Apa Itu 3E? Pahami 5 Manfaatnya bagi Perusahaan

Share this Post

3E dalam bisnis
Table of Contents
shopee pilih lokal

Istilah 3E erat kaitannya dengan ekonomi. Ini merupakan singkatan dari economy, efficiency, dan effectiveness (ekonomi, efisiensi, dan efektivitas).

Istilah 3E tak lepas dari istilah Value for Money (VfM). Lalu pertanyaannya kemudian, apa itu VfM ini?

Mengutip dari FELP, VfM adalah konsep tentang mencapai kombinasi optimal dari seluruh biaya dan kualitas. 

Secara tradisional, VfM didefinisikan sebagai tindakan mendapatkan kualitas yang tepat, dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dari pemasok yang tepat, dengan harga yang tepat. 

Konsep ini telah diperbarui untuk memperoleh kualitas barang dan jasa yang lebih baik dalam jumlah yang lebih sesuai, tepat pada saat dibutuhkan, dari pemasok yang lebih baik, dengan harga yang terus meningkat.

Adapun VfM sering diejawantahkan dalam istilah 3E terkait ekonomi, efisiensi, dan efektivitas tadi. Nah, sekarang mari kita pahami lebih lanjut mengenai 3E.

Baca Juga: Sistem Ekonomi Pasar, Berikut Ciri, Kelebihan, dan Kekurangannya

Definisi 3E (Economy, Efficiency, Effectiveness)

3E
(Apa itu 3E. Sumber: Freepik.com)

Istilah ini dapat menjadi tolok ukur dalam menentukan VfM. Tiga tolok ukur ini bisa dibilang cukup relevan dalam menentukan nilai yang bisa kamu dapat.

Adapun Vfm merupakan konsep yang penting dalam sebuah perusahaan. Value atau nilai adalah ukuran manfaat yang diperoleh individu atau perusahaan dari suatu produk atau layanan. 

Dalam tingkat individu, ini mungkin tentang jumlah maksimum uang yang bisa dibayar seseorang (harga).

Bisa juga tentang jumlah minimum yang kita keluarkan untuk memproduksi produk atau layanan tersebut (biaya).

Namun, dalam istilah bisnis, gagasan tentang nilai menjadi lebih halus. Nilai adalah tentang mengakui bahwa ada faktor lain yang berperan saat kita ingin mengamankan dan menawarkan nilai bagi diri kita sendiri serta orang lain.

Nah, setelah memahami VfM, mari pahami lebih lanjut tentang konsep ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

Hal ini untuk menentukan relevansi dengan bisnis atau project yang sedang kamu hadapi saat ini.

1. Ekonomi

Menurut JHM Risk Management Service, ekonomi adalah tentang keseluruhan biaya dan pendapatan. 

Ini tentang memperhitungkan perubahan dalam satu biaya atau manfaat yang dapat berdampak pada orang lain. 

Jadi, peningkatan efisiensi di satu area dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi di tempat lain. 

Kamu dapat meningkatkan efisiensi dengan cara memberikan terlalu banyak tekanan kepada karyawan. 

Ini tentunya dapat menyebabkan ketidakhadiran lebih tinggi dan perputaran staf yang lebih cepat. Dampaknya, biaya total lebih tinggi yang harus kamu keluarkan.

2. Efisiensi

Nah, bicara soal efisiensi, ini adalah hal yang paling kita kenal, terutama jika kita berasal dari latar belakang teknis. 

Efisiensi mengukur hubungan antara input dan output. Kita dapat mengukur input dalam hal biaya atau ukuran fisik, seperti bahan atau jam kerja. 

Demikian pula kita dapat mengukur output dalam hal pendapatan penjualan atau jumlah barang yang diproduksi. 

Dalam bisnis, tentunya jelas lebih baik untuk mencapai hasil yang lebih tinggi dengan biaya lebih sedikit. 

Namun seperti yang disebutkan dalam poin sebelumnya, ada risiko jika kamu terlalu banyak melakukan efisiensi.

Jadi, tentunya kamu perlu mengawasi hubungan ekonomi dan efisiensi ini untuk melihat apakah itu berubah, lalu ke arah mana?

3. Efektivitas 

Bagian terakhir dari 3E, yaitu efektivitas. Ini adalah tentang bagaimana kamu mencapai tujuan. 

Poin efektivitas biasanya menjadi titik berat dalam lembaga sektor publik atau organisasi nirlaba yang tujuannya lebih kepada menyediakan layanan ketimbang menghasilkan keuntungan. 

Jika sistem yang efisien dan ekonomis gagal mencapai tujuan utama kamu, efektivitas tentu tidak akan berhasil. 

Bahkan sektor swasta sekalipun perlu memperhatikan faktor efektivitas ini. Misalnya, laba tahunan mungkin perlu diseimbangkan dengan pertumbuhan jangka panjang atau pangsa pasar.

Bisnismu bisa cepat gulung tikar jika tidak memperhatikan efektivitas.

Akan sulit untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang jika tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan kepada pelanggan.

Baca juga: 7 Strategi Efisiensi UMKM Saat Resesi Tanpa PHK Karyawan

Tujuan 3E (Economy, Efficiency, Effectiveness)

3E
(Penerapan 3E dalam perusahaan. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui bagaimana konsep VfM dan 3E sebagai tolok ukurnya, tentu kamu perlu tahu pula tujuan dari diterapkannya 3E ini.

Dengan memberi dan menerima value for money, kita bisa mendapatkan keuntungan pada segala bidang. Ini dia tujuan dari diterapkannya 3M:

  • Meningkatkan operasi dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien.
  • Bekerja dengan pemasok yang memberi bahan dan keahlian berkualitas tinggi dengan biaya yang tepat.
  • Mempekerjakan dan mendukung orang-orang yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktik.
  • Memanfaatkan sumber daya fisik secara efisien tetapi berkelanjutan, seperti peralatan di kantor, toko, atau pabrik manufaktur di pabrik atau gudang.
  • Menawarkan pelanggan akan produk dan layanan yang dirancang dengan baik dengan harga wajar.

Baca Juga: Sistem Ekonomi Pasar, Berikut Ciri, Kelebihan, dan Kekurangannya

Manfaat 3E bagi Perusahaan

3E
(Pembuatan anggaran menjadi lebih efisien. Sumber: Freepik.com)

Dengan menerapkan 3E, sebuah perusahaan akan mendapatkan sejumlah manfaat atau keuntungan.

Apa saja itu? Simak daftar sejumlah manfaat 3E bagi perusahaaan di bawah ini.

1. Mengurangi Biaya

Pemantauan dan peninjauan biaya harus menjadi bagian dari proses dan siklus budgeting yang sedang berlangsung. 

Kamu harus selalu bertanya pada diri sendiri apakah kamu benar-benar perlu terus membelanjakan uang itu atau apakah dibelanjakan untuk hasil terbaik. 

Apakah kamu masih membutuhkan konsultan untuk membuat anggaran terbaik? Bisakah kamu mengurangi biaya perjalanan? 

Apakah ada cara lain untuk tetap berhubungan dengan pelanggan tanpa mencetak materi promosi yang mahal?

Ada banyak berbagai pertimbangan yang harus kamu pikirkan dan konsep 3E bisa membantumu mencari jalan keluar.

2. Menggunakan Sumber Daya secara Efisien

Ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Misalnya, ketika kamu mempertimbangkan pengiriman ke pelanggan, kamu mungkin ingin mengurangi jumlah kemasan yang digunakan, berinovasi pada kemasan, atau mencegah penggunaan bahan habis pakai yang boros.

3. Menggunakan Teknologi dengan Lebih Efektif

Manfaat menerapkan 3E lainnya, kamu jadi bisa menggunakan teknologi dengan lebih efektif.

Misalnya, ketimbang melakukan rapat rutin secara tatap muka, kamu bisa menggunakan konferensi video bersama tim kamu.

Contoh lain, kamu bisa melakukan investasi dengan membangun sistem pelacakan stok untuk mendukung manajemen rantai pasokan Just-In-Time.

Baca Juga: 6 Manfaat Kewirausahaan bagi Pertumbuhan Ekonomi

4. Memaksimalkan Tenaga Kerja yang Ada

Orang-orang dalam organisasi biasanya merupakan satu-satunya biaya terbesar bagi bisnis. Kamu perlu merekrut orang yang tepat dengan keterampilan yang tepat untuk melakukan hal yang benar pada posisinya. 

Tenaga kerja pun harus diberi dukungan dan pelatihan yang tepat, serta mendorong mereka untuk terus belajar dan tumbuh. 

Mengelola dan memotivasi tim dengan baik akan mengurangi perputaran staf, biaya perekrutan, dan pelatihan terkait.

5. Menjadi Patuh terhadap Hukum

Praktik kerja yang mendukung kepatuhan terhadap aturan, akan membantu menghindari proses pengecekan yang tidak perlu.

Mulai dari investigasi, proses hukum, denda, penalti, kompensasi, yang berujung pada kehilangan reputasi.

Nah itu dia penjelasan singkat mengenai 3E dan bagaimana hubungannya dengan konsep Value for Money. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X