Letter Of Intent: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Share this Post

letter of intent
Table of Contents
shopee pilih lokal

Letter of Intent (LOI) dalam dunia bisnis digunakan sebagai langkah awal memulai kerjasama. Berikut penjelasan lengkapnya!

Dalam dunia bisnis, banyak hal yang perlu kamu pahami dan kuasai, utamanya dalam berhubungan dengan bisnis lain.

Sebuah bisnis tak bisa berjalan sendiri. Sebuah bisnis akan selalu memiliki mitra yang berperan sebagai pemasok, pendukung, penyelenggara, maupun bekerjasama dalam bentuk lain.

Tata cara memulai kerjasama antar bisnis juga perlu dijalankan dengan benar. Pasalnya, kerjasama antara dua bisnis harus saling menguntungkan dan dijalin dengan kesepakatan yang jelas.

Salah satu komponen yang selalu ada dalam kerjasama bisnis adalah letter of intent atau LOI.

Dokumen ini diperlukan sebagai langkah awal bagi bisnis dalam menjajaki sebuah perjanjian dan kemitraan lainnya.

Dalam artikel ini, akan dibahas penjelasan lengkap seputar letter of intent beserta jenis, fungsi, dan cara membuatnya. Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Begini 4 Tips dan Contoh Surat Penawaran yang Menarik!

Pengertian Letter of Intent

letter of intent
(Foto surat kontrak. Sumber: Freepik.com)

Menurut Investopedia, letter of intent (LOI) adalah dokumen yang menyatakan komitmen awal dari satu pihak untuk melakukan bisnis dengan pihak lain.

Dokumen ini menguraikan persyaratan utama dari kesepakatan yang akan berlangsung. Umumnya digunakan dalam transaksi bisnis besar, LOI memiliki konten yang mirip dengan term sheet.

Namun, satu perbedaan utama antara keduanya adalah LOI disajikan dalam format surat, sedangkan term sheet bersifat listicle.

LOI berguna ketika ada pertemuan antara dua pihak yang ingin menjalin kesepakatan sebelum poin-poin yang lebih detail dari suatu transaksi dijabarkan lebih lanjut.

Dokumen LOI sering menyertakan ketentuan yang menyatakan bahwa kesepakatan hanya dapat dilakukan jika pembiayaan telah dijamin oleh salah satu atau kedua belah pihak.

Serta menyatakan bahwa kesepakatan dapat dibatalkan jika surat-surat tidak ditandatangani pada waktu tertentu.

Surat ini dapat dibuat oleh satu pihak, kemudian dibalas oleh pihak lain dengan surat balasan.

Namun, kedua pihak juga dapat membuat LOI masing-masing dan saling menandatangi kedua surat tersebut.

Ada berbagai ketentuan awal yang dimuat dalam LOI. Ketentuan-ketentuan tersebut berkaitan dengan langkah dan tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan untuk melanjutkan kerjasama.

Termasuk penjelasan berbagai kondisi yang dapat muncul dan membatalkan LOI di kemudian hari.

Baca Juga: 5 Tips dan Contoh Surat Lamaran Kerja yang Disukai HRD

Tujuan dan Fungsi Letter of Intent

Letter Of Intent: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
(Foto surat kerjasama. Sumber: Freepik.com)

Letter of intent dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai tujuan. Surat ini bisa digunakan untuk menguraikan persyaratan awal dan mendasar dari suatu kerjasama.

LOI juga menjadi sinyal bahwa kedua pihak sedang menegosiasikan kesepakatan tentang sebuah proyek bersama, baik itu menyangkut pekerjaan, merger, akuisisi, pembelian saham, hingga joint venture.

Secara umum, LOI bertujuan untuk menjelaskan poin-poin kesepakatan awal yang akan dinegosiasikan lebih lanjut, melindungi semua pihak yang terlibat, dan mengumumkan bentuk kesepakatan yang akan dijalin (akuisisi, merger, dsb).

Dilihat dari fungsinya, LOI bisa digunakan sebagai bagian dari kebutuhan pekerjaan, bisnis, dan pendidikan.

Fungsi LOI Bagi Pekerja

Pencari kerja mungkin menggunakan letter of intent yang ditujukan kepada manajer perusahaan sebagai cara untuk memperkenalkan diri, mirip seperti surat lamaran kerja.

Hanya saja, informasi yang dimuat dalam LOI cenderung lebih lengkap dan dapat dikirim kapan saja, meskipun tidak ada lowongan pekerjaan.

Harapannya, LOI tersebut dapat diterima dan masuk ke database perusahaan.

Dengan begitu, jika perusahaan yang bersangkutan sedang membuka lowongan kerja, manajer dapat mengenali informasi calon pekerja dan memanggilnya untuk perekrutan.

Dengan begitu, perekrut tidak harus membuka lowongan pekerjaan di portal jobseeker dan kamu pun dapat menjadi prioritas untuk posisi yang dibuka.

Baca Juga: Contoh Surat Penagihan Utang dan Cara Membuatnya

Fungsi LOI Bagi Bisnis

Bisnis menggunakan LOI untuk mengumumkan kesepakatan awal atau segera dimulainya hubungan baru dengan bisnis lain.

Sebelum dokumen perjanjian resmi dibuat, LOI akan menjadi surat awal yang membuka negosiasi lebih lanjut.

Kesepakatan dalam bisnis dapat terjadi dalam bentuk penjualan, pembelian, pengadaan barang, akuisisi, pembelian aset, merger, usaha patungan, dan lain sebagainya.

Fungsi LOI Bagi Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, LOI seringkali digunakan sebagai pernyataan awal mengenai tujuan calon mahasiswa ingin melanjutkan pendidikannya.

Biasanya, calon mahasiswa dapat mengirimkan letter of intent ke universitas sebagai bagian dari materi atau berkas pendaftaran.

Surat LOI tersebut berisi pernyataan tentang profil calon mahasiswa, riwayat pendidikan, biodata, serta tujuan menempuh pendidikan.

Baca Juga: Ini Cara Membuat Surat Izin Tempat Usaha dan Persyaratannya

Jenis-jenis Letter of Intent

Letter Of Intent: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
(Foto negosiasi bisnis. Sumber: Freepik.com)

Sebagai informasi, LOI seringkali disebut sebagai framework letter, letter of interest, intent to purchase letter, dan assurance letter.

Dirangkum dari Contracts Counsel, ada beberapa jenis LOI yang umum digunakan. Berikut penjelasannya:

  • LOI pembelian real estate, bisnis, atau properti

Kamu dapat menggunakan letter of intent untuk menyatakan niat untuk membeli properti komersial, hunian, atau bisnis.

Surat tersebut bukanlah perjanjian pembelian resmi.

Sebab, syarat dan ketentuan transaksi bisnis harus dinyatakan dalam perjanjian pembelian terpisah harus disepakati oleh semua pihak.

  • LOI penerimaan beasiswa

Siswa dapat mengirim letter of intent ke lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan program beasiswa.

Surat itu harus menyatakan apresiasi atas beasiswa yang didapat dan wujud syukur atas kesempatan itu.

  • LOI sekolah pascasarjana

Jika kamu bermaksud mengajukan pendaftaran untuk melanjutkan pendidikan sekolah pascasarjana, kamu dapat mengirim letter of intent ke universitas yang kamu tuju.

Beberapa kampus bahkan mungkin memerlukan LOI sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa.

Surat ini berisi pernyataan bahwa kamu telah mengirimkan pendaftaran dan mencantumkan program pascasarjana yang kamu tuju.

  • LOI akuisisi

Jenis letter of intent ini mirip dengan yang akan kamu gunakan saat membeli bisnis.

Namun, surat ini bersifat rahasia. Surat LOI ini dapat berisi pernyataan dan persyaratan awal yang diperlukan sebelum melakukan negosiasi lebih lanjut.

  • LOI pekerjaan

Kamu dapat mengirim LOI untuk menyatakan minat bekerja di sebuah perusahaan, bahkan ketika tidak ada lowongan yang tersedia.

Surat tersebut dapat menyatakan jenis posisi yang kamu minati. Sehingga jika nantinya perusahaan membuka lowongan pekerjaan, lamaranmu akan menjadi prioritas.

Baca Juga: Materai Elektronik: Fungsi dan Cara Menggunakannya

Cara Membuat Letter of Intent

Letter Of Intent: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
(Foto surat perjanjian. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui penjelasan awal tentang LOI, kamu sudah siap untuk membuat LOI sendiri untuk berbagai tujuan.

Berikut ini panduan membuat LOI yang bisa kamu ikuti, catat langkah-langkahnya, ya!

Langkah 1: Buat Identitas Surat

Setiap surat resmi yang ditujukan kepada individu atau instansi perlu memiliki kop surat. Hal ini berlaku jika kamu mengirim letter of intent atas nama lembaga atau perusahaan.

Jika mengirimnya atas nama individu, kamu dapat melewatkan tahap ini. kop surat berisi identitas pengirim, termasuk logo, nama perusahaan, alamat, dan kontak.

Langkah 2: Bagian Pembuka

Selanjutnya, kamu perlu menulis bagian pembuka surat. Seperti surat resmi lainnya, bagian ini berisi identitas penerima surat dan informasi umum lainnya.

Termasuk tanggal pembuatan surat, nama penerima, lokasi penerima, keterangan lampiran, dan perihal.

Langkah 3: Isi Surat

Pada bagian ini, letter of intent dapat dibagi menjadi beberapa paragraf. Paragraf pertama biasanya berisi salam, perkenalan singkat, dan tujuan surat.

Contohnya, jika LOI digunakan untuk membeli rumah, maka sampaikan maksud tersebut dalam paragraf ini.

Paragraf kedua dapat berisi informasi lebih detail mengenai tujuan yang kamu sampaikan sebelumnya.

Sebagai contoh, kamu dapat menyampaikan tipe rumah apa yang dimaksud, alamat lengkapnya, jumlah unit, dan informasi lain yang lebih rinci.

Paragraf ketiga, kamu dapat menyampaikan keinginan awal atau persyaratan awal. Termasuk harga rumah yang kamu harapkan, tenor yang yang inginkan, serta pernyataan lain.

Bagian ketiga ini juga dapat memuat informasi lain yang ingin kamu bicarakan pada kesempatan selanjutnya.

Langkah 4: Penutup

Bagian terakhir adalah paragraf penutup. Pada bagian ini, kamu perlu menyampaikan ucapan terima kasih serta detail kontak yang dapat dihubungi.

Termasuk nomor telepon, alamat kantor, dan alamat email.

Itulah penjelasan lengkap tentang letter of intent yang berfungsi sebagai pernyataan awal sebelum dimulainya negosiasi dan kesepakatan lebih lanjut antara dua pihak.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X