Bisnis Penukaran Uang Jelang Lebaran, Benarkah Menjanjikan?

Share this Post

Bisnis-Penukaran-Uang-Jelang-Lebaran
Table of Contents
shopee pilih lokal

Sudah jadi hal lumrah bahwa jelang Lebaran banyak muncul bisnis penukaran uang, benarkah menjanjikan?

Jelang Lebaran, kebiasaan apa yang biasanya dilakukan masyarakat? Yup, pastinya bersilaturahmi kepada tetangga dan sanak saudara. Namun, selama itu ada satu hal menarik yang tak pernah terlewatkan, bagi-bagi THR.

Momentum ini jadi favorit banyak orang, terutama bagi anak-anak dan remaja. Sebab, acara bagi-bagi amplop Lebaran ini memang ditujukan untuk anak-anak. Bahkan, banyak orang tua yang menjanjikan uang Lebaran jika anak-anaknya bisa kuat berpuasa full.

Keunikan bagi-bagi uang ini tak berhenti sampai disitu. Tak tanggung-tanggung, pecahan uang yang diberikan adalah uang kertas baru yang masih kaku dan mulus. Para orang tua biasanya menukarkan uang mereka dengan uang kertas baru.

Nominalnya pun beragam, sesuai kebutuhan setiap orang. Biasanya, penukaran uang dilakukan untuk nominal uang Rp5.000,- hingga Rp20.000,- sebab pecahan uang tersebut tidak bisa ditemukan di mesin ATM.

Kondisi ini membuat banyak orang yang mendadak menjadi perantara bisnis penukaran uang. Jelang lebaran, di beberapa sisi jalan besar mungkin kamu akan menemukannya. Banyak orang yang duduk di trotoar dengan memajang tumpukan uang kertas baru.

Bagaimana geliat bisnis penukaran uang jelang Lebaran? Benarkah menjanjikan?

Baca Juga: 7 Cara Menghasilkan Uang Tambahan Saat Resesi

Benarkan Bisnis Penukaran Uang Menjanjikan?

bisnis penukaran uang
(Foto uang seratus ribu rupiah. Sumber: Unsplash.com)

Sadarkah kamu bahwa bisnis penukaran uang termasuk dalam jenis bisnis musiman? Dilansir dari Inc, sebagian besar bisnis mengalami beberapa kali pasang surut dan kasus fluktuasi. Bisnis musiman adalah istilah yang mengacu pada fluktuasi bisnis yang sesuai dengan perubahan musim.

Istilah musim ini bisa diartikan dalam arti perubahan cuaca, momentum liburan, atau acara-acara khusus seperti lebaran dan tahun baru.

Meskipun sebagian besar bisnis memang akan mengalami fluktuasi, bisnis musiman mengalami fluktuasi yang lebih parah bahkan bisa membatasi operasional.

Contoh bisnis musiman adalah penyewaan villa dan tempat outbound dan tak ketinggalan bisnis penukaran uang. Bisnis musiman ini bisa saja ditutup sepenuhnya atau sebagian untuk mengurangi operasional di luar musim bisnisnya.

Bisnis penukaran uang adalah salah satu bisnis musiman. Bagaimana tidak? Kebutuhan masyarakat untuk menukarkan pecahan uang baru hanya terjadi jelang Lebaran. Permintaan masyarakat akan uang baru sangatlah tinggi.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis yang Tahan Resesi, Tak Butuh Modal Besar!

Hal ini membuat banyak bank dipenuhi banyak penukar uang setiap menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar orang, antri di bank sangat melelahkan. Apalagi dalam kondisi masih berpuasa di bulan Ramadan.

Peluang ini pun menciptakan banyaknya bermunculan perantara penukaran uang yang mengambil keuntungan dengan cara cukup unik.

Cobalah kamu berkeliling di sekitar Kawasan Kota Tua Jakarta, kamu akan menemukan orang-orang yang membawa setumpuk uang kertas baru.

Merekalah para perantara yang menjajal bisnis penukaran uang ini. Di beberapa lokasi strategis lainnya, kamu juga akan mendapati para pebisnis penukaran uang dengan mudah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Lalu pertanyaannya, dari mana uang tersebut didapatkan dan bagaimana cara mengambil keuntungan dari bisnis penukaran uang?

Darimana Keuntungan Bisnis Penukaran Uang?

Bisnis Penukaran Uang Jelang Lebaran, Benarkah Menjanjikan?
(Foto uang tunai. Sumber: Unsplash.com)

Pertanyaan ini mungkin membuatmu begitu penasaran. Dari mana orang-orang mendapat uang kertas baru dan menawarkan penukaran ke orang lain? Bagaimana keuntungan yang didapat?

Bisnis penukaran yang sejatinya dilakoni dengan modal sendiri. Sebagai contoh, kamu memiliki simpanan uang Rp3.000.000,- maka kamu bisa menukarkan uangmu ke Bank Indonesia dengan pecahan uang tertentu.

Selanjutnya, uang yang sudah kamu tukarkan inilah yang akan kamu tawarkan lagi ke orang lain. Sumber keuntangannya didapat dari biaya jasa penukaran yang diberikan.

Misalnya, kamu memberikan biaya jasa sebesar 10% untuk setiap transaksi berdasarkan jumlah uang yang ditukar.

Baca Juga: Apa arti Value for Money? Simak 6 Implementasinya

Misalnya, ada pelanggan yang menukarkan uangnya sebesar Rp1.000.000,- dengan biaya jasa penukaran 10%. Maka, pelanggan akan membayar sebesar Rp1.100.000,- yang mana Rp100.000,- di antaranya adalah keuntungan yang kamu dapatkan.

Semakin banyak orang yang menukarkan uangnya, maka keuntunganmu akan semakin besar. Kamu bisa memproyeksikan keuntungan yang kamu dapat dengan menentukan persentasi biaya jasamu.

Bisnis penukaran uang sebenarnya tak hanya ada ketika menjelang lebaran. Pada hari-hari biasa pun bisnis ini tetap berjalan.

Biasanya, pada hari biasa bisnis penukaran uang banyak dibutuhkan oleh rumah makan, kafe, atau restoran untuk uang “kembalian” pelanggannya.

Risiko Bisnis Penukaran Uang

Bisnis Penukaran Uang Jelang Lebaran, Benarkah Menjanjikan?
(Foto uang kertas. Sumber: Unsplash.com)

Setiap bisnis memiliki risiko usaha, begitupun dengan bisnis penukaran uang. Risiko usaha yang paling utama adalah penipuan uang palsu. Bisa saja kamu akan menemukan pelanggan yang sengaja memberikan uang palsu untuk ditukarkan.

Tak main-main, nominal uang palsu ini juga biasanya terbilang besar. Tentunya akan sangat merugikan jika kamu sampai tertipu. Bukannya untung, kamu malah akan merugi berkali-kali lipat.

Risiko lain yang mungkin kamu hadapi adalah pencurian dan tindak kejahatan. Ketika melihat pelaku bisnis penukaran uang di jalan, apakah kamu tidak merasa khawatir?

Mereka dengan santainya menampilkan tumpukan uang kertas baru di tempat umum. Selalu ada kemungkinan tindak kejahatan seperti pencurian, penodongan, atau jambret.

Menariknya, bisnis penukaran uang ini sama sekali tidak menimbulkan kerugian sekali pun kamu tidak mendapat pelanggan sama sekali. Sebab, ketika kamu menukarkan uang sebesar Rp10.000.000,- maka uang yang kamu dapatkan akan sama.

Meskipun tak ada pelanggan yang menukarkan uangnya, nilai uang yang kamu miliki tetap sama dan tak menyusut. Kamu bisa menggunakan kembali uangmu untuk kebutuhan lain. Sebab, uang bukanlah barang yang mudah rusak.

Baca Juga: Lebih Untung Mana, Bisnis Trading atau Investasi?

Tips Menawarkan Jasa Penukaran Uang

Bisnis Penukaran Uang Jelang Lebaran, Benarkah Menjanjikan?
(Foto mata uang rupiah. Sumber: Unsplash.com)

Kamu sudah mengetahui bahwa bisnis penukaran uang ini memiliki ancaman penipuan dan tindak kejahatan. Maka dari itu, sebelum memulai pastikan kamu sudah bisa membedakan mana uang asli dan uang palsu.

Ada banyak ciri-ciri uang palsu, misalnya tidak ditemukan hologram, kertas yang lebih tipis, permukaan kertas yang licin, dan warna uang yang lebih pudar atau terlalu terang.

Pastikan kamu benar-benar paham cara membedakan uang palsu. Setiap transaksi, pastikan kamu juga sudah memeriksa keaslian uang pelangganmu. Jika diperlukan, mengapa kamu tidak menawarkan cara transaksi lain dengan menggunakan metode transfer?

Baca Juga: Peluang Bisnis Uang Kuno, Keuntungannya Bikin Melongo!

Kamu bisa meminta pelangganmu membayar penukaran uang melalui transfer atau dompet digital. Dengan begitu kamu akan terhindar dari uang palsu. Selain itu, bekali dirimu dengan alat pertahanan diri untuk mencegah segala tindak kejahatan.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang bisnis penukaran uang jelang lebaran. Ternyata, bisnis ini memang cukup menguntungkan ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X