Kronologi Kasus Jouska, Berawal Dari Medsos Berakhir di BUI

Share this Post

jouska
Table of Contents

Kasus Jouska baru-baru ini kembali naik ke permukaan pasca vonis pidana yang diberikan kepada sang CEO. Bagaimana kronologinya?

Dalam beberapa tahun terakhir, tren investasi online sedang booming di kalangan anak muda. Mendadak muncul banyak crazy rich baru yang tajir melintir dari investasi dan trading.

Banyak dari mereka yang akhirnya membagikan tips investasi dan menarik perhatian banyak anak muda untuk ikut terjun dalam investasi online. Mulai dari investasi saham, kripto, emas, reksa dana, properti, dan masih banyak lagi.

Investasi digital di masa pandemi terus meningkat sebagai buntut dari adanya penetrasi internet dan investor generasi muda.

Salah satu influencer yang rajin memberikan literasi keuangan adalah Jouska. Sayangnya, kini Jouska terjerat kasus pidana dan divonis hukuman penjara. Ingin tahu kronologinya?

Baca Juga: Lebih Untung Mana, Bisnis Trading atau Investasi?

Sempat Jadi Idola Sebelum Terjerat Kasus Jouska

kasus jouska
(Foto CEO Jouska. Sumber: Instagram.com/aakarabyasa)

Chief of Retail & SME Business PT Bank Commonwealth menyebutkan bahwa tren investasi terus tumbuh seiring meningkatnya literasi dan inklusi keuangan.

“Minat masyarakat terhadap investasi terus tumbuh seiring dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan. Serta didukung oleh kemudahan mengakses informasi di era digital. Mereka juga kini menghabiskan banyak waktu di shopping dan financial apps,” kata Ivan, dikutip dari Berita Satu.

Peningkatan tren investasi di masa pandemi memang sangat terasa. Ada banyak influencer yang turun gunung untuk membagikan berbagai tips investasi dan finansial, salah satunya Jouska.

Sebelum terjerat kasus Jouska, pertama kali muncul ke publik pada 18 Juli 2017 lewat akun Instagram @jouska_id. Jouska menyebut dirinya sebagai firma konsultan keuangan yang independen.

Melalui akun Instagramnya, Jouska sering membagikan tips dan trik investasi dan mengelola keuangan. Gaya uniknya dalam menjelaskan cara mengelola keuangan disukai oleh ribuan pengguna media sosial. Hal tersebut terlihat dari jumlah pengikut akun Instagramnya.

Jouska diketahui mengenakan tarif mulai dari Rp 3 jutaan untuk siapa saja yang ingin mendapat nasihat atau konsultasi keuangan.

Sebenarnya, kegiatan yang dilakukan oleh Jouska sebagai konsultan keuangan dan investasi sah-sah saja. Lalu, apa yang menyebabkan kasus Jouska diusut di pengadilan?

Baca Juga: Sukuk Adalah Investasi Syariah yang Patut untuk Dicoba

Kronologi Kasus Jouska

Kronologi Kasus Jouska, Berawal Dari Medsos Berakhir di BUI
(Foto kasus Jouska. Sumber: Unsplash.com)

Jouska atau PT Jouska Finansial Indonesia didirikan oleh Aakar Abyasa Fidzuno. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka dan terjerat hukuman 7 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar.

Berawal dari bisnis sederhana, kasus Jouska sama saja seperti akun-akun influencer lainnya. Ia hanya membagikan tips keuangan melalui media sosial secara gratis. Sebelum terjerat kasus, Jouska memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial.

Sadar dengan popularitasnya, Jouska kemudian memperkenalkan dirinya sebagai firma konsultasi keuangan secara independen. Setelah beberapa tahun menjalankan bisnis di media sosial, Jouska telah mengumpulkan dana nasabah untuk kepentingan investasi.

Rupanya, Jouska tidak memiliki izin yang disyaratkan untuk mengelola dana nasabah. Jouska hanya memiliki izin usaha jasa pendidikan, bukan izin financial planner maupun financial advisor.

Sebelum masuk ke kepolisian, kasus Jouska sempat ramai di media sosial buntut ketidakpuasan nasabahnya yang menuding adanya kejanggalan. Pada Juli 2020, puluhan klien Jouska mengeluh di media sosial.

Mereka mengaku merugi karena ulah Jouska dan perusahaannya. Para kliennya diminta menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan perusahaan afiliasi Jouska, PT Mahesa Strategis Indonesia (MSI).

Kontrak tersebut menyebutkan bahwa klien memberikan kuasa kepada PT MSI untuk menempatkan dana ke sejumlah portofolio investasi. Banyak klien Jouska yang meminta menjual sahamnya, namun tak kunjung dilakukan.

Akibatnya, banyak yang mengalami kerugian. Sebagian di antaranya ada yang merugi hingga puluhan juta rupiah. Ramai diserbu kliennya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Jouska Finansial Indonesia untuk menghentikan operasional usahanya pada 25 Juli 2020.

Kliennya pun melaporkan Jouska ke kepolisian, dari sinilah kasus Jouska dimulai. Dalam laporan tersebut, kliennya menggugat Aaakar terkait dugaan Tindak Pidana Penipuan (TPP) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Setelah melalui proses panjang yang memakan waktu hampir dua tahun, pengadilan akhirnya memberi putusan final bagi kasus Jouska, khususnya Aakar Abyasa Fidzuno, Founder Jouska sekaligus Chief Executive Officer PT Jouska Finansial Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu IPO? Ini Penjelasan Lengkap dan Tips Investasinya!

Tips Cerdas Memilih Konsultan Keuangan

Kronologi Kasus Jouska, Berawal Dari Medsos Berakhir di BUI
(Foto financial planner. Sumber: Unsplash.com)

Pengelolaan keuangan memang bukan hal yang mudah. Belajar dari kasus Jouska, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih konsultan keuangan.

1. Memiliki Izin dan Sertifikasi

Belajar dari kasus Jouska, langkah pertama memilih konsultan keuangan adalah memeriksa izin dan sertifikasinya. Pastikan konsultan keuangan memiliki izin usaha, izin financial advisor, dan terdaftar di OJK. Pastikan juga konsultan keuangan memiliki sertifikasi yang menjamin keterampilannya.

2. Tentukan Layanan yang Kamu Butuhkan

Tips selanjutnya adalah menentukan jenis layanan yang kamu butuhkan. Apakah kamu ingin belajar investasi, mengelola dana rumah tangga, atau mengatur tabungan pendidikan?

Pilihlah jasa konsultan keuangan sesuai dengan latar belakang dan kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu dapat menemukan jasa konsultasi terbaik sesuai dengan tujuanmu.

3. Perhatikan Pengalaman dan Rekam Jejaknya

Sebagai calon klien, sah-sah saja menanyakan pengalaman atau rekam jejak konsultan keuangan. Jangan ragu untuk meminta portofolio jasa konsultan keuangan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mereka dalam memenuhi harapan klien.

Semakin baik portofolionya dan semakin banyak pengalaman yang dimiliki, maka kredibilitasnya mungkin akan lebih baik.

Baca Juga: Pahami Exposure, Ini 3 Maknanya dalam Investasi dan Bisnis

4. Bandingkan Harga

Tips terakhir sebelum memiliki konsultan keuangan adalah membandingkan tarifnya dengan konsultan lain. Tentukan jasa konsultasi dengan tarif yang cocok untukmu dan tetap memerharikan kredibilitasnya.

Nah, itulah penjelasan tentang kronologi kasus Jouska dan tips memilih konsultan keuangan yang dapat menghindarkanmu dari aksi-aksi penipuan.