Kisah Menarik Starbucks yang Punya Ribuan Franchises

Share this Post

starbucks
Table of Contents
shopee pilih lokal

Starbucks merupakan salah satu pelopor kedai kopi kekinian yang punya ribuan cabang di seluruh dunia. Bagaimana perjalanan bisnisnya?

Kedai kopi kekinian in itentu sudah tak asing lagi. Hampir di setiap pusat perbelanjaan, kita bisa menemukan coffee shop kekinian yang satu ini. Khas dengan logo bulat berwarna hijaunya, kedai kopi ini sangat mudah dicirikan.

Sebagai coffee shop premium yang memiliki banyak cabang yang mewah, bersih, dan luas, banyak orang yang senang nongkrong di kedai kopi ini. Pasalnya, tempat tongkrongan ini kerap kali melambangkan prestise dan status sosial.

Tentunya tak mengherankan, sebab, rate harga menu kopi dan camilannya memang lebih mahal dibandingkan rata-rata harga menu coffee shop lainnya.

Meski begitu, harga yang dibayarkan tentunya sebanding dengan pengalaman dan fasilitas yang kamu dapatkan. Jika mencari kedai kopi kekinian yang bersih, adem, dan nyaman, maka Starbucks jawabannya.

Lantas, bagaimana perjalanan bisnis kedai kopi yang punya ribuan cabang di seluruh dunia ini? Simak artikel ini sampai akhir, ya!

Baca Juga: 10 Peralatan Kedai Kopi yang Perlu Kamu Miliki untuk Usaha

Sejarah Didirikannya Starbucks

starbucks
(Foto gerai Starbucks. Sumber: Unsplash.com)

Melansir dari situs resminya, perjalanan bisnis Starbucks dimulai pada tahun 1971 di sebuah jalan berbatu di Pike Place Market, Seattle, Amerika Serikt.

Kala itu, untuk pertama kalinya Starbucks membuka gerai pertamanya. Kedai kopi ini menyuguhkan kopi berkualitas dari biji kopi segar, teh, dan rempah-rempah dari seluruh dunia.

Nama merek ini sendiri terinspirasi dari kisah klasik “Moby Dick” yang menceritakan perjalanan para pelaut yang memperdagangkan kopi.

Kala itu, brand kopi ini didirikan oleh Jerry Baldwin, Gordon Bowker, dan Zev Siegel. Mereka memiliki satu kesamaan, yakni menyukai kopi dan teh.

Mereka kemudian menginvestasikan dan meminjam sejumlah uang sebagai modal pembukaan toko pertamanya. Adalah Alfred Peet, seorang pengusaha kopi yang pada masa itu menjadi sumber inspirasi mereka bertiga.

Peet adalah seorang imigran Belanda yang mengimpor biji kopi arabika ke Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Pada tahun 1966, Peet membuka kedai kecil bernama Peet’s Coffee and Tea yang mengimpor kopi dan teh premium.

Keberhasilan Peet memotivasi para pendiri kedai kopi ini untuk membangun bisnisnya sendiri dengan konsep yang hampir sama. Menariknya, Peet menjadi pemasok awal biji kopi hijau untuk Starbucks.

Pada tahun 1980-an, brand ini telah membuka empat cabang di Seattle. Kala itu, kedai kopi ini menggunakan biji kopi panggang segar berkualitas tinggi yang membuatnya sukses mengungguli pesaingnya.

Pada tahun 1981, Howard Schultz, seorang sales perusahaan penyedia alat dapur dan rumah tangga mengunjungi Starbucks. Ia terkesan karena kafe ini selalu memesan mesin pembuat kopi dalam jumlah besar.

Schultz sangat terkesan dan memutuskan untuk bekerja di tempat tersebut. Ia dipekerjakan sebagai kepala pemasaran pada tahun 1982.

Schultz memperhatikan, pelanggan yang pertama kali datang ke kedai kopi ini terkadang merasa tidak nyaman karena kurangnya pengetahuan tentang kopi yang enak.

Oleh karena itu, Ia bekerja sama dengan karyawan lain untuk meningkatkan keterampilan penjualan yang ramah terhadap pelanggan dan membuat brosur yang memudahkan pelanggan untuk mengetahui produk-produk milik merek terkenal ini.

Baca Juga: Kisah Sukses Kopi Soe, Romansa Berbisnis Bersama Pasangan

Perubahan Besar Starbucks

Kisah Menarik Starbucks yang Punya Ribuan Franchises
(Foto barista Starbucks. Sumber: Unsplash.com)

Pada tahun 1983, Schultz pergi ke Kota Milan, Italia. Dalam perjalanannya, Ia mencicipi kopi-kopi khas Italia dan kembali ke Seattle dengan membawa ide-ide baru untuk merek dagangnya.

Sayangnya, ide cemerlang Schultz tidak mendapat respon positif dari Baldwin dan Bowker. Alhasil, Ia memutuskan untuk meninggalkan Starbucks dan mendirikan kedai kopinya sendiri.

Pada 1987, Baldwin dan Bowker menjual kedai kopi ini dan langsung dibeli oleh Schultz. Ia pun menggabungkan kedai kopi miliknya dengan konsep Starbucks dan menghadirkan konsep kafe untuk bisnis yang lebih mewah.

Kafe ini kemudian melakukan ekspansi besar setelah perusahaan itu memutuskan go public pada tahun 1992. Brand ini menjadi waralaba kopi terbesar di dunia.

Kini, Starbucks hadir di puluhan negara di dunia dan mengoperasikan lebih dari 20.000 cabang, termasuk di Indonesia.

Gerai pertamanya di Indonesia dibuka di Plaza Indonesia pada 17 Mei 2002. Kini, sudah memiliki ratusan cabang di Indonesia dan waralabanya berada di bawah naungan PT Mitra Adi Perkasa Tbk.

Baca Juga: Kunci Sukses Kopi Konnichiwa, Kopi Ala Jepang Favorit Milenial!

Strategi Bisnis Starbucks

Kisah Menarik Starbucks yang Punya Ribuan Franchises
(Foto kopi Starbucks. Sumber: Unsplash.com)

Berikut strategi bisnis Starbucks yang dapat kamu tiru, catat ya!

1. Membangun Emosi Pelanggan Melalui Pelayanan

Ketika berkunjung ke kedai kopi ini dan hendak memesan menunya, staff akan menyambutmu dengan ramah dan penuh senyuman. Mereka akan menanyakan namamu dan kemudian membangun interaksi yang lebih dari sekedar bisnis.

Sangat mungkin terjadi perbincangan yang lebih cair antara pelayan dengan pelanggan. Hubungan ini menciptakan koneksi emosional yang baik.

Budaya ramah ini juga membuat banyak pelanggan merasa senang dan betah berlama-lama mengunjungi kafe ini.

2. Menciptakan My Starbucks Idea

My Starbucks Idea merupakan platform berbasis situs web yang memungkinkan semua orang untuk memberikan saran, penilaian, dan pendapat apa saja.

Dimulai tahun 2008, brand ini mulai membangun situs ini. Dengan begitu, merek dagang tersebut mengukuhkan dirinya sebagai “pendengar yang baik” untuk semua pelanggannya.

Pasalnya, menerima saran dan umpan balik pelanggan merupakan hal yang amat penting bagi bisnis untuk terus berinovasi dan bertumbuh.

Baca Juga: Ingat Kopi Tuku yang Diminum Jokowi? Ini Kisah Suksesnya!

3. Terus Berinovasi

Tentunya, Starbucks tak pernah berhenti berinovasi. Kedai kopi premium ini terus membuat menu-menu baru yang mampu memanjakan para pelanggannya.

Bahkan, di tengah pandemi, brand kopi ternama ini tetap berinovasi dengan menggagas Starbucks at Home untuk melayani pelanggannya tanpa perlu pergi ke gerai secara langsung.

4. Menciptakan Ruang yang Nyaman Untuk Semua Orang

Ketika berkunjung ke gerai Starbucks, impresi pertama yang kamu rasakan adalah kedai kopi kekinian yang mewah, luas, bersih, dan ramah untuk semua orang.

Disini, kamu dapat menjumpai banyak orang yang datang dan membawa laptopnya untuk bekerja. Bahkan, ada juga yang datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk merayakan hari ulang tahun.

Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Warung Kopi Rumahan yang Instagramable!

5. Mengadakan Program Starbucks Rewards

Starbucks Rewards merupakan program jangka panjang yang dilakukan untuk mengapresiasi pelanggan tercintanya. Setiap pembelian yang dilakukan oleh member akan mendapatkan Star yang bisa dikumpulkan dan ditukarkan menjadi hadiah menarik.

Kamu bisa mendapatkan satu minuman gratis untuk setiap pembelian tumbler dan bisa jadi orang pertama untuk bisa membeli berbagai produk edisi spesial dari Starbucks. Bahkan, kamu juga bisa mendapatkan minuman gratis di hari ulang tahunmu.

Itulah kisah menarik dari Starbucks, waralaba kopi terbesar di dunia dengan ribuan gerainya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X