2 Contoh Biaya Implisit dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya

Share this Post

biaya implisit
Table of Contents

Biaya implisit merupakan salah satu jenis biaya yang muncul saat perusahaan menggunakan sumber daya internal saat mengerjakan project tertentu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Dalam menjalankan bisnis, terdapat banyak biaya yang harus dikeluarkan. Salah satunya biaya implisit dan eksplisit. Keduanya merupakan salah satu biaya yang penting bagi perusahaan.

Implicit cost sendiri merupakan biaya yang dapat diukur secara akurat dengan tujuan untuk kepentingan keuangan bisnis itu sendiri.

Selain itu, biaya implisit juga dapat membantu pebisnis menentukan keputusan terkait perjalanan bisnisnya.

Bagi seorang pebisnis, mengetahui hal ini merupakan sebuah kewajiban. Yuk, mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Kita mulai pembahasan dengan pengertiannya terlebih dahulu.

Baca Juga: Apa Itu Biaya Eksplisit? Ini Pengertian dan 3 Cara Hitungnya

Definisi Biaya Implisit

biaya implisit
(Foto menghitung biaya. Sumber: Pixabay.com)

Dilansir dari Investopedia biaya implisit merupakan jenis biaya peluang yang digunakan untuk sumber daya internal dalam sebuah bisnis.

Jenis biaya ini tidak akan ditampilkan dalam laporan keuangan secara umum dan akan dilaporkan dalam laporan khusus.

Kehadiran biaya implisit akan muncul ketika perusahaan atau bisnis menggunakan sumber daya internal untuk sebuah project atau aktivitas tertentu.

Umumnya, biaya implisit memiliki kesulitan sendiri untuk dihitung, karena untuk menghitung biaya ini  akan terjadi pertukaran uang tunai dalam aktivitasnya.

Biaya implisit sendiri berasa dari penggunaan aset perusahaan atau aset bisnis, yang digunakan bukan untuk membeli atau sewa sesuatu dari pihak ketiga.

Biaya ini juga akan menunjukan pendapatan potensial perusahaan yang menghilang, bukan untuk menunjukan keuntungan perusahaan itu sendiri.

Sederhananya implicit cost merupakan pendapatan yang hilang akibat aset yang dimiliki untuk mendapatkan pendapatan digunakan.

Baca Juga: 6 Hal Ini Bisa Dilakukan Jika Punya Uang 1 Miliar untuk Bisnis

Untuk mengimbangi penjelasan, kamu juga harus tahu apa itu biaya eksplisit. Biaya eksplisit merupakan biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan atau sebuah bisnis ketika ingin mendapatkan suatu hasil.

Selain itu, biaya eksplisit juga merupakan biaya nyata yang harus dikeluarkan demi berjalannya sebuah bisnis. Biaya yang keluar bergantung berbagai faktor produksi dan berkaitan langsung dengan keuntungan perusahaan.

Dari penjelasan di atas, tentu kamu harus mengetahui apa perbedaan dari eksplisit dan implisit itu sendiri. Sederhananya, perbedaan biaya eksplisit atau implisit dapat dilihat dari keuangan yang dikeluarkan atau dialokasikan.

Contoh dari biaya eksplisit merupakan biaya seperti honor, fee dan gaji karyawan, biaya operasional seperti biaya sewa tempat, sewa ala hinga biaya perbaikan, juga termasuk biaya modal yang dikeluarkan.

Kedua jenis biaya ini merupakan jenis pengeluaran perusahaan atau bisnis yang dalam penerapannya memiliki perbedaan. Selain dari aspek yang telah dijelaskan di atas, perbedaannya dapat terlihat dari seperti apa perusahaan dapat memanfaatkannya.

Karena implicit cost merupakan biaya yang merupakan biaya yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan, terutama saat memutuskan untuk menggunakan aset perusahaan.

Sementara itu, biaya eksplisit merupakan biaya yang dikeluarkan dan akan memberikan pengaruh langsung kepada produksi dari perusahaan itu sendiri.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Mengenai Average Cost, Berikut Cara Menghitungnya

Contoh dan Cara Menghitungnya

2 Contoh Biaya Implisit dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya
(Foto menghitung biaya. Sumber: Pixabay.com)

Agar lebih memahami terkait biaya implisit, tentu kamu harus tahu contoh dan cara menghitungnya. Dengan memahami contoh dan cara menghitungnya, kamu bisa mengerti setiap penjelasan yang telah dijelaskan di atas.

Berikut ini terdapat dua contoh terkait biaya implisit yang perlu kamu ketahui. Yuk, mari langsung kita simak di bawah ini!

1. Contoh Pertama

Kita ilustrasikan sebuah perusahaan manufaktur yang hendak membeli sebuah gedung. Gedung tersebut akan digunakan untuk kepentingan operasional dan produksi bisnis lainnya.

Kemudian perusahaan tersebut akan memiliki untuk menggunakan gedung sebagai kegiatan operasional perusahaan ketimbang harus mengontrakkan gedung atau menyewakannya kepada perusahaan atau pihak lain.

Dengan membeli gedung, perusahaan tersebut bisa menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp600.0000.000,- setiap bulannya.

Jika gedung tersebut disewakan kepada pihak lain, peluang biaya yang didapatkan hanya sekitar Rp40.000.000,- juta setiap bulannya.

Dari ilustrasi di atas, tentu kamu penasaran bagaimana menghitung angka Rp600.000.000,- dan Rp40.000.000,- yang muncul di atas untuk mendapatkan biaya implisit itu sendiri. Pada dasarnya, cara menghitung biaya implisit sangat mudah.

Dari keuntungan yang didapatkan sebesar Rp600.000.000,- juta bisa dikurangi dengan biaya Rp40.000.000,-. Maka dari hasil pengurangan tersebut, akan muncul angkat Rp540.000.000,- yang merupakan biaya implisit itu sendiri.

Ini karena perusahaan manufaktur tersebut memutuskan untuk memanfaatkan sumber daya sendiri yaitu gedung. Itu sebabnya, perusahaan tersebut tidak akan memperoleh pendapatan dari aset dan juga tidak melaporkannya sebagai biaya eksplisit.

Maka dari itu, perusahaan manufaktur yang dijelaskan di atas, akan kehilangan potensi untuk mendapatkan pemasukan sekitar Rp40.000.000,-.

Baca Juga: EOQ adalah Formula Penting dalam Manajemen Persediaan

2. Contoh Kedua

Misalkan, terdapat seorang individu yang akan mengalokasikan uangnya sejumlah Rp150.000.000,- untuk dapat digunakan dalam membangun bisnis yang baru.

Seseorang tersebut kemudian memutuskan untuk mengalokasikan uang yang dimiliki untuk didepositkan kepada bank. Karena jika didepositkan pada bank, seseorang tersebut akan mendapatkan pendapatan dari bunga.

Biasanya pendapatan yang akan masuk sekitar Rp 10 juta setiap tahunnya. Maka dari itu, uang Rp10.000.000,- yang didapatkan setiap tahunnya tersebut, merupakan biaya implisit dari seseorang tersebut karena memutuskan untuk melakukan deposit pada bank.

Selain contoh kasus di atas terkait cara menghitung dari implicit cost, terdapat beberapa contoh lainnya yang bisa membuat kamu mudah untuk memahami biaya satu ini. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  • Biaya yang digunakan untuk mengirim karyawan atau pekerja mengikuti pelatihan atau seminar.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk mengirim karyawan lanjut studi atau lanjut pendidikan.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perbaikan, terutama perbaikan terhadap aset-aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
  • Selain pembahasan di atas, terdapat beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan dari biaya implisit. Beberapa hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  • Mempertimbangkan biaya alternatif ataupun biaya oportunitas dalam seluruh input biaya. Termasuk biaya yang dimiliki perusahaan. Alasannya sederhana, karena perusahaan tidak dapat menahan input itu sendiri.
  • Perusahaan juga wajib mempertimbangkan biaya akuntansi atau biaya historis. Karena biaya historis sangat penting dalam laporan keuangan perusahaan, termasuk juga untuk pelaporan pajak.
  • Penting juga untuk mempertimbangkan keputusan dalam mempertimbangkan biaya ekonomis karena akan dianggap sebagai konsep biaya yang relevan dan harus digunakan oleh perusahaan.
  • Harus membedakan biaya marginal atau biaya tambahan. Biaya marginal merupakan perubahan biaya tetap pada sebuah unit.
  • Biaya tambahan merupakan konsep lebih luas dan merujuk pada perubahan biaya total dari sebuah implementasi keputusan manajerial tertentu. Implementasi keputusan manajerial yang dimaksud seperti iklan, atau memproduksi sendiri sebuah komponen yang sebelumnya tidak dimiliki dan harus membeli.

Baca Juga: Tanpa Biaya, Ini 5 Cara Membuat NIB Secara Online

Dengan mengetahui biaya implisit di atas, sebuah bisnis atau perusahaan dapat memiliki alur biaya yang lebih terukur dan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan segala aktivitasnya.