5 Tips Memulai Bisnis Toko Selimut, Bisa Untung Besar!

Share this Post

Bisnis toko selimut
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bisnis toko selimut bisa mendatangkan banyak keuntungan. Pasalnya, selimut adalah barang yang dibutuhkan oleh semua orang.

Saat ini ada banyak sekali bisnis baru yang tumbuh subur. Sebagian besar menjual produk kekinian yang kaya inovasi.

Tak sedikit di antaranya yang kemudian viral dan diburu banyak orang. Sayangnya, tak semua produk tersebut benar-benar bertahan lama di pasaran.

Pasalnya, banyak produk baru yang tak bertahan lama. Kemajuan teknologi nyatanya dapat menggeser eksistensi sebuah produk di pasaran. Produk yang semula tidak laris, bisa mendadak laku keras hanya dalam semalam.

Baca Juga: 5 Tips Membangun Usaha Grosir Sembako, Omzetnya Bisa Jutaan!

Sebaliknya, produk yang semula banyak dicari bisa mengalami penurunan secara mendadak. Sebagai pebisnis, kamu tak boleh ikut-ikutan.

Akan lebih baik jika kamu menjual produk yang selalu dibutuhkan dan tak pernah sepi peminat. Maka dari itu, kamu patut mencoba bisnis toko selimut sebagai salah satu produk yang kamu tawarkan.

Mengapa bisnis toko selimut? Bisnis yang satu ini bisa dikatakan tidak terpengaruh tren. Bagaimana peluang bisnis toko selimut?

Peluang Bisnis Toko Selimut

Bisnis toko selimut
Foto: Freepik.com

Bisnis toko selimut selalu dibutuhkan dan termasuk bisnis tahan perubahan tren. Bisnis ini memiliki niche market sendiri.

Menurut Oberlo, niche adalah bagian kecil dari pasar yang lebih besar dan memiliki kebutuhan spesifiknya sendiri yang berbeda dari pasar pada umumnya. Bisnis yang memiliki niche market artinya memiliki target pasar yang spesifik.

Coba kita analisis, siapa target pasar dari bisnis toko selimut? Secara umum, target pasar bisnis selimut adalah semua kalangan. Namun, tidak semua orang terbiasa menggunakan selimut.

Target pasar bisnis selimut dapat dianalogikan sebagai berikut.

Bisnis bahan kain memiliki segmen pasar yang sangat luas. Semua orang bahkan industri pakaian membutuhkan kain baik sebagai bahan baku produksi maupun kebutuhan lain.

Secara spesifik, bisnis selimut memiliki segmen pasar yang lebih terfokus, yaitu orang-orang yang terbiasa menggunakan selimut atau yang tinggal di daerah dengan suhu yang rendah.

Lebih spesifik lagi, bisnis selimut juga memiliki segmen pasar khusus yaitu pengelola penginapan, rumah sakit, dan orang-orang yang tinggal di dataran tinggi.

Apa yang bisa disimpulkan dari kondisi tersebut? Artinya, bisnis toko selimut memiliki target pasar spesifik yang mudah dikenali karakteristiknya.

Kamu jadi bisa melakukan riset pasar dengan lebih terfokus untuk mengetahui permintaan pasar terhadap selimut.

Baca Juga: 6 Cara Memulai Bisnis Print on Demand, Mau Coba?

Opsi Model Bisnis Toko Selimut

Bisnis toko selimut
Foto: Freepik.com

Bisnis selimut terbilang unik, selain karena target pasar yang spesifik, bisnis ini juga bisa dijalankan dalam dua model.

  1. Business to consumer, artinya kamu bisa menjual langsung selimut kepada konsumen akhir atau pengguna. Siapa mereka? Target pasar paling potensial adalah orang-orang yang tinggal di daerah dingin.
  2. Business to business, artinya kamu juga bisa menjual selimut ke bisnis lain. Misalnya, menjual selimut ke rumah sakit atau penginapan. Sebab, kedua industri tersebut selalu menyediakan selimut sebagai bagian dari fasilitas produknya.

Model bisnis apapun yang kamu pilih tentu memiliki kualifikasi produk yang berbeda. Hotel dan rumah sakit tentunya sudah punya standar sendiri untuk selimut yang digunakan.

Sementara itu, menjual selimut ke konsumen akhir memang lebih praktis. Sebab, kamu dapat menjual selimut dengan bahan apa saja dan dengan motif beragam.

Tantangan Usaha Bisnis Selimut

Bisnis toko selimut
Foto: Freepik.com

Membahas peluang usaha bisnis toko selimut, tak lengkap jika tidak mengupas tantangan usahanya. Berikut penjelasannya, yaitu:

  • Adanya standar kualitas jika kamu ingin menjual selimut ke bisnis lain. Standar kualitas ini wajar ditetapkan karena selimut tersebut akan digunakan kembali oleh pelanggan lain.
  • Banyaknya pesaing, sebab bisnis selimut bukanlah bisnis yang sulit dijalankan. Memang benar bahwa merek selimut masih sedikit, namun karena itulah mereka mendominasi. Bagi pendatang baru, memasarkan selimut memang jadi tantangan tersendiri.
  • Produk cenderung homogen, sebab selimut memang tidak terpengaruh tren. Bahan yang digunakan dan model selimut pun pada umumnya sama. Perbedaannya dapat dibuat dengan memproduksi selimut bermotif unik.

Baca Juga: Cara dan Tips Membuat Buket Uang yang Bisa Jadi Peluang Bisnis!

Tips Sukses Memulai Bisnis Selimut

Bisnis toko selimut
Foto: Freepik.com

Setelah mengetahui peluang dan tantangan usahanya, tentu kamu makin mantap untuk memulai bisnis yang satu ini. agar bisnismu lancar, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut ini.

1. Kenali Bahan Selimut

Tips pertama memulai bisnis selimut adalah kamu harus mengenali beberapa jenis bahan kain selimut. Ada beberapa jenis bahan yang biasa digunakan, seperti kain katun, kain wol, polyester, kain fleece, hingga kain flanel.

Setiap jenis kain menawarkan kualitas yang berbeda dan tentunya harganya juga berbeda. Kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan setiap jenis bahan untuk menentukan kain selimut jenis apa yang cocok untuk pasarmu.

2. Tentukan Target Pasar

Target pasar bisnis selimut bisa dibagi jadi konsumen akhir dan bisnis lain. Jika target pasarmu bisnis lain, maka kamu bisa memasarkannya ke rumah sakit atau pengelola hotel.

Jika target pasarmu konsumen akhir, kamu bisa menargetkan orang-orang yang tinggal di daerah dingin. Bila target pasarmu remaja, cobalah hadirkan motif selimut yang memiliki pola-pola abstrak atau pola yang unik dengan warna-warnapastel.

Jika target pasarmu dewasa, coba hadirkan motif selimut yang sederhana, misalnya motif kotak-kotak. Bila target pasarmu anak-anak, tentu kamu perlu menjual selimut dengan ukuran yang sesuai.

Baca Juga: Libur Sekolah? Intip 7 Ide Usaha Sampingan Guru untuk Uang Tambahan

3. Jual Online atau Offline?

Tips bisnis selimut selanjutnya adalah menentukan jenis usaha. Setidaknya ada dua jenis usaha yang bisa kamu tentukan, yaitu menjual selimut secara online atau offline.

Kamu perlu mempertimbangkan jenis usahamu sebab nantinya hal ini akan menentukan strategi pemsarannya.

Jika memilih berjualan secara offline, kamu perlu menentukan lokasi jualan yang strategis. Setidaknya, cobalah berjualan di area pasar. Jika memungkinkan, kamu juga bisa mencoba menyewa lapak usaha di dekat tempat wisata yang berada di dataran tinggi.

Jika ingin berjualan online, kamu tentu perlu menentukan platform yang tepat. Ada beberapa e-commerce yang umum digunakan seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

4. Mencari Pemasok

Selanjutnya, kamu perlu mencari pemasok yang terpercaya. Hal ini dibutuhkan untuk mendapat selimut kualitas terbaik dengan harga kompetitif.

Pasalnya, pemasok menjual selimut yang berbeda dengan jenis dan kualitas bahan beragam, jadi kamu harus jeli dalam menentukan mana pemasok yang pas.

Dalam mencari pemasok, pastikan kamu sudah menentukan kain selimut seperti apa yang akan kamu jual. Jenis bahan apa yang akan kamu gunakan bisa disesuaikan dengan pemasok.

Baca Juga: 10 Ide Jualan di Rumah yang Laku Setiap Hari, Bikin Tetangga Iri!

5. Mulai Berjualan

Setelah mempersiapkan dengan matang, kamu bisa mulai berjualan. Coba gunakan media sosial untuk membantu mempromosikan produkmu. Kamu bisa berjualan dengan menawarkan kepada orang-orang terdekat dan meminta ulasan.

Jangan sungkan juga untuk memberikan promo potongan harga untuk minimal pembelian tertentu.

Berikan harga yang kompetitif dan pelayanan maksimal. Siapkan kemasan yang bagus agar semakin disukai pembeli.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang bisnis toko selimut yang patut kamu coba. Tertarik mencobanya?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X