Apa Itu Refund Barang? Ini 6 Tips Membuat Kebijakannya

Share this Post

apa itu refund barang
Table of Contents

Apa itu refund barang?

Jika kamu seorang konsumen yang masih awam dalam soal belanja online, bisa dimaklumi jika belum tahu mengenai refund barang.

Namun, jika kamu akan melakukan bisnis e-commerce, kamu tidak boleh tidak tahu apa itu refund barang.

Refund barang merupakan salah satu aspek penting dalam e-commerce. Transaksi tidak selesai ketika pelanggan membayar produk yang ia beli.

Masih ada urusan lain, seperti pengembalian barang dan pengembalian dana jika produk yang didapat mengalami kerusakan, salah kirim, dan berbagai kendala lainnya.

Dalam artikel ini akan dibahas apa itu refund barang dan bagaimana pengaruhnya pada bisnis. Selain itu, kamu juga bisa mendapat tips terkait membuat kebijakan refund barang.

Baca Juga: 8 Cara Menjual Dead Stock agar Bisnismu Tak Merugi

Apa Itu Refund Barang?

apa itu refund barang
(Foto pengguna kartu pembayaran. Sumber: Freepik.com)

Jadi, apa itu refund barang?

Menurut Collins Dictionary, refund itu sendiri merupakan pengembalian dana kepada pelanggan. Ada banyak alasan mengapa dana harus dikembalikan.

Misalnya pelanggan membayar terlalu banyak atau produk dikembalikan oleh pelanggan. Biasanya karena terdapat kecacatan pada produk atau tidak sesui ekspektasi.

Ketika pelanggan mengembalikan barang ke penjual, tentu mereka akan meminta pengembalian dana. Itulah yang dimaksud dengan apa itu refund barang.

Mengurus refund barang merupakan momok bagi para penjual.

Untuk menghindarinya, kebanyakan penjual menetapkan aturan sepihak dengan menyatakan, “Tidak menerima refund barang.”

Namun, praktik demikian tidak adil bagi pembeli. Di sisi lain, pembeli pun enggan untuk melanjutkan transaksi dengan adanya aturan seperti itu.

Konsumen pun dilindungi oleh hukum melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

UU ini mengatur mengenai segala upaya yang dibutuhkan dalam rangka menjamin ketersediaan perlindungan hukum terhadap pembeli.

Aturan mengenai refund barang biasanya ada dalam e-commerce. Hal ini karena transaksi dilakukan secara jarak jauh.

Pembeli tidak dapat memantau secara langsung produk yang hendak dibeli. Selain itu ada risiko barang rusak karena proses pengiriman.

Untuk barang yang dibeli langsung di toko, biasanya sulit untuk melakukan refund barang.

Pembeli tidak bisa refund barang hanya karena berubah pikiran atau ukuran pakaian yang salah, sebab mereka bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum membeli.

Dengan adanya e-commerce, jadi ada yang namanya penjualan jarak jauh. Setiap aturan refund barang yang ditentukan tiap e-commerce biasanya berbeda.

Namun, aturan yang berlaku pada umumnya sebagai berikut:

  • Refund barang harus ditawarkan kepada pelanggan jika mereka memberi tahu penjual akan mengembalikan produk dalam waktu 2 minggu setelah menerimanya. Pelanggan pun memiliki waktu 2 minggu lagi untuk mengembalikan barang setelah memberi tahu penjual.
  • Refund barang harus diberikan kepada pelanggan dalam waktu 2 minggu setelah penjual menerima barang. Pelanggan menyertakan alasan mereka mengembalikan barang dan meminta refund.
  • Penjual harus memberikan informasi kepada pelanggan mengenai hak mereka untuk membatalkan pesanan dan meminta refund barang.
  • Penjual harus memberi tahu pelanggan mengenai siapa yang bertanggung jawab untuk membayar pengembalian. Jika tidak, penjual akan bertanggung jawab atas biaya pengembalian.

Baca Juga: Cara Mengembalikan Barang di Shopee dan Tips Mencegahnya

Pengaruh dan Fungsi Refund Barang dalam Bisnis

customer hit and run
(Foto pembeli produk online shop. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Kini kamu sudah tahu apa itu refund barang. Selanjutnya, kamu perlu tahu apa fungsinya dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnismu.

Memiliki aturan atau kebijakan mengenai refund barang di e-commerce sangat penting. Kehadiran kebijakan tersebut dapat memengaruhi keputusan pembelian.

Pelanggan ingin tahu seperti apa hak mereka ketika menerima produk yang tidak sesuai ekspektasi. Misalnya ada kerusakan pada produk atau salah kirim produk.

Jika kebijakan refund barang yang kamu tetapkan tidak membuat mereka merasa aman berbelanja, tentu mereka bisa saja mengurungkan niat membeli.

Tidak memilikinya sama sekali juga bisa membuat e-commerce milikmu tampak meragukan di mata calon pembeli.

Oleh karena itu, memiliki kebijakan refund barang yang dipikirkan dengan matang, peru ditampilkan dengan jelas di laman e-commerce.

Ini merupakan kunci untuk menarik minat dan mempertahankan pelangganmu.

Melansir New York Times, secara historis, jaminan uang kembali merupakan salah satu cara untuk promosi produk juga.

Jaminan ini membuat calon pembeli merasa aman untuk berbelanja.

Di sisi lain, jaminan tersebut juga menyiratkan produk yang ditawarkan merupakan produk berkualitas. Dengan demikian, kebijakan refund barang menjadi salah satu alat pemasaran pula.

Kebijakan refund barang yang jelas juga dapat membantu meningkatkan penjualan. Hal ini karena sebagian besar calon pembeli akan mencari laman kebijakan refund barang sebelum melakukan pembelian.

Para konsumen atau calon pembeli masih melihat kebijakan refund barang sebagai jaminan yang mencerminkan komitmen penjual terkait kualitas produk.

Baca Juga: Ini 17 Grosir Barang yang Cepat Laku, Apa Saja?

Tips Membuat Kebijakan Refund Barang

Apa Itu Refund Barang? Ini 6 Tips Membuat Kebijakannya
(Foto customer service. Sumber: SIRCLO Photo Stock)

Kini kamu sudah tahu apa itu refund barang dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnismu. Namun, mengetahui apa itu refund barang tidaklah cukup.

Kamu harus menetapkan kebijakan refund barang di e-commerce milikmu. Hal ini untuk menjaga kepercayaan pelanggan terhadap brand-mu.

Selain itu, dengan menetapkan kebijakan refund barang yang fair, kamu juga melindungi bisnismu. Hal ini untuk melindungi bisnismu dari potensi calon pembeli.

Jadi, kebijakan refund barang melindungi kedua belah pihak. Masih bingung bagaimana cara membuatnya? Ini dia tips membuat kebijakan refund barang.

1. Gunakan Bahasa Sederhana

Membuat kebijakan refund barang itu bukanlah sayembara menulis karya sastra, jadi gunakanlah bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Jelaskan dengan struktur kalimat yang sederhana mengenai apa itu refund barang, bagaimana ketentuan pengembalian barang, dan sebagainya.

Hindari kata-kata sulit yang membuat orang harus membuka kamus.

2. Tempatkan Kebijakan Refund Barang di Bagian yang Terlihat

Jangan sembunyikan kebijakan refund barangmu. Pasang tautan untuk melihat laman ini bagian footer, header, atau tempat terlihat lainnya di e-commerce.

Jangan sampai pelanggan sampai harus berburu mencari informasi mengenai kebijakan refund barang.

Pelanggan atau calon pembeli memang belum tentu akan mencari laman ini.

Namun, dengan menampilkannya di tempat terlihat, pembeli akan menyadari bahwa mereka tidak bisa seenaknya mengembalikan barang yang mereka tidak sukai.

Baca Juga: Barang Reject: Pengertian dan 5 Cara Memanfaatkannya

3. Jangan Menakut-nakuti Pelanggan

Selain menggunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan apa itu refund barang, kamu juga perlu melakukan pemilihan kata dengan cermat.

Sebaiknya jangan menakut-nakuti pelanggan atau calon pembeli dengan kata-kata, “Anda harus”, “Kami tidak bertanggung jawab”, dan sebagainya.

Jangan terkesan pembeli yang harus menanggung segala beban jika ada terjadi kesalahan dalam produk. Mereka bisa lari sebelum bertransaksi.

4. Jelaskan Apa yang Dapat Pelanggan Harapkan dari Tokomu

Kamu harus bisa menjelaskan dengan baik seperti apa tata cara pengembalian barang dan pengembalian dana kepada pelanggan.

Hal ini penting, agar pelanggan bisa menyesuaikan ekspektasi mereka. Misalnya, apakah pelanggan hanya bisa menukar barang yang sama atau bisa meminta pengembalian dana.

5. Jangan Buat Pelanggan Bingung

Buatlah aturan atau kebijakan pengembalian refund barang yang jelas, lugas, dan singkat. Jangan buat pelanggan bingung dengan aturan berbelit.

Jelaskan poin-poin penting dengan baik, misalnya bagaimana prosedur pengembalian atau penukaran barang. Apakah mereka harus membayar sendiri biaya pengiriman ketika mengembalikan barang atau tidak.

Kemudian jelaskan batas waktu pengajuan refund barang. Uraikan bagaimana prosesnya dan berikan pedoman terperinci.

Baca Juga: Zone Picking atau Teknik Ambil Barang, Ini 3 Strateginya!

6. Bersiaplah untuk Menanggung Risiko

Jika kualitas produkmu terjaga dan mengemasnya dengan baik untuk pengiriman, tentu kamu bisa meminimalkan pengajuan refund barang.

Pengajuan refund barang dari pelanggan merupakan risiko yang harus kamu tanggung jika kamu tidak menjaga kualitas produkmu.

Pastikan kamu selalu melakukan quality control secara berkala terhadap barang persediaan di gudang atau tempat penyimpanan.

Demikian penjelasan mengenai apa itu refund barang. Semoga informasi ini bermanfaat!