Yuk, Ketahui Cara Menggunakan Google Keyword Planner!

Share this Post

cara menggunakan google keyword planner
Table of Contents
shopee pilih lokal

Cara menggunakan Google Keyword Planner itu penting kamu ketahui!

Apakah kamu sedang mencari tool riset keyword yang serba bisa dan memiliki fitur lengkap?

Mungkin Google Keyword Planner bisa jadi jawabannya.

Tools ini juga dapat kamu gunakan secara gratis, lho. Sangat praktis bukan?

Tapi sebelum mengetahui cara menggunakan Google Keyword Planner, kamu harus tahu dulu apa itu Google Keyword Planner.

Baca Juga: Cara Menggunakan Google Trends untuk 3 Tujuan, Apa Saja?

Apa itu Google Keyword Planner dan Manfaat yang didapat?

Yuk, Ketahui Cara Menggunakan Google Keyword Planner!
Foto: Unsplash.com

Dilansir dari Radd Interactive, Google Keyword Planner merupakan tool riset keyword yang disediakan oleh Google dan termasuk dalam layanan Google Ads.

Tools ini sebenarnya dibuat untuk memenuhi keperluan dalam membuat iklan di Google Ads.

Namun, selain itu Google Keyword Planner dapat digunakan untuk keperluan seperti riset untuk keyword SEO.

Untuk menggunakan fitur Google Keyword Planner kamu harus mendaftar terlebih dahulu ke Google Ads.

Tidak perlu khawatir, kamu bisa menggunakannya tanpa harus memasang iklan di Google kok.

Baca Juga: Cara Pasang Iklan di Google Ads dan Tipsnya

Cara Daftar Google Ads untuk Menggunakan Google Keyword Planner

cara menggunakan google keyword planner
Foto: Unsplash.com

Untuk mendaftar Google Ads untuk mendapat Google Keyword Planner sebenernya tidaklah sulit. Berikut cara yang bisa kamu ikuti:

  1. Buka Google Ads, lalu pilih menu “Tools” kemudian klik “Keyword Planner”.
  2. Silakan buat akun baru dengan klik “New Google Ads Account”
  3. Selanjutnya pilih tujuan Google Ads. Ada tiga opsi yang bisa kamu pilih. Pertama, untuk mengarahkan pencari menelpon bisnis kamu. Kedua, mengarahkan pencari ke website bisnis kamu. Terakhir, mengarahkan pencari untuk mendatangi lokasi bisnis kamu.
  4. Langkah selanjutnya masukan informasi bisnis kamu seperti nomot telepon, alamat atau website bisnis kamu. Tergantung opsi yang kamu pilih sebelumnya.
  5. Berikutnya tentukan jangkauan konsumen untuk iklan. Tentukan juga target pencarian. Kamu harus menentukan di pencarian apa saja ikalan kamu dapat muncul.
  6. Langkah selanjutnya buat headline dan deskripsi untuk iklan kamu.
  7. Tentukan budget untuk anda beriklan di Google Ads.
  8. Di langkah berikutnya kamu harus mereview iklan yang sudah dibuat. Pastikan baca dengan teliti supaya informasi yang kamu masukkan tidak ada yang salah.
  9. Lalu pilih “Metode Pembayaran”. Kamu bisa untuk tidak mengaktifkan iklan yang sudah kamu buat kok. Jika memang tidak berniat beriklan di Google Ads, kamu bisa memilih metode pembayaran “Manual” dan atau “Transfer Bank”. Setelah ini, kamu akan menerima rekenink bank dari Google untuk melakukan pembaran. Apabila tidak akan melakukan pembayaran iklan yang kamu buat tadi tidak akan aktif. Dengan cara ini kamu bisa menggunakan Google Keyword Planner tanpa harus berikln di Google Ads.
  10. Akun Google Ads kamu sudah selesai dibuat dan dapat digunkan untuk menggunakan Google Keyword Planner.

Jika melihat langkah di atas, cara daftar Google Ads bukanlah hal sulit. Di tengah era digital saat ini, Google Ads merupakan salah satu perangkat yang wajib digunakan.

Baca Juga: Google Ads Vs Facebook Ads, Ini Perbedaan dan Keunggulannya

Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Yuk, Ketahui Cara Menggunakan Google Keyword Planner!
Foto: Unsplash.com

Setelah mendaftarkan diri di Google Ads, selanjutnya kamu harus mengetahui cara menggunakan Google Keyword Planner.

Berikut tahapan yang harus kamu perhatikan:

1. Cari Kata Kunci Baru

Cara menggunakan Google Keyword Planner dapat dibagi menjadi dua cara.

Cara yang pertama ini tinggal memasukkan kata kunci yang ingin kamu riset. Kamu hanya perlu memasukkan kata kunci yang berhubungan dengan topik di website milik kamu.

Kamu bisa memasukkan keyword sampai dengan 10 kata kunci dalam satu kali riset.

Dari riset yang dilakukan kamu akan mendapatkan beberapa informasi penting, di antaranya sebagai berikut:

  • Average Monthly Search, yaitu informasi mengneai rata-rata pencarian kata kunci setiap bulan
  • Competition, yaitu tingkat kesulitan untuk memenangkan keyword tersebut
  • Broaden your search, merupakan saran kata kunci yang berkaitan dengan keyword yang kamu masukkan sebelumnya
  • Top of page bid (low range), informasi berupa harga terendah yang diajukan pengiklan
  • Top of page bid (high range), informasi berupa harga tertinggi yang diajukan pengiklan

Cara menggunakan Google Keyword Planner yang kedua adalah dengan memasukkan alamat website kamu.

Kamu hanya perlu memasukkan alamat website dan Google Keyword Planner-lah yang akan menganalisis kata kunci yang berkaitan dengan website milikmu.

Hasilnya pun sama dengan cara menggunakan Google Keyword Planner yang pertama. Mudah bukan?

2. Mendapatkan Informasi Tentang Search Volume dan Forecast

Cara menggunakan Google Keyword Planner yang bisa kamu coba adalah memakai fitur “Get Search Volume and Forecast”.

Fitur ini berfungsi untuk memberi dua informasi yang kmau butuhkan, yaitu forecast dan historical metrics.

Kamu hanya tinggal memasukkan keyword yang ingin kamu riset.

Dengan cara menggunakan Google Keyword Planner melalui fitur ini kamu akan mendapat beberapa informasi penting lainnya.

Informasi tersebut diantaranya adalah:

  • Clicks, yaitu perkiraan jumlah klik yang akan didapatkan
  • Impression, merupakan perkiraan jumlah impression yang akan didapatkan
  • Cost, adalah biaya yang diperlukan untuk memasang iklan di kata kunci tersebut
  • CTR, yaitu perkiraan click through rate (CTR) yang akan didapatkan
  • Average CPC, merupakan perkiraan rata-rata biaya per klik
  • Average position, ialah perkiraan posisi iklan di hasil pencarian

Selain itu kamu akan mendapatkan infromasi historical metric. Informasi ini sama dengan yang kmau dapat seperti cara menggunakan Google Keyword Planner dengan fitur “Discover New Keywords”.

Baca Juga: Ini 8 Manfaat SEO dalam Bisnis Online, Salah Satunya Menghemat Biaya Pemasaran!

Tips dalam Menggunakan Google Keyword Planner

cara menggunakan google keyword planner
Foto: Unsplash.com

Kamu bisa memaksimalkan fitur yang ada dalam Google Keyword Planner dengan beberapa cara lain. Simak beberapa cara di bawah ini:

1. Cari Kata Kunci Lain yang Potensial

Google Keyword Planner telah memberikan banyak saran kata kunci.Selanjutnya kamu harus memilih kata mana yang memiliki potensi lebih.

Bagaimana mengetahuinya? Yaitu dengan melihat biaya Top of page bid (high range tertinggi).

Semakin tinggi biaya yang dihabiskan itu berarti semakin tinggi pula nilai dari keyword tersebut.

2. Gunakan Filter Kata Kunci

Cara ini bisa kamu gunakan untuk mengakali pembatasan 10 keyword dari Google. Kamu bisa mendapatkan ide keyword dengan menggunakan filter.

Setelah memasukkan kata kunci di fitur “Discover New Keywords”, hasil yang didapat bisa langsung kamu filter dengan mengklik “add filter” lalu “keyword”

Baca Juga: Cara Pasang Iklan di Google Ads dan Tipsnya

3. Gunakan Keyword Kompetitor

Kamu dapat melakukannya pada fitur “Discover New Keywords” dengan cara memasukkan URL website kompetitor untuk riset keyword.

4. Atur Lokasi Pencarian Semakin Sempit

Kamu bisa mempersempit jangkauan riset keyword hingga tingkat kota untuk menargetkan pelanggan lokal.

Caranya, pada hasil riset keyword “Discover New Keywords”, lalu klik menu “Locations”.

5. Pahami Perangkat dan Lokasi Populer

Kamu bisa mengetahui perangkat dan lokasi popular melalui fitur “Forecast and Search Volume”. Sesudah memasukkan kata kunci, kamu lihat hasilnya, dan buka menu “Overview”.

Demikian artikel cara menggunakan Google Keyword Planner.

Tidak bisa dipungkiri Google Keyword Planner adalah tool luar biasa yang dapat membantu pekerjaan kamu.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X