Untung Besar Jualan Sekoteng di Musim Hujan, Ini Tipsnya!

Share this Post

jualan sekoteng
Table of Contents
shopee pilih lokal

Jualan sekoteng di musim hujan bisa memberikan keuntungan besar. Berikut tips usahanya!

Memasuki akhir tahun, sebagian wilayah Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Menurut BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023.

Pada musim hujan ini, suhu rata-rata harian akan lebih dingin, terutama pada malam hari. Sementara itu, sebagai negara tropis, masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan suhu hangat.

Penurunan suhu secara tiba-tiba selama musim penghujan membuat sebagian orang lebih mudah kedinginan, mengalami flu, hingga demam.

Untuk menjaga kondisi tubuh saat musim penghujan tiba, kamu bisa mengonsumsi minuman hangat kaya rempah-rempah, sekoteng misalnya.

Minuman khas Jawa Tengah ini dibuat dari racikan gula jawa, santan, jahe, kacang hijau, bubur mutiara, kacang tanah, dan potongan roti.

Selain menyehatkan badan, jualan sekoteng saat musim hujan juga bisa menyehatkan isi dompet kita. Pasalnya, permintaan sekoteng akan semakin tinggi, terutama saat malam hari.

Ingin mencoba jualan sekoteng saat musim hujan ini? Simak tipsnya sampai akhir, ya!

Baca Juga: 13 Minuman Khas Indonesia untuk Ide Jualan, Berani Coba?

Peluang Usaha Jualan Sekoteng

jualan sekoteng
(Foto seporsi sekoteng. Sumber: Instagram.com/the.lucky.belly)

Memasuki musim penghujan, tampaknya usaha minuman hangat akan semakin laris. Pasalnya, akan ada banyak orang mencari kehangatan pada malam hari atau saat hujan turun.

Jualan sekoteng memang lebih laris jika dijalankan di lokasi yang terkenal dingin, seperti di kawasan Puncak Bogor, Cianjur, Bandung Utara, Malang, dan wilayah dataran tinggi lainnya.

Selain itu, berjualan sekoteng saat musim hujan juga tak kalah untungnya. Pasalnya, di kota-kota besar seperti Jakarta, penjual sekoteng sudah cukup sulit ditemui.

Padahal saat akhir tahun, Jakarta dan sekitarnya merupakan wilayah yang cukup sering diguyur hujan.

Artinya, jualan sekoteng di pinggir jalan, di dekat area perkantoran, atau di sekitar perumahan akan cukup laris.

Tak hanya di Jakarta, berjualan sekoteng di kota-kota lain di Indonesia saat musim hujan juga cukup potensial. Minuman hangat dan menyehatkan ini memiliki berbagai khasiat bagi tubuh yang disadari oleh banyak orang.

Bahan-bahan sekoteng seperti jahe, memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Menurut Web MD, berikut beberapa manfaat jahe bagi kesehatan:

  • Jahe mengandung senyawa kimia yang dapat membantu tubuh menangkal kuman dan bakteri.
  • Jahe bersifat anti-bakteri yang dapat membantu menjaga kesehatan mulut.
  • Selama masa kehamilan, konsumsi jahe bisa mengatasi rasa mual dengan membuang gas yang menumpuk di usus kamu.
  • Mengonsumsi jahe dapat membantu menenangkan otot yang pegal dan nyeri.
  • Kandungan dalam jahe dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Konsumsi jahe dapat menurunkan kadar gula darah.
  • Bubuk jahe dapat meringankan rasa nyeri akibat haid.
  • Konsumsi jahe secara teratur dapat membantu menurunkan kolesterol.
  • Jahe bertindak sebagai antioksidan yang dapat mencegah stress dan melawan penyakit.
  • Konsumsi jahe secara teratur dapat membantu meredakan gangguan pencernaan.

Dengan banyaknya khasiat jahe bagi kesehatan, konsumsi sekoteng tentu sangat penting bagi tubuh.

Ditambah lagi, sudah banyak orang yang menyadari khasiat jahe dan sangat mungkin mengonsumsi sekoteng untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: 10 Aneka Minuman Segar untuk Usaha, Yuk Coba!

Tips Jualan Sekoteng Agar Untuk Besar

Untung Besar Jualan Sekoteng di Musim Hujan, Ini Tipsnya!
(Foto gerobak sekoteng. Sumber: Instagram.com/bangreiichannel)

Berikut beberapa tips berjualan sekoteng yang bisa kamu implementasikan.

1. Pilih Lokasi yang Mudah Terlihat

Jika diamati, kebanyakan pembeli sekoteng adalah pengguna jalan yang sedang melintas. Artinya, lokasi paling strategi untuk berjualan sekoteng adalah di pinggir jalan.

Banyak pekerja yang lalu lalang di jalan utama pada sore dan malam hari, biasanya jalanan akan lebih ramai saat jam pulang kerja.

Artinya, berjualan sekoteng di pinggir jalan utama, di depan bangunan kantor, atau bahkan di depan sarana transportasi umum akan sangat menguntungkan.

Akan tetapi, kamu tetap perlu memerhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.

Sebaiknya, patuhi aturan yang ada dengan tidak berjualan di area trotoar yang tidak diperuntukkan untuk jualan.

2. Jualan Pada Waktu yang Tepat

Selain musim hujan, waktu lain yang paling tepat untuk berjualan sekoteng adalah pada malam hari, apalagi saat hujan turun.

Pasalnya, pada malam hari banyak orang membeli sekoteng untuk menjaga kondisi tubuh setelah lelah bekerja seharian.

Sebagian lagi ada yang membeli sekoteng karena suhu pada malam hari terasa lebih dingin.

Kamu bisa mulai “mangkal” atau menggelar lapak sekotengmu pada sore hari menjelang jam pulang kerja.

Baca Juga: Food and Beverages, Industri Penyajian Makanan dan Minuman untuk Pelanggan

3. Jualan Keliling

Jika kamu berjualan sekoteng menggunakan gerobak, kamu bisa mangkal di satu lokasi atau berkeliling ke sejumlah tempat.

Misalnya, pada sore hingga awal malam kamu bisa memarkirkan gerobak sekotengmu di pinggir jalan atau di dekat area kantor. Jika dirasa pembeli sudah mulai sepi, kamu bisa memilih opsi jualan keliling.

Kamu bisa menerapkan sistem “jemput bola” dengan menjajahkan sekoteng ke dalam area perumahan, komplek, pasar, atau berpindah ke dekat sarana transportasi seperti stasiun KRL.

Dengan memadukan dua konsep jualan tersebut, kamu bisa mendapatkan lebih banyak pembeli dan sangat mungkin menemukan pembeli langganan.

4. Pemilihan Bahan

Sekoteng dibuat dari berbagai bahan, seperti yang dijelaskan di awal. Artinya, kamu juga perlu selektif dalam memilih bahan baku, terutama jahe dan roti.

Gunakanlah jahe yang masih segar sehingga menghasilkan sekoteng yang hangat dan menyehatkan.

Selain itu, kamu juga perlu memilih roti tawar yang masih baru dan tidak berjamur untuk menjaga kualitas sekoteng racikanmu.

Baca Juga: Terapkan 8 Metode Pemasaran Produk Makanan Ini agar Banyak Pembeli!

5. Jual Produk Pelengkap

Selain jualan sekoteng, kamu juga bisa menjual produk minuman hangat lain dalam satu gerobak. Misalnya, menjual wedang ronde, susu jahe merah, susu telur madu jahe, bir pletok, dan lainnya.

Kamu juga bisa menjual jajanan hangat seperti kacang rebus, singkong rebus, jagung manis, dan makanan lain untuk membantu meningkatkan keuntungan penjualan.

Itulah beberapa tips jualan sekoteng dan minuman hangat lain saat musim hujan. Selamat mencoba, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X