Kenali Diversifikasi Produk, Strategi Ampuh Jangka Panjang

Share this Post

diversifikasi produk
Table of Contents

Akan sangat menyenangkan jika bisnismu sudah berjalan lancar dan pendapatan mulai stabil. Namun untuk mempertahankannya dalam jangka panjang, kamu perlu melakukan diversifikasi produk.

Setiap produk memiliki siklus hidupnya. Bayangkan jika siklus hidup produk atau layananmu berada pada tahap akhir dalam beberapa tahun mendatang.

Namun kamu tidak punya lini produk lain untuk mempertahankan kelangsungan merekmu. Di sinilah pentingnya melakukan diversifikasi.

Dengan melakukan diversifikasi, dapat menjamin merekmu bertahan lebih lama. Namun apa itu diversifikasi produk? Simak penjelasannya di artikel ini, ya.

Baca Juga: SIRCLO Store, Alternatif TokoTalk untuk Support Bisnismu

Pengertian Diversifikasi Produk

diversifikasi produk
(Diversifikasi dengan membuat produk baru. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Wallstreet Mojo, diversifikasi produk adalah strategi bisnis yang melibatkan produksi dan penjualan lini produk atau divisi produk baru. 

Ini termasuk divisi layanan yang melibatkan perangkat pengetahuan, keterampilan, mesin, dan lain-lain yang sama atau sama sekali berbeda.

Biasanya, diversifikasi dilakukan untuk memastikan kelangsungan hidup atau pertumbuhan dan ekspansi.

Diversifikasi produk dapat terjadi pada berbagai tingkat bisnis atau tingkat perusahaan.

Ini adalah strategi yang tersirat oleh organisasi untuk memperluas ke segmen baru, di mana perusahaan sudah beroperasi pada tingkat bisnis. 

Di tingkat korporat, makna diversifikasi mengacu pada merambah ke segmen baru di luar cakupan produk organisasi yang sudah ada.

Diversifikasi produk juga kadang-kadang disebut diferensiasi produk. Ini adalah bagian dari keputusan lini produk dan dapat terjadi, baik pada tingkat bisnis horizontal maupun vertikal.

Baca Juga: MFG Date dalam Kemasan Produk, Apa Artinya?

Tujuan Diversifikasi Produk

diversifikasi produk
(Membuat konsep baru untuk diversifikasi. Sumber: Freepik.com)

Mengapa perlu melakukan diversifikasi produk? Kegiatan ini dapat membawa sejumlah keuntungan bagi perusahaan.

Untuk memahaminya satu per satu, berikut ini daftar tujuan dari dilakukannya diversifikasi produk:

1. Memanfaat Peluang Pasar

Tujuan pertama, yakni untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang menguntungkan dan bermanfaat. 

Ada banyak sumber daya yang tersedia di pasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. 

Fasilitas produksi dan bertumbuhnya pasar baru dapat dimanfaatkan secara optimal dengan diversifikasi.

2. Stabilitas Pendapatan

Diversifikasi produk dilakukan pula untuk mencapai stabilitas pendapatan dan pertumbuhan bisnis.

Dengan demikian sebuah bisnis dapat memaksimalkan penjualan produk dan melayani kebutuhan konsumen perusahaan.

3. Mengurangi Risiko

Jika pasar sedang mengalami proses kejenuhan, diversifikasi produk dapat membantu mengurangi risiko bisnis.

Kerugian dari lini produk yang sedang mengalami kejenuhan, bisa ditutupi oleh pendapatan dari produk yang sedang diminati.

Baca Juga: Contoh Captive Market, Bisnis dengan Jumlah Barang Terbatas

4. Memaksimalkan Keuntungan Perusahaan

Diversifikasi produk artinya ada ceruk pasar baru yang digaet. Ini artinya, kamu dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan. 

Caranya dengan menawarkan dan memproduksi berbagai jenis produk ke pasar dan membantu dalam mencari peluang baru di pasar.

5. Menciptakan Persaingan Pasar

Diversifikasi dapat menciptakan persaingan pasar. Jika tidak ada kompetisi dalam pasar, tentu akan menciptakan monopoli.

Selanjutnya, diversifikasi dapat membantu sebuah bisnis bertahan dalam persaingan pasar dengan mudah.

6. Mengurangi Pengeluaran Overhead

Diversifikasi dapat membantu mengurangi pengeluaran overhead. Dengan demikian, pengurangan biaya tidak langsung secara keseluruhan.

Selain itu, dapat memenuhi permintaan pengecer yang terdiversifikasi dan mengurangi pengeluaran pasar.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Penjualan Konsinyasi, Berikut Tips Suksesnya

Strategi Diversifikasi Produk

diversifikasi produk
(Melakukan rebranding. Sumber: Freepik.com)

Ada sejumlah cara atau strategi untuk mengimplementasikan diversifikasi produk. Menurut Accounting Tools, melakukan diversifikasi bisa memakan biaya besar, terutama ketika meluncurkannya secara luas di pasar baru. 

Oleh karena itu, cukup masuk akal untuk meluncurkan produk baru di beberapa pasar uji untuk menentukan penerimaan pelanggan. Hal ini perlu dilakukan sebelum meluncurkan konsep baru secara lebih luas.

Berikut ini sejumlah strategi diversifikasi produk yang bisa kamu terapkan pada bisnismu yang sudah berjalan:

1. Pengemasan Ulang

Ini merupakan strategi suatu produk disajikan dapat diubah untuk membuatnya tersedia untuk audiens yang berbeda. 

Misalnya, produk pembersih rumah tangga dapat dikemas ulang dan dijual sebagai bahan pembersih untuk mobil.

2. Mengganti Nama

Produk yang sudah ada dapat diganti namanya, mungkin dengan kemasan yang agak berbeda, dan dijual di negara yang berbeda. 

Tujuannya, yaitu untuk tetap setia pada tujuan asli produk, tetapi menyesuaikannya agar sesuai dengan budaya lokal.

3. Mengubah Ukuran

Suatu produk dapat dikemas ulang menjadi ukuran yang berbeda atau kuantitas penjualan standar. 

Misalnya, produk yang biasanya dijual sebagai satu unit dapat dikemas menjadi sepuluh, kemudian dijual melalui kegiatan cuci gudang.

Baca Juga: 6 Jenis Kemasan Disposable dan Alasannya Jadi Populer

4. Penyesuaian Harga

Harga suatu produk dapat disesuaikan, bersama dengan perbaikan lainnya. Tujuannya, memosisikan ulang untuk dijual melalui saluran distribusi baru.

Misalnya, mesin jam tangan dapat dimasukkan ke dalam casing platinum dan dijual melalui toko perhiasan, dari sebelumnya sebagai jam tangan olahraga.

5. Brand Extension

Ekstensi merek atau brand extension merupakan strategi diversifikasi produk selanjutnya. 

Sangat memungkinkan bagi perusahaan memperluas merek yang ada di ujung bawah atau atas, atau mengisi kekosongan di suatu tempat di tengah lini produk. 

Misalnya, sebuah perusahaan kosmetik mengeluarkan rangkaian make up premium yang khusus digunakan untuk make up artist profesional. Lini produk ini diposisikan di ujung atas merek.

6. Ekstensi Produk

Melakukan ekstensi produk sangat dimungkinkan untuk menjual beberapa versi produk yang sama. 

Caranya, bisa dengan menambahkan fitur tambahan atau menawarkan produk dalam warna yang berbeda.

Contohnya, penjualan smartphone yang ditawarkan dalam beberapa warna.

Baca Juga: TokoTalk Tutup, Yuk Pindah ke SIRCLO Store Sekarang

Contoh Diversifikasi Produk

diversifikasi produk
(Melakukan rebranding. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu tentu sudah memahami bagaimana pengertian diversifikasi produk beserta tujuan dan sejumlah strategi yang dapat diterapkan.

Namun bagaimana implementasi diversifikasi ini sebenarnya? Berikut ini ada beberapa contoh nyata tentang bagaimana perusahaan dapat mendiversifikasi produk.

1. Memperluas Definisi Produk Kesehatan

Merek perawatan kesehatan awalnya memulai dengan menjual produk obat bebas dan mengalami kesuksesan. 

Bisnis ini melakukan diversifikasi produk dengan melakukan ekstensi merek dan memperluas definisi konsumen tentang produk kesehatan. 

Berbagai lini produk baru diperkenalkan untuk memperluas kehadiran dan cakupan kemampuan merek. 

Mulai dari lini produk vitamin, suplemen, perawatan kulit, kesehatan gigi, perawatan penglihatan, kesehatan wanita, perawatan bayi, perawatan rambut dan nutrisi. 

Saat perusahaan memperluas cakupannya dengan menjual produk tambahan, konsumen mungkin mulai mengenalinya sebagai merek kesehatan yang andal.

2. Berkomitmen pada Kelestarian Lingkungan

Contoh lain, perusahaan mobil sudah memantapkan diri di industri otomotif dengan membuat kendaraan yang andal dan berkualitas tinggi. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keuntungan perusahaan menurun secara substansial karena konsumen menjadi lebih sadar lingkungan. 

Perusahaan masih memproduksi mobil dan truk tradisional, sedangkan pasar otomotif telah bergeser ke arah investasi pada kendaraan hibrida.

Tentunya, kendaraan hibrida menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu, perusahaan mobil dapat mendiversifikasi produknya dengan menambahkan opsi kendaraan hibrida dan listrik ke lini produk mereka. 

Mereka bahkan menaikkan harga mobil saat menawarkan opsi ini, karena konsumen biasanya cenderung membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. 

Dengan reputasi yang sudah mapan, perusahaan mungkin melihat pengembalian keuntungan yang cukup besar setelah beradaptasi.

Baca Juga: Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan bagi Bisnis, Cintai Alam!

3. Memahami Pasar untuk Produk Organik

Contoh lain dapat terjadi di perusahaan kecantikan. Sebuah merek kecantikan menemukan keberhasilan dalam menawarkan lini produk secara terbatas. 

Seiring perkembangan, konsumen lebih tertarik untuk membeli produk kecantikan organik yang diproduksi dengan bahan-bahan alami.

Merek kecantikan tersebut dapat memilih untuk mengubah pendekatannya. 

Hal yang dapat dilakukan,yaitu mendiversifikasi lini produknya dengan menawarkan produk organik baru. 

Pengemasan ulang produk klasik yang telah dikenal dan dipercaya oleh konsumen juga dapat dilakukan sebagai langkah diversifikasi produk. 

Hal ini dapat membantu merek mempertahankan relevansinya, memperluas potensi profitabilitas, dan menarik pasar konsumen baru yang sadar kesehatan.

4. Membangun Pengalaman Menjadi Merek

Katakanlah ada sebuah seri buku yang mengalami kesuksesan besar pada tahun-tahun sejak rilis pertamanya.

Merek yang dihasilkan telah diperluas untuk menjual sejumlah sekuel baru dari buku aslinya. 

Untuk mendiversifikasi produk, merek ini dapat memilih untuk memperluas produk yang mereka tawarkan dengan membangun layanan baru.

Salah satu caranya, dengan merilis film berdasarkan buku untuk lebih membangun merek secara komersial dan budaya. 

Selain itu, merek dapat menawarkan layanan pengalaman baru dengan membuka taman hiburan, menjual barang dagangan khusus, atau menciptakan game.

Jenis ekspansi ini dapat membantu merek mempelajari berbagai pasar sambil mempertahankan basis konsumen yang ada.

Cara-cara ini banyak dilakukan pada industri budaya pop. Contoh paling nyata yang bisa kita lihat, yaitu franchise yang muncul dari buku, seperti Harry Potter, James Bond, komik-komik Marvel, DC Comics, dan sebagainya.

Baca Juga: Peluang Bisnis Beras Organik yang Menjanjikan, Ini Tipsnya

Itulah penjelasan mengenai diversifikasi produk disertai sejumlah contoh kasusnya. Bagaimana, apakah bisnismu akan melakukan diversifikasi produk?