Contoh Captive Market, Bisnis dengan Jumlah Barang Terbatas

Share this Post

captive market
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu pernah dengar istilah captive market?

Bagi kamu yang belajar ilmu ekonomi, pasti tidak asing lagi dengan istilah tersebut. 

Nah, buat kamu yang ingin belajar marketing, wajib tahu apa pengertian dari istilah ini. Captive market adalah salah satu jenis pasar di mana konsumen tidak punya pilihan tentang apa yang dibeli atau dari siapa. 

Kondisi memaksa konsumen untuk membeli dari satu pemasok dengan harga yang telah ditetapkan. Tidak ada persaingan, sehingga harga yang ditetapkan pun bisa lebih tinggi.

Mari kupas lebih lanjut mengenai jenis pasar ini pada bahasan dalam artikel berikut ini.

Baca Juga: Food and Beverages, Industri Penyajian Makanan dan Minuman untuk Pelanggan

Apa Itu Captive Market?

captive market
(Ilustrasi captive market. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Business Professor, captive market adalah pasar di mana ada pemasok yang mengontrol pasokan barang tertentu. 

Skenario ini akhirnya menghasilkan permintaan yang tinggi untuk sedikit pasokan yang tersedia di pasar. 

Konsumen tidak punya pilihan selain membeli pasokan yang disajikan. Hal ini menyebabkan harga jadi lebih tinggi dengan diversifikasi yang terbatas bagi konsumen.

Captive market tentu berbeda dengan pasar pada umumnya yang membentuk ekonomi global. 

Sektor konsumsi, seperti buah-buahan dan sayur membentuk pasar persaingan yang sempurna. Industri lain, seperti industri telekomunikasi, membentuk pasar oligopoli. 

Adapun pada pasar monopoli, hanya ada satu penjual yang punya kekuasaan untuk menjual produk tertentu. 

Di pasar monopoli, produsen adalah penentu harga. Konsumen tidak punya pilihan lain untuk membeli. 

Produk yang tersedia di pasar normal dan dapat dibeli dalam lingkungan persaingan sempurna, dijual oleh penjual dalam jumlah terbatas di area tertentu. 

Hal ini merupakan bentuk persaingan yang lebih rendah dan kekuatan monopoli penjual untuk menentukan harga.

Captive market berbeda dengan monopoli. Pada pasar yang sudah dimonopoli, tidak ada pemasok lain dari luar, hanya ada satu perusahaan saja. 

Konsumen tidak ada pilihan selain membeli dari satu penjual dan hanya ada satu pilihan yang diberikan. 

Adapun captive market merupakan kondisi di mana penjual menyediakan barang yang terbatas, sehingga pilihan pembeli menjadi terbatas pula. 

Jenis pasar ini lingkupnya lebih terbatas ketimbang monopoli. Cakupan monopoli bisa hingga skala nasional, bahkan lebih besar lagi. 

Akibatnya, produk yang tersedia di captive market lebih tinggi daripada di pasar normal.

Para konsumen pada pasar ini, mau membeli karena tidak ada penjual lain yang menyediakan barang dengan harga lebih rendah. 

Pilihan konsumen pada pasar ini hanya ada dua, yaitu membeli atau menahan diri untuk tidak membeli. 

Konsumen juga tidak bisa menawar atau negosiasi harga. Mereka membeli barang yang sama dengan harga lebih tinggi karena tidak ada pilihan lain.

Baca Juga: Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Pasar Monopoli di Indonesia

Bagaimana Captive Market Terbentuk?

captive market
(Ilustrasi captive market. Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa hal yang memengaruhi bagaimana terbentuknya captive market. Entah itu karena faktor produknya itu sendiri, atau adanya kondisi pasar tertentu.

Mengutip dari Marketing91, berikut ini sejumlah faktor penentu terbentuknya captive market.

1. Kekurangan Pasokan

Adanya captive market, bisa merupakan akibat dari kurangnya pasokan dalam suatu lingkungan atau daerah. 

Misalnya hasil bumi daerah A tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, sehingga harganya melonjak. 

Selain itu, ketika produk tidak layak konsumsi akibat penyimpanan yang tidak tepat, akan terjadi kenaikan harga pula.

2. Produk Unik

Faktor penentu lain munculnya pasar ini, yaitu ketika produk memiliki suatu kualitas atau manfaat yang unik di dalamnya.

Mau tidak mau produsen terikat untuk mematok harga yang lebih tinggi. Contohnya, komoditas bermerek, buah impor, parfum dari brand luar negeri, dan lain-lain. 

3. Penjual Tunggal 

Captive market bisa terbentuk ketika penjual memiliki semua unit pembelian di tempat belanja. 

Penjual yang menyewa toko atau kios, punya kuasa untuk menjual barang dengan harga tinggi untuk memenuhi biaya sewa toko dan lainnya.

Baca Juga: Competitive Advantage Adalah Aspek yang Membuat Bisnis Unggul

Contoh Captive Market

captive market
(Ilustrasi captive market. Sumber: Freepik.com)

Dari penjelasan di atas, kamu tentu sudah mulai paham apa itu captive market. Namun sadarkah kamu bahwa pasar khusus tersebut itu ada di sekitar kita?

Bahkan kita sering berbelanja di pasar tersebut, meski harganya jauh lebih tinggi. Salah satu contohnya, yaitu makanan yang dijual di bioskop.

Ada minuman bersoda, berondong jagung, minuman kemasan, dan lain-lain. Kamu tahu bahwa harga makanan dan minuman di bioskop tinggi, tetapi kamu tetap membelinya. 

Namun mau tak mau kamu harus membelinya jika ingin menyantap camilan atau minuman sambil menonton di bioskop.

Pasalnya, bioskop sering melarang pengunjung membawa minuman dan makanan dari luar.

Dikutip dari Zen Business, produk yang ada di captive market, bisa saja kamu beli di tempat lain dengan harga yang lebih rendah. 

Akan tetapi tidak mungkin kamu membelinya di luar. Berikut ini adalah contoh captive market lain yang ada di sekitar kita.

1. Kapal Pesiar atau Kereta Api

Harga makanan dan minuman di kedua moda transportasi ini relatif lebih tinggi. Namun secara fisik, kamu tidak mungkin membeli ke tempat lain. 

Kamu tidak punya pilihan untuk membeli makanan dan minuman di kapal pesiar atau kereta api.

2. Tempat Wisata

Pada tempat wisata seperti taman hiburan atau museum, juga terdapat pasar khusus tersebut. Harga makanan atau minuman kemasan bisa lebih tinggi. 

Jika kamu tidak membawa bekal dan merasa lapar, kamu harus mau membeli dengan harga tinggi. Pilihan lain, yaitu kamu tidak makan sampai selesai berwisata.

3. Tempat Olahraga 

Sama seperti tempat wisata, kamu harus membayar harga makanan dan minuman lebih tinggi daripada ketika membeli di luar. 

Kamu bisa saja membawa bekal sendiri, tetapi tidak banyak yang berpikir demikian. Jadi, mau tidak mau harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli di tempat olahraga.

Baca Juga: Ini 5 Peluang Emas Bisnis Pariwisata, Kamu Pilih Mana?

Keuntungan dan Kerugian Captive Market 

captive market
(Ilustrasi captive market. Sumber: Freepik.com)

Jika kamu adalah pebisnis di captive market, salah satu keuntungannya adalah kamu bisa menetapkan harga tinggi. 

Apalagi jika konsumen betul-betul membutuhkan barang yang kamu jual tersebut. Mereka tidak punya pilihan lain untuk membeli di tempat lain. 

Namun ada kelemahan jika kamu ambil bagian sebagai captive market.

Pertama, untuk konsumen mereka harus membeli dengan harga yang sudah ditetapkan atau tidak membeli sama sekali.

Pembeli yang sudah menyadari, bisa saja mengantisipasi dengan membawa sendiri produk yang mereka butuhkan dari rumah. 

Kendati hal ini kecil kemungkinan terjadi, tetapi harus tetap diperhitungkan. Misalnya, dengan tidak menyediakan stok barang terlalu banyak. 

Jika kamu memutuskan untuk terjun ke captive market, ada baiknya melakukan riset terlebih dahulu. Kamu harus memikirkan siapa yang akan menjadi pelanggan dan kompetitor. 

Kamu tetap harus mewaspadai kondisi pasar dan bagaimana mereka dapat bekerja untuk atau melawan bisnismu.

Baca Juga: Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup

Nah demikian ulasan singkat terkait captive market, salah satu jenis pasar yang dikenal di ekonomi makro. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X