5 Cara Mengantisipasi Dampak Banjir Terhadap Bisnis

Share this Post

dampak banjir
Table of Contents
shopee pilih lokal

Guna mengurangi dampak banjir terhadap bisnis dan perekonomian, terapkan beberapa cara berikut, yuk!

Memasuki akhir tahun, sebagian wilayah Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas yang lebih tinggi. Menurut BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023.

Bahkan, mengutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data UNISDR menyebutkan bahwa ada sekitar 5.402.239 orang yang berpotensi terkena dampak bencana.

Di bagian Selatan dan Timur Indonesia juga, terdapat sabuk vulkanik (deretan gunung api) yang berpotensi menimbulkan bencana gunung meletus, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Oleh sebab itu, sebagai pelaku usaha, kamu perlu berhati-hati dan melakukan tindakan mitigasi bencana. Terutama untuk mengurangi dampak banjir yang sering terjadi saat musim hujan.

Pasalnya, ada banyak bisnis, UMKM, industri, dan pertanian yang mengalami kerugian besar akibat dampak banjir. Sebagian diantaranya kesulitan mendistribusikan logistik karena akses jalan yang terendam.

Sebagian lagi bahkan terpaksa menutup sementara bisnisnya karena terjadi penurunan daya beli dan sulitnya memperoleh bahan produksi.

Guna mengantisipasi dampak banjir, simak artikel ini sampai akhir, ya!

Baca Juga: Intip 5 Cara Analisis Potensi Pasar, agar Untung Maksimal

Dampak Banjir Terhadap Bisnis dan Industri Pertanian

dampak banjir
(Foto banjir Jakarta. Sumber: Unsplash.com)

Masih ingatkah kamu dengan bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu? Pada saat itu, banyak wilayah di Indonesia yang terkena dampak banjir, salah satunya DKI Jakarta.

Akibatnya, sejumlah aktivitas bisnis lumpuh total. Melansir dari berbagai sumber, total kerugian akibat banjir saat itu mencapai Rp1 triliun.

Dalam sebuah pernyataan, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan bahwa banjir saat itu berdampak bagi pelaku usaha di semua sektor.

Pada saat itu, sektor bisnis yang paling terdampak adalah toko ritel, destinasi wisata, pengelola taxi, dan jasa transportasi. Diperkirakan ada 400 toko ritel yang tutup dan sekitar 82 mall yang berhenti beroperasi.

Terendamnya akses jalan juga turut mematikan sektor transportasi. Akibatnya, bisnis lain yang mengandalkan mobilitas darat pun ikut terdampak.

Bagi sektor pertanian, curah hujan yang terlalu tinggi menyebabkan banyak lahan yang terendam dan merusak pertumbuhan tanaman. Proses distribusi hasil panen juga ikut terhambat akibat banjir.

Sektor bisnis yang tidak terdampak banjir secara langsung juga ikut terkena imbasnya. Pasalnya, sebagian besar pekerja industri ikut terkena dampak banjir. Banyak masyarakat yang rumahnya terendam dan harus mengungsi.

Sebagian diantaranya bahkan kesulitan akses karena ada banyak ruas jalan yang ditutup. Alhasil, hampir semua sektor industri turut terdampak.

Dalam kondisi yang serba sulit, bisnis perlu menyiapkan berbagai strategi mitigasi bencana, terutama mengantisipasi akibat yang ditimbulkan dari bencana banjir. Terlebih lagi jika bisnismu berlokasi di dekat aliran sungai yang cepat meluap.

Baca Juga: 9 Cara Menyiapkan Dana Darurat Bisnis agar Tak Bangkrut

Cara Mengantisipasi Dampak Banjir

5 Cara Mengantisipasi Dampak Banjir Terhadap Bisnis
(Foto jalanan banjir. Sumber: Freepik.com)

Berikut beberapa cara mengantisipasi dampak banjir yang bisa kamu terapkan.

1. Identifikasi Potensi Bencana

Sebelum dan setelah memilih lokasi bisnis, kamu perlu mengidentifikasi potensi bencana banjir yang mungkin terjadi. Misalnya, lokasi bisnis yang berada di dekat sungai akan berpotensi terkena luapan banjir saat intensitas hujan sedang tinggi.

Selain itu, bisnis yang berlokasi di dataran tinggi dan perbukitan (seperti di daerah Puncak, Bogor) berpotensi mengalami bencana tanah longsor saat curah hujan tinggi.

Dengan mengidentifikasi potensi dan sumber bencana alam, kamu dapat melakukan tindakan mitigasi bencana. Biasanya, pemerintah daerah sudah memiliki peta sebaran wilayah rawan banjir yang bisa kamu akses.

2. Siapkan Infrastruktur

Selama bisnis berjalan, kamu peru menyiapkan berbagai infrastruktur yang dapat membantu bisnis ketika terjadi bencana banjir.

Misalnya, menyediakan perahu karet, membangun saluran air, menggunakan material furnitur yang tahan air, termasuk meninggikan bangunan agar terhindar dari banjir.

Selain itu, kamu juga dapat mempertimbangkan menggunakan layanan asuransi yang khusus memberikan perlindungan terhadap bencana. Kamu juga dapat menyiapkan alat keselamatan lain seperti alat pemadam api dan alarm banjir.

Hal yang tak kalah penting adalah menyiapkan sumber daya manusia dalam bisnismu agar memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana, baik untuk diri sendiri maupun bisnis.

Baca Juga: 7 Contoh Program CSR dan Model Kerjanya

3. Tempatkan Inventaris Penting di Lantai Atas

5 Cara Mengantisipasi Dampak Banjir Terhadap Bisnis
(Foto rumah terendam banjir. Sumber: Unsplash.com)

Jika diperhatikan, kebanyakan bangunan kantor yang berlokasi di ruko atau daerah rawan banjir, akan menempatkan inventaris kantornya di lantai atas.

Sementara itu, lantas dasar biasanya hanya digunakan sebagai ruangan resepsionis, ruang tunggu tamu, dapur, dan gudang. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab, menempatkan inventaris kantor di lantai atas dapat mengurangi dampak banjir.

Beberapa barang inventaris yang perlu ditempatkan di lokasi yang lebih tinggi seperti perangkat elektronik, lemari arsip, meja kerja, serta barang-barang lain yang mudah rusak.

4. Siapkan Mesin Pompa Air

Sebagai upaya mengatasi dampak banjir, kamu perlu menyiapkan mesin pompa air. Alat ini sangat penting terutama bagi bisnis yang lokasi usahanya lebih rendah dari permukaan jalan.

Pasalnya, ketika terjadi banjir, bisnis dengan lokasi usaha yang lebih rendah dari muka jalan akan lebih sulit surut. Air akan terus masuk ke area bisnis karena permukaan tanah yang lebih rendah.

Fungsi mesin pompa air adalah untuk memompa air keluar dari ruangan atau area tertentu saat terendam banjir. Pompa ini dapat mengurangi debit air yang masuk sehingga bisa mempercepat proses pemulihan akibat banjir.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung PPN 11%, Pelaku Bisnis Wajib Tahu 

5. Berkoordinasi Dengan Aparat Setempat

Setiap daerah memiliki informasi bencana yang bisa diakses oleh semua orang melalui BNPB atau media lokal.

Jika kamu memiliki bisnis di lokasi rawan bencana, sebaiknya kamu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak BPBD, Damkar, PLN, Kepolisian, dan fasilitas kesehatan.

Pasalnya, jika terjadi bencana banjir, kamu bisa segera menghubungi pihak-pihak tersebut dengan cepat. Dengan begitu, potensi kerugian dan jatuhnya korban dapat diperkecil.

Itulah penjelasan tentang cara mengantisipasi dampak banjir yang bisa kamu persiapkan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X