Apa Itu Single Level Marketing? Berikut Cara Menerapkannya

Share this Post

single level marketing adalah
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bagi kamu yang baru saja terjun ke dunia bisnis, perlu memahami single level marketing. Meskipun nantinya, kamu tidak menerapkan strategi pemasaran ini saat berbisnis.

Single level marketing seringkali berkaitan dengan multi level marketing. Tentunya, keduanya merupakan strategi pemasaran yang berbeda.

Sebagai informasi, single level marketing adalah teknik berjualan langsung (direct sales) yang dilakukan oleh distributor secara langsung kepada konsumen. Jadi, transaksi tidak dilakukan menggunakan perantara.

Umumnya, strategi pemasaran seperti ini banyak dilakukan oleh para pebisnis pemula dengan skala usaha kecil.

Yuk, cari tahu informasi seputar single level marketing melalui artikel di bawah ini.

Baca Juga: Apa Itu Bisnis MLM? Kenali Cara Kerjanya Sebelum Coba

Single Level Marketing

single level marketing
(Foto alat pembayaran. Sumber: Pexels.com)

Dikutip dari laman Managing & Making Money, single level marketing adalah model penjualan langsung di mana seorang tenaga penjual terlibat untuk menjual produk langsung ke konsumen dan mendapatkan komisi dari penjualan yang mereka lakukan.

Strategi penjualan langsung jenis ini biasanya dilakukan secara tatap muka, misalnya melalui door-to-door atau one-on-one presentation. Namun, bisa juga dapat dilakukan secara online.

Nantinya, seseorang yang bertugas untuk melakukan penjualan akan mendapatkan komisi dan bonus sesekali dari perusahaan.

Baca Juga: Bahasa Marketing: Istilah-Istilah dalam Dunia Marketing

Beda Single Level Marketing dengan Multi Level Marketing

single level marketing vs multi level marketing
(Foto proses perekrutan tim marketing. Sumber: Pexels.com)

Selain single level marketing (SLM) yang biasanya terjadi pada model bisnis B2C, ada juga multi level marketing (MLM). Kedua jenis pemasaran ini sering kali dibahas secara bersamaan dengan beberapa perbedaan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, single level marketing biasanya dilakukan satu per satu melalui presentasi dari pintu ke pintu atau secara langsung, rapat online, dan katalog.

Melansir the balance, pendapatan single level marketing dapat diperoleh dari komisi penjualan, dengan kemungkinan bonus jika sang penjual mencapai target yang telah ditentukan.

Sementara itu, penjual multi level marketing memiliki fokus utama untuk merekrut anggota, di samping memasarkan produk itu sendiri.

Nantinya, pendapatan yang diperoleh didasarkan pada komisi penjualan dan penjualan yang dilakukan oleh mitra bisnis lain yang direkrut ke dalam perusahaan.

Jadi, jika kamu bisa mendapatkan orang tambahan untuk bergabung, kamu akan mendapatkan komisi dari pembelian secara individu serta penjualan mereka ke pelanggan lain atau dengan merekrut konsultan baru.

Dalam model single level marketing, tidak akan ada insentif yang diberikan apabila ada banyak penjual di pasar. Semakin banyak penjual di pasar, semakin sedikit komisi yang tersedia untuk setiap penjual.

Namun, dalam MLM, karena mereka menghasilkan uang dari konsultan penjualan yang direkrut, biasanya ada insentif besar ketika kamu mengundang orang lain untuk bergabung.

Baca Juga: Pengertian Traditional Marketing dan Media Pemasaran yang Digunakan

Tips Menerapkan Single Level Marketing

tips single level marketing
(Foto presentasi. Sumber: Pexels.com)

Nah, bagi kamu yang ingin menerapkan single level marketing dalam berbisnis, bisa coba beberapa tips di bawah ini:

1. Tentukan Target Audiens

Sebelum kamu menggunakan SLM dalam strategi pemasaran, pastikan untuk menentukan target audiensnya terlebih dahulu.

Hal ini karena tidak semua produk cocok untuk seluruh orang. Jadi, kamu perlu menentukan siapa saja yang bisa dijadikan pelanggan potensial.

Kamu bisa menentukan target audiens dari rentang umurnya, jenis kelamin, letak geografis, pekerjaan, hobi atau minat.

Dengan mengetahui siapa target audiens yang dituju, kamu bisa menyusun strategi pemasaran yang lebih spesifik bagi mereka. Tingkat keberhasilannya juga jauh lebih besar jika kamu menyasar orang-orang yang memang tertarik dan butuh produkmu.

2. Pahami Kegunaan dan Keunggulan Produk

Single level marketing yang termasuk dalam pemasaran langsung ini dilakukan secara tatap muka antara penjual dengan pembeli.

Oleh karena itu, kamu perlu memiliki pengetahan produk yang mendalam sehingga bisa meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian.

Sebagai tenaga penjual, kamu harus benar-benar mengetahui produk yang dijual. Jadi, bisa menjawab seluruh pertanyaan yang mungkin diajukan oleh calon pelanggan.

Dalam hal ini, kamu perlu memahami spesifikasi produk, manfaat dan kegunaannya, cara pemakaian, beserta perawatannya.

Selama melakukan pemasaran langsung, pastikan kamu menonjolkkan fitur dan manfaat produk kepada pelanggan agar mereka tertarik untuk membelinya.

3. Ciptakan Branding yang Kuat

Tips lainnya yang perlu kamu terapkan dalam melakukan single level marketing yaitu pastikan untuk menciptakan branding yang kuat. Hal ini diperlukan untuk menciptakan perbedaan antara brand kamu dengan pesaing.

Dikutip dari Indeed, branding yang kuat bisa menarik lebih banyak pelanggan untuk menghasilkan penjualan.

Jadi, coba pikirkan tentang apa yang membedakan bisnis kamu dari usaha milik orang lain di industri. Lalu tunjukkan gaya dan nada pribadi kamu dalam pemasaran, konten media sosial, serta salinan dan desain situs web untuk menciptakan branding yang unik daripada kompetitor.

Baca Juga: Apa Itu Direct Selling? Ketahui 6 Keuntungannya

4. Adakan Banyak Pertemuan Langsung

Dalam penjualan langsung, penjual dan pembeli harus bertemu secara langsung. Nah, untuk menghasilkan lebih banyak penjualan, tentunya kamu perlu mengadakan banyak pertemuan secara langsung.

Dengan menampilkan produk kepada banyak pelanggan potensial, kamu bisa menghasilkan keuntungan besar. Namun utnuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan kerja keras.

Kamu perlu melakukan presentasi dari rumah ke rumah, mengadakan panggilan telepon dengan calon pelanggan, panggilan video langsung bersama target audiens, atau webinar.

Manfaatkanlah semua teknologi yang bisa membantu kamu untuk menjangkau lebih banyak audiens. Jadi, kamu bisa menjangkau pasar secara lebih luas dengan lebih sedikit waktu dan tenaga.

5. Tunjukkan Testimonial yang Positif

Untuk meyakinkan calon pelanggan sehingga mereka mau melakukan pembelian, cobalah gunakan testimoni.

Dengan menunjukkan testimonial yang positif, calon pelanggan akan lebih percaya dengan produk kamu.

Hal ini karena umumnya pelanggan akan lebih percaya dengan ulasan dari pelanggan lain, dibandingkan iklan buatan brand itu sendiri.

Jadi, memberikan bukti sosial tentang mengapa produk atau layanan kamu layak dibeli dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus menghasilkan lebih banyak ulasan positif.

Dalam hal ini, kamu perlu memikirkan cara termudah bagi pelanggan untuk memberikan ulasan. Misalnya dengan menuliskannya di website dan membagikannya melalui media sosial.

Apabila kamu menemukan testimonial yang luar biasa dari pelanggan, cobalah untuk menghubungi mereka sehingga bisa menghasilkan review lebih menarik melalui kesaksian tertulis video.

6. Manfaatkan Media Sosial

Meskipun single level marketing umumnyadilakukan secara tatap muka antara penjual dengan pembeli, tetapi kamu juga bisa melakukannya online.

Dalam hal ini, kamu bisa coba memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk. Dengan media sosial, bisnismu dapat menjangkau lebih banyak pelanggan potensial.

Selain itu, kamu bisa membangun kedekatan dengan para calon pelanggan secara online. Namun, pastikan kamu menggunakan saluran media sosial yang memang banyak digunakan oleh target audiens.

Misalnya ketika sebagian besar target audiens bisnismu menyukai Instagram, cobalah buat akun khusus bisnis di sana untuk meningkatkan keterlibatan.

Dengan begitu, kamu bisa membuat pelanggan lebih percaya dan yakin pada kualitas merek maupun produk jualanmu.

Baca Juga: 9 Manfaat Direct Marketing bagi Bisnis, Yuk Terapkan!

7. Tindaklanjuti Prospek

Dikutip dari Hubspot, strategi penjualan langsung dengan single level marketing ini pada dasarnya bersifat pribadi. Sebab, kamu sebagai penjual akan terlibat langsung dengan pelanggan potensial.

Maka dari itu, menidaklanjuti prospek penting untuk dilakukan agar kamu bisa menghasilkan lebih banyak penjualan.

Misalnya dengan mengirim pesan penawaran melalui informasi kontak yang diberikan oleh calon pelanggan. Dengan begitu, mereka bisa mengambil tindakan yang kamu kehendaki.

Itu dia penjelasan seputar single level marketing yang perlu kamu pahami dalam berbisnis. Semoga informasinya bisa menambah wawasan kamu sebagai pengusaha, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X