Intip Sejarah Aplikasi Twitter, Kini Telah Menjadi “X”

Share this Post

aplikasi twitter
Table of Contents
shopee pilih lokal

Belum lama ini, aplikasi Twitter resmi dibeli oleh miliarder dan bos Tesla, Elon Musk. Ungkap sederet fakta di baliknya, yuk!

CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk resmi membeli aplikasi Twitter seharga $44 miliar atau setara dengan Rp34 triliun pada hari Selasa (26/04/22) lalu.

Kesepakatan tersebut akhirnya tercapai setelah perselisihan yang terjadi selama berbulan-bulan, tuntutan hukum, konflik internal, bahkan sampai membuat akun Twitter Elon Musk ditangguhkan.

Dalam sebuah pernyataan di New York Times, usai resmi membeli aplikasi Twitter, Musk langsung memecat empat orang petinggi Twitter, termasuk CEO media sosial berlogo burung biru itu.

Musk menjanjikan akan membuat gebrakan besar di tubuh media sosial tersebut.

Termasuk langkah cepat mengganti kepemimpinan dan pejabat eksekutif, efisiensi sumber daya, dan merancang cara baru untuk menghasilkan uang.

Platform media sosial yang berbasis di San Fransisco itu telah mempekerjakan lebih dari 7.500 orang. Sayangnya, aplikasi Twitter mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnis berbasis iklan dan menarik pengguna baru.

Langkah awal Elon Musk dalam memecat para petinggi platform tersebut dimaksudkan sebagai upaya gerak cepat untuk membuat perubahan di media sosial burung biru itu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Algoritma Twitter? Berikut Penjelasannya

Sejarah Pendirian Aplikasi Twitter

aplikasi twitter
Foto: Logo Aplikasi Twitter (unsplash.com)

Twitter didirikan oleh Jack Dorsey, Evan Williams, Christopher Stone, dan Noah Glass pada tahun 2006. Media sosial ini lahir setelah startup bernama Odeo mengalami kegagalan pada tahun 2005.

Odeo merupakan perusahaan podcast yang didirikan oleh Noah Glass dan Evan Williams. Evan merupakan pendiri Blogger yang kemudian Ia jual kepada Google.

Odeo tidak berjalan mulus karena kalah bersaing dengan iPod, sebuah platform besutan Apple pada tahun 2005.

Salah satu karyawan Odeo, Jack Dorsey kemudian memiliki ide untuk mendirikan layanan messaging. Mereka berempat mendirikan Obvious Corp dan mengembangkan sebuah aplikasi bernama Twttr.

Mereka kemudian menambahkan dua huruf vokal dalam nama tersebut menjadi Twitter pada tahun 2006. Logo burung biru itu sendiri dibuat oleh Simon Oxley, seorang desainer grafis yang merepresentasikan langit yang cerah.

Sejak April 2007, popularitas Twitter terus meningkat.

Pada tahun yang sama bahkan sudah ada lebih dari 400.000 cuitan setiap harinya. Pada tahun 2015, Twitter sempat mengalami kemunduran pasca pergantian CEO.

Adapun Jack Dorsey, CEO pertama aplikasi Twitter yang kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Evan Williams pada Oktober 2008. Dua tahun kemudian, Williams mengundurkan diri dan digantikan oleh Dick Costolo.

Guna membangkitkan kembali platform media sosial itu, Jack Dorsey pun kembali memimpin Twitter dan menggantikan Dick Costolo sampai bulan November 2021.

Jack Dorsey kemudian digantikan oleh Parag Agrawal hingga akhirnya diberhentikan oleh Elon Musk.

Baca Juga: 7 Cara Jualan di Twitter yang Mudah dan Praktis, Berani Coba?

Elon Musk Merupakan Pengguna Aktif Twitter

Intip Sejarah Aplikasi Twitter, Kini Telah Menjadi "X"
Foto: Logo Aplikasi Twitter (unsplash.com)

Elon Musk lahir di Afrika Selatan tahun 1971. Sosok dengan nama lengkap Elon Reeve Musk ini lama tinggal dengan ayahnya dan pinda ke Kanada untuk menumpang tinggal dengan saudaranya.

Elon Musk pernah bekerja membersihkan sampah gandum di peternakan, tukang sapu, pemotong kayu, hingga menjual komponen komputer. Pekerjaan tersebut dilakukannya untuk menyambung hidup.

Elon Musk dikenal memiliki ambisi yang tinggi terhadap apa yang Ia inginkan. Elon Musk kecil sangat suka membaca dan belajar tentang teknik komputer dan pemrograman.

Miliarder terkenal itu merupakan salah satu pengguna aktif Twitter dan memiliki lebih dari 109 juta pengikut. Musk pertama kali mencapai kesepakatan untuk membeli media sosial tersebut pada bulan April lalu.

Twitter has tremendous potential. I look forward to working with the company and the community of users to unlock it” Katanya dalam sebuah pernyataan pada bulan April.

Namun, pada bulan Juli Elon Musk sempat memutuskan bahwa Ia tidak lagi berminat membeli Twitter. Hal tersebut diungkapkan lantaran Musk menilai bahwa petinggi media sosial itu gagal menghitung akun spam di platform-nya secara akurat.

Twitter menggugat Musk untuk memaksanya memenuhi perjanjian pembelian yang sudah disepakati sebelumnya. 

Perusahaan menuduh Musk mencoba mundur dari kesepakatan karena kemerosotan ekonomi yang menyebabkan penurunan kekayaan pribadinya. 

Elon Musk akhirnya setuju untuk memberikan sekitar $33 miliar dari kesepakatan $44 miliar.

Baca Juga: 5 Cara Mendapat Centang Biru di TikTok, Ikuti Langkahnya!

Itulah cerita dibalik pendirian Twitter hingga dibeli oleh Elon Musk.

Tentunya sangat menarik menantikan fitur baru yang akan dihadirkan pasca pergantian kepemilikan ini.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X