Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya

Share this Post

firewall adalah
Table of Contents

Ketika menggunakan internet, tentu kamu sudah tak asing dengan sistem firewall. Namun, tahukah kamu fungsi dan cara kerjanya?

Semakin canggih perkembangan teknologi membuat berbagai kegiatan kini sudah dialihkan secara digital. Peralihan ini tentu membawa dampak besar bagi kehidupan.

Dengan mengandalkan jaringan internet, semua bisa diselesaikan dengan cepat dan akurat.

Perkembangan internet memang sudah memasuki berbagai bidang kehidupan. Mulai dari urusan berbelanja kebutuhan harian, pendidikan, pekerjaan, hiburan, hingga transportasi.

Saat ini, kita sudah memasuki era Internet of Things (IoT) yang memungkinkan terjadinya transmisi data melalui jaringan internet.

Tingginya penggunaan dan ketergantungan dengan jaringan nirkabel ini juga memunculkan kekhawatiran.

Apakah jaringan internet itu aman? Pasalnya, tak sedikit kasus pencurian data, peretasan, hingga menyebarkan virus lewat internet.

Guna mengatasi masalah tersebut, dibuatlah sebuat sistem bernama firewall. Guna memahami cara kerja dan fungsi dari sistem keamanan internet ini, simak penjelasan berikut, yuk!

Baca Juga: 8 Kegunaan Internet untuk Pengusaha, Tingkatkan Produktivitas Bisnis

Apa Itu Sistem Firewall?

sistem firewall
(Foto sistem firewall. Sumber: Freepik.com)

Ketika berselancar di dunia maya atau di internet, tentu dibutuhkan sistem keamanan yang baik untuk melindungi data pribadi dan perangkat komputer.

Sebab, hampir semua aplikasi atau situs web yang kamu gunakan sekarang dapat menerima dan mengakses data pribadimu.

Sebagai contoh, media sosial dan e-commerce yang kamu gunakan saja menyimpan alamat dan nomor telepon yang merupakan data pribadi.

Artinya, pertukaran data dan informasi menggunakan internet sangat cepat. Hal ini menyebabkan internet riskan diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Untuk mengatasinya, dibuatlah sebuah sistem bernama firewall.

Mengutip dari Kaspersky, firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang membatasi lalu lintas internet masuk, keluar, atau di dalam jaringan pribadi.

Sistem keamanan ini dapat memberikan izin atau memblokir akses pengguna yang berpotensi membahayakan pengguna lain.

Jika diibaratkan, sebuah komplek perumahan memiliki beberapa blok yang diisi oleh puluhan rumah. Setiap rumah mewakili satu data pribadi yang kamu miliki.

Setiap perumahan tentu memiliki satu gerbang utama dan beberapa portal yang ada di setiap jalan masuk blok.

Gerbang perumahan dan portal masuk ini berfungsi melindungi setiap rumah dan penghuninya dari pencurian dan tamu yang tidak diundang. Gerbang perumahan dan portal ini merupakan firewall dalam internet.

Artinya, firewall dapat membatasi akses pengguna ilegal dan dapat melindungi privasi datamu.

Firewall digunakan untuk menjaga batas jaringan pribadi. Karena itu, sistem keamanan ini dapat mengontrol akses pengguna.

Baca Juga: 8 Manfaat IoT, Internet of Things bagi Bisnis

Cara Kerja Firewall

Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya
(Foto sistem firewall. Sumber: Freepik.com)

Sistem keamanan ini dapat menganalisis lalu lintas masuk berdasarkan aturan yang telah ditetapkan sebelumnya dan memfilter aktivitas dari sumber yang tidak aman atau mencurigakan untuk mencegah ancaman.

Sistem firewall menjaga lalu lintas komputer yang disebut port, yang mana informasi dipertukarkan dengan perangkat eksternal. Misalnya, alamat IP dapat diizinkan untuk terhubung dengan port tertentu.

Ibaratnya, alamat IP adalah sebuah rumah, dan nomor port adalah sebuah kamar. Hanya tamu tertentu yang diperbolehkan masuk ke dalam rumah.

Namun, tidak semua tamu boleh masuk ke dalam kamar. Hanya penghuni rumah yang boleh masuk ke kamar.

Artinya, tidak semua orang dapat mengakses satu alamat IP, hanya pengguna yang diizinkan dan tidak berpotensi bahaya.

Di antara pengguna-pengguna tersebut, aktivitas mereka juga diawasi dan dibatasi agar tidak membahayakan pengguna lain.

Mengutip dari Fortinet, sistem firewall memeriksa data yang masuk dari berbagai bagian internet dan memverifikasi bahwa sumber tersebut aman.

Baca Juga: 7 Cara Mendapatkan Uang dari Internet, Yuk Coba!

Bagaimana Cara Firewall Melindungi Data?

Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya
(Foto cara kerja firewall. Sumber: Freepik.com)

Filter firewall dapat mencegah data berbahaya dari luar perangkat komputer. Beberapa ancaman yang dapat membahayakan komputer dan data pribadi adalah backdoors, Denial of Service (DoS), macro, remote log in, spam, dan virus.

Backdoors adalah akses ke sebuah aplikasi yang rentan dieksploitasi oleh peretas, termasuk sistem operasi tang mengalami bug dan dapat diretas dan membahayakan komputermu.

Serangan DoS dijalankan ketika peretas meminta izin untuk terhubung ke server. Ketika permintaan akses ke server dilakukan berulang kali, sangat mungkin sebuah server mengalami down.

Ada beberapa sistem firewall yang dapat memeriksa apakah sebuat permintaan koneksi server sah atau tidak, sehingga dapat melindungi dari serangan DoS.

Sementara itu, macro merupakan sebuat skrip yang dapat disembunyikan di balik sebuah data.

Ketika data tersebut masuk ke jaringan pribadi, macro akan bekerja untuk melumpuhkan jaringan tersebut. Sistem firewall dapat memeriksa apakan sebuah data mengandung macro atau tidak.

Login jarak jauh memungkinkan orang lain mengendalikan komputermu dari tempat lain, serta dapat mengirimkan spam ketika kamu mengakses internet. Tak jarang, virus juga dapat dikirimkan ke komputer melalui internet.

Sistem firewall dapat mencegah penyebaran spam dan virus dari internet ke komputer pribadimu.

Baca Juga: 7 Cara Promosi Website untuk Meningkatkan Penjualan

Jenis-Jenis Firewall

Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya
(Foto jenis firewall. Sumber: Freepik.com)

 Menurut Forcepoint, sistem firewall dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasannya, yaitu:

  1. Next Generation Firewall. Sistem firewall ini menggabungkan teknologi firewall tradisional dan modern yang mempunyai fungsi tambahan, seperti inspeksi enkripsi, pencegahan intrusi, anti-virus, dan masih banyak lagi.
  2. Proxy Firewall. Sistem firewall ini menyaring lalu lintas jaringan di sebuah aplikasi. Proxy bertindak sebagai perantara antara dua sistem yang dapat saling terkoneksi. Namun, untuk dapat terkoneksi, firewall akan memastikan keamanannya terlebih dahulu.
  3. Network Address Translation (NAT) Firewall. Memungkinkan beberapa perangkat untuk terhubung ke internet menggunakan satu alamat IP. Sistem firewall ini akan mendeteksi dan memblokir perangkat yang berbahaya.
  4. Stateful Multilayer Inspection (SMLI) Firewall. Sistem firewall ini memfilter paket di lapisan jaringan, transportasi, dan aplikasi, membandingkannya dengan paket tepercaya yang diketahui. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua koneksi berasal dari sumber terpercaya.

Baca Juga: Apa Itu Domain? Ini Tips Menentukannya

Nah, itulah penjelasan tentang sistem firewall yang memiliki fungsi penting dalam melindungi komputer dan data pribadimu. Sebaiknya, jangan mengabaikan sistem keamanan yang satu ini, ya!