6 Cara Bisnis Ala Rasulullah yang Bisa Kamu Ikuti

Share this Post

Cara-Bisnis-Ala-Rasulullah
Table of Contents
shopee pilih lokal

Pedoman dalam bisnis juga diajarkan dalam Islam, contohnya adalah mengikuti cara bisnis ala Rasulullah. Seperti apa, ya?

Dalam bisnis, Islam juga memberikan panduan jual-beli dan berdagang agar menghasilkan keuntungan dan membawa keberkahan.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang kamu kerjakan harus didasari dengan maksud ibadah. Oleh sebab itu, selain mencari keuntungan, kamu juga perlu menjadikannya sebagai jalan untuk beribadah kepada Allah.

Baca Juga: 7 Cara Menghasilkan Uang di Bulan Ramadhan, Coba Yuk!

Layaknya salat, berbisnis dalam Islam juga harus dilakukan dengan benar, jujur, dan adil. Panduan lengkap berbisnis dalam Islam sejatinya juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah.

Cara bisnis ala Rasulullah seharusnya memang menjadi teladan bagi semua umatnya. Sebab, segala sesuatu yang dilakukan dengan tujuan ibadah akan mendatangkan kebaikan yang tak terduga.

Untuk memahami panduan berbisnis dalam Islam, simak penjelasan berikut yuk!

Cara Bisnis Ala Rasulullah

cara bisnis ala rasulullah
Foto: Freepik.com

Sebelum membahas cara bisnis ala Rasulullah, kamu perlu mengetahui bagaimana hukum bisnis atau jual-beli dalam Islam. Hukumnya ternyata mubah, artinya boleh dilakukan. Jual beli menjadi haram apabila ada hal-hal yang dilarang, seperti menipu dan sebagainya.

Dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 29, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

Dilansir dari Business Ethics a European Review, bisnis adalah pekerjaan yang dapat diterima dan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam Islam.

Itu artinya, berbisnis atau perniagaan dalam Islam adalah cara-cara yang diperintahkan oleh Allah untuk menghindarkan manusia dari jalan yang bathil. Dalam Islam, panduan berbisnis juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Bagaimana panduannya?

Baca Juga: 5 Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan, Bisa Laris Manis!

1. Niat Karena Allah

Seperti yang disinggung sebelumnya, bahwa dalam berbisnis harus didasari oleh niat karena Allah. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah melalui sikap-sikap yang Beliau tunjukkan.

Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Bersikap Jujur

6 Cara Bisnis Ala Rasulullah yang Bisa Kamu Ikuti
Foto: Freepik.com

Cara bisnis ala Rasulullah yang pertama adalah senantiasa bersikap jujur. Sikap jujur adalah salah satu sifat Nabi Muhammad, yakni Shiddiq. Rasulullah selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan, salah satunya adalah dalam berbisnis.

Dalam praktik bisnis, kamu harus senantiasa menjadi penjual yang jujur. Ketika berbelanja online, apakah kamu pernah merasa tertipu ketika membeli barang? Ketika sampai, barang yang dipesan tidak sama dengan yang berada di foto.

Kasus tersebut adalah contoh dari tindakan tidak jujur dalam bisnis. Sebab, memasang foto barang yang tidak asli atau tidak sesuai kondisi aslinya. Pelanggan yang merasa dibohongi tentu tidak akan berbelanja lagi di toko yang sama.

Padahal, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat, kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR.Tirmidzi).

Jika kamu menjual barang yang memiliki kekurangan, sampaikanlah apa kekurangan yang ada sambil menyampaikan maaf. Jangan menutupi kekurangan tersebut apalagi sampai melebih-lebihkannya.

Baca Juga: 5 Ide Usaha Lauk Matang untuk Berbuka Puasa, Mau Coba?

3. Tidak Mengumbar Janji

Cara bisnis ala Rasulullah selanjutnya adalah tidak mengumbar janji yang berlebihan. Ketika berdiskusi dengan pelanggan, sampaikan kesanggupanmu apa adanya. Jelaskan detail fitur produk juga sampaikan sesuai dengan spesifikasinya.

Misalnya, ada yang memesan produk dengan sistem pre order, maka sampaikanlah dengan benar berapa waktu yang kamu butuhkan untuk menyiapkan produk. Tidak perlu memaksakan janji cepat.

Kemudian, ketika ditanya tentang kelebihan produk, sampaikanlah sewajarnya. Jangan menjanjikan banyak keunggulan dan manfaat yang sebenarnya tidak ada dalam produkmu.

Seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Sumpah itu melariskan barang dagangan, namun menghilangkan keberkahan.”

4. Ambil Keuntungan Sewajarnya

6 Cara Bisnis Ala Rasulullah yang Bisa Kamu Ikuti
Foto: Freepik.com

Dalam Islam, sejatinya besaran keuntungan dari jual beli tidak ditentukan. Artinya, sebagai pebisnis kamu bisa mematok keuntungan berapa pun. Namun, yang perlu kamu pastikan adalah tidak melakukan tindakan kecurangan dalam jual beli.

Artinya, proses jual-beli harus berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Baik penjual dan pembeli harus mencapai mufakat. Artinya, pembeli tak boleh merasa keberatan dengan harga jualnya, kemudian penjual juga tidak boleh berdusta kepada pembeli.

Jika pembeli bertanya berapa harga asli barangmu, kamu harus menjawabnya dengan jujur. Jangan menutupi harga asli barang hanya karena ingin mendapat keuntungan yang besar.

Kasus yang sering terjadi dalam tawar-menawar adalah penjual yang berbohong soal harga, dan pembeli yang menawar harga terlalu rendah.

Baca Juga: Mengenal Usaha Ekstraktif, Bisnis Pengelolaan Sumber Daya Alam

5. Tidak Menimbun Barang

Belakangan ini terjadi kasus kelangkaan minyak goreng. Salah satu penyebabnya adalah karena ada pihak tak bertanggung jawab yang menimbun minyak goreng. Kelangkaan ini membuat harga minyak goreng meroket dan menyusahkan banyak orang.

Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim). Hadist tersebut menegaskan bahwa tindakan menimbun dagangan adalah dosa dan tercela.

Ada banyak sekali pihak yang akan dirugikan dari tindakan tercela ini. Kasus penimbunan minyak goreng belakangan ini saja membuat harga-harga menjadi naik. Banyak rumah tangga dan penjual makanan yang dirugikan.

Akibatnya, harga makanan pun merangkak naik dan semakin membebani masyarakat.

6. Tidak Mengganggu Ibadah

6 Cara Bisnis Ala Rasulullah yang Bisa Kamu Ikuti
Foto: Freepik.com

Kegiatan apa pun sejatinya tidak boleh sampai mengganggu waktu ibadah, khususnya salat. Ketika tiba waktu salat, maka segerakanlah tunaikan dan tinggalkan pekerjaan.

Dalam surah Al Jumuah ayat 9-10, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

Baca Juga: 5 Peran Customer Service, Mengapa Penting Bagi Bisnis?

Itu tadi beberapa cara bisnis ala Rasulullah yang bisa kamu terapkan. Yuk, raih keuntungan dan keberkahan dengan menjadikan bisnis sebagai ibadah.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X