Scarcity atau Kelangkaan, Ini Penyebab dan Contohnya

Share this Post

scarcity
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam dunia ekonomi, ada yang disebut dengan istilah scarcity. Apakah kamu tahu arti dari scarcity?

Scarcity mengacu pada kelangkaan, yaitu kesenjangan antara sumber daya yang terbatas dan keinginan yang secara teoritis tidak terbatas.

Akibatnya, entitas dipaksa untuk memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara yang efisien, sehingga sebagian besar kebutuhan dan keinginan dapat dipenuhi. 

Tentunya, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan atau kekurangan. Misalnya bencana alam, kebiasaan konsumen, hubungan internasional, dan faktor lainnya.

Lebih lanjut, yuk cari tahu tentang apa itu scarcity dalam artikel ini!

Baca Juga: Ini 9 Arti Penting Manajemen Sumber Daya Manusia bagi Bisnis, Apa Saja Itu?

Apa Itu Scarcity?

scarcity adalah
(Foto ilustrasi kelangkaan. Sumber: Pexels.com)

Dalam ekonomi, scarcity kelangkaan mengacu pada kesenjangan antara sumber daya yang tidak mencukupi dan kebutuhan teoretis yang dimiliki orang untuk sumber daya ini.

Dalam situasi yang ditandai dengan kelangkaan, masyarakat harus memutuskan bagaimana mengalokasikan sumber daya yang langka secara efisien sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan mayoritas populasi.

Secara umum, semua sumber daya yang memerlukan biaya selama konsumsi dapat dianggap langka. Oleh karenanya, kelangkaan bisa terjadi pada sumber daya apa saja.

Bahkan, sumber daya alam bebas dapat menjadi langka jika timbul biaya untuk memperoleh atau mengonsumsinya.

Bisa juga jika permintaan konsumen akan sumber daya yang sebelumnya tidak diinginkan meningkat karena perubahan preferensi atau kegunaan yang baru ditemukan.

Baca Juga: Mengenal Usaha Ekstraktif, Bisnis Pengelolaan Sumber Daya Alam

Penyebab Scarcity

penyebab scarcity
(Foto ilustrasi dampak kelangkaan. Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sumber daya tertentu menjadi lebih sedikit atau langka.

Mengutip laman Indeed, ada tiga penyebab utama kelangkaan dalam perekonomian:

  • Kelangkaan permintaan, ketika ada permintaan tinggi untuk sumber daya atau produk, karena meningkatnya populasi atau perubahan preferensi.
  • Kelangkaan pasokan, ini terjadi ketika pasokan atau sumber daya rendah atau habis, karena cuaca, bencana, atau penipisan sumber daya.
  • Kelangkaan struktural, ketika ada salah urus atau ketidaksetaraan akses ke populasi, sering kali karena politik atau lokasi.

Penyebab kelangkaan lainnya termasuk ketika tidak ada sumber daya alternatif atau ketika kerusakan sumber daya tidak dapat diperbaiki.

Jenis-Jenis Scarcity

jenis scarcity
(Foto rak supermarket kosong. Sumber: Unsplash.com)

Dikutip dari laman MasterClass, ada dua kategori utama kelangkaan dalam ekonomi yaitu kelangkaan relatif dan kelangkaan absolut.

Jenis-jenis kelangkaan ini memiliki perbedaan karena dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Kelangkaan Relatif

Suatu komoditas relatif langka ketika permintaannya meningkat, dan ada fleksibilitas dalam kemampuan produsen untuk memenuhi permintaan itu.

Misalnya, mungkin ada batasan alami pada bahan untuk menghasilkan motor listrik.

Ketika permintaan meningkat, metode produksi akan meningkat, tetapi pasokan pada akhirnya akan menyusul, setidaknya secara teori.

2. Kelangkaan Absolut

Ketika suatu komoditas memiliki batasan fisik pada ketersediaannya, itu artinya terjadi kelangkaan absolut. Jenis kelangkaan absolut ini biasanya tidak berhubungan dengan permintaan.

Misalnya, ada kelangkaan mutlak dari jumlah jam dalam sehari, sehingga kamu tidak dapat menambahkan lebih banyak waktu ke periode dua puluh empat jam.

Contoh lain dari kelangkaan absolut yaitu karya seni. Secara teoritis, harga karya seni bisa terus naik karena mereka unik. Namun, permintaan juga bisa turun karena kurangnya minat masyarakat di pasar.

Baca Juga: 7 Persiapan Menghadapi Krisis Ekonomi, Catat Baik-baik!

Contoh Scarcity

contoh scarcity
(Foto dompet kosong. Sumber: Pexels.com)

Konsep kelangkaan sangat penting dalam ekonomi, karena memengaruhi faktor-faktor produksi dalam ekonomi nasional dan lokal.

Kelangkaan adalah masalah ekonomi dasar, dan contoh kelangkaan dapat meliputi:

  • Tanah

Tanah merupakan salah satu sumber daya alam asli yang langka. Nilai tanah akan terus meningkat karena lebih banyak tanah digunakan untuk semacam aktivitas penciptaan nilai.

Tanah sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, baik untuk bercocok tanam, memelihara keanekaragaman hayati, maupun menyediakan ruang untuk hidup, sehingga cenderung menjadi sumber daya yang mahal.

  • Tenaga Kerja

Sementara populasi manusia terus bertambah, hanya sebagian kecil dari populasi yang tersedia untuk bekerja selama periode tertentu.

Kendalanya antara lain orang tua dan anak muda tidak bisa bekerja.

Kelangkaan ini semakin diperparah oleh anggota populasi usia kerja yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk banyak pekerjaan, serta faktor lainnya.

  • Perumahan

Perumahan secara de facto merupakan komoditas yang langka karena distribusi stok perumahan yang tidak merata di seluruh lokasi geografis.

Semakin banyak orang yang pindah ke kota juga menyebabkan semakin sedikitnya apartemen atau pilihan perumahan yang tersedia. Akibatnya, harga sewa dan pembelian pun menjadi lebih tinggi.

Kondisi ekonomi lokal, ada atau tidak adanya subsidi publik, dan pencarian keuntungan juga berkontribusi terhadap kelangkaan perumahan.

Selain itu, kekurangan perumahan dapat terjadi pada saat terjadi bencana alam, seperti kebakaran, angin topan, dan tornado.

Padahal, banyak masyarakat yang membutuhkannya sebagai tempat tinggal dan bertahan hidup sehari-hari.

  • Komoditas

Sumber daya alam seperti emas, minyak, perak, dan bahan bakar fosil lainnya secara alami langka. Ketika permintaan melebihi pasokan, sumber daya ini menjadi langka dan harga bisa naik.

Komoditas lain, seperti berlian, juga biasanya memiliki harga tinggi karena ketersediaannya yang terbatas dan kontrol pasarnya.

  • Air

Dengan adanya masalah lingkungan seperti pemanasan global dan perubahan pola cuaca, beberapa wilayah di dunia menjadi lebih kering dari sebelumnya.

Jadi, hanya ada sedikit sungai dan akses ke air, baik untuk manusia maupun hewan.

Kelangkaan air juga dapat terjadi melalui pemeliharaan infrastruktur yang tidak tepat atau buruk, misalnya pipa untuk suplai air kota.

Oleh karenanya, penggunaan air secara hati-hati selama kegiatan rumah tangga seperti mandi, mencuci piring, atau menyiram tanaman dapat membantu menghemat pasokan sumber daya alam ini.

  • Penggunaan yang Berlebihan

Penggunaan lahan, air, dan hewan yang berlebihan dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya.

Misalnya, perburuan yang berlebihan, pertanian yang berlebihan, atau penangkapan ikan yang berlebihan. Tentunya, semua hal itu dapat menciptakan kelangkaan di kemudian hari.

Maka dari itu, pemerintah sering menetapkan batasan untuk mencegah penggunaan berlebihan baik itu air, tanah, hutan, atau hewan.

  • Cuaca dan Bencana Alam

Cuaca buruk dapat membuat petani kehilangan hasil bercocok tanamnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelangkaan makanan bagi hewan maupun manusia.

Badai, tornado, banjir, tsunami, dan bencana alam lainnya juga dapat memengaruhi sumber daya alam, impor dan ekspor, makanan, perumahan, dan perbekalan.

Selain itu, iklim yang terlalu ekstrim bisa saja menyebabkan keterlambatan pengiriman atau pengiriman barang dan jasa, sehingga menyebabkan kelangkaan sementara di masyarakat sekitar.

Cara Kerja Scarcity dalam Bisnis

scarcity dalam bisnis
(Foto ilustrasi toko tutup. Sumber: Unsplash.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Selain dalam dunia ekonomi, kelangkaan juga bisa dilihat dari sudut pandang bisnis.

Dalam dunia bisnis, barang langka adalah barang yang terkait dengan permintaan yang hampir tidak terbatas.

Kelangkaan merupakan salah satu faktor paling signifikan yang memengaruhi penawaran dan permintaan.

Kelangkaan barang bisa memainkan peran penting dalam memengaruhi persaingan di setiap pasar berbasis harga.

Oleh karena itu, barang-barang langka biasanya tunduk pada permintaan yang lebih besar, sehingga barang-barang tersebut sering kali memiliki harga yang lebih tinggi.

Kelangkaan membantu orang membuat pilihan yang lebih tepat tentang cara menggunakan sumber daya yang tersedia. Dikutip dari Indeed, konsep kelangkaan dalam bisnis bekerja dengan cara berikut:

1. Kelangkaan Memungkinkan Bisnis Memastikan Profitabilitas Berkelanjutan

Saat menghadapi kelangkaan produk atau sumber daya tertentu, produsen harus melakukan penyesuaian untuk memastikan profitabilitas yang berkelanjutan.

Dalam hal ini, mereka mungkin beralih ke bahan kemasan alternatif, atau mengganti bahan tertentu dalam produk mereka.

2. Kelangkaan Bantu Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Permintaan yang tinggi untuk produk tertentu sering kali mengakibatkan kelangkaannya dari waktu ke waktu.

Perusahaan yang ingin tetap menyediakan produk-produk ini kepada pelanggan dapat memutuskan untuk merilis produk terbatas atau meningkatkan produksi sehingga bisa memenuhi permintaan pasar.

3. Kelangkaan Membantu Bisnis untuk Menavigasi Pasar Kerja

Peluang kerja dan tenaga kerja juga dapat dianggap sebagai sumber daya yang terbatas.

Tergantung pada keadaan pasar kerja tertentu, lowongan kerja atau personel yang memenuhi syarat mungkin saja mengalami kelangkaan.

Bisnis atau perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja ini, bisa membuka lowongan pekerjaan dengan posisi tertentu sehingga mereka bisa memeroleh pekerja yang diinginkan.

Sebaliknya, para pekerja dengan keterampilan langka yang belum terlalu dibutuhkan oleh perusahaan bisa pindah ke kota atau negara lain untuk mendapatkan pekerjaan sesuai.

Baca Juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran dalam Bisnis

Efek yang Timbul Akibat Kelangkaan

dampak scarcity
(Foto ilustrasi orang murung. Sumber: Pexels.com)
shopee pilih lokal

Terjadinya scarcity atau kelangkaan tentu bisa berdampak pada semua aspek, terutama kehidupan manusia.

Kelangkaan sumber daya dapat menyebabkan masalah yang meluas seperti kelaparan, kekeringan, dan bahkan perang.

Masalah tersebut terjadi ketika barang-barang kebutuhan pokok menjadi langka karena beberapa faktor, antara lain eksploitasi sumber daya alam atau perencanaan yang buruk oleh para ekonom pemerintah.

Itu dia penjelasan seputar scarcity atau kelangkaan. Semoga informasinya bisa menambah wawasan kamu, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X