Ingat Kopi Tuku yang Diminum Jokowi? Ini Kisah Suksesnya!

Share this Post

kopi tuku
Table of Contents

Bisnis coffee shop memang kian diminati beberapa tahun ke belakang. Kali ini, kisah inspiratif datang dari bisnis Kopi Tuku!

Beberapa tahun yang lalu, kopi hanyalah minuman biasa yang dinikmati sebagian anak muda. Pasalnya, keberadaan kafe pada mulanya hanya didominasi oleh brand-brand besar seperti Star Bucks saja.

Namun, lambat laun pecinta kopi semakin banyak. Hal ini ditunjukkan dengan mulai munculnya coffee shop modern yang tak hanya menjual kopi, tapi juga menjual pengalaman dan suasana yang khas.

Baca Juga: Kisah Sukses Bittersweet by Najla, Ubah Hobi Jadi Bisnis!

Sebut saja Janji Jiwa, Kopi Kenangan, Fore Coffee, dan masih banyak lagi yang menjual aneka minuman kopi. Di samping itu, mereka juga memiliki gerai-gerai dengan interior dan eksterior yang terkonsep.

Kini, semakin banyak coffee shop yang bermunculan dan mengusung temanya masing-masing. Mulai dari bergaya tropical, retro, vintage, minimalis, dan tema-tema anak muda lainnya.

Kedai kopi pun kini disulap lebih dari sekedar tempat menikmati kopi, namun juga tempat hangout, bekerja, hingga berswafoto.

Salah satu coffee shop yang sempat viral karena kopinya dibeli oleh Presiden Jokowi adalah Kopi Tuku. Bagaimana perjalanan bisnisnya?

Lebih Dekat Dengan Kopi Tuku

kopi tuku
(Foto kedai Kopi Tuku. Sumber: Instagram.com/tokokopituku)

Kopi Tuku didirikan tahun 2015 oleh Andanu Prasetyo. Awalnya, Ia hanya menargetkan penjualan 360 gelas seharinya. Andanu Prasetyo atau biasa disapa Tyo, merupakan alumnus Universitas Prasetya Mulya angkatan 2007.

Kalau mengingat headline beberapa tahun lalu, mungkin kamu tak asing dengan nama Kopi Tuku. Pada tahun 2017 lalu, Kopi Tuku pernah disambangi oleh Jokowi dan keluarga.

Saat itu, Jokowi memesan menu favorit di Kopi Tuku, yaitu Es Kopi Susu Tetangga. Menu kopi yang dijualnya memang cukup terjangkau, tak mengherankan jika kedai kopi ini memiliki banyak peminat.

Alhasil, perbincangan tentang kedai kopi ini sampai ke telinga Gibran Rakabuming, anak pertama Presiden Jokowi. Ia pun datang bersama keluarga atas rekomendasi dari anak sulungnya itu.

Jokowi datang tak hanya sekedar menikmati kopi saja, namun juga berbincang dengan tim Kopi Tuku lainnya. Selain mengurus kedai kopinya, Tyo juga mengurus bisnis lain seperti Komodo Coffee dan Toodz House.

Kedai kopi ini memang bukan bisnis pertamanya, sebelumnya Ia pernah menjalani bisnis distro bersama sang kakak. Usaha dan kerja kerasnya ini yang menjadikan kedai kopinya semakin besar dan dikenal banyak pecinta kopi.

Baca Juga: Kisah Sukses Fore Coffee, Coffee Shop Kekinian Ala Milenial

Perjalanan Bisnis Kopi Tuku

Ingat Kopi Tuku yang Diminum Jokowi? Ini Kisah Suksesnya!
(Foto minuman Kopi Tuku. Sumber: Instagram.com/tokokopituku)

Pendirian Kopi Tuku didasari atas pemahaman Tyo bahwa antusiasme masyarakat terhadap kopi lokal masih rendah. Ia pun mencetuskan ide untuk mendirikan kedai kopi sendiri dengan mengangkat kopi nusantara.

Mengingat potensi kopi lokal yang begitu besar, tentu peluang ini yang dimanfaatkan oleh Tyo. Menurut data International Coffee Organization tahun 2020, Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan produksi kopi terbesar di dunia. Jumlah produksi kopi Indonesia mencapai 11,95 juta karung.

Alhasil, bisnis kopi lokalnya pun berjalan lancar dan disukai banyak orang. Namun, Tyo tetap terus melakukan riset dan berinovasi untuk mencoba konsep baru. Mulai dari racikan kopi itu sendiri, harga jual, pelayanan, hingga layout gerai kopinya.

Gerai pertamanya berada di Cipete, saat itu Ia hanya memiliki dua orang karyawan. Pembukaan gerainya pun sangat sederhana, Ia hanya mengadakan acara pemotongan tumpeng yang dihadiri masyarakat sekitar.

Semakin lama kedai kopinya semakin populer dan ramai peminat. Menu andalannya tentu Kopi Susu Tetangga yang mengombinasikan latte dan gula aren.

Bahkan, Tyo juga pernah dibantu oleh masyakat sekitar untuk menjadi kasir atau pelayan. Sebab, awal mulai berdirinya kedai kopi ini memang untuk masyarakat.

Dalam beberapa tahun ke depan, Ia pun membuka beberapa gerai baru di wilayah Jabodetabek. Kini, Ia sudah memiliki 11 gerai kopi dengan konsep pemesanan online dan takeaway. Sebab, gerai kopinya memang berupa gerai kecil.

Setelah 5 tahun, kedai kopinya berhasil mencapai target penjualan dengan menjual sebanyak 1.000 gelas kopi setiap harinya. Bisnis kopi yang berawal dari penelitian kuliahnya ini kini semakin sukses dan disukai banyak orang.

Baca Juga: Mengulik Yellow Fit Kitchen, Bisnis Makanan Sehat Kekinian!

Inspirasi Apa yang Dapat Diambil?

Ingat Kopi Tuku yang Diminum Jokowi? Ini Kisah Suksesnya!
(Foto minuman Kopi Tuku. Sumber: Instagram.com/tokokopituku)

Setelah mengetahui perjalanan bisnis kedai kopi yang satu ini, tentunya ada beberapa poin penting yang bisa menginspirasimu. Berikut penjelasannya, simak, yuk!

1. Lakukan Riset

Ingatkah kamu tahapan memulai bisnis? Yup, tahap awal memulai bisnis selalu dibuka dengan riset. Riset menjadi kegiatan yang amat penting guna mengetahui kebutuhan pasar dan menemukan produk baru yang memiliki nilai jual.

Selain itu, riset juga berguna untuk menganalisis persaingan pasar dan solusi mengatasinya. Dalam hal ini, Kopi Tuku bermula dari penelitian Tyo tentang antusiasime masyarakat terhadap kopi.

Ia menyadari bahwa kopi lokal masih kurang diminati. Alhasil, Ia mencetuskan idenya untuk mendirikan kedai kopi yang fokus pada kopi khas nusantara. Pada saat itu, Ia dan kedai kopinya menjadi salah satu pencetus menu kopi lokal dengan harga bersahabat.

2. Terus Berinovasi

Pada awal pendirian kedai kopi lokal ini, Tyo terus berinovasi dengan mencoba mengubah konsep kedai kopinya. Mulai dari mencoba racikan kopi baru, mengubah pelayanan, harga jual, hingga layout gerai.

Akhirnya, Ia menemukan konsep yang tepat untuk kedai kopinya dan menerapkannya untuk gerai-gerai selanjutnya. Sebagai pebisnis, tentu kamu harus terus berinovasi dan menjadi fleksibel.

Artinya, kamu harus peka dan siap dengan perubahan-perubahan yang ada. Hal ini diperlukan untuk menjaga kualitas bisnismu sendiri.

Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Warung Kopi Rumahan yang Instagramable!

3. Utamakan Customer Experience

Agar bisnis semakin laris, memang benar adanya kamu perlu memasang iklan dan memanfaatkan media sosial. Namun, hal yang lebih penting sebenarnya adalah mengutamakan pengalaman pelanggan.

Pasalnya, semakin baik pelayanan yang kamu berikan, semakin masuk akal harga kopi yang kamu jual, maka pelanggan juga akan semakin puas dan senang. Alhasil, mereka akan mempostingnya ke media sosial dan terjadilah pemasaran melalui pelanggan.

Selain mendatangkan lebih banyak pelanggan, hal ini juga dapat menjaga retensi pelanggan. Sehingga sangat mungkin pelanggan yang sama akan melakukan pembelian berulang.

4. Memiliki Tujuan Besar

Ingatkah kamu apa hal yang mendasari berdirinya Kopi Tuku? Yup, Tyo melihat rendahnya antusias masyarakat terhadap kopi lokal. Alhasil, Ia mendirikan kedai kopinya untuk mengangkat popularitas kopi nusantara.

Tak berhenti sampai disitiu, pada awal pendiriannya pun Ia dibantu oleh masyarakat setempat untuk menjadi kasir dan pelayan. Sebab, kedai kopi ini memang didirikan untuk masyarakat sekitar.

Itulah perjalanan bisnis kedai Kopi Tuku, kisah inspiratifnya tentu bisa kamu jadikan pelajaran, ya!