10 Jenis-Jenis Website Berdasarkan Fungsinya

Share this Post

Table of Contents

Manusia kini tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk menggunakan internet. Karenanya, kamu harus tahu jenis-jenis website yang saat ini tersedia dan bisa digunakan.

Pesatnya perkembangan digital di samping kebutuhan yang terus meningkat oleh penggunanya menyebabkan hadirnya banyak website di internet.

Dilansir dari Techopedia, website adalah sebuah pusat informasi yang bisa diakses oleh publik secara bebas. Ini yang menyebabkan masyarakat sangat membutuhkan website.

Oleh karena itu, tiap website dibuat dengan tujuan tertentu dan dikelompokkan berdasarkan fungsinya.

Fungsinya yang beragam bisa diketahui mulai dari pengenalan produk dan jasa, informasi resmi, branding, dan lain sebagainya.

Nah, kamu harus mengetahui jenis-jenis website berdasarkan fungsinya. Ini akan bermanfaat jika kamu ingin membangun website tertentu dan mendapat gambaran website apa yang ingin kamu bangun.

Penasaran apa saja jenis-jenis website? Yuk, simak penjelasannya berikut!

Baca Juga: 7 Manfaat Blog untuk Bisnis, Apa Saja?

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Fungsinya

jenis-jenis website
Foto: Contoh Website (unsplash.com)

Beragamnya jenis-jenis website mengharuskan kamu tahu seperti apa masing-masing website. Berikut jenis-jenis website yang bisa kamu ketahui:

1. Blog

Blog merupakan website yang banyak sekali digunakan oleh orang-orang. Melalui media ini kamu bisa mengunggah banyak konten yang beragam mulai dari artikel, gambar, maupun video.

Penggunaannya yang lebih fleksibel memungkinkan fungsi yang lebih beragam pula.

Blog bisa menjadi media menyalurkan tulisan yang bersifat personal, opini, review, mempromosikan konten, dan kepentingan lainnya.

Biasanya, blog lebih bersifat dinamis karena dikelola oleh pemilik yang aktif dan lebih memungkinkan melakukan interaksi yang mendalam dengan pengunjung.

2. Website eCommerce

Mungkin kamu sudah tidak asing dengan salah satu jenis website ini. Toko online pastilah memiliki website untuk melakukan fungsinya.

Melalui website ini kamu bisa membeli suatu produk secara daring. Kamu bisa melakukan transaksi dengan para penjual, sekaligus bisa menjadi penjual tersebut.

Pembayaran dan penawaran menjadi kegiatan yang semuanya dilakukan di website.

Jenis website ini cocok jika kamu ingin membuat sebuah website dengan tujuan menjual produk secara daring dan menjadi tempat untuk orang-orang lain jual-beli.

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali website eCommerce, contohnya adalah Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lain sebagainya.

Beberapa brand ternama juga memiliki website toko online sendiri untuk mempromosikan produk-produknya.

Baca Juga: 10 Manfaat Promosi untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan, Wajib Tahu!

3. Website Bisnis

Website ini adalah jenis yang dibangun oleh suatu bisnis tertentu. Fungsinya untuk mengomunikasikan jenis produk dan atau layanan yang disediakan oleh bisnis.

Di masa kini, suatu bisnis setidaknya memiliki website. Sebuah bisnis bisa menjangkau lebih banyak orang sekaligus membangun kepercayaan bisnis dengan website yang dibuat.

Jika dilihat dari fungsinya, mungkin kamu akan kebingungan dengan kesamaan website bisnis dan website eCommerce. Memang tidak ada perbedaan yang mendasar dari kedua jenis website tersebut.

Website eCommerce bisa saja disebut dengan website bisnis, tapi website bisnis tidak selalu sebagai website eCommerce.

4. Website Pemerintah

Fungsi website pemerintah adalah sebagai media untuk menyampaikan informasi seputar instansi pemerintah mulai dari program, kebijakan, layanan yang disediakan.

Biasanya, website pemerintah menggunakan domain yang khusus.

Contohnya di Indonesia, digunakan oleh pemerintah daerah di kabupaten kota, kementerian-kementerian, dan Lembaga negara.

5. Website Entertainment

Salah satu jenis dari jenis-Jenis website yang paling populer ialah website entertainment atau hiburan.

Untuk memenuhi kebutuhan hiburan, website ini biasanya menyediakan gambar-gambar, video, film, music, dan ragam konten lainnya yang bisa menghibur.

Untuk membangun suatu website hiburan kamu harus memastikan dan bekerja untuk mendapatkan audiens yang sesuai dengan jenis hiburan yang akan kamu sediakan.

Contoh dari website hiburan yang bisa kamu jadikan referensi misalnya adalah Netflix, 1cak, 9gag, YouTube, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 7 Macam-macam Search Engine, Tak Hanya Google, Lho!

6. Website Portofolio

Jenis-jenis website bukan hanya untuk keperluan membangun bisnis, lebih jauh dari itu website bisa digunakan untuk menampilkan hasil karya atau pekerjaan yang pernah dilakukan.

Ini menjadi penting apabila kamu ingin menunjukkan kepada klien hasil kerja dan kualitas pekerjaan yang dilakukan.

Uniknya, website portofolio biasanya dijadikan juga sebagai website pribadi.

Keduanya bisa digunakan sebagai personal branding. Karena selain memiliki daftar pekerjaan sebelumnya, website jenis ini menampilkan informasi pemilik website serta portofolionya.

Website pribadi biasanya digunakan oleh public figure mulai dari politikus sampai selebritis. Sedangkan untuk website portfolio banyak dipakai oleh para freelance dan profesional kreatif.

Melalui website ini diharapkan seseorang mendapatkan peluang proyek atau pekerjaan yang baru untuk pembuat website.

Berbeda dengan jenis-jenis website yang lain, website portofolio cenderung lebih mudah dibuat.

Contoh dari website jenis ini bisa kamu lihat dari orang-orang yang menekuni bidang kreatif seperti desainer grafis.

Di dalam website-nya ditampilkan karya berupa desain grafis yang perah dibuat dan daftar proyek-proyek yang dibuat.

7. Website Media atau Portal Berita

Di antara jenis-jenis website yang beragam terdapat website yang menghimpun dan melaporkan berita.

Website jenis ini mendapatkan keuntungan dari iklan yang muncul di situsnya. Selain itu, ada pula website yang menyediakan pemberitaan dengan langganan ataupun dengan kombinasi antara keduanya.

Di Indonesia tersedia banyak portal berita yang bisa kamu kunjungi. Beberapa jenis website berita yang bisa kamu kunjungi adalah Detik, Tribunnews, Liputan6, Kompas, dan lain sebagainya.

8. Website Pendidikan

Seperti namanya, website pendidikan merupakan jenis yang memiliki tujuan untuk kegiatan akademis, seperti penyediaan materi pendidikan dan menginformasikan institusi pendidikan kepada mereka.

Untuk membedakannya dengan jenis-jenis website lain, kamu bisa melihatnya pada domain yang digunakan.

Misalnya, untuk di Indonesia domain yang digunakan pada umumnya adalah ac.id, edu, dan .sch.id. Namun, bukan berarti website dengan domain yang lain tidak biasa digunakan.

Jadi, untuk website pendidikan biasanya dibangun oleh institusi pendidikan seperti sekolah-sekolah atau universitas.

Baca Juga: Kenali 5 Kelemahan Website Builder untuk Toko Online

9. Website Nirlaba

Website jenis ini digunakan untuk kegiatan sosial dan biasanya tidak mengambil keuntungan.

Contohnya adalah website yang digunakan untuk kegiatan bakti sosial, penggalangan dana, kegiatan gotong royong, informasi layanan kesehatan serta vaksin, dan lain sebagainya.

Untuk organisasi nirlaba, biasanya penting untuk membuat website. Ini menjadi penting karena menjadi legitimasi organisasi yang telah dibentuk.

Selain itu, melalui website ini organisasi akan dapat menjangkau lebih banyak orang lagi.

Manfaat lainnya yang bisa kamu dapat menggunakan website adalah fungsi promosi proyek yang dijalankan oleh organisasi kamu dan mendorong pengunjung website kamu mengambil peran aktif seperti ikut menjadi donator dan lain sebagainya.

Di Indonesia, contoh website nirlaba yang bisa kamu lihat misalnya adalah milik Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan KitaBisa.

10. Forum Komunitas

Jenis website selanjutnya adalah untuk keperluan komunitas dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dalam suatu konten.

Mereka terkelompok menjadi suatu komunitas yang memiliki ketertarikan pada suatu topik tertentu.

Di Indonesia, contoh dari forum komunitas adalah komunitas Wiki yang mencoba membangun konten Wikipedia menjadi lebih baik lagi. Selain itu, ada juga Detik Forum dan Kaskus.

Baca Juga: Berapa Biaya Pembuatan Website untuk Toko Online?

Demikian jenis-jenis website berdasarkan fungsinya yang bisa kamu buat.

Untuk membangun sebuah website diperlukan perencaan yang matang. Kamu harus mengetahui terlebih dahulu jenis website apa yang akan dibuat dan bagaimana alur membuatnya.