Wajib Tahu, Ini Penjelasan Lengkap Mengenai Laporan Arus Kas

Share this Post

Laporan arus kas
Table of Contents
shopee pilih lokal

Laporan arus kas memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Karena itu, kamu perlu memahami apa itu laporan arus kas.

Cash flow statement atau laporan arus kas adalah rincian jumlah uang yang masuk dan keluar dari sebuah bisnis selama periode tertentu. Misalnya dalam satu bulan, kuartal, atau tahunan.

Dikutip dari Investopedia, laporan arus kas bisa menjadi bahan evaluasi bisnis. Sebab, kamu bisa mengetahui seberapa baik pengelolaan uang yang masuk dan keluar dari suatu perusahaan.

Dengan begitu, kamu dapat memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana operasi perusahaan berjalan, dari mana uangnya berasal, dan bagaimana uang dibelanjakan.

Baca Juga: Kas: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya bagi Bisnis

Komponen dalam Laporan Arus Kas

komponen dalam laporan arus kas
(Foto pencatatan keuangan. Sumber: Pexels.com)

Dalam pembuatan cash flow statement, ada beberapa komponen yang wajib dicantumkan, yaitu:

1. Arus Kas dari Kegiatan Operasional

Melansir laman Corporate Finance Institute, arus kas dari kegiatan operasional merupakan hasil dari aktivitas utama sebuah bisnis.

Dengan kata lain, arus kas ini mencerminkan berapa banyak uang tunai yang dihasilkan dari produk atau layanan sebuah perusahaan.

Biasanya, arus kas operasional ini mencakup arus kas yang terkait dengan penjualan, pembelian, dan pengeluaran yang terkait operasi bisnis lainnya.

2. Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Komponen lain dalam cash flow statement adalah arus kas dari kegiatan investasi. Aktivitas investasi mencakup segala sumber dan penggunaan uang tunai dari investasi perusahaan.

Arus kas investasi biasanya mencakup arus kas yang terkait dengan pembelian atau penjualan properti, pabrik, dan peralatan, aset tidak lancar, dan aset keuangan lainnya.

3. Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan

Arus kas dari kegiatan pendanaan mencakup sumber kas dari investor dan bank, serta cara kas dibayarkan kepada pemegang saham.

Misalnya dividen, pembayaran untuk pembelian kembali saham, dan pelunasan pokok utang (pinjaman) yang dilakukan oleh perusahaan.

Baca Juga: Cash Flow Adalah Ringkasan Pemasukan dan Pengeluaran Perusahaan

Cara Menghitung Arus Kas Perusahaan

cara menghitung laporan arus kas
(Foto kalkulator. Sumber: Pixabay.com)

Dalam pembuatan laporannya, arus kas dapat dihitung dengan menggunakan dua metode. Berikut metode yang biasa digunakan dalam menghitung arus kas:

Metode Langsung

Dikutip dari Harvard Business School Online, metode langsung untuk menghitung arus kas dari aktivitas operasi adalah proses langsung yang melibatkan pengambilan semua penerimaan kas dari operasi dan mengurangkan semua pengeluaran kas dari operasi.

Pendekatan ini mencantumkan semua transaksi yang menghasilkan uang tunai yang dibayarkan atau diterima selama periode pelaporan.

Metode Tidak Langsung

Sementara metode tidak langsung dari aktivitas operasi mengharuskan kamu memulai penghitungan dengan laba bersih dari laporan laba rugi.

Kemudian, membuat penyesuaian untuk “membatalkan” dampak aktual yang dibuat selama periode pelaporan. Beberapa penyesuaian yang paling umum dan konsisten, yaitu depresiasi dan amortisasi.

Baca Juga: Contoh Financial Plan untuk Bisnis, Rencana Keuangan Jadi Terarah

Manfaat Laporan Arus Kas bagi Bisnis

manfaat laporan arus kas
(Foto laptop dan kalkulator. Sumber: Pexels.com)

Lantas, apa saja manfaat dibuatnya cash flow statement? Berikut di antaranya yang perlu kamu ketahui:

1. Membuat Rincian Pengeluaran

Salah satu tujuan dibuatnya laporan arus kas adalah membantu kamu dalam membuat rincian dari setiap pengeluaran bisnis.

Dilansir dari laman Zoho Books, laporan arus kas memberikan pemahaman yang jelas tentang pembayaran pokok yang dilakukan perusahaan kepada krediturnya.

Laporan ini juga menunjukkan transaksi yang dicatat secara tunai dan tidak tercermin dalam laporan keuangan lainnya.

Misalnya, transaksi pembelian barang untuk persediaan, memberikan kredit kepada pelanggan, dan membeli peralatan sebagai modal produksi.

2. Menjaga Keseimbangan Arus Kas

Manfaat lain dari pembuatan cash flow statement, yaitu bisa membantu kamu dalam menjaga keseimbangan arus kas perusahaan.

Perlu kamu ketahui bahwa, penting bagi setiap perusahaan untuk mengetahui apakah kondisi kas mereka mengalami kelebihan atau kekurangan.

Nah, apabila ada kelebihan kas yang menganggur, maka bisnis kamu dapat menggunakannya untuk berinvestasi dalam saham atau membeli persediaan.

Sementara jika ada kekurangan dana, perusahaan kamu pun dapat mencari sumber dana. Misalnya, dengan meminjam dana untuk memastikan bisnis tetap beroperasi.

3. Membuat Pembuatan Perencanaan

Laporan arus kas juga bisa membantu kamu dalam membuat perencanaan keuangan bisnis.

Dengan laporan arus kas, kamu dapat mengetahui apakah kondisi perusahaan saat ini mampu memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti pelunasan tagihan yang akan datang.

Kamu atau manajer keuangan perusahaan keuangan dapat menganalisis kas masuk dan keluar dari transaksi perusahaan di masa lalu sehingga bisa membuat keputusan penting.

Seperti yang kamu ketahui, pengambilan keputusan bisnis tak boleh dilakukan sembarangan.

Ada beberapa keputusan bisnis penting yang harus dibuat berdasarkan laporan keuangan. Misalnya, dalam hal memperkirakan defisit kas untuk melunasi hutang atau menetapkan dasar untuk meminta kredit dari bank.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Usaha yang Tepat, Catat!

4. Mengetahui Kemampuan Bisnis

Manfaat pembuatan cash flow statement selanjutnya yaitu bisa membantu kamu dalam mengetahui kemampuan bisnis dalam beroperasi.

Misalnya, menganalisis apakah keuangan perusahaan saat ini dapat digunakan untuk membayar semua kewajiban operasional bisnis.

Dalam hal ini, contoh kewajiban operasional bisnis adalah pembayaran gaji karyawan, pembayaran hutang, membayar dividen atau pembagian laba pada pemegang saham, dan lainnya.

5. Memprediksi Kondisi Keuangan

Cash flow statement yang dibuat oleh perusahaan juga bisa membantu kamu dalam memprediksi kondisi keuangan pada periode berikutnya, lho.

Misalnya, jika kondisi arus kas saat ini mengalami defisit, maka keuangan perusahaan pada periode berikutnya mungkin mengalami hal serupa.

Kecuali, kamu segera menindaklanjutinya dengan menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

Dengan begitu, kamu bisa memahami apakah kondisi keuangan perusahan saat ini sehat atau tidak.

Apabila perusahaan kamu bisa membayar seluruh kewajiban dengan tepat waktu, itu artinya kondisi keuangannya sehat.

Sebaliknya, perusahaan yang tidak mampu melakukan kewajiban operasionalnya menandakan bahwa kondisi keuangannya tak sedang baik-baik saja.

6. Membantu Bisnis Fokus dalam Menghasilkan Keuntungan

Manfaat adanya cash flow statement lainnya yakni bisa membantu bisnismu untuk fokus dalam menghasilkan keuntungan.

Misalnya, ketika perusahaan kamu berhasil menemukan cara untuk membayar lebih sedikit untuk peralatan, itu sebenarnya dapat menyimpan uang tunai lebih banyak.

Setiap kali perusahaan kamu menagih piutang pelanggan secara lebih cepat dari biasanya, kamu juga bisa mendapatkan lebih banyak uang tunai.

Baca Juga: Ketahui 10 Komponen Pembukuan Usaha Ini agar Catatan Keuanganmu Rapi

7. Memudahkan Pengelolaan Uang Tunai

Dengan membuat laporan arus kas yang benar, kamu pun akan lebih mudah dalam mengelola uang tunai perusahaan.

Kamu atau pihak manajemen keuangan bisa membuat prediksi yang akurat mengenai jumlah arus kas yang masuk dan keluar selama periode tertentu.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dalam membuat keputusan finansial. Misalnya, mengetahui cara pembelanjaan uang tunai yang tepat dan memahami bagaimana cara meningkatkan penghasilan bisnis.

Itu dia penjelesan lengkap mengenai laporan arus kas. Semoga informasinya bisa kamu gunakan untuk mengelola keuangan bisnis secara lebih tepat, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X