5 Strategi Pemasaran Jasa untuk Tawarkan Service Business

Share this Post

strategi-pemasaran-jasa
Table of Contents
shopee pilih lokal

Strategi pemasaran jasa memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan pemasaran jenis produk lain.

Hal ini karena yang ditawarkan tidak berwujud sama sekali.

Dengan tidak adanya produk fisik yang ditampilkan, tentunya akan berpengaruh kepada cara kamu memasarkan jasa.

Pemasaran jasa juga harus bisa terdengar lebih meyakinkan melalui kata-kata.

Terkadang kamu harus mengandalkan konsumenmu sendiri untuk memberikan testimoni baik, sehingga memengaruhi konsumen lain menggunakan jasamu.

Namun, mendapatkan konsumen pertama juga menjadi perkara sulit jika strategi pemasaran jasa tidak tepat.

Dalam artikel ini, akan dibahas seluk-beluk mengenai pemasaran jasa berikut strateginya.

Baca Juga: 9 Strategi Online to Offline Marketing untuk Tingkatkan Penjualan!

Definisi Strategi Pemasaran Jasa

strategi pemasaran jasa
(Foto admin online shop. Sumber: Freepik.com)

Menurut Mbaskool, Strategi pemasaran jasa adalah strategi yang mempromosikan manfaat dan penawaran tidak berwujud yang diberikan oleh perusahaan untuk memberi nilai kepada konsumen.

Jasa bisa berbentuk penawaran layanan mandiri atau layanan yang melengkapi produk fisik.

Pemasaran jasa merupakan konsep yang fokus utamanya pada bisnis produk tidak berwujud atau nonfisik.

Jasa adalah kelebihan suatu perusahaan yang sebagian besar didorong oleh layanan person to person dan tidak dapat disimpan oleh konsumen.

Kepuasan konsumen menjadi satu-satunya indikator apakah jasa yang diberikan sudah memenuhi kebutuhannya atau tidak.

Sektor bisnis semacam perhotelan, pariwisata, jasa keuangan, jasa profesional, dan sebagainya, cocok untuk menggunakan strategi pemasaran jasa.

Strategi pemasaran jasa dapat dibagi dalam tiga aspek, yaitu pemasaran eksternal, internal, dan interaktif.

Pemasaran eksternal mencakup penetapan harga, distribusi, dan promosi layanan kepada konsumen.

Ada pun pemasaran internal mencakup pelatihan dan memotivasi pegawai agar melayani konsumen dengan baik.

Terakhir, pemasaran interaktif bergantung pada keterampilan pegawai dalam melayani konsumen.

Baca Juga: Ini 4 Strategi Defensive Marketing untuk Pertahankan Posisi Perusahaan di Pasar

Jenis Strategi Pemasaran Jasa

5 Strategi Pemasaran Jasa untuk Tawarkan Service Business
(Foto pengelola bisnis. Sumber: Freepik.com)

Sebelum menjalankan strategi pemasaran jasa, kamu perlu tahu terlebih dahulu mengenai jenis dan karakteristik pemasaran jasa.

Setidaknya, terdapat tiga jenis pemasaran jasa yang dapat kamu lakukan.

1. B2C

Business to consumer atau B2C merupakan layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen akhir.

Layanan bisa berupa telekomunikasi, layanan keuangan, perhotelan, hingga layanan perbaikan.

Fokus utama bisnis adalah menjual jasa. Misalnya, perhotelan atau jasa konsultasi keuangan menjadikan jasa sebagai bisnis utama mereka.

2. B2B

Business to business atau B2B merupakan hubungan kerja sama antara dua perusahaan. Ada banyak perusahaan yang menjadikan perusahaan lain sebagai pelanggan mereka.

Layanan jasa B2B meliputi keuangan, perjalanan, teknologi, media, dan sebagainya.

Pemasaran jasa jenis ini dilakukan dengan motif menunjukkan nilai bisnis kepada organisasi yang menggunakan layanan tersebut.

3. Layanan Pasca-pembelian

Jenis pemasaran jasa ini dilakukan ketika perusahaan memberikan layanan tambahan setelah konsumen melakukan pembelian.

Layanan ini berupa layanan garansi, costumer support, customer service, layanan perbaikan barang, dan sebagainya.

Misalnya, perusahaan gawai menyediakan layanan hotline pelanggan untuk menerima komplain dan pertanyaan seputar produk.

Jika terjadi kerusakan produk, pelanggan dapat menggunakan garansi dan membawanya ke service center untuk diperbaiki.

Baca Juga: 7 Strategi Melindungi Bisnis dari Bencana Alam

Karakteristik Strategi Pemasaran Jasa

5 Strategi Pemasaran Jasa untuk Tawarkan Service Business
(Foto diskusi karyawan. Sumber: Freepik.com)

Ada pun pemasaran jasa memiliki sejumlah karakteristik.

Berbagai karakteristik ini perlu diketahui karena strategi pemasaran jasa sangat berbeda dengan pemasaran produk fisik lainnya.

Berikut sejumlah karakteristik pemasaran jasa:

1. Tidak Berwujud

Jasa merupakan produk tidak berwujud yang tidak dapat dilihat atau disentuh, tetapi hanya dapat dialami.

Keputusan pembelian konsumen sepenuhnya didasarkan kepada pemahamannya mengenai layanan yang ditawarkan.

Kemampuan pemasar dalam meyakinkan konsumen untuk menggunakan jasa, sangat memengaruhi keputusan konsumen.

Ada sedikit saja publisitas negatif mengenai jasa yang ditawarkan, bisa membuat konsumen balik badan.

2. Penggunaan Produk Berwujud

Perusahaan jasa memanfaatkan berbagai produk berwujud atau fisik untuk memberikan layanan kepada konsumen. Misalnya, agen travel perlu memesan tiket pesawat untuk klien.

Contoh lain, bisnis perhotelan memberikan kamar beserta kasur, bantal, dan perlengkapan lainnya sebagai bagian dari layanan.

3. Tidak ada Penyimpanan Stok

Jasa disediakan dan diberikan saat itu juga. Tidak seperti produk fisik, pada pemberian jasa tidak ada produk yang disimpan sebagai stok.

Sebagai pemilik bisnis jasa, kamu pun tidak perlu memiliki gudang untuk menyimpan stok. Apalagi melakukan pemeliharaan stok.

4. Penentuan Harga

Dalam melaksanakan strategi pemasaran jasa, penentuan harga menjadi sangat krusial. Pada industri jasa, sering kali konsumen lebih mementingkan kualitas layanan dibandingkan harga.

Jika harga rendah, konsumen bisa sangsi dengan kualitas layanan yang ia dapatkan. Bila terlalu tinggi, ekspektasi mereka akan tinggi pula. Konsumen berusaha untuk mendapat pelayanan maksimal dari apa yang ditawarkan.

Baca Juga: 8 Strategi Website Pemasaran yang Efektif untuk Bisnis

Strategi Pemasaran Jasa

5 Strategi Pemasaran Jasa untuk Tawarkan Service Business
(Foto presentasi. Sumber: Freepik.com)

Kini kita memasuki strategi pemasaran jasa setelah mengetahui bagaimana jenis dan karakteristik industri jasa itu sendiri.

Ada beberapa strategi pemasaran jasa yang perlu kamu lakukan agar usaha jasamu dapat membuahkan hasil.

1. Riset Pasar

Riset pasar merupakan hal mendasar yang perlu dilakukan sebelum menjalankan strategi pemasaran jasa.

Melalui riset pasar, kamu dapat mengetahui karakteristik calon konsumenmu.

Dari situ, kamu bisa menentukan pemasaran atau bentuk layanan apa yang tepat untuk menggaet mereka. Selain itu, riset pasar memberi wawasan tentang bagaimana kinerja proses bisnismu.

2. Strategi Ceruk

Strategi ceruk atau niche perlu kamu lakukan untuk membedakan bisnismu dengan berbagai bisnis yang sudah ada.

Dengan menentukan ceruk pasar, kamu bisa fokus memberikan jasa kepada konsumen tertentu.

Memang segmentasi juga jadi terbatas dengan penentuan ceruk pasar. Namun, bisnismu berpotensi menjadi yang terbaik di bidangnya.

Misalnya, kamu hendak membuka usaha fotografi, tetapi sudah banyak yang terjun di bidang jasa fotografi pernikahan dan acara.

Kamu bisa mencari ceruk pasar para pelaku bisnis e-commerce dengan menawarkan jasa foto produk.

3. Media Sosial

Media sosial tidak hanya bisa digunakan untuk memasarkan produk fisik. Strategi pemasaran jasa juga bisa dilakukan di media sosial.

Kelebihannya menggunakan media sosial, kamu dapat langsung menampilkan portofolio jasamu. Calon konsumen juga dapat dengan mudah menghubungimu melalui direct message atau melalui kolom komentar.

Selain itu, kamu juga bisa memasarkan produk jasa melalui WhatsApp Business API dengan menggunakan layanan Chat Commerce dari SIRCLO Store.

Dengan menggunakan layanan SIRCLO Store, kamu bisa menggunakan fitur dasbor untuk memudahkan penjualan melalui WhatsApp.

Selain itu, kamu bisa langsung memproses pesanan, merekomendasikan produk dari katalog, tersedia fitur chatbot, notifikasi pengiriman, hingga Multiple Admin.

Penasaran dengan layanan Chat Commercre SIRCLO Store? Cek disini untuk informasi lebih lanjut.

4. Situs Web yang Mudah Diakses

Berbicara soal portofolio jasa, memiliki situs web yang bisa menunjukkannya secara lebih komprehensif juga penting.

Dengan memiliki situs web, kamu menunjukkan bahwa usaha jasamu memiliki profesionalitas dan tampak sedikit lebih “bermodal”.

Namun, penting juga untuk memiliki situs web yang mudah diakses dengan navigasi mudah.

Selain itu, desain situs web juga memiliki peran penting. Desain yang bagus dan tidak asal-asalan, menunjukkan kamu serius dengan bisnis jasamu.

Baca Juga: 7 Manfaat Pemasaran Online Beserta Contohnya

5. Search Engine Optimization (SEO)

Percuma memiliki situs web yang bagus, tetapi tidak ada yang mengunjunginya. Maka dari itu, kamu harus melakukan strategi SEO untuk melengkapi strategi pemasaran jasa.

Kamu bisa melakukan dua jenis SEO, yakni onsite dan offsite. Dengan onsite SEO, kamu mengoptimisasi kata kunci dan konten di dalam situs web.

Adapun offsite SEO dilakukan untuk mendapat backlink dari situs lain. Salah satu caranya, dengan membuat artikel di tempat lain yang menautkan alamat situs webmu.

Mau tau cara cepat balas chat dari customer? Tonton video berikut yuk!

shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Demikian sejumlah strategi pemasaran jasa yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bisnis jasamu. Semoga bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X