lebih murah di pasar tradisional.

Adapun harga jual di pasar modern bisa lebih mahal karena fasilitas yang disediakan juga lebih baik. Pembeli tinggal menjatuhkan pilihan saja mau membeli kebutuhannya di pasar yang mana.

5. Cara Transaksi

Satu lagi perbedaan pasar tradisional dan pasar modern, yaitu dari cara bertransaki. Pada pasar tradisional, meski penjual sudah menetapkan harga, pembeli masih bisa menawarnya hingga harga turun.

Jika penjual merasa penawaran masih masuk akal, ia pun akan menyetujui dan menjualnya. Hal ini berbeda dengan pasar modern.

Pada pasar modern, setiap produk sudah dilabeli dengan harga tetap. Pembeli tidak bisa menawar harga.

Jika penjual hendak menurunkan harga, mereka akan membuat program diskon atau potongan harga yang sudah tersistematisasi dan dalam waktu yang terbatas.

6. Metode Pembayaran

Pasar tradisional cenderung menggunakan metode pembayaran yang konvensional, yakni menggunakan uang tunai.

Adapun pasar modern menyediakan opsi pembayaran secara elektronik dan digital.

Namun sejumlah pasar tradisional yang sudah direvitalisasi oleh pemerintah daerah, sudah mulai mengenal metode pembayaran elektronik dan digital pula.

Ada pemilik lapak yang menggunakan mesin EDC, hingga menyediakan pembayaran melalui kode QR.

7. Jam Buka

Pasar tradisional cenderung memiliki jam buka yang fleksibel, tergantung dari kebutuhan pembeli di lingkungan sekitar dan keputusan pemilik lapak itu sendiri.

Pada pasar induk, misalnya, kegiatan sudah dimulai sejak dini hari.

Hal ini karena produk-produk yang dibeli akan dipasok ke pasar-pasar tradisional yang lebih kecil atau ke toko sayur.

Pasar tradisional yang lebih kecil, yang berada di daerah permukiman, cenderung berjualan dari pagi hingga menjelang siang.

Hal ini karena mengikuti kebiasaan pembeli yang cenderung memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya membeli bahan masak untuk makan siang dan makan malam. Bahkan ada pula pasar malam.

Pada pasar modern, jam buka dan tutupnya sudah tetap dari hari ke hari.

Jam bukanya biasanya sekitar pukul 09.00 atau 10.00, sedangkan jam tutupnya sekitar pukul 21.00 atau 22.00.

Baca Juga: Kenali 4 Perilaku Konsumen Berikut Agar Bisnismu Makin Untung!

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional

pasar-market
Foto: Unsplash.com

Kini kamu sudah tahu perbedaan pasar tradisional dan pasar modern.

Masalahnya kemudian, pasar mana yang sesuai dengan kebutuhanmu?

Masing-masing jenis pasar tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kamu tinggal memilih mana yang cocok untuk kebutuhanmu.

Berikut daftar kelebihan dan kekurangan pasar tradisional.

Kelebihan pasar tradisional:

  • Bisa melakukan tawar-menawar dan negosiasi harga agar lebih murah.
  • Cenderung tidak terjadi monopoli oleh satu produsen atau pemasok.
  • Pemilik kios di pasar tidak terikat jam operasional. Penjual bisa membuka atau menutup kios lebih cepat atau lebih lambat.

Kekurangan pasar tradisional:

  • Metode pembayaran cenderung terbatas, bahkan seringnya hanya menerima penbayaran secara tunai.
  • Pasar tradisional pada umumnya mengalami masalah dalam pengelolaan sampah dan kebersihan, sehingga membuat pelanggan kurang nyaman.
  • Varian produk terbatas pada hasil kekayaan alam, daging dan produk ternak lainnya, serta sayur, buah, dan bahan baku makanan lainnya.

Baca Juga: Apa Itu Hustler, Hipster, dan Hacker? Ini Fungsinya dalam Startup

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Modern

pasar-market
Foto: Unsplash.com

Meski pasar modern dilabeli “modern” yang mengesankan posisinya lebih superior ketimbang pasar tradisional, tentu ia memiliki kelebihan dan kekurangan juga.

Berikut daftar kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan pasar modern:

  • Kualitas produk dijamin, karena sebelum dipajang di tempat displai, produk-produk di pasar modern harus melalui pengecekan terlebih dahulu.
  • Kondisinya bersih dan nyaman
  • Membuka lapangan pekerjaan, karena ada banyak staf yang diperlukan untuk mengoperasikan pasar modern, seperti kasir, customer service, sekuriti, petugas kebersihan, dan lain-lain.

Kekurangan pasar modern:

  • Harga yang tertera di pasar modern cenderung lebih mahal daripada pasar tradisional.
  • Secara tidak langsung menciptakan kesenjangan ekonomi, karena membuat kesan bahwa hanya kelas tertentu dengan daya beli tertentu yang bisa berbelanja di pasar modern.
  • Menciptakan budaya konsumtif karena lebih banyak produk tersier yang ditawarkan.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Semoga bermanfaat!