Ternak Kroto: Peluang Bisnis, Panduan, dan Keuntungannya

Share this Post

ternak kroto
Table of Contents

Bisnis ternak kroto tengah melambung beberapa waktu ke belakang. Bagaimana peluang bisnis dan cara budidayanya?

Bisnis ternak kroto memang tak sefamiliar ternak lele atau ternak ayam. Pasalnya, bisnis ini memang menyasar niche market yang lebih spesifik.

Menurut Oberlo, niche adalah bagian kecil dari pasar yang lebih besar dan memiliki kebutuhan spesifiknya sendiri yang berbeda dari pasar pada umumnya. Misalnya, pasar produk susu bayi sangat luas, tetapi ada niche untuk susu bayi anti alergi.

Dalam hal ini, ternak kroto masuk dalam jenis bisnis dalam bidang budidaya yang cukup luas.

Namun, kroto sendiri hanya dicari dan dibutuhkan oleh kelompok pasar tertentu saja. Seperti mereka yang hobi memelihara burung kicau.

Ingin tahu peluang bisnis dan keuntungan ternak kroto? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

Baca Juga: 10 Tips Usaha Ternak Kuda dengan Omzet Hingga Puluhan Juta

Apa Itu Kroto?

ternak kroto
(Foto semut kroto. Sumber: Paktanidigital.com)

Kroto adalah sejenis semut kecil dengan ukuran sekitar 2-3 milimeter yang hidup secara koloni.

Semut kroto dikenal memiliki kebiasaan makan protein hewani, terutama serangga seperti ulat atau jangkrik, dan sering ditemukan hidup di tempat-tempat yang lembap seperti di dalam tanah atau di dalam batang pohon yang lapuk.

Kroto juga terkenal sebagai salah satu jenis makanan burung yang sangat diminati, sehingga kroto sering dijadikan sebagai bahan pakan dalam industri burung kicau.

Selain sebagai bahan pakan burung, kroto juga menjadi salah satu bahan makanan bagi manusia.

Di Indonesia, kroto biasa dimasak sebagai bumbu dalam masakan seperti sambal atau sebagai lauk dalam hidangan seperti gado-gado atau pecel.

Kroto juga dikonsumsi sebagai camilan dan diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan seperti keripik kroto.

Ternak kroto merupakan kegiatan budidaya semut kroto untuk diambil sarangnya. Sarang semut kroto dianggap memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga cukup diminati sebagai bahan pakan burung, ikan, dan hewan ternak.

Selain itu, kroto juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga ternak kroto bisa menjadi alternatif usaha yang menguntungkan.

Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Ternak yang Perlu Kamu Ketahui

Peluang Bisnis Ternak Kroto

Ternak Kroto: Peluang Bisnis, Panduan, dan Keuntungannya
(Foto peluang bisnis kroto. Sumber: Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim)

Ternak kroto bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, terutama bagi para penggemar burung kicau atau peternak ikan dan hewan ternak yang membutuhkan sumber protein hewani.

Berikut adalah beberapa potensi peluang bisnis ternak kroto:

1. Pasar yang Luas

Pasar untuk kroto sebagai bahan pakan burung, ikan, dan hewan ternak sangat luas.

Dalam industri burung kicauan, permintaan akan kroto sangat tinggi karena kroto dianggap sebagai makanan yang sangat bergizi untuk burung kicauan.

Selain itu, peternak ikan juga membutuhkan kroto sebagai sumber protein hewani, terutama untuk ikan predator seperti ikan lele atau ikan gabus.

Kroto juga dapat dijadikan pakan tambahan bagi hewan ternak, seperti ayam atau kambing.

2. Biaya Produksi Rendah

Biaya produksi ternak kroto cukup rendah, karena makanan yang dibutuhkan semut kroto bisa didapat secara alami, seperti serangga dan nectar bunga.

Selain itu, ternak kroto juga memerlukan ruang yang relatif kecil, sehingga tidak memerlukan lahan yang besar.

Dalam pembuatan kotak kroto, bahan yang dibutuhkan juga relatif murah, seperti kayu dan kawat.

3. Nilai Jual yang Tinggi

Harga jual kroto cukup tinggi, karena kroto dianggap sebagai bahan pakan yang bergizi dan cukup sulit untuk ditemukan di pasaran.

Harga jual kroto bisa mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram tergantung dari daerah dan kualitas kroto.

4. Tidak Memerlukan Perawatan yang Rumit

Ternak kroto tidak memerlukan perawatan yang rumit seperti ternak hewan lainnya.

Ternak kroto hanya perlu diberi makan dan dikontrol kelembapannya secara teratur.

Selain itu, semut kroto juga memiliki tingkat reproduksi yang cukup tinggi sehingga bisa cepat berkembang biak.

Baca Juga: Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya

Panduan Ternak Kroto

Ternak Kroto: Peluang Bisnis, Panduan, dan Keuntungannya
(Foto semut kroto. Sumber: Food.manoramaonline.com)

Berikut beberapa panduan ternak kroto yang bisa kamu ikuti untuk memulai usaha.

1. Persiapan Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk ternak kroto cukup sederhana.

Kamu membutuhkan kotak kroto yang terbuat dari kayu atau bambu dengan ukuran yang disesuaikan dengan jumlah semut kroto yang akan dipelihara.

Selain itu, diperlukan bahan untuk tempat bersarang semut, seperti serbuk kayu, serbuk kertas, dan lumpur.

2. Pemilihan Bibit Semut Kroto yang Berkualitas

Bibit semut kroto bisa diperoleh dari peternak kroto lain atau dapat diperoleh dari alam.

Sebaiknya, pilih bibit semut kroto yang sehat dan aktif. Bibit semut kroto yang sehat memiliki ciri-ciri antara lain berwarna hitam mengkilap, berukuran seragam, dan bergerak cepat.

3. Pemilihan Lokasi yang Tepat

Lokasi yang tepat untuk ternak kroto adalah tempat yang sejuk dan teduh.

Hindari tempat yang terkena sinar matahari secara langsung atau terlalu lembap karena dapat mengganggu kondisi kelembapan kotak kroto.

4. Perawatan Kelembapan Kotak Kroto

Semut kroto sangat membutuhkan kelembapan, sehingga perawatan kelembapan kotak kroto harus dilakukan secara rutin.

Kelembapan kotak kroto dapat dijaga dengan meletakkan air di bagian bawah kotak atau menggunakan kain basah yang diletakkan di atas kotak.

5. Pemberian Makanan

Makanan untuk semut kroto bisa didapat dari alam seperti serangga, madu, dan nectar bunga.

Selain itu, makanan tambahan seperti gula pasir atau air gula juga dapat diberikan. Pemberian makanan harus dilakukan secara rutin dan cukup.

6. Pemisahan Semut Kroto

Setelah beberapa bulan, semut kroto akan berkembang biak dan mulai membutuhkan kotak kroto yang lebih besar.

Pemisahan semut kroto dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian semut kroto ke kotak kroto yang baru atau dengan membuat kotak kroto baru untuk semut kroto yang baru.

Waktu panen kroto tergantung pada berbagai faktor seperti jumlah semut, ukuran kotak kroto, kondisi lingkungan, dan pola pemberian makanan.

Secara umum, waktu panen kroto biasanya berkisar antara 2-3 bulan setelah semut kroto ditempatkan di dalam kotak kroto yang baru atau setelah kotak kroto dipindahkan ke lokasi baru.

Namun, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, perlu diperhatikan faktor-faktor tersebut dan dilakukan perawatan yang baik.

Baca Juga: Mau Mulai Bisnis Media Tanam? Ikuti 4 Langkah Ini

Keuntungan Ternak Kroto

Ternak Kroto: Peluang Bisnis, Panduan, dan Keuntungannya
(Foto semut kroto. Sumber: Radarmukomuko.disway.id)

Ternak kroto memiliki banyak keuntungan, di antaranya adalah:

  1. Harga jual kroto yang tinggi. Harga jual kroto cukup tinggi, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lumayan besar. Harga kroto dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas, ukuran, dan kondisi pasar.
  2. Modal usaha yang ringan. Untuk memulai usaha ternak kroto, modal yang dibutuhkan cukup rendah karena bahan-bahan yang dibutuhkan relatif mudah didapat.
  3. Tidak memerlukan lahan yang luas. Ternak kroto tidak memerlukan lahan yang luas karena bisa ditempatkan di halaman rumah atau di ruangan tertentu.
  4. Pemeliharaan yang mudah. Pemeliharaan kroto cukup mudah karena semut kroto tidak memerlukan perawatan khusus dan makanan yang dibutuhkan relatif mudah didapat.
  5. Potensi pasar yang besar. Kroto memiliki potensi pasar yang besar karena banyak digunakan sebagai pakan burung dan ikan serta sebagai bahan baku obat-obatan tradisional.
  6. Dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ternak kroto dapat membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Demikian penjelasan tentang ternak kroto dan peluang bisnisnya. Apakah kamu tertarik mencobanya?