Ketahui 4 Cara Mengatasi Inflasi agar Bisnis Tetap Lancar

Share this Post

cara mengatasi inflasi
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam menghadapi pergolakan ekonomi, kamu perlu tahu cara mengatasi inflasi. Apalagi dalam kondisi pandemi yang membuat perekonomian menjadi fluktuatif.

Namun, sebelum tahu cara mengatasi inflasi, kamu perlu tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan inflasi.

Dilansir dari laman International Monetary Fund, inflasi adalah penurunan daya beli mata uang tertentu dari waktu ke waktu.

Penurunan daya beli masyarakat dapat dilihat secara kuantitatif dari jumlah barang yang dibeli dengan bujet yang sama. Dengan meningkatnya harga, masyarakat akan membeli dengan jumlah yang lebih sedikit.

Kenaikan tingkat harga seringnya dinyatakan dalam bentuk persentase. Persentase ini menunjukkan satu unit mata uang membeli lebih sedikit daripada yang terjadi pada periode sebelum inflasi.

Lawannya inflasi, yaitu deflasi. Deflasi adalah kondisi ketika daya beli uang meningkat dan harga turun.

Baca juga: Mengenal Metode FIFO yang Harus Diketahui Para Pebisnis

Jenis-Jenis Inflasi

cara mengatasi inflasi
Foto: Unsplash.com

Sebelum mengetahui cara mengatasi inflasi, kamu perlu tahu bahwa inflasi itu dibagi dalam beberapa jenis. Jika sudah tahu jenis inflasi apa yang sedang kamu hadapi, kamu pun dapat menentukan bagaimana cara mengatasi inflasi.

Terdapat tiga jenis inflasi. Ketiganya yaitu inflasi dari sisi permintaan (demand-pull inflation), inflasi dari sisi suplai (cost-push inflation), dan inflasi bawaan (built-in inflation). Berikut ini penjelasannya:

1. Demand-pull Inflation

Inflasi ini terjadi ketika peningkatan pasokan uang dan kredit merangsang keseluruhan permintaan barang dan jasa meningkat lebih cepat ketimbang kapasitas produksi perekonomian. Hal ini meningkatkan permintaan dan menyebabkan kenaikan harga.

Dengan uang yang lebih banyak tersedia untuk konsumen, maka permintaan konsumen akan barang dan jasa pun meningkat. Terjadi kesenjangan antara permintaan dan penawaran, sehingga pasokan kurang dan harga barang yang tersedia jadi lebih mahal.

2. Cost-push Inflation

Inflasi yang disebabkan adanya dorongan biaya, yaitu akibat dari kenaikan harga dalam proses produksi. Ketika penambahan pasokan uang dan kredit disalurkan ke komoditas atau pasar aset, biaya bahan baku menjadi naik.

Hal ini menyebabkan biaya lebih tinggi untuk proses produksi, sehingga mengarah kepada kenaikan harga barang dan jasa untuk konsumen akhir.

3. Buit-in Inflation

Inflasi bawaan terkait dengan ekspektasi adaptif, yakni orang memperkirakan dan mengharapkan tingkat inflasi saat ini berlanjut hingga masa depan. Ketika harga barang dan jasa naik, pekerja serta buruh berharap upah akan naik pula.

Namun, kenaikan upah meningkatkan pula biaya barang dan jasa. Siklus sebab-akibat antara harga dan upah ini terus-menerus bergulir dan memengaruhi satu sama lain.

Penyebab Terjadinya Inflasi

Ketahui 4 Cara Mengatasi Inflasi agar Bisnis Tetap Lancar
Foto: Unsplash.com

Inflasi tentu tidak terjadi begitu saja. Ada penyebab mengapa tiga jenis inflasi yang disebutkan sebelumnya dapat terjadi.

Berikut ini sejumlah penyebab umum terjadinya inflasi. Dengan mengetahui penyebabnya, kita juga bisa tahu cara mengatasi inflasi.

1. Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi

Pada negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran menurun dan upah naik. Otomatis, banyak orang yang daya belinya pun meningkat dan mampu mengonsumsi barang tersier.

Permintaan yang tinggi ini, menyebabkan harga naik. Pada gilirannya nanti menyebabkan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk memenuhi permintaan tinggi tersebut.

Dalam konteks ini, inflasi dianggap sebagai hal positif. Namun, suatu negara perlu mengendalikan agar tingkat inflasi tidak terlalu tinggi.

2. Meningkatnya Jumlah Peredaran Uang

Jika peredaran uang meningkat, melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi, tentu akan terjadi inflasi. Dengan lebih banyak peredaran uang, permintaan akan meningkat dan harga pun meroket.

Itulah sebabnya Bank Indonesia tidak bisa sembarangan mencetak uang baru. Hal ini untuk menjaga tingkat inflasi berada di angka yang sehat.

3. Kebijakan Pemerintah

Jika pemerintah memberlakukan peraturan atau tarif baru yang lebih mahal, modal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli bahan baku dan biaya operasional jadi lebih tinggi.

Misalnya kenaikan tarif listrik untuk industri atau harga bahan bakar meningkat berdasarkan kebijakan pemerintah, biaya operasional industri otomatis meningkat.

Perusahaan pun membebankan biaya lebih tinggi kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga. Inilah yang menyebabkan terjadinya cost-push inflation.

4. Pengelolaan Utang Negara

Saat utang negara sedang meroket, salah satu solusi pemerintah, yakni dengan menaikkan pajak untuk melakukan pembayaran utang.

Pemungutan pajak yang tinggi terhadap perusahaan, akan membuat perusahaan membebankan kenaikan harga kepada konsumen. Ini juga yang menyebabkan terjadinya cost-push inflation.

5. Perubahan Nilai Tukar

Ketika nilai rupiah turun dalam kaitannya dengan mata uang asing, rupiah memiliki daya beli lebih kecil. Produk impor yang masuk ke Indonesia menjadi lebih mahal untuk dibeli.

Menipisnya cadangan devisa juga menjadi faktor utama menurunnya nilai rupiah. Untuk menguatkan cadangan devisa, perlu meningkatkan ekspor ketimbang impor.

Baca juga: Ini 3 Cara Cek Perusahaan yang Terdaftar di OJK 

Cara Mengatasi Inflasi bagi Bisnis

Ketahui 4 Cara Mengatasi Inflasi agar Bisnis Tetap Lancar
Foto: Unsplash.com

Semua bisnis perlu punya persiapan dalam menghadapi inflasi. Apalagi kondisi perekonomian negara kita sering mengalami inflasi.

Berikut sejumlah cara mengatasi inflasi bagi para pebisnis. Hal ini perlu diketahui agar bisnis tetap lancar.

1. Fokus pada Efisiensi dan Produktivitas

Inflasi menyebabkan upah atau gaji untuk karyawan meningkat. Pemerintah daerah secara berkala menaikkan upah minimun melalui peraturan, untuk menjaga daya beli masyarakat.

Memiliki rencana bisnis yang jelas dan berfokus pada melakukan efisiensi produksi, merupakan cara bagus untuk menekan biaya. Misalnya, kamu bisa mendigitalisasi berbagai proses bisnis yang tadinya dilakukan secara manual.

2. Otomatisasi

Bicara soal efisiensi proses bisnis, otomatisasi merupakan proses yang sangat membantu. Bisnis kecil pun dapat melakukan hal ini, karena kini banyak aplikasi yang dapat membantumu mengotomatiskan tugas yang berulang.

Mulai dari pembukuan dasar, layanan klien, pemasaran, dan masih banyak lagi. Misalnya, sistem ERP dapat menyederhanakan proyeksi laba sehingga mempersiapkan perusahaan untuk inflasi.

3. Fokus pada Arus Kas

Arus kas merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan oleh bisnis, apalagi saat terjadi inflasi. Saat bisnis sedang turun, ada kecenderungan untuk mengabaikan hal-hal tertentu, seperti pembayaran dan penagihan.

Pastikan kamu menyimpan bukti pembayaran tagihan. Gunakan laporan keuangan untuk melihat apa yang belum dibayar, lalu menindaklanjuti invoice yang belum dibayar agar bisnismu tetap berjalan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Anggaran Perusahaan yang Perlu Kamu Pahami

4. Menyimpan Persediaan Sebelum Efek Inflasi Terjadi

Memang sulit untuk memperkirakan kenaikan harga akibat inflasi, karena tandan atau ancang-ancangnya tidak selalu jelas. Inflasi dapat terjadi secara cepat dan dalam hitungan bulan, tergantung dari keadaan ekonominya.

Salah satu cara untuk tetap selangkah lebih maju dari inflasi, yaitu menyimpan persediaan bahan baku sebelum harga dari pemasok naik. Namun, berhati-hatilah agar tidak menghabiskan cadangan uang tunai saat melakukan pembelian.

Demikian beragam cara mengatasi inflasi yang bisa diterapkan oleh bisnis. Semoga bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X