Mau Buka Creative Agency? Ini 5 Hal yang Harus Disiapkan

Share this Post

creative agency
Table of Contents

Industri kreatif saat ini berkembang sangat pesat, salah satunya creative agency yang menjadi wadah ide kreatif. Tertarik mencobanya?

Pesatnya perkembangan industri digital dan kreatif mendorong tumbuh suburnya bisnis agency saat ini. Pasalnya, banyak agency yang memainkan peran dan pekerjaan penting yang secara spesifik tidak dimiliki oleh perusahaan besar.

Sebagai contoh, industri FMCG seperti produsen sabun mungkin saja hanya fokus dalam produksi sabun itu sendiri, namun tidak memiliki spesialisasi dalam memproduksi konten iklan.

Oleh karenanya, perusahaan tersebut perlu menggandeng creative agency dalam memproduksi materi promosi untuk kepentingan produknya. Disinilah peran penting agency dijalankan.

Itulah mengapa semakin banyak agency yang muncul di tengah masyarakat. Sebagian besar diisi oleh anak muda yang energik dan berjiwa kreatif. Tak bisa dipungkiri bahwa industri kreatif ini memang sengaja menciptakan ekosistem yang nyaman untuk anak muda.

Ingin terjun dalam bisnis kreatif yang satu ini? berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan!

Baca Juga: Apa Itu Creativepreneur? Ini 9 Syarat Menjadi Wirausaha Kreatif

Apa Itu Creative Agency?

creative agency
(Foto karyawan startup. Sumber: Freepik.com)

Sebelum mengupas potensi bisnisnya, ada baiknya kamu memahami cara kerja bisnis ini dahulu.

Menurut Wrapbook, creative agency adalah bisnis yang menyediakan strategi inovatif dan kreatif dalam hal pemasaran untuk membantu brand mencapai tujuan mereka. Spesialisasi agensi ini umumnya mencakup seluruh layanan periklanan, desain, dan teknologi.

Agensi kreatif mengembangkan dan menerapkan solusi imajinatif untuk membantu bisnis meningkatkan brand awareness, memasarkan produk atau layanan dengan lebih baik, dan, meningkatkan penjualan. 

Agensi kreatif adalah bisnis yang menggunakan strategi kreatif untuk membantu klien mencapai tujuan mereka. Agensi kreatif terkadang disebut marketing agency, biasanya fokus pada upaya berikut:

  • Strategi: Bagaimana bisnis melayani pelanggan dan menghasilkan pendapatan.
  • Desain: Bagaimana bisnis dan produknya terlihat.
  • Teknologi: Bagaimana bisnis mengintegrasikan solusi teknologi ke dalam praktiknya.
  • Iklan: Bagaimana sebuah bisnis memasarkan dirinya sendiri dan produk atau layanannya kepada konsumen.

Sebenarnya, ada banyak sekali definisi dari agensi kreatif yang dapat kamu peroleh dari berbagai sumber. Ragam definisi tersebut bukan untuk membingungkanmu, justru menunjukkan bahwa bisnis yang satu ini tidak terbatas pada bidang tertentu saja.

Agensi kreatif memang benar-benar kreatif, artinya semua industri dapat dikerjakan oleh bisnis ini. Semuanya tergantung pada keterampilan dan kejelianmu dalam berinovasi.

Mengingat kreativitas tak mengenal batas, maka bisnis ini pun tak memiliki batasan. Semakin banyak pertumbuhan bisnis baru, maka semakin besar lahan yang dapat digarap oleh bisnis ini.

Baca Juga: Konsep Ekonomi Kreatif dan Jenis-jenisnya, Sudah Tahu?

Jenis-Jenis Creative Agency

Mau Buka Creative Agency? Ini 5 Hal yang Harus Disiapkan
(Foto karyawan startup. Sumber: Freepik.com)

Umumnya, ada beberapa jenis creative agency yang berfokus pada bidang tertentu. Tujuannya adalah untuk memudahkan visi bisnis dan layanan yang diberikan. Apa saja jenisnya? Berikut penjelasannya.

1. Advertising Agency (Biro Iklan)

Biro iklan membuat konten dan materi promosi untuk meningkatkan brand awareness. Agensi ini membantu bisnis menarik konsumen baru dan meningkatkan loyalitas di antara basis pelanggan mereka yang sudah ada. 

Beberapa layanan umum yang ditawarkan biro iklan meliputi:

Riset Pasar

Biro iklan menganalisis tren pasar dan fokus untuk menentukan apa yang dipikirkan audiens target tentang suatu merek, produk, dan layanannya saat ini

Pembuatan Strategi Branding

Biro iklan menggunakan riset pasar untuk membantu bisnis mengembangkan strategi agar produk atau layanan yang dijual mendapat lebih banyak perhatian dari pelanggan. 

Produksi Iklan

Iklan disusun berdasarkan penelitian dan strategi. Biro iklan memproduksi berbagai macam iklan, termasuk majalah, papan reklame, radio, dan televisi, untuk melaksanakan kampanye iklan strategis secara efektif.

Penempatan Iklan

Biro iklan juga mengatur penempatan iklan. Biro iklan yang menawarkan layanan ini untuk membuat penempatan iklan atas nama kliennya lebih mudah dilihat oleh pelanggan.

2. Digital Agency

Digital agency berfokus pada desain serta pengembangan produk dan layanan berbasis digital. Agensi ini membantu bisnis menggunakan teknologi untuk membedakannya dari pesaing mereka. 

Digital agency memiliki keahlian artistik dan teknis untuk menciptakan solusi digital yang menarik bagi konsumen.

Biasanya, tugas yang dijalankan mencakup pengembangan web, analisis media sosial, pengembangan desain aplikasi bisnis, dan peracangan papan nama digital.

Baca Juga: Contoh Bisnis Kreatif, atau Seni Mengolah Ide

3. Design Agency

Design agency berfokus pada tampilan merek, produk, dan layanan. Agensi ini membuat desain brand dan produk klien menjadi lebih menarik secara visual. 

Agensi ini sering bekerja dengan outlet kreatif lainnya, termasuk biro iklan dan konsultasi, untuk mengimplementasikan pekerjaan desainnya. Sebab, pada akhirnya desain yang dibuat oleh agensi ini akan digunakan juga untuk kepentingan iklan.

4. Interactive Agency

Agensi ini berfokus menciptakan proyek digital inovatif yang biasanya menggabungkan teknologi baru, multimedia, dan prinsip-prinsip desain yang mudah digunakan.

Bidang kerjanya mencakup pembuatan desain situs web, game, papan reklame interaktif, proyek VAR, dan aplikasi.

5. Consulting Agency

Agensi ini fokus mengembangkan strategi kreatif untuk membantu bisnis menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Mereka menggunakan data klien dan riset pasar untuk memastikan strategi bisnis memiliki peluang sukses yang besar. 

Baca Juga: Manfaat Design Thinking sebagai Solusi Kreatif bagi Bisnis

Tips Memulai Bisnis Creative Agency

Mau Buka Creative Agency? Ini 5 Hal yang Harus Disiapkan
(Foto digital agency. Sumber: Freepik.com)

Setelah memahami jenis-jenis creative agency, tentunya kamu sudah memahami cara kerja bisnis yang satu ini. Lantas, bagaimana cara memulainya?

1. Tentukan Jenis Agensi

Tips pertama dalam memulai bisnis creative agency tentunya dengan menentukan jenis agensi yang kamu inginkan.

Pilihlah fokus bidang agensi yang paling potensial dan paling sesuai dengan kemampuanmu. Cobalah amati kebutuhan pasar saat ini sebelum memilih jenis agensi.

2. Temukan Relasi

Bisnis agensi membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan spesifik, seperti desainer grafis, sosial media spesialis, konten kreator, dan tenaga pemasaran. Kamu bisa membangun bisnis ini bersama dengan teman-temanmu yang memiliki spesialisasi unik.

3. Lakukan Branding

Bukan creative agency namanya jika tidak memiliki branding yang kreatif. Maka dari itu, ciptakanlah nama agensi yang kreatif, logo yang menarik, dan desain pitch deck yang unik untuk menggambarkan keterampilan timmu.

4. Asah Kemampuan

Industri kreatif terus berkembang, begitu pun rentetan teknologi pendukungnya. Teruslah asah keterampilan dengan mengikuti berbagai pelatihan yang ada dan jangan berhenti belajar.

5. Lakukan Uji Coba

Langkah terakhir adalah melakukan uji coba. Caranya dengan menawarkan layanan agensimu secara gratis kepada klien. Tujuannya untuk membangun kepercayaan awal sekaligus mengisi portofoliomu.

Baca Juga: 5 Kelebihan dan Kekurangan Digital Marketing, Wajib Tahu!

Nah, itulah tips seputar creative agency yang bisa kamu coba. Apakah kamu tertarik memulai bisnis ini?