Ingin Memulai Bisnis Asuransi? Inilah 6 Tantangannya

Share this Post

bisnis asuransi
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kamu ingin menggeluti bisnis asuransi? Peluangnya terbuka lebar, tetapi tantangannya juga tidak sedikit.

Asuransi merupakan salah satu industri terbesar di dunia, dengan nilai pasar global lebih besar dari PDB pada sebagian besar negara. 

Bisnis asuransi juga salah satu bidang yang paling bervariasi. Mulai dari asuransi kesehatan, jiwa, kecelakaan, mobil, dan sebagainya.

Kamu bisa berbahagia jika konsumen para pembeli polis asuransimu selalu membayarkan premi tanpa masalah.

Namun, bagaimana jika mereka mengajukan klaim? Tentu kamu harus membayar risiko atas kemalangan yang mereka alami, sesuai dengan ketentuan dalam polis.

Mengganti rugi risiko pelanggan merupakan risiko yang dihadapi bisnis asuransi. Jika kamu tertarik dan siap terjun ke dunia asuransi, simak terus artikel ini sampai akhir.

Baca juga: 5 Tips Memulai Bisnis Ayam Petelur, Banyak Untungnya!

Peluang Bisnis Asuransi

bisnis asuransi
(Foto polis asuransi. Sumber: Freepik.com)

Jika kamu pemain baru yang ingin menggeluti bisnis ini, kamu harus punya faktor pembeda dari berbagai bisnis asuransi yang sudah mapan. Salah satunya, dengan menerapkan teknologi termutakhir.

Menurut Insurance Business Mag, inovasi digital membebaskan industri asuransi. Dengan teknologi asuransi yang bekerja sesuai spesifikasi, seluruh ekosistem asuransi dapat mengalami efisiensi melalui automasi. 

Mulai dari pencarian calon klien, penerbitan polis, penyesuaian klaim, hingga transaksi pembayaran premi asuransi, semuanya bisa dilakukan melalui automasi. 

Makin banyak perusahaan yang menyadari hal ini, maka terjadilah ledakan global dalam adopsi teknologi yang berhubungan dengan asuransi.

Efisiensi sering kali datang seiring dengan kecepatan. Saat konsumen menjadi lebih bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari, mereka mendambakan kepuasan instan melalui aplikasi. 

Aplikasi mampu memberikan layanan cepat hanya dengan satu kali klik. Oleh karena itu, konsumen mengharapkan kecepatan dalam setiap layanan yang mereka terima, termasuk transaksi asuransi.

Dalam hal penggunaan teknologi asuransi, para agen asuransi juga menjadi konsumen teknologi tersebut.

Mereka ingin bertransaksi bisnis, baik di dalam ekosistem asuransi atau dengan klien eksternal, dengan kecepatan tinggi serta efisiensi. Teknologi adalah komponen kunci dalam hal itu.

Adapun kecepatan menjadi kata kuncinya. Tuntutan pasar terhadap kecepatan bisnis berlaku di semua lini, tidak hanya pada bisnis asuransi.

Menggabungkan perkembangan teknologi dengan bisnis asuransi merupakan peluang terbaik saat ini.

Pertimbangan utama bagi bisnis asuransi yang melihat inovasi digital, yaitu memutuskan apa yang terbaik untuk mitra transaksional. 

Tergantung pada jenis asuransi atau perusahaannya, mitra transaksional itu mencakup konsumen akhir, agen retail, pialang, dan sebagainya.

Baca juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

Tantangan Bisnis Asuransi

bisnis asuransi
(Foto perlindungan pada keluarga. Sumber: Freepik.com)

Entah kamu mau jadi pemain baru dalam industri bisnis atau ingin merintis karier sebagai agen asuransi, kamu perlu memahami berbagai tantangan bisnis ini.

Menurut Insurance Analyzer Info, bisnis asuransi dipandang sebagai perusahaan yang dimaksudkan untuk membatalkan atau meminimalkan konsekuensi merugikan dari kemalangan yang tidak terduga. 

Bisnis asuransi menjadi penjamin hasil risiko konsumennya. Apa saja dapat terjadi dalam keseharian manusia, entah itu kecelakaan, musibah, atau terkena penyakit tertentu.

Adanya guncangan sedikit saja yang memengaruhi keseharian hidup seseorang, ia bisa kehilangan segalanya.

Mereka pun bergantung pada asuransi yang dapat mengganti rugi kemalangan yang dihadapi secara materiil.

Jika kamu baru saja memulai bisnis asuransi, kamu harus memahami bahwa memiliki “muka tebal” adalah hal yang penting untuk bertahan di industri ini. 

Saat ini, setiap bisnis berubah dalam beberapa hal dan perubahan itu bisa negatif atau positif. 

Dalam industri apa pun, ada berbagai masalah yang harus dihadapi. Berikut adalah tantangan bisnis asuransi terbesar yang harus kamu antisipasi!

1. Kurangnya Kepercayaan

Tantangan pertama bisnis asuransi adalah kurangnya kepercayaan. Kebanyakan orang yang ditawari asuransi tidak berpikir jauh ke depan.

Mereka cenderung merasa kondisinya baik-baik saja, sehingga tidak merasa memerlukan asuransi. Tak jarang agen asuransi sering ditolak mentah-mentah, bahkan pada saat pertama kali mencoba.

Ada banyak alasan lain mengapa banyak orang tidak peduli dengan asuransi. Salah satunya, banyak bisnis asuransi yang gagal membayar klaim dan mereka tidak berani menawarkan sejumlah benefit

Oleh karena itu, kebanyakan orang hanya melihat asuransi sebagai salah satu pengeluaran yang tidak perlu. 

Banyak perusahaan asuransi yang tutup karena tantangan keuangan. Selain itu, individu yang menjadi korban kerugian bahkan tidak berpikir dua kali untuk membeli polis asuransi.

2. Kompetisi

competitive advantage adalah
(Foto tarik-menarik berkompetisi: Freepik.com)

Saat ini, ada banyak bisnis asuransi di pasar. Oleh karena itu, ada tantangan intensif bagi perusahaan asuransi.

Setiap perusahaan mencari cara terbaik untuk menjual produk asuransi mereka dengan cara terbaik dan menargetkan kelompok individu tertentu. 

Sebagian besar bisnis asuransi, terutama yang baru, merupakan perusahaan yang paling diragukan. 

Faktanya, kebanyakan orang cenderung memercayai beberapa perusahaan asuransi yang ada dibandingkan dengan bisnis baru. 

Hal ini karena perusahaan yang baru dioperasikan berada pada garis tipis antara kegagalan dan kesuksesan. Tidak ada yang mau mengambil risiko gagal klaim.

Baca juga: Waspada, Ini 7 Risiko Usaha Internal yang Perlu Dihindari

3. Salah Urus

Sebagai pemilik bisnis asuransi, seseorang bertanggung jawab penuh atas semua masalah yang mungkin dimiliki kliennya terkait pengelolaan bisnis asuransi. 

Semua perusahaan asuransi yang salah urus, tidak dapat menyembunyikan kesalahan mereka untuk waktu yang lebih lama tanpa diketahui oleh klien.

Seiring berjalannya waktu, jumlah keluhan klien akan terus meningkat. Jika perusahaan asuransi tidak transparan, bisnis ini akan kehilangan lebih banyak pelanggan. 

Selain itu, manajemen yang tidak kompeten dapat merugikan perusahaan. Terutama jika mereka memiliki komunikasi yang buruk dengan klien.

Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnis asuransi, kamu harus menerapkan sistem manajemen yang lebih baik. Jangan sampai masalah internal yang tak terurus menyebabkan penurunan penjualan polis asuransi.

4. Ketidakstabilan Ekonomi

Saat perekonomian negara sedang lesu, semua perusahaan asuransi akan terkena imbasnya. 

Pada situasi seperti itu, tarif dapat dipengaruhi, sehingga perusahaan asuransi mungkin terpaksa menaikkan tarifnya.

Misalnya, krisis ekonomi memengaruhi suku bunga fasilitas kredit yang disediakan oleh lembaga keuangan.

Tentu saja, tidak ada klien yang akan menghargai kenaikan tarif premi. Meskipun dinyatakan dengan jelas dalam kontrak bahwa tarif premi asuransi dapat berubah dari waktu ke waktu. 

Oleh karena itu, situasi seperti itu dapat menciptakan citra buruk bagi perusahaan.

Hal ini karena pelanggan dapat menyebarkan informasi tentang layanan atau produk yang tidak memuaskan dengan sangat cepat.

Baca juga: Konsep Ekonomi Kreatif dan Jenis-jenisnya, Sudah Tahu?

5. Tenaga Kerja yang Tidak Sesuai

bisnis asuransi
(Foto pasangan sedang melihat polis asuransi: Freepik.com)

Banyak pihak non-profesional yang menjalankan perusahaan asuransi saat ini. Ini tidak salah, tetapi tidak ideal. 

Faktanya, banyak orang berpikir bahwa untuk menjadi profesional asuransi sangatlah mudah. 

Misalnya hanya dengan memiliki beberapa pengetahuan tentang studi moneter tanpa pelatihan khusus, bisa menjadi agen asuransi profesional. 

Partikan bisnis asuransi kamu mempekerjakan tenaga kerja yang memang ahli di bidang asuransi. Jangan ragu membayar mahal untuk gaji, jika hasilnya sepadan.

6. Politisasi Industri Asuransi yang Berlebihan

Tak bisa dimungkiri lagi politik memainkan peran penting dalam operasi bisnis asuransi. 

Hal ini tergantung pada permainan kekuasaan dan perhitungan yang dominan dalam domain operasi perusahaan asuransi. 

Premi yang harus dibayar, hasil investigasi risiko, dan kerugian serta manfaat yang harus dibayar, terkadang bergantung pada konspirasi politik.

Ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan asuransi. Tak jarang pula asuransi dijadikan ladang untuk penipuan. 

Tentu kamu harus hati-hati dan mengantisipasi berbagai tantangan ini, agar bisnismu dapat bersaing dengan pemain-pemain lama.

Baca juga: 5 Prinsip Wealth Management yang Penting Bagi Pebisnis Muda

Itulah penjelasan mengenai peluang dan tantangan bisnis asuransi. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk terjun ke dunia asuransi?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X