Tiket Wisata Komodo Bakal Naik, Cek Fakta Berikut yuk!

Share this Post

tarif wisata komodo
Table of Contents
shopee pilih lokal

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa tiket wisata komodo bakal naik. Kabar tersebut menuai beragam reaksi masyarakat, cek faktanya yuk!

Dalam waktu sebulan ini, banyak sekali pemberitaan kenaikan harga-harga dari pemerintah yang cukup mengagetkan. Mulai dari naiknya harga bahan pangan, tarif tiket pesawat, ojol, hingga tiket wisata komodo.

Kenaikan harga bisa disebabkan oleh kelangkaan, bisa juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, kenaikan harga yang “ambigu” juga bisa menuai kontroversi dari masyarakat.

Taman Nasional Komodo (TNK) atau lebih tepatnya Pulau Komodo adalah destinasi wisata terkenal di Indonesia. Banyak sekali turis lokal dan mancanegara yang datang untuk melihat hewan langka yang satu ini, komodo.

Sebagai bagian dari kawasan konservasi, kegiatan wisata di Pulau Komodo memang memiliki aturan yang lebih ketat. Kepentingan akan pelestarian dan wisata harus berjalan berdampingan.

Baca Juga: Tarif Ojek Online Naik Mulai Agustus, Berikut Rinciannya!

Wacana kenaikan harga tiket wisata komodo salah satunya bertujuan untuk mengendalikan jumlah wisatawan, agar daya dukung kawasan wisata TNK dapat terjaga dengan baik.

Ingin tahu lebih lanjut tentang fakta seputar wisata Pulau Komodo? Simak sampai akhir ya!

Rencana Kenaikan Harga Tiket Wisata Komodo

tiket wisata komodo
(Foto TN Komodo. Sumber: Unsplash.com)

Pada awal Agustus ini, pemerintah memberlakukan kenaikan tiket masuk ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang semula Rp150 ribu jadi Rp3,75 juta mulai 1 Agustus.

Pemerintah juga membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo jadi hanya 200 ribu orang per tahun.

“Pembatasan jumlah pengunjung kurang lebih 200 ribu per tahun dengan sistem manajemen kunjungan yang terintegrasi berbasis reservasi online akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2022,” kata Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi TNK, Carolina Noge, Dikutip dari CNN (27/6).

Kenaikan harga tiket tersebut ditetapkan berdasarkan hitungan dan rekomendasi hasil kajian, biaya konservasi sebagai kompensasi dari setiap adanya kunjungan wisatawan berkisar antara Rp2.943.730,- hingga Rp5.887.459,-

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kenaikan tarif tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi sekaligus meningkatkat perekonomian lewat pariwisata.

“Begini. Jadi kita ingin konservasi, tapi kita juga ingin (peningkatan) ekonomi lewat tourism, lewat wisatawan, ini harus seimbang,” ujar Jokowi lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Meskipun kenaikan tiket wisata ini hanya berlaku untuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, rencana kenaikan tiket wisata komodo ini tetap menuai banyak protes dari masyarakat.

Baca Juga: Anak Kos Menangis, Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Kenaikan Tiket Wisata Komodo Ditunda Sampai Tahun Depan

Tiket Wisata Komodo Bakal Naik, Cek Fakta Berikut yuk!
(Foto TN Komodo. Sumber: Unsplash.com)

Wacana kenaikan tarif wisata Pulau Komodo memicu beragam reaksi, terutama penolakan dari masyarakat dan aktivis. Banyak orang yang khawatir kenaikan harga tiket ini dapat mengurangi kunjungan wisatawan.

Padahal, saat ini sebagian besar destinasi wisata di Indonesia sedang dalam proses pemulihan pasca pandemi. Artinya, pemerintah semestinya menciptakan iklim pariwisata yang kondusif untuk mendorong jumlah kunjungan wisatawan.

Dampak dari wacana kenaikan harga tiket wisata tersebut pun langsung mendapat reaksi dari wisatawan. Dilansir dari CNN Indonesia, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia Labuan Bajo Ignasius Suradin menyebut lebih dari 10 ribu wisatawan membatalkan kunjungan.

“Jumlahnya tidak pasti tetapi diperkirakan seperti itu, dan itu untuk tiga bulan ke depan, dan paling banyak pada Agustus,” katanya, Senin (1/8).

Kenaikan harga tiket wisata juga dapat merugikan travel agent, kapal-kapal, dan sektor pendukung pariwisata lainnya seperti penginapan dan pelaku UMKM lokal.

Bahkan, kenaikan tiket masuk TN Komodo ini juga berpotensi memberikan dampak negatif bagi destinasi wisata lain di sekitarnya.

Menanggapi reaksi tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menunda kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo sebesar Rp3,75 juta hingga 1 Januari 2023.

Dengan ditundanya kenaikan tarif tersebut, wisatawan domestik dan mancanegara yang akan mengunjungi Pulau Komodo dan Pulau Padar perlu membayar tiket masuk sesuai dengan tarif yang lama.

Nantinya pada awal tahun depan, harga tiket masuk untuk Pulau Padar dan Pulau Komodo akan berubah menjadi Rp3,75 juta yang berlaku untuk satu orang selama satu tahun.

Baca Juga: Tarif Tiket Pesawat Naik 15%, Ini Faktor Penentunya!

Dampak Kenaikan Tiket Wisata Komodo

Tiket Wisata Komodo Bakal Naik, Cek Fakta Berikut yuk!
(Foto wisata TN Komodo. Sumber: Unsplash.com)

Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi, yang artinya semua tumbuhan dan hewan di kawasan tersebut harus dilestarikan dan dilindungi. Sayangnya, kepentingan konservasi dan pariwisata memang sering bertabrakan.

Oleh sebab itu, muncul istilah ekowisata sebagai solusi permasalahan tersebut. Dalam prinsipnya, ekowisata dapat meningkatkan kesempatan kerja untuk memberdayakan masyarakat lokal di seluruh dunia, memerangi kemiskinan, dan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Sebuah destinasi wisata selalu mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Sebab, masyarakat setempat jadi bisa bekerja di kawasan wisata, baik sebagai pengelola maupun sebagai pelaku usaha.

Sebagai contoh, kawasan wisata Puncak, Bogor, dipenuhi oleh banyak warung pinggir jalan yang dimiliki oleh masyarakat. Pendapatan masyarakat sangat bergantung pada wisatawan yang berkunjung ke puncak.

Saat PPKM lalu, ditutupnya beberapa destinasi wisata di Puncak, Bogor, membuat banyak pelaku usaha tutup warung dan kehilangan pendapatannya.

Kebijakan kenaikan tiket wisata Komodo dilakukan untuk mendukung pelesarian kawasan konservasi tersebut. Sebab, setiap ada kunjungan, pengelola tentu perlu melakukan kajian dampak lingkungan.

Sayangnya, kenaikan harga tiket yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi perekonomian. Menurunnya jumlah wisatawan juga sejalan dengan menurunnya pendapat masyarakat sekitar.

Padahal, pemulihan destinasi wisata pasca pandemi sangat penting untuk memulihkan perekonomian setempat.

Ketergantungan masyarakat setempat terhadap sektor pariwisata memang cukup tinggi. Sehingga wajar terjadi penolakan dari masyarakat setiap kali ada wacana kenaikan tiket wisata.

Baca Juga: Dampak Inflasi dan 4 Jenisnya yang Perlu Kamu Tahu

Nah, itulah penjelasan dan fakta dari rencana kenaikan tiket wisata komodo yang perlu kamu ketahui. Kesimpulannya, kamu masih bisa berwisata ke Pulau Komodo dan Pulau Padar dengan tarif yang sama hingga akhir tahun ini.

Jika nantinya harga tiket wisata tetap naik, alternatifnya adalah kamu dapat berkunjung ke Pulau Rinca. Sebab, tarif wisata di pulau tersebut tidak ikut naik. Kamu juga bisa melihat eksotisme komodo dari Pulau Rinca kok!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X