Peluang Usaha Pest Control, Berikut Cara Memulainya

Share this Post

pest control
Table of Contents
shopee pilih lokal

Ada banyak sekali ide bisnis yang bisa kamu jadikan peluang usaha. Salah satunya, pest control atau bisnis pengendalian hama.

Semakin pesatnya pertumbuhan wilayah yang ditandai dengan berbagai pembangunan gedung perkantoran, restoran, fasilitas pendidikan, dan lain-lain, membuat layanan pest control banyak dicari.

Hal ini karena hama lingkungan bisa mengintai bangunan apa saja, baik itu bangunan milik pribadi atau pun komersil.

Jadi, pemberantasan hama dengan efektif perlu dilakukan dengan menggunakan layanan pest control.

Bagi kamu yang ingin tahu peluang bisnis pengendalian hama dan cara kerjanya, kamu bisa menyimak artikel ini. Yuk, baca sampai habis!

Baca Juga: Green Business: Pengertian, Konsep, dan Contoh Produknya

Apa Itu Pest Control?

pest control
(Foto fogging. Sumber: Pexels.com)

Beberapa orang mungkin masih bingung mengenai apa itu pest control atau pengendalian hama.

Pest control adalah penyedia layanan khusus untuk mengendalikan hama lingkungan, baik itu nyamuk, lalat, semut, kecoa, rayap, kutu busuk, ataupun tikus.

Penyedia jasa untuk mengendalikan hama ini dapat menggunakan berbagai metode agar hama lingkungan musnah, sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia yang ada di dalamnya.

Beberapa metode yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama lingkungan yaitu spraying, thermal fogging, misting, baiting, dan dusting.

Teknik-teknik tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan bahan kimia beracun seperti pestisida dan insektisida.

Apapun metode yang digunakan untuk mengendalikan hama, setiap penyedia layanan pest control akan berusaha semaksimal mungkin sehingga hasilnya optimal dan memuaskan pelanggan.

Baca Juga: Bisnis Bisa Tetap Untung saat Resesi, Catat Tipsnya!

Potensi Bisnis Pest Control

potensi bisnis pest control
(Foto cairan disinfektan. Sumber: Unsplash.com)

Di Indonesia sendiri, layanan pengendalian hama memiliki cukup banyak peminat, khususnya masyarakat di wilayah perkotaan.

Dengan begitu, mereka bisa tinggal maupun beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa gangguan hama lingkungan.

Kamu yang sedang mencari ide bisnis untuk menghasilkan banyak keuntungan, mungkin bisa coba membuka layanan pest control.

Potensi pendapatan yang dihasilkan dari layanan ini cukup menjanjikan, lho!

Sebab, akan ada banyak pelanggan yang bisa kamu jangkau. Baik itu pelanggan pribadi yang memiliki hunian perseorangan maupun instansi dengan bangunan komersial.

Dengan menyediakan jasa pengendalian hama, lingkungan tempat tinggal, area perkantoran, restoran, mal, rumah sakit, atau pun fasilitas lainnya dapat terbebas dari gangguan nyamuk, lalat, semut, kecoa, rayap, kutu busuk, dan tikus.

Pelanggan yang menggunakan jasa pest control kamu pun bisa berkegiatan tanpa rasa khawatir. Bahkan, terhindar dari potensi kerugian yang mungkin disebabkan oleh serangan hama.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis yang Tahan Resesi, Tak Butuh Modal Besar!

Cara Memulai Usaha Pest Control

tips bisnis pest control
(Foto petugas pengendalian hama. Sumber: Pexels.com)

Melihat potensi keuntungannya yang cukup menjanjikan, kamu mungkin tertarik untuk merintis usaha pest control. Namun, bagaimana caranya?

Berikut cara memulai usaha pengendalian hama yang bisa kamu coba terapkan. Jadi, keuntungan yang dihasilkan bisa maksimal.

1. Buat Perencanaan Bisnis

Sebelum memulai bisnis apapun itu, penting bagi kamu untuk membuat perencanaan usaha yang jelas.

Banyak yang setuju bahwa memulai bisnis dari nol bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karenanya, kamu perlu membuat perencanaan agar bisa menjalani bisnis secara lebih terarah.

Dalam membuat perencanaan bisnis, kamu perlu menentukan siapa yang menjadi target pasar, apa saja produk dan layanan yang akan ditawarkan, serta bagaimana cara mengelola usaha ke depannya.

2. Siapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Untuk dapat memulai bisnis pest control, kamu perlu memahami seluk-beluknya dengan sebaik mungkin. Salah satunya dengan mencari tahu peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk mengendalikan hama.

Dalam proses mengendalikan hama lingkungan, dibutuhkan peralatan untuk melindungi diri, peralatan guna membasmi hama, dan bahan kimia yang digunakan agar hama bisa musnah.

Beberapa contoh peralatan yang dibutuhkan dalam pest control di antaranya fogging machine, sprayer, vacuum, dan mist blower.

Sementara untuk melindungi diri, dibutuhkan masker full face, wear pack untuk seragam kerja, sepatu safety, heml/topi, hand gloves, kotak P3K, dan lain-lain.

Nah, untuk bahan kimia yang digunakan, sebaiknya kamu menggunakan zat kimia pembasmi hama yang sudah lulus uji keamanan Departemen Pertanian RI sehingga terjamin keamanannya.

3. Sediakan Jasa Pengendalian Hama yang Lengkap

Selanjutnya, kamu perlu menentukan jasa atau metode apa saja yang disediakan untuk melakukan pest control.

Dengan begitu, pelanggan yang akan menggunakan jasamu bisa memilih sesuai kebutuhan mereka.

Ada banyak sekali metode pengendalian hama yang bisa kamu coba tawarkan.

Misalnya insect control (pengendalian serangga), termite control (anti rayap), rodent control (pengendalian tikus), dan fumigation (pengendalian dengan gas beracun yang dikenal dengan istilah fumigan).

Jangan lupa untuk menjelaskan kegunaan dari setiap metode atau layanan yang kamu tawarkan. Berikan juga pelayanan terbaik agar pelanggan merasa puas dengan jasamu.

Baca Juga: Mengenal Digital Farming, Ini Manfaatnya Bagi Petani

4. Pekerjakan Tim yang Profesional

Dalam memulai usaha pengendalian hama, kamu perlu mempekerjakan tim-tim yang profesional. Sebab, pelayanan seperti ini membutuhkan keahlian dan pengetahuan khusus.

Oleh karenanya, rekrutlah karyawan yang memang ahli di bidangnya. Bila perlu, berikan juga pelatihan khusus untuk pest control sehingga mereka memiliki kinerja yang optimal dalam melayani pelanggan.

Dengan tim yang profesional, pelanggan atau orang yang menggunakan jasa pengendalian hama kamu pasti akan merasa puas. Mereka pun tidak akan ragu untuk menggunakan jasamu kembali di lain waktu.

5. Tentukan Harga Bersaing

Jangan lupa untuk menentukan harga bersaing saat menyediakan jasa pengendalian hama, ya!

Dalam hal ini, kamu mungkin bisa melakukan riset pasar sehingga dapat menetapkan harga jasa yang sesuai kondisi industri.

Kamu juga bisa memberikan harga promosi untuk pelanggan yang menggunakan jasa dalam jumlah besar. Misalnya ketika pelanggan yang order ingin mengendalikan hama di beberapa gedung sekaligus.

Dengan harga yang bersaing, bisnis kamu akan lebih mampu untuk berkompetisi di industri.

6. Beri Garansi untuk Pelayanan Terbaik

Untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada saat ini, kamu mungkin dapat memberikan garansi sebagai bentuk pelayanan terbaik.

Sediakanlah jaminan atau garansi apabila pelanggan tidak merasa puas dengan pelayanan yang kamu berikan.

Dengan begitu, pelanggan akan lebih yakin untuk menggunakan jasa pest control yang kamu tawarkan.

Jaminan garansi ini juga bisa dilengkapi dengan jaminan keselamatan, serta menunjukkan sertifikasi dan ijin resmi. Jadi, pelanggan bisa lebih percaya dengan layanan pengendalian hama kamu.

Baca Juga: 7 Cara Jual Pupuk Online, Menyenangkan Pecinta Tanaman!

7. Miliki Izin Berusaha Sesuai Peraturan Berlaku

Tips lainnya yang perlu kamu terapkan dalam memulai usaha pest control yaitu mendaftarkan bisnis agar bisa mendapatkan izin berusaha sesuai dengan peraturan berlaku.

Untuk dapat memeroleh izin berusaha pengendalian hama, kamu perlu memenuhi syarat berikut, sebagaimana dikutip dari laman PANRB:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha).
  • Mengisi formulir yang disediakan dengan dibubuhi materai Rp6.000.
  • Foto copy Akta Pendirian Perusahaan yang telah disahkan.
  • Foto copy IMB.
  • Pas photo ukuran 3×4 = 3 lembar.
  • Surat Keterangan Sehat dari dokter bagi petugas teknis.
  • Foto copy Ijazah tenaga ahli di bidang kesehatan lingkungan atau ijazah tenaga Entomolog.
  • Foto copy sertifikat tanda lulus sebagai supervisor, teknisi atau operator.
  • Surat pernyataan dari tenaga teknisi, supervisor, kesehatan lingkungan dan entomolog yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar bekerja di perusahaan tersebut dan ditandatangani dan selanjutnya ditandatangani oleh pimpinan perusahaan bermaterai Rp6.000.
  • Rekomendasi Dinas Kesehatan/Tim teknis.
  • Foto copy STTS PBB (dikecualikan bagi tanah bukan milik pelaku usaha).

Setelah semua berkas lengkap, kamu perlu memverifikasi dan memvalidasi berkas, membuat draft dan menandatangani dokumen perizinan, serta menyerahkan dokumen perizinan ke instansi terkait.

Lalu, tunggu prosesnya kurang lebih selama 20 hari kerja sejak permohonan dan persyaratan diajukan.

Itu dia peluang dan tips bisnis pengendalian hama yang bisa kamu coba. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X