6 Tips Hindari Backdoor Attack, Lindungi Akunmu dari Hacker!

Share this Post

backdoor
Table of Contents

Pernah mendengar istilah backdoor?

Tidak seperti pengertian harfiahnya, “pintu belakang”, istilah ini punya makna berbeda jika dikaitkan dengan keamanan siber.

Backdoor saat bermanfaat bagi pengembang TI untuk mengakses teknologi yang dibuatnya dengan cepat.

Baik digunakan untuk troubleshooting, membantu pengguna yang tidak bisa mengakses akun, dan sebagainya.

Namun sayangnya, cara yang sama digunakan pula oleh orang-orang yang punya intensi buruk di dunia siber.

Para peretas biasa menggunakannya untuk kepentingan lain, seperti mengambil data pribadi dan data keuangan pengguna.

Agar data kamu selalu aman, kamu perlu memahami lebih jauh pengertian dan cara menghindari backdoor attack.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Antivirus Terbaik, Jaga Komputermu Tetap Aman!

Pengertian Backdoor

backdoor
(Backdoor adalah istilah yang terkait keamanan siber. Sumber: Freepik.com)

Backdoor dalam dunia keamanan siber memiliki makna yang sangat berbeda.

Mengutip dari Malwarebytes, istilah ini mengacu pada metode apa pun yang digunakan pengguna tidak sah dapat menyiasati langkah-langkah keamanan normal. 

Dengan metode ini, pengguna tersebut bisa mendapat akses pengguna tingkat tinggi (root access) pada sistem komputer, jaringan, atau aplikasi perangkat lunak. 

Begitu masuk, para peretas dapat menggunakan backdoor untuk mencuri data pribadi dan keuangan, memasang malware, serta membajak perangkat.

Memang mengerikan, tetapi backdoor ternyata tidak hanya untuk orang jahat. Backdoor juga dapat dipasang oleh si pembuat perangkat lunak atau perangkat keras untuk mendapatkan akses ke teknologi yang dibuatnya. 

Backdoor dari jenis non-kriminal ini, berguna untuk membantu pelanggan yang tidak dapat mengakses perangkat, troubleshooting, dan menyelesaikan masalah perangkat lunak.

Backdoor ada untuk sekelompok orang terpilih yang tahu untuk mendapatkan akses mudah ke sistem atau aplikasi.

Sayangnya, metode yang sama digunakan para peretas untuk tujuan lain.

Baca Juga: Awas! Ini Ancaman 5 Jenis Malware dalam Website Toko Online

Cara Kerja Backdoor Attack

backdoor
(Peretas melakukan backdoor attack. Sumber: Freepik.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu pasti sudah mulai memahami bahwa backdoor tidak selalu digunakan oleh orang-orang yang punya intensi buruk.

Namun tak sedikit yang menyalahgunakannya, sehingga muncul istilah backdoor attack. Ini terjadi ketika ada peretas yang berusaha menyerang perangkat kamu.

Bagaimana cara kerjanya?

Mengutip dari Safety Detective, agar peretas berhasil memasang backdoor di perangkat kamu, mereka harus mendapatkan akses.

Akses bisa didapat melalui akses fisik, serangan malware, atau mengeksploitasi kerentanan sistem. 

Beberapa kerentanan yang umumnya ditargetkan peretas, antara lain open port, kata sandi yang lemah, perangkat lunak yang out-of-date, dan firewall yang lemah.

Berikut ini merupakan beberapa contoh berbagai jenis backdoor yang sering digunakan para peretas.

1. Trojan

Ini adalah malware yang berpura-pura menjadi file yang sah untuk mendapatkan akses ke perangkat kamu. 

Setelah kamu mengizinkan file ini untuk membuat perubahan pada perangkat, Trojan akan terinstal di perangkat. 

Trojan memungkinkan peretas untuk mengakses file dan program, atau menginstal malware yang lebih serius di perangkatmu.

2. Rootkit

Ini merupakan ancaman malware tingkat lanjut yang mampu menyembunyikan aktivitasnya dari sistem operasi, sehingga sistem operasi memberikan root access ke Rootkit. 

Rootkit memungkinkan peretas untuk mengakses perangkatmu dari jarak jauh, mengubah file, mengamati aktivitasmu, hingga menyabotase sistem. 

Bentuk Rootkit, dapat berupa perangkat lunak atau chip komputer yang diubah secara fisik.

3. Backdoor Perangkat Keras

Backdoor perangkat keras adalah chip komputer yang dimodifikasi atau firmware lain yang memberikan akses non-pengguna ke suatu perangkat. 

Ini dapat mencakup ponsel, perangkat IoT seperti termostat, dan sistem keamanan rumah, router, serta komputer. 

Jika alat ini sudah terpasang, peretas bisa mendapatkan data pengguna, menyediakan akses jarak jauh, atau digunakan untuk pengawasan.

4. Backdoor Kriptografi

Pada dasarnya, ini adalah “kunci utama” yang dapat membuka kunci setiap bagian data terenkripsi dengan protokol enkripsi tertentu. 

Standar enkripsi seperti AES menggunakan enkripsi end-to-end, sehingga hanya pihak yang bertukar kunci kriptografi yang dapat mendekripsi informasi.

Baca juga: Mengenal Serangan Trojan dan Bagaimana Caranya Menyerang Komputer?

Cara Menghindari Backdoor Attack

backdoor
(Cara menjaga perangkat dari backdoor attack. Sumber: Freepik.com)

Backdoor attack tentunya sangat berbahaya, karena cukup sulit untuk dideteksi dan bisa tidak terdeteksi dalam jangka panjang.

Meski begitu, ada beberapa cara menghindarinya untuk menjaga keamanan perangkat kamu dari serangan ini.

1. Gunakan Antivirus

Perangkat lunak antivirus yang canggih dapat membantu mendeteksi dan mencegah berbagai malware, termasuk Trojan, kripto, spyware, dan Rootkit yang sering digunakan oleh peretas.

Antivirus yang baik, akan menyertakan alat seperti pemantauan WiFi, firewall canggih, perlindungan web, serta pemantauan privasi mikrofon dan webcam untuk memastikan penggunanya seaman mungkin saat online.

Artinya, antivirus kamu akan mendeteksi dan menghilangkan infeksi backdoor sebelum dapat menginfeksi perangkat.

2. Berhati-hati dalam Mengunduh

Saat mengunduh perangkat lunak, file, atau aplikasi, perhatikan permintaan izin untuk menginstal aplikasi tambahan.

Ini disebut PUA (Potentially Unwanted Application) atau aplikasi yang tidak diinginkan. 

Ini tampil seperti aplikasi gratis yang tampak sah, tetapi sebenarnya tidak. PUA sering dikemas dengan sejenis malware, termasuk virus backdoor.

Cara menghindarinya, pastikan kamu selalu mengunduh dari situs web resmi dan hindari situs unduhan pihak ketiga.

3. Gunakan Firewall

backdoor
(Firewall untuk menambah keamanan. Sumber: Freepik.com)

Sebagian besar perangkat lunak antivirus dilengkapi dengan firewall yang dapat membantu melindungi dari serangan apa pun.

Firewall dirancang untuk memantau semua lalu lintas masuk dan keluar di jaringan perangkatmu, sehingga dapat menyaring ancaman.

Selain itu, firewall dapat diatur untuk memblokir aplikasi apa pun di perangkatmu yang mencoba mengirimkan data rahasiamu ke lokasi jaringan yang tidak dikenal.

4. Gunakan Password Manager

Password manager dapat membantumu membuat dan menyimpan kata sandi untuk semua akunmu, serta membantumu masuk secara otomatis.

Perangkat lunak ini menggunakan kata sandi utama untuk mengenkripsi basis data kata sandi kamu. Jadi, kamu tidak perlu mengetikkan kata sandi, email, atau nama pengguna setiap saat. 

Yang harus kamu lakukan adalah menyimpan kata sandi di password manager kemudian membuat kata sandi utama.

Saat masuk ke salah satu akun kamu, kamu perlu mengetikkan kata sandi utama, yang secara otomatis mengisi data. 

Sebagian besar password manager memiliki fitur yang menotifikasi ketika datamu dibobol.

5. Selalu Update Perangkat

Peretas selalu punya celah untuk menyalahgunakan kelemahan yang ada dalam perangkat atau perangkat lunak. 

Kelemahan ini bisa ada karena kurangnya update atau pembaruan.

Menurut Geekflare, satu dari tiga pelanggaran disebabkan oleh kerentanan yang bisa saja sudah ditambal.

Studi lain menunjukkan, 34% para ahli TI di Eropa melaporkan bahwa perusahaan mereka telah mengalami kebocoran data karena kerentanan yang belum ditambal.

Untungnya, pengembang perangkat lunak sering menerbitkan update atau patch baru untuk memperbaiki kerentanan dalam perangkat lunak mereka. 

Oleh karena itu, kamu perlu mengaktifkan fitur auto-update atau pembaruan otomatis. Hal ini penting untuk menjaga sistem operasi kamu dari serangan peretas.

6. Gunakan Multi-Factor Authentications (MFA)

MFA dirancang untuk meningkatkan keamanan dengan mencegah akses yang tidak sah.

Fitur Ini mengharuskanmu untuk mengonfirmasi identitas dengan lebih dari satu cara saat mengakses aplikasi, situs web, atau perangkat lunak.

MFA menggunakan tiga elemen penting untuk membuktikan identitas kamu. Pertama, sesuatu yang hanya kamu yang tahu, seperti kata sandi atau pin.

Kedua, sesuatu yang hanya kamu yang memilikinya, seperti nomor token yang dikirim ke nomor ponsel kamu. Ketiga, sesuatu yang hanya milik kamu, seperti sidik jari, suara, atau fitur wajah.

Misalnya, saat masuk ke akun email dengan kata sandi, kamu mungkin mendapatkan notifikasi di ponsel yang meminta mengetuk layar untuk menyetujui permintaan.

Kamu juga dapat menggunakan kata sandi, sidik jari, atau iris mata saat masuk ke akun.

Baca juga: Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya

Itulah penjelasan mengenai backdoor, cara kerja serangan melalui backdoor oleh peretas, hingga cara menghindarinya.

Jaga baik-baik keamanan perangkat dan akun-akunmu, ya!