9 Cara Branding Produk Makanan agar Makin Cuan di 2024!

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Branding produk makanan adalah hal yang jadi tantangan, karena lebih kompleks untuk dijelaskan dibandingkan dengan sektor lainnya. 

Industri makanan bergantung pada naluri alami dan insting, dan identitas visual dalam branding bisa membuat konsumen menjadi lebih lapar atau malah kehilangan selera makan.

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia kuliner, seperti produsen makanan yang dikemas, pengecer fisik, restoran, blogger kuliner, perusahaan layanan terkait makanan, dan minuman, strategi branding khusus untuk makanan seringkali tidak begitu jelas. 

Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membangun branding produk makanan. Simak dalam pembahasan berikut ini!

Baca Juga: Limited Edition Dalam Bisnis, Intip Tips Dan Strategi Suksesnya!

Dasar-Dasar Branding Produk Makanan

branding produk makanan
Foto: Produk Makanan (freepik.com)

Menurut laman 99Designs, dasar-dasar branding dalam konteks makanan menyerupai cara perusahaan membentuk identitasnya.

Seperti gaya berpakaian atau gaya rambut seseorang, serta perilaku yang ditunjukkan, baik dalam humor atau kedisiplinan formal. 

Branding ini tak sekadar berkaitan dengan promosi. Ini memiliki dampak pada pandangan konsumen terhadap perusahaan Anda, dan bagaimana mereka menilai nilai yang dihadirkan oleh perusahaan.

Jika dilakukan dengan cermat, branding mampu menciptakan hubungan yang sangat pribadi, bahkan emosional, antara perusahaan Anda dan basis pelanggan.

Selain itu juga mampu membedakan Anda secara signifikan dari pesaing dengan cara yang bermakna. 

Ini dapat dicapai melalui unsur-unsur visual, seperti warna, bentuk, dan jenis huruf yang dipilih dengan tepat, serta melalui pendekatan komunikasi.

Seperti strategi konten atau platform komunikasi yang dipilih. 

Pilihan branding Anda seharusnya selaras dengan strategi dan tujuan bisnis. Sebagai contoh, perusahaan yang fokus utamanya adalah memperoleh pelanggan baru mungkin akan memilih strategi branding yang berbeda dengan perusahaan yang lebih menekankan pada mempertahankan pelanggan. 

Namun, di industri makanan, lebih rumit lagi karena keputusan branding harus dipertimbangkan berdasarkan gaya bisnis perusahaan dan apa yang disukai oleh audiens mereka dalam membangkitkan selera.

Sebelum menetapkan strategi branding yang efektif, penting untuk menjawab beberapa pertanyaan yang sulit tentang bisnis Anda.

Tiga pertanyaan kunci ini akan membantu Anda memahami inti sebenarnya dari bisnis Anda.

Pertama, siapa yang menjadi konsumen utama produk Anda? Siapa target pasar atau pelanggan yang Anda tuju? Bagaimana demografi mereka? Apa preferensi mereka, cara mereka ingin berinteraksi, serta hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi yang ingin mereka atasi dalam kehidupan mereka? 

Karena branding ditujukan kepada audiens ini, semakin Anda memahami mereka, semakin efektif strategi branding yang dapat Anda rancang.

Kedua, bagaimana Anda menggambarkan merek Anda? Ini melibatkan latihan kreatif untuk menetapkan gaya branding. Jika Anda sudah memiliki jawaban yang jelas untuk pertanyaan ini, bagus! 

Jika belum, jangan khawatir. Coba buat daftar kata sifat yang menggambarkan kepribadian ideal merek Anda sampai Anda menemukan inspirasi yang tepat. 

Kata-kata seperti dinamis, antusias, ramah, atau dapat diandalkan dapat membantu membentuk identitas dan karakter merek Anda.

Ketiga, apa yang membuat Anda berbeda dari pesaing? Dalam kata lain, apa proposisi nilai yang Anda tawarkan? Mengapa konsumen harus memilih Anda daripada pesaing Anda? 

Bagian penting dari branding adalah mengidentifikasi fitur-fitur unik Anda dan menonjolkan hal-hal tersebut sehingga konsumen mengingat Anda

Baca Juga: Modal Usaha Laundry Dan Tips Bisnis Agar Tetap Cuan!

Cara Branding Produk Makanan

cara branding produk makanan
Foto: Mengemas Makanan (freepik.com)

Menurut laman Toast Food UK, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membangun branding produk makanan, yaitu:

1. Pahami Karakteristik Konsumen

Memahami target pelanggan Anda merupakan langkah kunci dalam membangun strategi branding yang efektif. 

Hal ini tidak hanya mencakup pengetahuan tentang demografi mereka, tetapi juga memahami kebutuhan, preferensi, dan kebiasaan belanja mereka. 

Ketika Anda dapat membayangkan secara detail bagaimana konsumen potensial Anda berinteraksi dengan produk Anda, ini akan membantu dalam menyesuaikan merek Anda untuk lebih sesuai dengan harapan mereka. 

Sesi brainstorming untuk mengidentifikasi karakteristik merek Anda dapat membantu dalam memahami secara mendalam profil pembeli yang ingin Anda tarik. 

Di sisi lain, memahami juga siapa yang bukan merupakan target pasar Anda dapat membantu menyaring dan mengarahkan strategi branding Anda dengan lebih tepat.

2. Definisikan Unique Selling Proposition (USP)

Memahami dengan baik apa yang membuat produk Anda unik dan bagaimana hal tersebut memenuhi kebutuhan utama konsumen adalah elemen kunci dari strategi branding produk makanan yang sukses. 

Memulai dengan mengidentifikasi Unique Selling Proposition (USP) Anda, atau tawaran unik yang membedakan produk Anda dari pesaing, memungkinkan Anda untuk menetapkan posisi yang jelas dalam pasar. 

Namun, penting untuk memastikan bahwa USP ini didasarkan pada evaluasi yang jujur terhadap kualitas dan keunggulan produk Anda. 

Menggunakan informasi tentang pesaing juga membantu untuk menilai sejauh mana keunikan USP Anda, serta merumuskan strategi terbaik untuk memposisikan merek atau produk makanan Anda di tengah persaingan.

3. Pastikan Narasi Merek Anda Menarik dan Jelas

Narasi atau cerita di balik merek bukan lagi sekadar elemen yang menyenangkan untuk dimiliki.

Saat ini, hal ini telah menjadi bagian integral dari strategi promosi yang sukses dalam dunia merek makanan. 

Perusahaan besar dalam industri makanan seringkali harus mencari cara untuk memperoleh cerita merek yang autentik, bahkan dengan memalsukan atau memperoleh merek yang lebih kecil. 

Namun, bagi produsen kecil, kemampuan untuk mengembangkan cerita merek yang unik menjadi salah satu faktor utama dalam membedakan merek Anda dari yang lain.

4. Pastikan Logo Anda Unik dan Berbeda 

Bagi banyak produsen makanan yang membuat produk secara manual atau handmade, perhatian mereka terhadap branding atau pembuatan logo mungkin muncul setelah produk tersebut sudah berdiri. 

Hal ini bisa saja mengurangi fokus pada elemen branding. Padahal kesuksesan sebuah merek sangat bergantung pada keterlibatan pelanggan dan pada akhirnya, pada pembelian produk. 

Bahkan, produk yang memiliki kualitas luar biasa pun mungkin gagal jika tidak mampu menarik perhatian dari konsumen yang tepat.

Membangun cerita atau narasi yang menarik serta menciptakan logo atau identitas merek yang unik dan membedakan akan membantu merek makanan Anda untuk berinteraksi lebih baik dengan konsumen. 

Ini juga akan membantu mengatasi kesenjangan penting antara kesadaran akan merek dan keputusan pembelian konsumen. Dengan cara ini, merek Anda akan memiliki daya tarik yang lebih kuat di pasar yang kompetitif.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Nilai Jual Produk Agar Bisnis Bisa Bersaing

5. Ciptakan Kemasan yang Mencerminkan Tujuan

Desain kemasan produk makanan sering kali dianggap sebagai elemen yang kurang penting dibandingkan dengan kualitas produk. 

Namun, sebenarnya, kemasan memiliki peran yang lebih dalam daripada sekadar wadah. Ini merupakan elemen kunci yang membawa pesan dan nilai-nilai dari merek kepada konsumen. 

Pemilihan bahan kemasan, seperti kaca atau plastik, serta warna dan desain yang dipilih, mampu menggambarkan karakter dan identitas dari merek Anda.

Kemasan yang tepat tidak hanya melindungi produk, tetapi juga memberikan pesan yang kuat tentang merek Anda kepada konsumen.

6. Sikapi Merek dengan Antusiasme

Konsumen pecinta kuliner tidak hanya tertarik pada produk itu sendiri, tetapi juga cerita di baliknya. Mereka ingin mengetahui asal-usul produk, bahan yang digunakan, dan motivasi di balik penciptaannya. 

Dengan menunjukkan antusiasme yang tulus terhadap merek, Anda dapat menjadi pendukung utama dari produk Anda sendiri. 

Antusiasme Anda terhadap produk akan menciptakan ikatan emosional dengan konsumen, yang lebih kuat daripada sekadar informasi bahan atau tampilan fisik produk. 

Ketertarikan yang tulus akan menarik penggemar yang kemudian dapat menjadi duta produk Anda, dan merekomendasikan merek Anda tanpa meminta bayaran.

7. Memiliki Rencana Branding yang Tersusun

Rencana branding merupakan fondasi penting dalam mengembangkan identitas produk makanan Anda. 

Pepatah ”gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan” mencerminkan betapa pentingnya memiliki strategi yang terencana dengan baik dalam dunia branding. 

Tanpa rencana yang jelas, Anda mungkin kehilangan arah dan fokus dalam membangun merek Anda. 

Rencana branding produk makanan ini memandu langkah-langkah yang akan diambil. Mencakup penentuan nilai-nilai merek, target audiens, saluran pemasaran yang akan digunakan, dan bagaimana merek Anda ingin dilihat oleh konsumen.

8. Melibatkan Konsumen Melalui Media Sosial

Media sosial telah menjadi lanskap yang tak terpisahkan dalam pemasaran dan branding, terutama dalam industri makanan. 

Ini adalah alat yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk baru, berinteraksi dengan konsumen, dan mendapatkan umpan balik secara langsung. 

Fotografi yang menarik adalah cara untuk menarik perhatian, tetapi lebih dari itu, platform-media sosial memberikan kesempatan untuk menjalankan survei, kontes, dan promosi yang memperkuat koneksi merek-konsumen. 

Membangun komunitas yang terlibat dan berinteraksi aktif melalui media sosial dapat membantu memperluas jangkauan merek dan memperkuat loyalitas konsumen.

Baca Juga: 13 Ide Kemasan Yang Ramah Lingkungan Untuk Produk Bisnis Onlinemu

9. Memiliki Situs Web yang Dikelola dengan Baik

Situs web merupakan “rumah” digital merek Anda. Ini adalah tempat di mana konsumen mencari informasi lebih lanjut tentang produk Anda dan tempat mereka bisa berbelanja secara online. 

Situs web yang profesional, informatif, dan mudah digunakan adalah kunci untuk memikat dan mempertahankan minat konsumen.

Isinya harus terus diperbarui dengan konten segar seperti info atau artikel yang menarik. 

Itulah pembahasan mengenai cara branding produk makanan, agar bisnis semakin lancar dan merek Anda semakin dikenal masyarakat.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X