5 Strategi Positioning Produk untuk Meningkatkan Penjualan

Share this Post

positioning
Table of Contents
shopee pilih lokal

Strategi positioning menjadi hal yang penting untuk diperhatikan sebelum sebuah bisnis baru memasuki pasar.

Strategi ini diperlukan sebagai langkah awal untuk menentukan posisi pasar dari sebuah bisnis. Khususnya, bagi bidang-bidang usaha yang dikenal memiliki persaingan yang tinggi.

Sebagai pebisnis, kamu tidak bisa masuk begitu saja dalam persaingan jika belum menentukan posisi bisnis atau produkmu di mata konsumen.

Memahami positioning bisnismu adalah langkah awal yang harus dilakukan sebelum melakukan branding atau menerapkan teknik pemasaran. Sebab, positioning inilah yang nantinya dapat memengaruhi strategi branding dan pemasaranmu.

Positioning berorientasi pada produk dan posisinya di benak konsumen. Oleh sebab itu, mengetahui positioning produkmu sama artinya dengan menentukan skenario terbaik dari pemasaran yang akan kamu lakukan.

Lantas, apa itu positioning dan bagaimana strateginya?

Baca Juga: 8 Strategi Pemasaran Produk untuk Meningkatkan Penjualan

Apa Itu Positioning?

positioning
Foto atur strategi penjualan. Sumber: Pexels.com

Dalam bisnis, kamu harus bisa membedakan produk atau layananmu dari pesaing, kemudian menentukan segmen pasar yang tepat untuk kamu isi.

Menurut Entrepreneur, positioning  membantu menetapkan identitas produk atau layanan yang kamu jual di mata pembeli.

Strategi penentuan posisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu motivasi konsumen dan tindakan pesaing.

Sebelum menentukan posisi produk, kamu bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut:

1. Apa yang Benar-Benar Dicari Konsumen dari Produkmu?

Beberapa merek terkenal, tidak hanya sekedar menjual barang. Namun, mereka juga menjual prestise, status sosial, dan kemewahan.

Itulah sebabnya beberapa brand terkemuka selalu menjadi buruan banyak orang tak peduli berapa pun harganya.

2. Bagaimana Perbedaan Produk atau Layananmu dengan Pesaing Lain?

Sebagai contoh, saat ini ada banyak sekali restoran cepat saji yang menyajikan menu yang sama, yaitu burger.

Lantas, hal apa yang membedakan burger di restoran A dengan restoran lain? Apakah variasi menu, ukuran, atau cara memasaknya?

3. Apa yang Membuat Produk atau Layananmu Menjadi Unik?

Misalnya, di antara banyak restoran cepat saji yang menjual burger, hanya ada satu restoran yang menjual burger khusus vegetarian.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu bisa mulai mengembangkan strategi penentuan posisi untuk bisnismu.

Positioning yang baik bisa membuat produkmu terlihat unik dan membuat konsumen tertarik untuk menggunakannya.

Baca Juga: 10 Manfaat Promosi untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan, Wajib Tahu!

Jenis-Jenis Positioning

positioning
Foto jenis-jenis positioning. Sumber: Pexels.com

Setelah memahami pengertian positioning, selanjutnya kamu juga perlu mengetahui apa saja jenis-jenisnya. Berikut beberapa jenis positioning yang perlu kamu ketahui:

  • Harga merupakan faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen. Berikanlah harga jual yang realistis dan sesuai dengan kualitas produk yang kamu tawarkan.
  • Kualitas. Kamu bisa memenangkan persaingan harga jika memiliki produk dengan kualitas terbaik. Beberapa brand yang fokus dengan kualitas, biasanya menjadi buruan banyak orang karena memiliki prestise yang tinggi.
  • Diferensiasi, yaitu upaya membedakan produkmu di antara produk lain di pasaran. Jika produkmu memiliki perbedaan atau keunikan yang signifikan, posisimu akan semakin aman.
  • Kenyamanan, artinya memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan produkmu. Misalnya, menjualnya di berbagai e-commerce dengan berbagai metode pembayaran.
  • Layanan pelanggan, artinya kamu perlu menciptakan interaksi yang ramah dan bermanfaat bagi konsumen. Pelayanan seperti ini amat penting jika bisnismu bergerak dalam bidang jasa.

Apa Tujuan Positioning?

positioning
Foto tujuan positioning. Sumber: Pexels.com

Menentukan posisi produk dalam pasar dapat menjadikannya terlihat berbeda dan unik dibandingkan produk pesaing. Menurut Chron, tujuan dari strategi penentuan posisi ini adalah untuk menciptakan citra yang menarik dari merkmu.

Kamu juga bisa menyusun kata-kata yang menarik dalam iklan produkmu. Kata-kata tersebut dapat menggambarkan posisi produkmu bagi konsumen. Kata-kata tersebut juga bisa dituangkan dalam bentuk slogan.

Misalnya, jika kamu memiliki bisnis makanan cepat saji, kamu mungkin bisa menciptakan burger dengan cita rasa lokal.

Kemudian, kamu bisa memasang slogan “satu-satunya burger rendang di Indonesia!”. Dengan begitu, pelanggan akan menyadari apa keunikan produkmu dibanding kompetitor.

Setelah tujuan untuk menciptakan kesan unik dari produkmu tercapai, selanjutnya kamu bisa menggunakannya untuk menyusun strategi pemasaran, iklan, dan promosi yang tepat.

Baca Juga: 5 Contoh Sistem Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan

Manfaat Menerapkan Strategi Positioning

positioning
Foto meningkatkan profit. Sumber: Pexels.com

Ada beberapa alasan mengapa strategi penentuan posisi ini menjadi bagian yang penting dalam bisnis. Penentuan posisi yang tepat bisa membantu memenangkan persaingan bisnis. Simak beberapa manfaat positioning berikut:

1. Mempertahankan Prospek Keuntungan

Ketika sebuah bisnis berhasil menempatkan produknya dalam pasar dan memiliki tempat sendiri di benak konsumen, maka bisnis tersebut sangat mungkin dapat mempertahankan keuntungannya.  

Dengan kata lain, kamu memiliki kesempatan untuk mengunci target pasarmu melalui strategi positioning.

Kamu bisa memperkirakan seberapa besar kemungkinan produkmu akan dibeli, berapa banyak transaksi yang mungkin terjadi, dan bagaimana keuntungan di masa depan.

2. Lebih Mudah Menentukan Target Pasar

Strategi penentuan posisi adalah cara membedakan produkmu dengan pesaing. Kamu dapat melihat keunggulan produkmu dan menjadikannya daya tarik bagi pembeli.

Dengan menggunakan informasi tersebut, kamu bisa menentukan siapa target atau segmen pasar yang paling membutuhkan produk atau layanan yang kamu jual.

Kamu bisa menentukannya dengan melihat perilaku konsumen, pendapatan, jenis kelamin, usia, hingga tempat tinggal.

3. Meningkatkan Penjualan

Manfaat utama dari strategi ini tentunya meningkatkan penjualan. Penentuan posisi yang benar bisa mengarahkan langsung produkmu kepada segmen pasar yang benar-benar membutuhkan produkmu.

Oleh karenanya, penting untuk mengetahui apa nilai lebih dari produkmu, apa yang menjadikannya unik, dan apa yang akan konsumen dapatkan dari produk yang kamu jual.

Kamu bisa membidik konsumen yang tepat secara langsung tanpa menghabiskan biaya iklan yang mahal.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Penjualan Dengan Strategi Omnichannel

Penerapan Strategi Positioning

positioning
Foto strategi tingkatkan profit. Sumber: Pexels.com
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Sebelum mencoba menerapkan strategi positioning, ada beberapa tips dan langkah yang bisa kamu coba. Dirangkum dari Opportunity Marketing, berikut strateginya.

1. Identifikasi Pasar

Sebelum menganalisis posisi produkmu, terlebih dahulu kamu harus mengidentifikasi pasar tempat kamu akan menjual produk.

Kamu bisa menganalisis siapa saja target pasar yang potensial dan bagaimana karakteristiknya. Menganalisis pasar juga termasuk menentukan lokasi penjualan produk yang paling strategis.

2. Identifikasi Pesaing

Setelah mengetahui potensi pasar, kamu perlu mengidentifikasi keberadaan kompetitor dalam pasar. Sebab, bisa saja target pasarmu juga menjadi incaran kompetitor.

Kamu perlu mengetahui siapa saja kompetitor yang berpotensi mengganggu penjualan produkmu. Kamu bisa mencari tahu kelemahannya dan menjadikannya sebagai strategi dalam penjualan produk.

3. Rencanakan Posisi Binis

Setelah mengetahui keberadaan kompetitor, selanjutnya kamu bisa merencanakan posisi bisnismu dalam pasar. Kamu bisa masuk ke beberapa posisi, tergantung pada keunikan produk yang kamu miliki.

Misalnya, jika kebanyakan pesaing menjual produk dengan harga tinggi, kamu bisa menjualnya dengan lebih murah.

Jika sebagian besar pesaing menjual produk secara satuan, kamu bisa menjualnya dalam satu paket bundling dan memberikan diskon menarik.

4. Temukan Peluang

Setelah merencanakan posisi produkmu dalam pasar, kamu perlu menemukan peluang yang tepat untuk masuk ke dalamnya.

Kamu bisa merilis beberapa produk sekaligus dengan positioning yang sebelumnya telah kamu tentukan.

Misalnya, kamu akan menjual makanan cepat saji dengan cita rasa lokal yang berbeda dengan kompetitor.

Maka cobalah membuat beberapa menu sekaligus, misalnya burger rendang, burger bumbu sate, atau burger saus gulai.

Baca Juga: Harbolnas Tiba, Ini 5 Cara Meningkatkan Penjualan Produkmu

5. Pertimbangkan Posisi Kompetitor

Setelah berhasil masuk ke posisi tertentu dalam pasar, kamu perlu melihat bagaimana posisi kompetitor. Apakah posisi bisnismu dan kompetitor saling berdampingan, ataukah terdapat perbedaan yang cukup signifikan?

Hal tersebut bisa menentukan strategi selanjutnya, apakah ingin mempertahankan posisi atau menciptakan perbedaan yang lebih jauh dengan pesaing.

Itulah beberapa strategi positioning  yang mudah dan bisa kamu coba. Posisi yang tepat bisa membantu tingkatkan penjualan. Selamat mencoba, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X