Apa Itu Personal Selling? Berikut Tips Melakukannya

Share this Post

personal selling
Table of Contents

Apa itu personal selling?

Salah satu cara untuk menghasilkan penjualan adalah dengan menggunakan personal selling.

Dilansir dari Jurnal IAIN Kediri, personal selling termasuk dalam komponen promotion mix di
samping advertising, sales promotion, dan publicity.

Dalam hal ini, penjualan dilakukan dengan menekankan pada komunikasi yang bersifat persuatif untuk dapat menggugah kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian.

Seperti yang kamu ketahui, menjual suatu barang atau jasa bukanlah perkara yang mudah.

Oleh sebab itu, berkomunikasi secara langsung dengan calon pelanggan bisa menjadi strategi yang perlu dicoba.

Dengan bertemu langsung, kamu bisa menjelaskan fitur-fiturnya dan membujuk mereka untuk membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Soft Selling agar Jualanmu Lebih Persuasif

Bentuk-bentuk Personal Selling

bentuk personal selling
Foto: Unsplash.com

Dalam praktiknya, pemasaran personal dibagi ke dalam beberapa bentuk, yakni:

  • Field Selling, yaitu tenaga penjual yang melakukan penjualan d iluar perusahaan dengan mendatangi konsumen dari rumah ke rumah atau dari perusahaan ke perusahaan lainnya.
  • Retail Selling, yaitu tenaga penjual yang melakukan penjualannya dengan melayani konsumen yang datang ke perusahaan.
  • Executive Selling, yaitu hubungan yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan dengan pemimpin perusahaan lainnya atau dengan pemerintah.

Karekteristik Personal Selling

karakteristik personal selling
Foto: Pixabay.com

Untuk membedakan personal selling dengan strategi penjualan lainnya, ada beberapa karakteristik yang menjadi ciri khasnya, yakni:

1. Adanya Kontak Manusia

Penjualan personal ditandai dengan adanya kontak antar manusia.

Dalam hal ini, penjualan dilakukan dengan melibatkan interaksi orang-ke-orang.

Di mana penjual berinteraksi langsung dengan calon pelanggan dan menjalankan strategi penjualan yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan.

2. Pengembangan Hubungan Penjual dan Pembeli

Dalam personal selling, penjualan pribadi melibatkan pengembangan hubungan antara penjual dan pembeli.

Di mana penjual harus membangun kepercayaan sehingga calon pelanggan tertarik untuk melakukan pembelian.

Secara tidak langsung, teknik pemasaran yang satu ini mengakibatkan tenaga penjual menjadi bagian dari proses pembelian.

3. Komunikasi Dua Arah

Tidak seperti pemasaran massal, personal selling dicirikan oleh aliran informasi atau komunikasi dua arah.

Dalam hal ini, para calon pembeli memiliki kesempatan untuk bertanya dan menghilangkan keraguan mereka langsung dari penjual sebelum membeli.

Ketika memutuskan untuk menggunakan pemasaran personal, kamu pun sebaiknya memiliki product knowledge yang baik sehingga bisa menjelaskan barang yang ditawarkan serinci mungkin.

Kamu juga perlu bersiap atas segala pertanyaan yang mungkin diajukan oleh calon pelanggan. Buatlah mereka yakin dengan jawabanmu sehingga yakin untuk melakukan pembelian.

Baca Juga: Apa Itu Direct Selling? Ketahui 6 Keuntungannya

4. Komunikasi yang Cepat

Karena penjualan pribadi melibatkan interaksi dari orang ke orang, maka aliran komunikasi yang terjadi biasanya sangat cepat.

5. Fleksibilitas

Dalam hal ini, tenaga penjual dituntut untuk menyesuaikan promosi penjualan sesuai dengan kepribadian dan persyaratan calon audiens atau calon pelanggan.

Oleh sebab itu, strategi penjualan ini dinilai sangat fleksibel karena salah satu pendekatan yang cocok dengan pelanggan belum tentu bisa diterima oleh pelanggan lainnya.

6. Paham Kebutuhan Pelanggan

Personal selling harus dilakukan dengan tenaga penjual yang bisa memahami kebutuhan pelanggan.

Dengan begitu, calon pelanggan bisa lebih yakin dalam memberi produk atau jasa yang telah ditawarkan.

7. Persuasif

Personal selling bukan hanya tentang memberi tahu calon pelanggan tentang penawaran perusahaan.

Strategi penjualan ini juga melibatkan penggunaan kekuatan persuasi untuk membuat pelanggan menerima sudut pandang penjual atau meyakinkan pelanggan untuk mengambil tindakan tertentu.

Baca Juga: Tips Lakukan Hard Selling Marketing agar Penjualan Meningkat

Tujuan Personal Selling

tujuan personal selling
Foto: Pixabay.com

Segala strategi pemasaran, termasuk pendekatan personal tentu saja bertujuan untuk menghasilkan penjualan dan meningkatkan pendapatan usaha.

Namun selain itu, ada beberapa tujuan lain dari pemasaran personal, berikut yang dikutip dari Feedough:

  • Membangun kesadaran merek dan produk dengan mengedukasi pelanggan tentang penawaran perusahaan dan manfaatnya.
  • Meningkatkan penjualan dengan mengidentifikasi dan membujuk prospek untuk membeli penawaran bisnis.
  • Membangun hubungan jangka panjang yang erat dengan pelanggan karena telah menegakkan komunikasi dua arah dari orang ke orang.
  • Mempertahankan loyalitas pelanggan sekarang dengan memberi pelayanan yang baik
  • Mendukung pelanggan dengan memberikan informasi teknis yang terperinci.
  • Merangsang permintaan penawaran dengan membantu pelanggan selama proses pengambilan keputusan dan membimbing mereka menuju penawaran bisnis.
  • Memperkuat merek dengan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dari waktu ke waktu.
  • Melengkapi penjualan masa depan dengan mengkomunikasikan informasi produk.
  • Mendapatkan informasi pasar.

Baca Juga: Cross Selling Adalah Cara Ampuh Meningkatkan Penjualan

Tips Melakukan Personal Selling

tips melakukan personal selling
Foto: Pexels.com

Jika kamu tertarik untuk menggunakan strategi pemasaran personal, ini dia beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Perlakukan Konsumen Secara Manusiawi

Ketika kamu melakukan pemasaran dari orang ke orang secara langsung, pastikan untuk memerlakukan mereka secara manusiawi.

Maksudnya, kamu harus tetap sopan dan tidak boleh berlaku seenaknya dengan konsumen. Perlu diingat bahwa, menjalin hubungan baik dengan konsumen itu adalah keharusan.

Oleh sebab itu, perhatikanlah tata krama saat kamu berinteraksi dengan konsumen. Misalnya, dengan berpakaian rapi dan bersih, serta menggunakan bahasa yang santun saat berbicara.

Meski menjelaskan fitur dan keunggulan produk itu penting, tetapi jangan lupa untuk tetap memerhatikan respon mereka.

Lihatlah apakah calon konsumen yang kamu ajak bicara telah nyaman. Coba beri juga mereka kesempatan untuk mengungkapkan opini pribadinya.

Jangan hanya terfokus pada penjualan, tetapi bangun juga hubungan yang baik dengan calon konsumen.

Meski tidak semua orang yang kamu tawarkan melakukan penjualan, tetapi setidaknya mereka sudah mengetahui merek dan produk yang kamu jual.

Siapa tahu, mereka akan melakukan pembelian di lain waktu. Jadi, bersikaplah seprofesional mungkin.

Baca Juga: 8 Cara Untuk Mencapai Target Penjualan, Gunakan Cara Ini!

2. Bercanda Itu Boleh Asal Tidak Kelewatan

Untuk menunjukkan kedekatan antar penjual dan pembeli, kamu juga bisa menyisipkan humor di sela-sela interaksi.

Misalkan saja ketika konsumen atau calon konsumen sedang mencari info tentang produk yang akan dibeli, kamu bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan selingan humor.

Sedikit candaan akan membantu untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan hubungan yang lebih erat.

Calon konsumen pun tidak merasa sungkan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan yang sekiranya mereka butuhkan.

Dengan begitu, proses komunikasi antara penjual dan pembeli akan terus mengalir. Manfaatkanlah celah di sela-sela percakapan dengan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian.

Percayalah bahwa komunikasi yang baik dan ramah akan membuat konsumen-konsumen tersebut kembali berbelanja di tokomu.

3. Komunikasi yang Efektif

Saat berkomunikasi dengan konsumen, pastikan untuk melakukan komunikasi yang efektif.

Misalkan saja konsumen ingin membeli produk kosmetik di toko kamu. Usahakan untuk bertanya tentang kondisi kulit konsumen, lalu sarankan produk yang lebih baik di tokomu jika ada.

Jangan lupa juga untuk memberikan tips-tips untuk membantu konsumen dalam merawat kulit wajahnya. Komunikasi dua arah seperti ini sangat efektif untuk menarik hati konsumen.

Jadi, belajarlah untuk membangun komunikasi seefektif mungkin dengan calon konsumen. Sesuaikan percakapan dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk memikat konsumen dalam melakukan pembelian.

Baca Juga: 11 Teknik Closing yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis

Itu dia informasi seputar permasaran personal yang perlu kamu ketahui. Tertarik untuk menerapkannya dalam berbisnis?