Profil Bisnis Fabelio, Perusahaan Furniture dan Interior

Share this Post

fabelio
Table of Contents

Startup desain furniture dan interior Fabelio ini dikabarkan pailit. Coba ketahui profil perusahaan tersebut, yuk!

Fabelio merupakan perusahaan startup yang fokus menjual aneka furnitur berkualitas. Platform ini mempertemukan produsen furnitur lokal dengan desain yang menarik, menawarkan pengiriman bebas biaya, dan masa garansi hingga dua tahun.

startup memungkinkan pengguna untuk memilih berbagai koleksi furnitur untuk ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, ruang kerja, hingga dekorasi rumah.

Menurut data Pitchbook.com, perusahaan yang berdiri sejak 2015 ini sudah memiliki sekitar 300 karyawan, 17 investor, dan mendapat pendanaan seri C. Jumlah transaksinya mencapai angka $9 juta.

Ingin tahu lebih lanjut tentang perjalanan bisnis Fabelio? Simak sampai akhir ya!

Baca Juga: Seed Funding atau Modal Awal Startup, Berikut 9 Jenisnya

Awal Berdirinya Fabelio

fabelio
(Foto billboard Fabelio. Pramborsfm.com)

Bisnis e-commerce Indonesia memang terus berkembang dan memiliki daya tarik tersendiri untuk bisnis. Potensi inilah yang dilirik oleh Christian Sutardi, Krisnan Lenon, dan Marshall Utoyo.

Mereka lah tiga sosok founder dan co-founder Fabelio.com, sebuah e-commerce yang bergerak dalam bidang furnitur. Didirikan pada tahun 2015, startup ini memasuki bidang bisnis baru dalam industri. Mengapa mereka memilih bidang furnitur?

Menurut Christian, ia dan teman-temannya mengambil bidang futnitur di bisnis e-commerce karena ingin tampil beda. Namun di balik alasan tersebut, Christian teman-temannya memiliki latar belakang yang sejalan dengan fokus bisnisnya.

Sebagai informasi, Marsel sudah lama menggeluti bidang desain furnitur dan bahkan punya perusahaan desain sendiri.

Sedangkan Krisnan dan Christian sebelumnya berkecimpung di dunia e-commerce. Mereka pernah bekerja di Rocket Internet, Food Panda, Lazada dan Zalora.

Dengan mantap, mereka mendirikan PT Tiga Elora Nusantara pada Mei 2015. Saat ini, perusahaan ini telah memiliki 25 pemasok dengan spesialisasi berbeda seperti produksi furnitur kayu jati, mahoni, pinus, kayu solid, khusus pembuat sofa, dan lainnya.

Baca Juga: Banyak Startup IPO di Tengah Ancaman Resesi, Apa Untungnya?

Perjalanan Bisnis Fabelio

Profil Bisnis Fabelio, Perusahaan Furniture dan Interior
(Foto showroom Fabelio. Worldorgs.com)

Fabelio merupakan destinasi online untuk desain furnitur yang dapat memenuhi segala kebutuhan furnitur dan peralatan dekorasi rumah berkualitas.

Startup ini menjalin kerja sama dengan desainer furnitur lokal dan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari Indonesia. Meski e-commerce yang bergerak di bidang furnitur masih sedikit, namun bidang furnitur dianggap krusial.

Maka dari itu, startup ini kemudian mendesain furniturnya semenarik mungkin agar tidak membosankan. Sejauh ini, perusahaan tersebut cenderung condong ke konsep desain minimalis dan skandinavian dengan sentuhan khas Indonesia.

Karena menggunakan bahan-bahan dalam negeri dan dibuat oleh desainer lokal, harga produk di perusahaan ini lebih terjangkau dibandingkan produk impor. Hal ini menjadi daya tarik lain dari startup yang satu ini.

Menariknya, timnya selalu meluncurkan produk baru berdasarkan riset yang dilakukan untuk mengetahui preferensi pasar. Tim Fabelio biasa menganalisis tren warna, desain, dan bahan furnitur yang berkembang di pasaran.

Rata-rata startup ini meluncurkan 350 produk per batch per bulan, mulai dari kursi, sofa, meja, lemari, hingga dekorasi rumah.

Pertumbuhan e-commerce tersebut terpantau cukup pesat. Dalam tiga bulan pertamanya saja mereka mencatatkan pertumbuhan hingga 200%.

Baca Juga: Xendit, Salah Satu Startup Fintech Unicorn di Indonesia

Tantangan Bisnis

Profil Bisnis Fabelio, Perusahaan Furniture dan Interior
(Foto showroom Fabelio. Bculinarylab.com)

Meski bidang e-commerce bukanlah bidang baru, namun ketegori furnitur termasuk langka di Indonesia. Tantangan yang dihadapi pun cukup unik dan berbeda dibanding startup lain.

Ada dua tantangan utama yang dihadapinya. Pertama, adanya kebutuhan pelanggan untuk touch and feel. Pelanggan merasa perlu melihat langsung produk furnitur yang akan mereka beli.

“Namun, tantangan ini bisa kami overcome lewat fitur virtual assistant, di mana kami berusaha mengedukasi pelanggan dengan layanan yang lebih personalized lewat layanan ini,” ucap Marshall, CEO Fabelio.

Tantangan kedua adalah distribusi. Dengan ukuran produk furnitur yang relatif besar, perusahaan ini harus mempersiapkan sistem distribusi yang mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.

Untuk menyiasati hal tersebut, startup tersebut menggratiskan biaya pengiriman untuk wilayah Jabodetabek.

Selain memberikan layanan dalam bentuk aplikasi, Fabelio juga memiliki beberapa showroom yang dapat dikunjungi oleh para pelanggan.

Baca Juga: 10 Peran Inkubator Bisnis Bagi Startup, Tertarik Mencobanya?

Mendapat Dana Segar Rp 300 Miliar

Profil Bisnis Fabelio, Perusahaan Furniture dan Interior
(Foto uang dollar. Freepik.com)

Fabelio baru-baru ini mendapat pendanaan Seri C pertama dan kedua yang akan berjalan di akhir tahun ini.

Pendanaan ini dipimpin oleh App Works, diikuti dengan Endeavour Catalyst dan Telkomsel MDI. Investor tetap Fabelio yang juga berpartisipasi adalah Aavishkaar Venture Capital.

Dari pendanaan Seri C ini Fabelio berhasil mengumpulkan USD 9 juta, membawa jumlah total dana yang sudah dikumpulkan menjadi USD 15 juta.

Secara total, Fabelio telah menghimpun dana sekitar Rp 300 miliar dari investor. Pemegang saham Fabelio antara lain adalah 500 Startups, MDI Ventures, dan AppWorks.

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membuka showroom baru di Jawa dan Bali, serta membangun gudang dan infrastruktur penunjang lainnya.