Ini 7 Struktur Organisasi Perusahaan Kecil yang Bisa Jadi Referensi

Share this Post

Table of Contents

Struktur organisasi perusahaan kecil cenderung lebih sederhana ketimbang perusahaan yang sudah berkembang.

Hal ini karena anggota tim atau pegawainya juga cenderung lebih sedikit. Tidak banyak jabatan spesifik yang bisa diberikan. 

Bsa jadi satu orang bisa memegang banyak peran. Ini wajar terjadi jika kamu baru membangun bisnis. Namun, sekecil apa pun perusahaanmu, tetap membutuhkan struktur organisasi. Hal ini untuk menciptakan tatanan yang mapan ke depannya.

Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu struktur organisasi perusahaan kecil dan sejumlah contoh yang bisa kamu terapkan.

Baca Juga: Contoh Profil Perusahaan yang Ampuh untuk Menarik Investor

Apa Itu Struktur Organisasi?

struktur organisasi perusahaan kecil
Foto: Bagan Struktur dalam Organisasi (freepik.com)

Sebelum melangkah lebih jauh membahas tentang struktur organisasi perusahaan kecil, sebaiknya kamu ketahui terlebih dahulu pengertiannya.

Menurut Local IQ, struktur organisasi adalah diagram yang menunjukkan siapa melapor kepada siapa dan menjelaskan setiap peran berdasarkan jabatan.

Manfaat adanya struktur organisasi, sama seperti memiliki peta saat kamu berkunjung ke daerah asing. Struktur organisasi ini secara visual mengomunikasikan rantai komando dan divisi apa saja yang ada.

Dengan menggunakan analogi peta, struktur organisasi merupakan GPS untuk menavigasi perusahaan. 

Ini juga bisa menjadi referensi untuk pengambilan keputusan. Misalnya, menentukan peran apa yang dibutuhkan atau dapat dihilangkan dari perusahaanmu.

Baca Juga: Tips Bangun Kredibilitas Untuk Bisnis Kamu

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan Kecil

struktur organisasi perusahaan kecil
Foto: Team Work (freepik.com)

Setelah kamu paham pengertiannya, kini kamu perlu tahu berbagai contoh struktur organisasi perusahaan kecil.

Memiliki struktur organisasi itu penting, tetapi membuatnya belum tentu mudah. Apalagi bagi bisnis baru yang mungkin belum punya gambaran mengenai struktur bisnisnya sendiri.

Tiap struktur memiliki karakteristik dan pembagian tugas yang berbeda pula. Kamu perlu cermat memilih mana yang terbaik untuk perusahaanmu.

Berikut ini ada sejumlah contoh struktur organisasi perusahaan kecil yang bisa menjadi referensi dalam membuat struktur untuk bisnismu.

1. Struktur Organisasi Fungsional

Contoh struktur organisasi perusahaan kecil yang pertama, yaitu struktur fungsional. Ketika kamu menetapkan struktur ini, berarti kamu sedang membangun hierarki berdasarkan peran pekerjaan setiap karyawan.

Struktur ini mengelompokkan karyawan yang bekerja menuju tujuan bersama. Tujuan bersama tersebut, misalnya memasarkan dan mempromosikan bisnis.

Dalam struktur organisasi fungsional, karyawan dikelompokkan berdasarkan kemampuannya. Misalnya semua karyawan marketing dimasukkan ke dalam tim yang sama.

Di dalam tim tersebut ada hierarki, misalnya siapa yang akan menjadi kepala, wakil, dan seterusnya.

2. Struktur Organisasi Divisional

Struktur organisasi perusahaan kecil selanjutnya, ada struktur organisasi divisional. Di sini, struktur fungsional didesentralisasikan.

Peran karyawan pada bisnismu dibagi berdasarkan produk atau wilayah, bukan berdasarkan fungsi.

Struktur organisasi ini penting jika kamu punya lini produk berbeda atau bisnismu hendak membuka cabang di kota lain.

3. Struktur Organisasi Matriks

Pada struktur organisasi perusahaan kecil ini, karakteristik struktur organisasi fungsional dan divisi digabungkan.

Struktur ini bekerja seperti sebuah tim. Tidak ada kepala departemen atau divisi, tetapi setiap tim memiliki seorang pemimpin.

Mengutip dari Chron, struktur ini menyatukan karyawan yang fokus pada sebuah proyek, tetapi mengisi peran yang berbeda dari keseluruhan bisnis.

Kelemahannya, yakni terlalu banyak desentralisasi, sehingga dapat membingungkan karyawan tentang siapa yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Tips Bangun Kredibilitas Untuk Bisnis Kamu

4. Struktur Datar

Menurut Business News Daily, struktur datar adalah struktur organisasi yang terdesentralisasi, sehingga hampir semua karyawan memiliki wewenang yang sama.

Jajaran eksekutif mungkin hanya memiliki otoritas sedikit lebih banyak daripada karyawan. Struktur organisasi perusahaan kecil ini umum ditemukan di perusahaan rintisan.

Perusahaan rintisan atau startup, cenderung mengambil pendekatan modern untuk bekerja atau memang belum memiliki cukup karyawan untuk dibagi menjadi beberapa departemen.

Keuntungan memiliki struktur ini, yaitu karyawan cenderung mandiri, meningkatkan komunikasi antarkaryawan, dan lebih cepat mempraktikkan ide baru.

Ada pun kelemahannya, yaitu kurangnya pengawasan terhadap karyawan dan memungkinkan adanya kebingungan seputar prosedur pelaporan.

5. Struktur Tim

Bentuk struktur ini adalah struktur terdesentralisasi tetapi formal. Struktur organisasi perusahaan kecil ini memungkinkan kepala divisi untuk berkolaborasi dengan karyawan dari divisi lain sesuai kebutuhan.

Ini mirip dengan struktur matriks, tetapi fokusnya lebih mengarah ke struktur fungsional yang terdesentralisasi.

Keuntungan menggunakan struktur ini, yaitu mendorong produktivitas, pertumbuhan, dan transparansi. Selain itu, struktur ini memprioritaskan pengalaman karyawan daripada senioritas.

Adapun kelemahan struktur ini, yaitu mengaburkan jenjang karier dan dapat membuat karyawan tidak bekerja lebih keras untuk dipromosikan.

Baca Juga: 4 Cara Membuat Workflow Kerja Tim dalam Bisnismu

6. Struktur Berdasarkan Proyek

Dalam struktur ini, fokusnya adalah pada satu proyek pada satu waktu. Dalam struktur organisasi perusahaan kecil ini, manajer proyek bertindak sebagai pengawas, tidak hanya pengalokasi sumber daya dan pengambil keputusan,

Tidak seperti struktur lain, struktur berdasarkan proyek ini melibatkan pembubaran tim dan sumber daya setelah proyek selesai.

Keuntungan dari menerapkan struktur ini, yaitu mendorong pengambilan keputusan dan komunikasi yang lebih efisien. Selain itu meningkatkan fleksibilitas karyawan.

Adapun kelemahan struktur ini, yaitu tenggat waktu yang terbatas dapat meningkatkan stres pekerja. Selain itu kekuasaan terpusat pada manajer proyek dan karyawan tidak sempat mengembangkan diri dalam jangka panjang.

7. Struktur Organisasi yang Berubah-ubah

Ini merupakan struktur organisasi perusahaan kecil yang banyak ditemukan. Banyak pemilik usaha kecil memulai dengan menyusun bisnis dengan coba-coba.

Kamu dapat memulai bisnis sendirian atau dengan satu hingga dua asisten. Sambil menjalankan bisnis, kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang peran yang harus diisi oleh karyawan dalam organisasi.

Ketika bisnismu terus berkembang, tidak jarang kamu memulai dengan satu struktur organisasi, kemudian beralih ke struktur lain. 

Misalnya, kamu awalnya hanya beroperasi di satu kota. Dalam perkembangannya, kamu membuka cabang di kota lain.

Perubahan ini tentunya mengharuskanmu untuk menambah karyawan dan mengubah struktur organisasi perusahaan kecil milikmu.

Baca Juga: Lingkungan Bisnis: Definisi, Komponen, Dan Manfaatnya

Itulah penjelasan mengenai contoh struktur organisasi perusahaan kecil. Tidak ada satu struktur organisasi yang terbaik untuk semua bisnis.

Saat menentukan struktur apa yang tepat untuk perusahaanmu, pertimbangan seberapa besar wewenang yang ingin kamu berikan kepada karyawan.

Selain itu, pikirkan pula seberapa banyak ruang yang ingin kamu sisakan untuk inovasi dan seberapa banyak interaksi karyawan yang kamu harapkan.

Setelah mempertimbangkan sejumlah faktor ini, kamu mungkin akan mengetahui struktur organisasi mana yang terbaik untuk perusahaanmu.

Kamu juga bisa melakukan eksperimen dengan menerapkan berbagai struktur yang ada kepada perusahaanmu. Hingga akhirnya nanti kamu menemukan struktur organisasi perusahaan kecil yang pas.