Mengenal Profesi Operator Warehouse, Tugas dan Tanggung Jawabnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Jika Anda tertarik pada karier yang menarik tanpa persyaratan pendidikan tinggi, operator warehouse mungkin bisa jadi pilihan. 

Namun, penting untuk memahami tanggung jawab umum dari posisi ini agar dapat lebih siap mengambil peran tersebut.

Karena tugas operator warehouse cukup banyak, tidak sebatas pada pengelolaan stok barang saja.

Mengetahui lebih banyak tentang apa yang dilakukan operator warehouse dapat membantu Anda memahami keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk memulai karier di bidang ini. 

Baca Juga: Profesi Helper Gudang, Ini Tanggung Jawab Dan Skill Yang Dibutuhkan

Apa Itu Operator Warehouse?

operator warehouse
Foto: Petugas Gudang (freepik.com)

Menurut laman Zip Recruiter, operator warehouse adalah bagian integral dari rantai pasokan suatu perusahaan. Mereka bertanggung jawab menjaga agar gudang tetap teratur, aman, dan efisien. 

Tugas utama mereka meliputi pengelolaan stok barang, menerima dan memeriksa barang yang masuk, serta mengeluarkan barang yang dipesan oleh pelanggan. 

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan gudang, memastikan semua barang disusun dengan rapi, dan melakukan inventarisasi secara berkala.

Para operator warehouse sering kali berinteraksi dengan berbagai pihak, seperti rekan kerja di departemen logistik, petugas pengiriman, atau bahkan pelanggan langsung yang ingin mengetahui status barang mereka. 

Mereka harus memahami prosedur penyimpanan barang yang tepat, menggunakan peralatan gudang dengan benar, dan memiliki pemahaman yang baik tentang sistem manajemen inventaris.

Meskipun tidak ada persyaratan pendidikan formal yang diperlukan untuk menjadi operator warehouse, Anda harus memiliki pemahaman tentang operasi gudang, keterampilan organisasi yang baik, kemampuan komunikasi yang jelas, dan keahlian menggunakan perangkat lunak atau sistem manajemen inventarisasi.

Posisi ini menawarkan kesempatan bagi individu untuk memulai karir di dunia logistik dan manajemen rantai pasokan tanpa harus memiliki gelar pendidikan tinggi. 

Terlebih lagi, dalam lingkungan bisnis yang terus berkembang, peran operator warehouse sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran operasi perusahaan dan memastikan pengiriman barang yang tepat waktu kepada pelanggan.

Baca Juga: Peran Penting Admin Gudang Dalam Bisnis, Ini Skill Yang Dibutuhkan

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Warehouse

tugas operator warehouse
Foto: Orang Mengoperasikan Forklift (freepik.com)

Menurut laman Indeed, ada beberapa tugas utama seorang operator warehouse, yaitu: 

1. Melakukan Inventarisasi Produk yang Disimpan di Gudang

Salah satu tanggung jawab utama operator warehouse adalah melakukan inventarisasi produk yang disimpan di gudang. 

Hal ini penting karena beberapa alasan, tapi yang utama adalah untuk membantu manajer gudang menentukan apakah semua produk telah dicatat dengan benar. 

Hal ini sering dilakukan dengan membandingkan jumlah unit yang ada dengan jumlah unit yang dipesan dan kemudian membandingkan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang terjual. 

Jika ada ketidaksesuaian, operator warehouse harus melaporkannya sehingga manajer dapat mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya.

2. Memindahkan Produk di Dalam Gudang

Operator warehouse sering kali harus memindahkan produk ke dalam gudang dengan menggunakan forklift atau dongkrak palet. 

Untuk melakukan hal ini, Anda perlu mendapat pelatihan tentang cara mengoperasikan masing-masing alat ini dan cara menggunakannya dengan aman di lingkungan industri. 

Anda juga perlu mengetahui cara mengangkat, memindahkan, dan menurunkan beban berat dengan benar menggunakan derek. 

Selain itu, operator warehouse juga dilatih untuk menentukan cara terbaik untuk memindahkan berbagai jenis produk, baik dengan tangan atau dengan mesin tertentu. 

Mereka melakukan ini dengan mengukur berapa banyak ruang yang tersedia di setiap lokasi, misalnya.

3. Memberi Label dan Mengemas Produk

Operator warehouse biasanya bertanggung jawab untuk memberi label dan mengemas produk untuk pengiriman atau penyimpanan guna memastikan produk dapat diidentifikasi dan diatur dengan benar. 

Bahan pengemas meliputi kotak, selongsong, dan tas dengan ukuran khusus untuk menampung produk. 

Pelabelan biasanya dilakukan dengan menggunakan label yang sudah dicetak sebelumnya dengan barcode, nama produk dan informasi lain tentang barang yang dikirim. 

Biasanya, operator warehouse terlebih dahulu menggunakan timbangan untuk menimbang setiap produk sebelum memberi label pada produk tersebut. 

Hal ini memungkinkan mereka mengetahui apakah ada barang yang memerlukan penanganan khusus selama transit atau penyimpanan.

4. Memuat dan Membongkar Truk dengan Palet Produk

Operator warehouse bertugas memuat dan membongkar truk dengan palet produk menggunakan forklift, dongkrak palet, dan peralatan khusus lainnya. 

Forklift adalah alat yang paling umum digunakan dalam bongkar muat truk karena alat ini dapat memindahkan palet di sekitar lantai gudang sekaligus dapat memindahkannya ke dalam atau ke luar truk. 

Dongkrak palet juga digunakan untuk memuat dan membongkar truk yang berisi palet produk karena dapat mengangkat palet dari lantai ke atas ke kendaraan karena dapat menggunakan tenaga listrik untuk mengangkat produk. 

5. Berkomunikasi dengan Departemen Lain di Perusahaan

Operator warehouse juga perlu berkomunikasi dengan departemen lain sehingga mereka memastikan produk yang menjadi tanggung jawabnya dikirimkan dengan benar dan tepat waktu. 

Untuk melakukan hal ini, mereka bekerja sama dengan perwakilan penjualan dan tim pemasaran untuk menentukan produk mana yang diperlukan untuk pendatang baru. 

Informasi ini kemudian diteruskan ke agen pembelian yang membeli barang-barang tersebut dari vendor. Operator warehouse kemudian menerima informasi ini dan memasukkannya ke dalam sistem inventaris mereka. 

Meskipun demikian, mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan mereka memiliki cukup ruang untuk pengiriman masuk sehingga dapat mencegah masalah. 

Baca Juga: Mengenal Profesi Packer, Tugas Dan Keterampilan Yang Harus Dimiliki

6. Mengantisipasi Segala Potensi Masalah yang Mungkin Timbul

Operator warehouse umumnya bertanggung jawab untuk mengantisipasi setiap potensi masalah yang mungkin timbul, seperti kondisi cuaca atau lalu lintas.

Hal ini memastikan mereka siap menangani situasi apa pun yang muncul. 

Misalnya, jika ada badai yang diperkirakan menyebabkan banjir di area tersebut, operator warehouse akan memastikan bahwa mereka memiliki persediaan karung pasir yang cukup sehingga mereka dapat membangun dinding di sekeliling peralatan dan produk untuk melindunginya dari kerusakan air. 

7. Berkomunikasi dengan Vendor Tentang Waktu Pengiriman dan Masalah Apa Pun Terkait Pesanan

Operator warehouse umumnya diharuskan berkomunikasi dengan vendor tentang waktu pengiriman atau jika ada masalah dengan pesanan sehingga mereka dapat memastikan bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tepat waktu. 

Saat berkomunikasi dengan vendor, penting bagi operator warehouse untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang menjadi prioritas vendor dan seberapa besar fleksibilitas yang mereka miliki dalam memenuhi tenggat waktu. 

Penting juga bagi mereka untuk memahami bagaimana vendor menggunakan sistem data mereka sendiri dan bagaimana sistem mereka berinteraksi dengan sistem lain sehingga mereka dapat mencegah masalah.

8. Memastikan Semua Dokumentasi Mutakhir dan Akurat

Operator warehouse memastikan semua dokumentasi mutakhir dan akurat dengan memastikan gudang dilengkapi dengan sistem manajemen inventaris.

Sistem ini menyediakan cara bagi operator untuk melacak lokasi setiap item. 

Idealnya, sistem mampu melacak pergerakan setiap item secara real time. Hal ini bertujuan agar jika suatu barang bergerak tanpa izin maka akan langsung terlihat. 

Operator warehouse juga dapat memastikan keakuratan melalui audit rutin karena audit mencakup peninjauan dokumen secara manual dan pemeriksaan otomatis terhadap integritas data.

9. Memastikan Gudang Bersih dan Terorganisir

Operator warehouse juga harus memastikan gudang mereka bersih dan terorganisir dengan mengambil sejumlah langkah. 

Pertama, mereka menggunakan berbagai alat untuk memastikan gudang mereka sebersih mungkin. Misalnya, mereka bisa menggunakan penyedot debu untuk menyedot debu dan kotoran dari lantai. 

Mereka juga mengatur gudangnya sedemikian rupa sehingga memudahkan mereka menemukan apa yang mereka butuhkan saat mereka membutuhkannya. 

Ini berarti memastikan barang-barang seperti kotak, peti, dan palet semuanya tertumpuk rapi di tempat yang telah ditentukan sehingga karyawan dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka butuhkan.

10. Memberikan Tugas kepada Karyawan yang Tidak Sibuk dengan Pekerjaan Lain

Operator warehouse biasanya juga memiliki wewenang untuk mengatur karyawan yang ada di gudang. Ini untuk memastikan tidak ada karyawan yang tidak produktif atau malas-malasan.

Karena ada banyak hal yang harus dilakukan di gudang, dan tentunya memerlukan fokus dan ketelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik dan kontribusi dari semua karyawan yang ada di gudang. 

Bisa dibilang, operator warehouse juga memiliki tugas untuk memantau berbagai bagian di gudang, agar semua berjalan lancar dan efisien.

Baca Juga: Profesi Checker Gudang, Simak Tugas Dan Skill Yang Diperlukan!

Kisaran Gaji Operator Warehouse

Mengenal Profesi Operator Warehouse, Tugas dan Tanggung Jawabnya
Foto: Orang Mengangkut Barang (freepik.com)

Gaji bagi para operator warehouse di Indonesia bisa sangat bervariasi, bergantung pada beberapa faktor yang meliputi lokasi geografis dan ukuran perusahaan di mana mereka bekerja. 

Besarnya gaji juga seringkali ditentukan oleh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah tempat gudang beroperasi. Gaji ini juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman kerja, tanggung jawab pekerjaan, serta jenis industri di mana gudang tersebut beroperasi.

Gudang-gudang yang berada di daerah dengan UMK yang lebih tinggi cenderung menawarkan gaji yang lebih tinggi bagi para operatornya. 

Selain itu, perusahaan yang lebih besar atau yang memiliki rantai pasokan yang kompleks juga mungkin memberikan kompensasi yang lebih besar kepada operator warehouse mereka.

Namun, rata-rata gaji operator warehouse di Indonesia saat ini berada di kisaran sekitar Rp3,8 juta per bulan. 

Angka ini dapat berbeda-beda tergantung pada berbagai faktor seperti lokasi gudang, skala perusahaan, tingkat pengalaman, keterampilan khusus yang dimiliki, dan tanggung jawab pekerjaan yang diemban.

Penting untuk dicatat bahwa gaji operator warehouse di Indonesia dapat berfluktuasi seiring dengan perkembangan ekonomi, kebijakan perusahaan, serta permintaan pasar dalam industri tertentu. 

Seiring dengan pengalaman dan keterampilan yang meningkat, operator warehouse juga dapat memiliki peluang untuk meningkatkan gaji mereka seiring waktu.

Itulah pembahasan mengenai operator warehouse, tugas dan tanggung jawab, serta kisaran gaji yang bisa didapatkan. 

Dapat diketahui bahwa meski kedengarannya mudah karena tidak memerlukan latar pendidikan tertentu, ada banyak tugas yang menjadi tanggung jawab seorang operator warehouse.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X