Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu

Share this Post

dampak inflasi
Table of Contents

Inflasi adalah sebuah kondisi yang dapat mengancam perekonomian negara dan mengganggu ekosistem bisnis. Apa dampak inflasi?

Dalam dunia ekonomi, inflasi bukanlah hal yang asing. Kondisi ekonomi ini memang harus dihindari oleh semua negara di dunia. Sebab, inflasi dapat mengancam perekonomian suatu negara dan ekosistem bisnis yang ada di dalamnya.

Sebenarnya, inflasi berskala kecil terjadi hampir setiap tahun. Namun, inflasi kecil ini tak berdampak signifikan bagi perekonomian, sehingga masih dikatakan aman. Jika terjadi dalam skala besar, tentu hal ini sangat berbahaya.

Dampak utama dari inflasi adalah harga barang-barang kebutuhan pokok menjadi meroket dan sulit didapatkan oleh masyarakat. Tak hanya itu, perusahaan besar pun akan terpengaruh akibat inflasi.

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Mengatasi Inflasi agar Bisnis Tetap Lancar

Perusahaan akan kesulitan mendapat bahan baku, ditambah lagi harganya yang ikut naik. Alhasil, harga jual produk pun akan ikut naik dan semakin mempersulit kondisi perekonomian.

Itulah gambaran awal mengapa inflasi dapat menyebabkan suatu negara mengalami chaos. Lantas, apa dampaknya bagi bisnis dan bagaimana menghadapinya?

Memahami Dampak Inflasi

dampak inflasi
(Foto dampak inflasi. Sumber: Freepik.com)

Sebelum mengetahui dampak inflasi, kamu perlu memahami definisi dari inflasi itu sendiri.

Mengutip dari Investopedia, inflasi adalah penurunan daya beli mata uang tertentu dari waktu ke waktu. Penurunan daya beli ini tercermin dari peningkatan harga rata-rata barang dan jasa suatu ekonomi selama beberapa periode waktu. 

Kenaikan harga ini dapat terjadi karena uang yang beredar lebih sedikit dibandingkan jumlah barang yang tersedia di pasar. Alhasil, daya beli menurun namun harga barang meningkat drastis.

Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Sementara itu, menurut International Monetary Fund, inflasi adalah kenaikan harga selama periode waktu tertentu.

Kenaikan harga ini terjadi secara keseluruhan di suatu negara. Inflasi mewakili seberapa jaug kenaikan harga barang dalam periode tertentu, biasanya dalam setahun.

Inflasi dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti turunnya nilai mata uang, kenaikan harga barang dan jasa, meningkatnya pengangguran, menurunnya kesejahteraan masyarakat, hilangnya investasi, dan masih banyak lagi.

Inflasi merupakan mimpi buruk dalam perekonomian suatu negara. Sebab, dampak yang ditimbulkan memang tak main-main. Inflasi dapat memicu kerusuhan di berbagai daerah dan menyebabkan situasi negara mengalami chaos.

Apalagi bagi negara yang memiliki utang luar negeri yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Inflasi bisa mematikan perekonomian dan diikuti dengan berbagai masalah lain yang muncul.

Di Indonesia, Bank Indonesia memiliki tugas untuk mengatasi inflasi dengan membuat kebijkan-kebijakan. Sementara itu, perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik.

Perlu diingat bahwa kenaikan harga satu dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali jika sudah meluas dan berdampak pada harga barang lain. Lawan dari inflasi adalah deflasi.

Baca Juga: 9 Cara Menyiapkan Dana Darurat Bisnis agar Tak Bangkrut

Inflasi VS Deflasi, Apa Bedanya?

Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu
(Foto data inflasi. Sumber: Freepik.com)

Seperti dijelaskan sebelumnya, inflasi adalah kondisi dimana harga berbagai barang dan jasa mengalami kenaikan, sedangkan daya beli konsumen menurun. Deflasi merupakan kondisi sebaliknya.

Deflasi terjadi ketika harga baran dan jasa mengalami penuruan, sedangkan daya beli mengalami peningkatan.

Deflasi dapat menyebabkan biaya modal usaha, gaji tenaga kerja, serta harga jual produk mengalami penurunan.

Namun, di sisi lain deflasi juga menguntungkan masyarakat. Sebab, konsumen dapat membeli lebih banyak produk dengan harga yang lebih murah. Penurunan harga ini dapat membuat berbagai sektor ekonomi kian lesu.

Sebab, deflasi dapat merugikan para peminjam. Mereka jadi harus membauar utang dalam nilai yang lebih besar dibandingkan jumlah uang yang mereka pinjam. Deflasi juga dapat membuat pasar uang mengalami perubahan harga yang ekstrem.

Baca Juga: 7 Strategi Bisnis Di Masa Pandemi, Sudah Menerapkannya?

Jenis-jenis Inflasi

Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu
(Foto jenis inflasi. Sumber: Freepik.com)

Menurut Buku Seri Kebanksentralan: Inflasi di Indonesia, Karakteristik, dan Pengendaliannya, jenis-jenis inflasi dibedakan berdasarkan beberapa kategori. Apa saja jenisnya?

1. Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkatan

Berdasarkan tingkatannya, jenis inflasi adalah sebagai berikut:

  • Inflasi ringan, yaitu laju inflasi yang terjadi di bawah 10% per tahun yang ditandai dengan kenaikan harga yang relatif lambat.
  • Inflasi sedang, yaitu laju inflasi ringan antara 10%-30% per tahun yang ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dalam waktu relatif singkat.
  • Inflasi berat, yaitu laju inflasi yang terjadi antara 30%-100% per tahun yang ditandai dengan naiknya harga kebutuhan secara signifikan serta sulit dikendalikan.
  • Inflasi sangat berat (hiperinflasi), yaitu keadaan inflasi yang tidak terkendali yang mencapai lebih dari 100% per tahun. Pada tahun 1998, Indonesia pernah mengalami hiperinflasi mencapai 600% per tahun yang disebabkan oleh pencetakan uang secara besar-besaran guna menutup defisit anggaran.

2. Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan sebabnya, jenis inflasi adalah sebagai berikut:

  • Demand pull inflation adalah sebuah kondisi dimana permintaan masyarakat akan suatu barang dan jasa mengalami peningkatan di saat penawaran masih tetap, sehingga harga kebutuhan akan naik.
  • Cost push inflation terjadi setelah adanya kenaikan biaya produksi karena biaya faktor produksi meningkat.
  • Bottle neck inflation dapat terjadi karena faktor penawaran atau permintaan. Inflasi karena faktor penawaran terjadi ketika stok yang tersedia sudah habis namun permintaannya terus meningkat. Sementara inflasi karena faktor permintaan terjadi karena likuiditas yang lebih tinggi dari sisi keuangan atau karena besarnya ekspektasi terhadap permintaan baru.

Baca Juga: 6 Alasan Transformasi Bisnis Perlu Dilakukan Perusahaan

3. Jenis Inflasi Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan tempat asalnya, jenis inflasi adalah sebagai berikut:

  • Domestic inflation timbul karena kesalahan pengelolaan perekonomian dalam negeri sehingga adanya defisit APBN yang berakibat oleh meningkatnya pencetakan uang baru. Selain itu, biaya produksi dalam negeri dan permintaan masyarakat terhadap barang juga meningkat namun tidak dapat diimbangi oleh penawaran yang tersedia.
  • Imported inflation adalah inflasi yang berasal dari luar negeri yang timbul karena kenaikan harga barang impor akibat tingginya biaya produksi barang, kenaikan tarif impor barang, dan naiknya harga kebutuhan di luar negeri.

4. Jenis Inflasi Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, jenis inflasi adalah sebagai berikut:

  • Creeping inflation yang terjadi karena laju inflasi yang rendah, adanya kenaikan harga secara perlahan dengan persentase yang relatif rendah dan dalam jangka waktu yang panjang.
  • Galloping inflation terjadi karena kenaikan harga yang cukup tinggi dalam jangka waktu pendek dan memiliki sifat akselerasi.
  • Hyperinflation adalah keadaan inflasi paling buruk yang dapat membuat masyarakat enggan menyimpan uang di bank karena perputaran uang terjadi sangat cepat dan adanya kenaikan harga.

Apa Penyebab Utama Inflasi?

Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu
(Foto kondisi inflasi. Sumber: Freepik.com)

Terdapat lima faktor utama yang menyebabkan terjadi inflasi, yaitu:

  1. Kebijakan Moneter: Moneter menentukan pasokan mata uang di pasar. Kelebihan pasokan uang yang beredar dapat menyebabkan inflasi. 
  2. Kebijakan Fiskal: Hal ini berkaitan dengan pinjaman dan pengeluaran ekonomi. Utang yang lebih tinggi menyebabkan defisit anggaran. Alhasil, pemerintah akan mencetak lebih banyak uang dan menimbulkan inflasi.
  3. Demand-pull Inflasi: Kenaikan harga karena kesenjangan antara permintaan (lebih tinggi) dan penawaran (lebih rendah).
  4. Cost-pull Inflasi: Harga barang dan jasa yang lebih tinggi karena peningkatan biaya produksi.
  5. Nilai Tukar: Nilai tukar ke pasar luar negeri didasarkan pada nilai dolar. Fluktuasi nilai tukar berdampak pada tingkat inflasi.

Baca Juga: Apa Itu IPO? Ini Penjelasan Lengkap dan Tips Investasinya!

Dampak Inflasi Bagi Bisnis dan Cara Menghadapinya

Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu
(Foto dampak inflasi. Sumber: Freepik.com)

Secara umum, dampak inflasi adalah membuat harga-harga produk mengalami kenaikan. Secara spesifik, dampak inflasi bagi bisnis sebagai berikut:

  • Dampak inflasi dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi karena dapat menjadi tanda meningkatnya permintaan.
  • Dampak inflasi selanjutnya dapat menyebabkan peningkatan biaya karena permintaan pekerja untuk mendapatkan upah lebih tinggi untuk membeli produk sehari-hari. Hal ini dapat meningkatkan pengangguran karena perusahaan harus memberhentikan pekerja untuk mengimbangi pengeluaran.
  • Dampak inflasi lain yaitu produk dalam negeri mungkin menjadi kurang kompetitif jika inflasi di dalam negeri lebih tinggi. Hal ini dapat melemahkan mata uang negara.

Dampak inflasi tentu dapat sangat merugikan ekosistem bisnis. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi dampak inflasi, yaitu:

  1. Efisiensi biaya internal, misalnya dengan menghemat pengeluaran perusahaan hanya untuk hal-hal yang mendesak dan sangat dibutuhkan saja.
  2. Menekan biaya produksi, biaya operasional dan biaya pemasaran. Alokasi biaya yang tidak perlu dapat dikurangi.
  3. Melakukan inovasi produk. Dengan melakukan inovasi, perusahaan diharapkan dapat menjaga pemasukan dan penjualan.
  4. Minimalisir biaya penyimpanan atau biaya overhead.
  5. Naikkan harga. Strategi menaikan harga merupakan langkah akhir yang dapat dilakukan jika keadaan sudah sangat mendesak.

Baca Juga: Dampak Resesi Ekonomi Amerika Serikat Bagi Indonesia dan 6 Penyebabnya

Apakah Saat Ini Indonesia Mengalami Inflasi?

Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu
Foto uang rupiah. Sumber: Unsplash.com

Inflasi merupakan fenomena yang wajar dalam perekonomian. Inflasi ringan tidak akan berdampak bagi kegiatan ekonomi. Namun, inflasi yang lebih berat tentu harus dihindari.

Namun, apakah saat ini Indonesia tengah menghadapi inflasi? mengingat saat ini harga berbagai barang kebutuhan mengalami kenaikan.

Menurut data Badan Pusat Statistik, inflasi di Indonesia saat ini tembus di angka 4,94% pada Juli 2022. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak Oktober 2015.

Dampak Inflasi Saat Ini

Menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira menilai bahwa inflasi tinggi dapat membawa dampak berat terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah.

Secara tidak langsung, inflasi tahun ini bisa menyeret banyak masalah kelas menengah ke atas mengalami masalah finansial. Serta, membuat masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi rentan dan mengalami kemiskinan.

Meski tak dirasakan oleh semua kelompok masyarakat, namun inflasi kali ini merupakan lampu kuning bagi pemerintah. Inflasi yang nyaris mencapai angka 5% ini disebabkan oleh naiknya harga berbagai barang kebutuhan.

Jika subsidi BBM dan listrik dicabut, maka akan berdampak besar terhadap inflasi. Apakah Indonesia terancam resesi?

Bloomberg merilis daftar 15 negara yang terancam resesi, Indonesia menempati urutan ke-14. Srilanka menempati posisi pertama dengan potensi resesi 83%.

Menyusul kemudian New Zealand 33%, Korea Selatan dan Jepang dengan presentase 25%.

Baca Juga: Apa arti Value for Money? Simak 6 Implementasinya

Bagaimana Cara Mengurangi Inflasi Saat Ini?

Meski inflasi saat ini masih dapat dikendalikan, namun perlu ada upaya dalam mengurangi laju inflasi. Ada beberapa cara menekan laju inflasi, berikut caranya:

  • Menambah hasil produksi.
  • Mempermudah masuknya barang impor.
  • Menstabilkan pendapatan masyarakat.
  • Menetapkan harga maksimum barang.
  • Mengawasi distribusi barang yang efisien.

Nah, itulah penjelasan tentang dampak inflasi dan cara menghadapinya bagi bisnis.